Kelarutan (Solvasi) Dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Solvasi adalah jumlah maksimum zat
yang dapat larut dalam pelarut pada suhu tertentu. Kelarutan diberi simbol s
(solubility).
Zat pelarut dibedakan menjadi tiga
berdasarkan polaritas, yaitu :
a. Pelarut Polar
Pelarut polar dapat mengekstrak senyawa
polar dari tumbuhan, sekalipun tingkat kepolarannya lebih rendah. Senyawa polar
adalah senyawa yang mudah larut dalam air dan pelarut polar lainnya. Senyawa
polar bersifat hidrofilik (dapat berikatan dengan air karena bentuknya yang
polar) atau lipofilik. Senyawa polar memiliki kutup positif dan negatif, serta
memiliki pasangan elektron bebas.
Contoh : air,
metanol, etanol dan asam asetat.
b. Pelarut Semi Polar
Pelarut semi polar dapat mengekstrak
senyawa semi polar dari tumbuhan. Senyawa semi polar adalah senyawa yang dapat
larut dalam pelarut polar maupun pelarut non polar.
Contoh : aseton dan etil asetat.
c. Pelarut Non Polar
Pelarut non polar dapat mengekstrak
senyawa non polar yang tidak larut dalam pelarut polar, seperti minyak. Senyawa
non polar bersifat hidrofobik (lebih mudah berikatan dengan molekul netral atau
pelarut non polar daripada berikatan dengan air) atau lipofobik. Senyawa non
polar tidak memiliki kutub positif dan negatif karena elektronnya telah
terdistribusi secara merata. Senyawa non polar pun tidak memiliki pasangan
elektron bebas.
Contoh : heksana dan eter.
Untuk mengetahui apakah senyawa atau
molekul memiliki pasangan elektron bebas atau tidak dapat dipelajari dalam
artikel Jenis-Jenis Molekul Dan Bentuk Molekul
Zat pelarut yang biasa digunakan
dalam reaksi kimia adalah aquades atau air murni.
Umumnya, zat elektrolit dapat larut
dengan sempurna dalam air, tetapi garam dan basa cukup sulit larut dalam air.
Zat-zat yang sulit larut dalam air dikarenakan zat tersebut berada dalam
kesetimbangan yang sangat kecil.
Tahapan kondisi larutan berdasarkan
mudah tidaknya larutan melarutkan zat terlarut dibedakan menjadi tiga tahap,
yaitu :
a. Larutan Tak Jenuh
Larutan tak jenuh adalah larutan
dalam kondisi masih dapat melarutkan zat terlarut dalam suhu tertentu.
Apabila hasil kali konsentrasi ion
lebih kecil dari pada tetapan hasil kali kelarutan (Ksp), maka larutan
dinyatakan belum jenuh atau tak jenuh.
b. Larutan Jenuh
Larutan jenuh adalah larutan yang
tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut karena telah berada dalam
kesetimbangan dengan fase padat/endapan dalam suhu yang maksimum.
Apabila hasil konsentrasi ion sama
dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp), maka larutan dinyatakan jenuh.
c. Larutan Lewat Jenuh
Larutan lewat jenuh adalah larutan
dalam kondisi sudah tidak dapat melarutkan zat terlarut karena sudah membentuk
endapan dalam suhu tertentu. Larutan lewat jenuh mengandung zat terlarut dalam
konsentrasi yang lebih banyak daripada seharusnya.
Apabila hasil konsentrasi ion lebih
besar daripada tetapan hasil kali kelarutan (Ksp), maka larutan dinyatakan
lewat jenuh atau mengendap.
Konsentrasi larutan adalah kuantitas
relatif suatu zat terlarut dalam sebuah larutan. Konsentrasi menjadi faktor
yang menentukan cepat atau lambatnya suatu reaksi kimia.
Semakin banyak zat terlarut dalam
sebuah larutan, maka konsentrasi larutan semakin tinggi atau pekat. Semakin
sedikit zat terlarut dalam sebuah larutan, maka konsentrasi larutan semakin
rendah atau encer.
Reaksi dalam sebuah larutan terbagi
menjadi dua, yaitu :
a. Reaksi Endoterm adalah reaksi
yang menyerap energi dari lingkungan sekitar, hingga menghasilkan suhu dingin
karena suhu dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat-zat
tersebut akan naik.
b. Reaksi Eksoterm adalah reaksi
yang melepaskan energi selama reaksi tersebut berlangsung, hingga menghasilkan
suhu panas karena suhu dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari
zat-zat tersebut akan turun.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Proses Pelarutan
- Suhu
Apabila suhu pelarut lebih tinggi,
maka suatu zat akan lebih cepat terlarut karena ketika pemanasan, partikel
suatu zat pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat. Benda padat akan lebih
mudah larut dalam suhu yang tinggi.
- Ukuran Zat Terlarut
Semakin kecil ukuran zat terlarut,
maka zat tersebut akan lebih mudah terlarut. Contoh : zat yang berbentuk
serbuk.
- Volume Pelarut
Semakin besar volume pelarut, maka
zat terlarut akan lebih mudah terlarut.
- Pengadukan
Pengadukan menyebabkan partikel-partikel
dari zat terlarut dan zat pelarut saling bertabrakan, sehingga proses pelarutan
semakin cepat.
Tetapan
Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Tetapan hasil kali kelarutan adalah
tetapan kesetimbangan antara garam dan basa yang sedikit larut. Hasil kali kelarutan merupakan hasil kali
konsentrasi ion dalam larutan jenuh. Harga hasil kali kelarutan dipengaruhi
oleh suhu, jenis zat terlarut (solute) dan jenis zat pelarut (solvent).
Simbol Qc mengartikan hasil kali
konsentrasi ion yang terdapat dalam larutan digunakan untuk menentukan apakah
suatu zat elektrolit masih dapat larut atau mengendap.
- Jika Qc < Ksp, maka larutan
bersifat belum jenuh/tak jenuh. Apabila ditambahkan zat padat elektrolit ke
dalam larutan, maka zat tersebut masih bisa larut.
- Jika Qc = Ksp, maka larutan
bersifat jenuh. Apabila ditambahkan zat padat elektrolit ke dalam larutan, maka
zat tersebut dapat mengendap.
- Jika Qc > Ksp, maka larutan
bersifat lewat jenuh. Apabila ditambahkan zat padat elektrolit ke dalam
larutan, maka zat tersebut akan mengendap.
Rumus :
Ksp = [Ay+]x[Bx-]y
Keterangan :
y+ = muatan ion positif
x- = muatan ion negatif
x = koefisien ion A
y
= koefisien ion B
Menghitung Ksp dari zat elektrolit yang sulit larut dalam air
a. Elektrolit Yang Menghasilkan Dua
Ion
CaCO3 D Ca2+ + CO32-
Ksp = [Ca2+][CO32-]
= s x s
Maka berlaku rumus :
Ksp = s2
s = √Ksp
b. Elektrolit Yang Menghasilkan Tiga
Ion
Mg(OH)2 D Mg2+ + 2OH-
Ksp = [Mg2+][OH-]2
= s
x (2s)2
Maka berlaku rumus :
Ksp = 4s3
s = √Ksp
4
c. Elektrolit Yang Menghasilkan
Empat Ion
Al(OH)3 D Al3+ + 3OH-
Ksp = [Al3+][OH-]3
= s x (3s)3
Maka berlaku rumus :
Ksp = 27s4
s = 4√Ksp
27
Contoh 1:
Tentukan kelarutan AgCl dalam
larutan CaCl2 0,01 M jika Ksp AgCl = 1,8 x 10-10
Jawab :
Buat terlebih dahulu persamaan
reaksi dari CaCl2
CaCl2 D
Ca2+ + 2Cl-
Untuk bisa menentukan muatan ion
suatu atom, maka harus diketahui elektron valensinya berdasarkan konfigurasi
elektron.
Konfigurasi elektron dari Cl adalah
2 8 7
Konfigurasi elektron dari Ca adalah
2 8 8 2
Setelah itu, tentukan atom yang mana
yang bermuatan positif dan yang bermuatan negatif. Karena atom Cl mendapat
tambahan elektron sebanyak satu elektron untuk mencapai kestabilan sesuai hukum
oktet, maka atom Cl bermuatan negatif.
Karena atom Ca melepaskan/kehilangan
elektron sebanyak 2 elektron untuk mencapai kestabilan sesuai hukum oktet, maka
atom Ca bermuatan positif. Antara atom Ca dan atom Cl terjadi ikatan ion.
Untuk lebih jelasnya mengenai
konfigurasi elektron dapat dipelajari dalam artikel Cara Menentukan Konfigurasi Elektron Dan Elektron Valensi, sedangkan untuk
lebih jelasnya mengenai ikatan ion dapat dipelajari dalam artikel Ion Dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia.
CaCl2 D
Ca2+ + 2Cl-
0,01 0,01 0,02→ karena terdapat koefisien 2
AgCl
D
Ag+ + Cl-
s s s
Konfigurasi elektron Ag berdasarkan
kaidah Madelung adalah [Kr] 4d105s1
Maka, atom Ag kehilangan 1 elektron,
sehingga atom Ag bermuatan positif.
*Setiap ikatan ion pasti terdapat
ion bermuatan positif dan ion bermuatan negatif. Jadi, karena Cl sudah
diketahui bermuatan negatif, maka Ag sudah pasti bermuatan positif. Namun,
untuk mengetahui jumlah ionnya, maka dicari konfigurasi elektronnya.
Ksp = [Ag+][Cl-]
1,8 x 10-10 = s x 0,02
s = 1,8 x 10-10 / 0,02
= 0,9 x 10-9→ didapat dari 1,8 dibagi 2 = 90
* 90 dijadikan bilangan desimal menjadi 0,9. Oleh karena itu, jumlah pangkat pada angka 10. Menjadi berkurang satu.
Qc = 0,9 x 10-9
Maka, diketahui bahwa Qc < Ksp,
sehingga larutan bersifat belum jenuh/tak jenuh.
Artikel Terkait :
Konsep Mol Dan Konsentrasi Larutan
Contoh 2 :
Tentukan konsentrasi ion perak dan
ion kromat dalam larutan jenuh Ag2CrO4 dengan Ksp = 4 x
10-12
Jawab :
Ag2CrO4 D 2Ag+ + CrO42-
S 2s s
Ksp = [Ag+]2[CrO42-]
= (2s)2 (s)
4 x 10-12 = 4s3
10-12 = s3
s = 10-4
Maka, [Ag+] = 2s = 2 x 10-4 M
Dan [CrO42-] = s = 1 x 10-4
M
Artikel Terkait :
Konsep Mol Dan Konsentrasi Larutan

Komentar
Posting Komentar