Proses Pembuatan Koloid

Artikel ini dilengkapi dengan penjelasan lain di luar koloid dan ekstrak agar kamu dapat lebih mudah memahami penjelasan dalam artikel ini.

Sebelum mencari tahu cara pembuatan koloid, jika kamu belum mengetahui tentang koloid, kamu dapat mempelajari tentang koloid terlebih dahulu dalam artikel Sistem Koloid Ada Di Sekitar Kita dan Sifat-Sifat Koloid + Pengetahuan Umum Yang Berhubungan Dengan Sifat Koloid

Proses Pembuatan Koloid

Koloid dapat dibentuk dengan dua cara, yaitu :

a. Cara Dispersi

Cara dispersi yang mana pembuatan koloid dilakukan dengan cara menghaluskan atau memperkecil partikel suspensi/partikel kasar menjadi partikel koloid. Cara dispersi terbagi menjadi empat, yaitu :

- Cara Mekanik

Cara mekanik dilakukan dengan menggeruskan atau menggiling suspensi, hingga menjadi koloid dengan alat Colloid mill. Setelah itu, partikel halus yang telah dibentuk didispersikan dalam medium/media pendispersi.

Contoh : pembuatan sol belerang, pembuatan cat dan pembuatan tinta.

- Cara Peptisasi

Cara peptisasi dilakukan dengan menambahkan zat elektrolit yang mengandung ion sejenis untuk mengubah suspensi yang berbentuk endapan menjadi koloid. Untuk itu, dalam proses ini zat elektrolit disebut zat pemecah.

Untuk tahu lebih lanjut tentang zat elektrolit dapat dipelajari dalam artikel Zat Elektrolit, Zat Non Elektrolit Dan Jenis-Jenis Garam

Contoh :
  • ·       Endapan aluminium hidroksida (Al(OH)3) dipeptisasi dengan larutan aluminium klorida (AlCl3).
  • ·      Endapan nikel sulfida (NiS) dipeptisasi dengan larutan hidrogen sulfida (H2S).
  • ·         Agar-agar dipeptisasi dengan air.
  • ·         Serat selulosa asetat dipeptisasi dengan aseton (C3H6O).

Berikut sekilas tentang selulosa asetat

Selulosa asetat adalah ester (senyawa organik yang mana satu atau lebih atom hidrogen pada gugus karboksil digantikan dengan atom lain/gugus organik lain) dari asam asetat (C2H4O2 atau CH3COOH) dan selulosa.

Selulosa adalah komponen utama dari dinding sel tanaman hijau. Selulosa banyak terdapat pada ganggang dan Oomycetes (sejenis jamur air). Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia, tetapi dapat dicerna oleh hewan yang memiliki enzim selulase.

Selulosa asetat sering digunakan dalam pembuatan film fotografi, bahan perekat dan serat sintetik. Film yang terbuat dari selulosa asetat akan rusak apabila terkena oksigen karena asam asetat yang terlepas.

Tetapi setidaknya, film dari selulosa asetat memiliki kualitas yang lebih baik dari pada film yang terbuat dari selulosa nitrat sebab film dari selulosa nitrat bersifat tidak stabil dan mudah terbakar.

Berikut sekilas tentang aseton

Aseton merupakan senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna, mudah larut dalam air dengan perbandingan tertentu dan mudah terbakar. Selain sebagai zat terlarut, aseton juga dapat berperan sebagai zat pelarut. Aseton sering digunakan untuk bahan pembuatan plastik, serat, obat-obatan dan lain-lain.

Aseton dapat dibentuk dari propena melalui proses oksidasi (pembakaran) dengan katalis Paladium (II) (Pd (II)) atau tembaga (II) (Cu(II)). Selain itu, aseton juga dapat dibentuk melalui proses kumena (C9H12) yang dioksidasi.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang katalis dapat kamu pelajari dalam artikel Inhibitor Dan Katalis

Kumena adalah benzena/senyawa aromatik yang mengalami alkilasi (penambahan gugus alkil, yaitu isopropil) pada cincin benzenanya

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang gugus alkil dapat kamu pelajari dalam artikel Senyawa Hidrokarbon (Alifatik) + Rumus Struktur Dan Isomernya

- Cara Busur Bredig

Cara busur Bredig dikhususkan untuk pembuatan sol logam. Cara busur Bredig dilakukan dengan meloncatkan bunga api listrik ke dalam air. Sol logam digunakan sebagai elektroda (konduktor yang dilalui arus listrik dari satu media ke media lain). Uap logam yang terbentuk akan terdispersi ke dalam medium pendispersi berupa air, hingga terbentuk koloid.

Contoh : pembuatan sol emas

- Cara Homogenisasi

Cara homogenisasi adalah cara membuat emulsi dengan mesin homogenisasi.

Contoh : pembuatan cream susu.

b. Cara Kondensasi

Cara kondensasi yang mana pembuatan koloid dengan cara menggumpalkan partikel larutan yang terlalu kecil (ion, atom atau molekul).

Cara kondensasi dilakukan melalui beberapa reaksi kimia sebagai berikut :

1. Reaksi Redoks (Oksidasi-Reduksi)

Contoh :

  • ·         Pembuatan sol belerang (S) dengan mengalirkan gas hidrogen sulfida (H2S) ke dalam larutan belerang dioksida (SO2).
2H2S (g) + SO2 (aq)    3S (s) + 2H2O (â„“)

  • ·         Pembuatan sol emas dengan cara mereaksikan larutan AuCl3 dengan formaldehida (CH2O atau H2CO) atau larutan besi (II) sulfat (FeSO4).
2AuCl3 (aq) + 3HCOH (aq) + 3H2O (â„“) → 2Au (s) + 6HCl (aq) + 3HCOOH (aq)

Atau

AuCl3 (aq) + 3FeSO4 (aq)  → Au (s)  + Fe(SO4)3 (aq) + FeCl3 (aq)

Berikut sekilas tentang formaldehida

Formaldehida disebut juga metanal atau formalin. Formaldehida berbentuk gas atau cairan disebut formalin, sedangkan yang berbentuk padatan disebut paraformaldehida atau trioksan.  Meskipun dapat berbentuk gas, formaldehida tetap dapat larut dalam air.

Formaldehida dapat terbentuk melalui pembakaran bahan yang mengandung karbon. Sesuatu yang berbentuk asap seperti kebakaran hutan, knalpot, dan asam tembakau juga dapat mengandung formaldehida.

Selain itu, formaldehida juga dapat dibentuk melalui reaksi pembakaran dengan cahaya matahari dan oksigen pada metana dan hidrokarbon, hingga dapat menghasilkan asam format.

Formaldehida merupakan aldehida (senyawa organik yang memiliki gugus karbonil yang terikat pada rantai karbon dan atom hidrogen) yang paling reaktif. Formaldehida dapat berperan sebagai elektrofil dalam reaksi substitusi (penggantian suatu atom dengan atom lain) aromatik elektrofilik.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang elektrofil dapat kamu pelajari dalam artikel Jenis-Jenis Pereaksi Atau Reagen (Nukleofil, Elektrofil Dan Radikal Bebas)

Formaldehida digunakan sebagai pembasmi bakteri (seperti pada cairan pembersih lantai), disinfektan (bahan kimia pencegah infeksi), bahan pengawet, pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam fotografi, pembuatan pupuk dalam bentuk urea, pengawet kosmetik, pembuatan parfum dan pengeras kuku.

Tentang reaksi redoks dapat kamu pelajari dalam artikel Reaksi Redoks, Reaksi Autoredoks Dan Bilangan Oksidasi

2. Reaksi Hidrolisis

Pembentukan koloid dengan menggunakan pereaksi air (H2O).

Contoh :

  • ·   Pembuatan sol Al (OH)3 dari larutan AlCl3.
AlCl3 (aq) + 3H2O (â„“)    Al(OH)3 (s) + 3HCl (aq)

  • ·   Pembuatan sol Fe(OH)3 dari larutan FeCl3 dengan air panas.
FeCl3 (aq) + 3H2O (â„“)  → Fe(OH)3 (s) + 3HCl (aq)

3. Reaksi Pengendapan

Reaksi pengendapan dilakukan dengan mencampurkan dua larutan encer yang masing-masing mengandung elektrolit, sehingga menghasilkan endapan berukuran koloid.

Contoh :

  • ·   AgNO3 (aq) + NaCl (aq)    AgCl (s) + NaNO3 (aq)
  • ·      As2O3 (s) + 3H2S (g)  → As2S3 (s) + 3H2O (â„“)

* nama senyawa dari As2O3 adalah arsen trioksida atau diarsenik trioksida atau arsen (III) oksida.
* nama senyawa dari As2S3 adalah arsen sulfida.
* nama senyawa dari NaNO3 adalah natrium nitrat.

4. Penjenuhan Larutan Atau Pergantian Pelarut

Contohnya larutan kalsium asetat (Ca(C2H3OO)2 atau C4H6O4Ca) jenuh dituangkan ke dalam alkohol, maka akan terbentuk gel.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime