Senyawa Hidrokarbon Alifatik (Alkana, Alkena dan Alkuna), Gugus Alkil, Rumus Struktur Dan Isomernya

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang mengandung unsur karbon dan hidrogen. Senyawa hidrokarbon termasuk senyawa organik dengan rantai terbuka (alifatik) maupun rantai tertutup (siklik).

Ikatan karbon yang terdapat pada rantai senyawa hidrokarbon dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan kejenuhannya, yaitu :

- Hidrokarbon Jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai karbon berikatan tunggal. Hidrokarbon jenuh disebut juga alkana.

- Hidrokarbon Tak Jenuh adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai karbon dengan ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Senyawa hidrokarbon dengan mengandung ikatan rangkap dua disebut alkena, sedangkan yang mengandung ikatan rangkap tiga disebut alkuna.

Senyawa hidrokarbon terbagi menjadi empat jenis berdasarkan jumlah atom C yang terikat dalam rantai karbon, yaitu :

- Karbon primer adalah atom C yang mengikat satu atom C lain.
- Karbon sekunder adalah atom C yang mengikat dua atom C lain.
- Karbon tersier adalah atom C yang mengikat tiga atom C lain.
- Karbon kuarterner adalah atom C yang mengikat empat atom C lain.

Contoh :
                      CH3
            2o        |        1o
CH3 – CH2 – CH – CH3
                           3o
Karbon primer yang diberi tanda 1o yang mana CH3 terikat dengan CH.
Karbon sekunder yang diberi tanda 2o yang mana CH2 terikat dengan CH3 dan CH.
Karbon tersier yang diberi tanda 3o yang mana CH terikat dengan CH2, CH3 (substituen) dan CH3.
Sedangkan karbon kuartener tidak terdapat pada struktur tersebut.

Semakin panjang rantai senyawa hidrokarbon, semakin tinggi titik didihnya. Karena itu, untuk pemisahan senyawa hidrokarbon harus melalui proses distilasi (penyulingan). 

Rumus Molekul Dan Gugus Fungsi

Alkana

Rumus molekul alkana adalah CnH2n+2
Gugus fungsi alkana adalah –C– C-
Penamaan senyawa alkana menggunakan akhiran –ana.

Berikut ini tabel deret homolog alkana :

Jumlah Atom C
Rumus Molekul
Nama
Deret Homolog
1
CH4
Metana
  H
   |
H-C-H
   | 
   H
2
C2H6
Etana
CH3-CH3
3
C3H8
Propana
CH3-CH2-CH3
4
C4H10
Butana
CH3-CH2-CH2-CH3
5
C5H12
Pentana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3
6
C6H14
Heksana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
7
C7H16
Heptana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
8
C8H18
Oktana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
9
C9H20
Nonana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
10
C10H22
Dekana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
11
C11H24
Undekana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
12
C12H26
Dodekana
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2- CH2-CH3

Berikut penulisan formula alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 30 :

Jumlah Atom C
Nama
Formula
Jumlah Atom C
Nama
Formula
1
Metana
CH4
16
Heksadekana
CH3(CH2)14CH3
2
Etana
CH3CH3
17
Heptadekana
CH3(CH2)15CH3
3
Propana
CH3CH2CH3
18
Oktadekana
CH3(CH2)16CH3
4
Butana
CH3(CH2)2CH3
19
Nonadekana
CH3(CH2)17CH3
5
Pentana
CH3(CH2)3CH3
20
Eikosana
CH3(CH2)18CH3
6
Heksana
CH3(CH2)4CH3
21
Heneikosana
CH3(CH2)19CH3
7
Heptana
CH3(CH2)5CH3
22
Dokosana
CH3(CH2)20CH3
8
Oktana
CH3(CH2)6CH3
23
Trikosana
CH3(CH2)21CH3
9
Nonana
CH3(CH2)7CH3
24
Tetrakosana
CH3(CH2)22CH3
10
Dekana
CH3(CH2)8CH3
25
Pentakosana
CH3(CH2)23CH3
11
Undekana
CH3(CH2)9CH3
26
Heksakosana
CH3(CH2)24CH3
12
Dodekana
CH3(CH2)10CH3
27
Heptakosana
CH3(CH2)25CH3
13
Tridekana
CH3(CH2)11CH3
28
Oktakosana
CH3(CH2)26CH3
14
Tetradekana
CH3(CH2)12CH3
29
Nonakosana
CH3(CH2)27CH3
15
Pentadekana
CH3(CH2)13CH3
30
Triakontana
CH3(CH2)28CH3


Metana - butana berwujud gas.

Pentana - oktadekana berwujud cair.
Nonadekana – ke atas berwujud padat.
 

Alkena

Rumus molekul alkena adalah CnH2n
Gugus fungsi alkena adalah –C=C-
Penamaan senyawa alkena menggunakan akhiran –ena.

Berikut ini tabel deret homolog alkena :

Jumlah Atom C
Rumus Molekul
Nama
Deret Homolog
2
C2H4
Etena
CH2=CH2
3
C3H6
Propena
CH2=CH-CH3
4
C4H8
1-Butena
CH2=CH-CH2-CH3
5
C5H10
1-Pentena
CH2=CH-CH2-CH2-CH3
6
C6H12
1-Heksena
CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH3
7
C7H14
1-Heptena
CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
8
C8H16
1-Oktena
CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
9
C9H18
1-Nonena
CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
10
C10H20
1-Dekena
CH2=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3

Alkuna

Rumus molekul alkuna adalah CnH2n-2
Gugus fungsi alkuna adalah –C≡C-
Penamaan senyawa alkuna menggunakan akhiran –una.

Berikut ini tabel deret homolog alkuna :

Jumlah Atom C
Rumus Molekul
Nama
Deret Homolog
2
C2H2
Etuna
CH≡CH
3
C3H4
Propuna
CH≡C-CH3
4
C4H6
1-Butuna
CH≡C-CH2-CH3
5
C5H8
1-Pentuna
CH≡C-CH2-CH2-CH3
6
C6H10
1-Heksuna
CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH3
7
C7H12
1-Heptuna
CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
8
C8H14
1-Oktuna
CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
9
C9H16
1-Nonuna
CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3
10
C10H18
1-Dekuna
CH≡C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3

Baik senyawa alkena maupun senyawa alkuna yang memiliki ikatan rangkap lebih dari satu, nama senyawanya sesuai dengan penomoran dalam bahasa Yunani. 

Maksudnya, jika senyawa alkena memiliki dua ikatan rangkap dua, maka nama senyawa tersebut diberi tambahan di-, yaitu menjadi alkadiena. Imbuhan di- dalam bahasa yunani berarti dua.

Jika senyawa alkena memiliki tiga ikatan rangkap dua, maka nama senyawanya menjadi alkatriena. Dan seterusnya. Begitu pun dengan senyawa alkuna.

Untuk penamaan senyawa alkadiena berdasarkan jumlah atom C pada deret homolognya, akhiran –ena diganti menjadi –diena. Misalnya, 1-dekena menjadi 1-dekadiena karena memiliki dua ikatan rangkap dua.

Untuk penamaan senyawa alkatriena berdasarkan jumlah atom C pada deret homolognya, akhiran –ena diganti –triena. Dan seterusnya. Begitu pun dengan senyawa alkuna.

Jika terdapat satu ikatan rangkap dua dan satu ikatan rangkap tiga, senyawa hidrokarbon tersebut bernama alkenuna.

Untuk nama senyawa alkena dengan atom C berjumlah 11-30 perbedaannya dengan senyawa alkuna pada tabel di atas sebelumnya hanya pada akhirannya, yaitu akhiran –ana diganti dengan –ena. 

Untuk mengetahui jumlah atom H-nya adalah melalui rumus molekul yang sudah disebutkan di atas. Begitu pun dengan senyawa alkuna.

Untuk penulisan formula senyawa alkena tidak jauh berbeda dengan senyawa alkana.

Contoh :
CH2=CH2  bentuk formulanya CH2CH2
CH2=CH-CH3 bentuk formulanya CH2CHCH3
CH2=CH-CH2-CH3 bentuk formulanya CH2CHCH2CH3
CH2=CH-CH2-CH2-CH3 bentuk formulanya CH2CH(CH2)2CH3

Aturan penulisan formulanya :

Jika terdapat molekul yang sama, maka ditulis di dalam kurung dan di belakang kurung tutup adalah jumlah dari molekul tersebut sesuai deret homolognya. Begitu pun dengan penulisan formula senyawa alkuna.

Deret homolog disebut juga rantai lurus.

Gugus Alkil

Gugus alkil adalah senyawa hidrokarbon (alkana, alkena, alkuna) yang telah kehilangan satu atom hidrogennya.

Rumus molekul gugus alkil adalah CnH2n+1

Gugus alkil biasanya merupakan cabang dari senyawa hidrokarbon. Jika pada rantai lurus terdapat cabang atau substituen, maka penamaannya ditambahkan dengan penamaan gugus alkil di depan nama senyawa hidrokarbon.

Gugus alkil merupakan turunan dari senyawa alkana. Tata namanya adalah dengan mengganti akhiran –ana menjadi akhiran –il berdasarkan jumlah atom karbonnya. Pada senyawa alkena dan alkuna, penamaan gugus alkil sama dengan pada senyawa alkana.

Contoh :
Jika atom karbon berjumlah 4, maka rumus molekul gugus alkilnya adalah C4H9 dan disebut butil.

Jika atom karbon berjumlah 7, maka rumus molekul gugus alkilnya C7H15 dan disebut heptil.

Aturan Penamaan Senyawa Hidrokarbon Bercabang Atau Bersubstituen

1. Baik senyawa alkana, alkena maupun alkuna tentukan terlebih dahulu rantai induknya. Rantai induk untuk senyawa alkana merupakan rantai atom C terpanjang. Rantai induk untuk senyawa alkena dan alkuna merupakan rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.

Contoh struktur senyawa alkana:

CH3–CH–CH-CH2-CH3 → rantai induk       
          |     |         
           CH3  CH3 →  cabang

Contoh struktur senyawa alkena :

CH3–CH=CH–CH–CH3  → rantai induk
                        |
                        CH3 →  cabang

2. Rantai cabang diberi akhiran –il menggantikan akhiran –ana.

3. Jika terdapat dua atau lebih rantai samping/cabang, penamaan numeral diberi awalan dalam bahasa yunani, yaitu 2 = di, 3 = tri, 4 =tetra, 5 = penta, 6 = heksa, 7 = hepta, 8 = okta, 9 = nona dan 10 = deka.     

Contoh struktur senyawa alkana:
CH3-CH-CH-CH2-CH3
          |   | 
         CH3CH3
Pada contoh ikatan di atas terdapat 2 cabang gugus metil, sehingga ditulis dimetil.

4. Penomoran pada senyawa alkana dimulai dari ujung terdekat dengan titik cabang, sehingga rantai cabang mendapat nomor terkecil.

Berbeda dengan penomoran pada senyawa alkana yang berdasarkan rantai cabang terdekat, penomoran pada senyawa alkena dan alkuna adalah berdasarkan ujung terdekat dengan ikatan rangkap, sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil.

Contoh penomoran senyawa alkana :


(1)   (2)  (3)  (4)  (5)
CH3-CH-CH-CH2-CH3
         |    |
        CH3 CH3
Maka, nama senyawanya adalah 2,3 dimetil pentana.

Contoh penomoran senyawa alkena :
(1)      (2)    (3)    (4)    (5)
CH3 – CH = CH – CH – CH3
                               |
                              CH3
Maka, nama senyawanya adalah 4-metil 2-pentena.

Bagiamana jika terdapat lebih dari satu cabang pada senyawa alkena dan alkuna?.

Jawab : 
Sistem penomorannya tetap sama. Untuk penamaan senyawanya berdasarkan urutan abjad. Misalnya, pada senyawa terdapat cabang etil dan metil, maka cabang etil ditulis terlebih dahulu meskipun cabang etil terdapat pada nomor yang lebih besar daripada cabang metil.

Contoh penomoran pada senyawa alkadiena :
(6)      (5)     (4)    (3)   (2)  (1)
CH3 – CH – CH = CH – C = CH2
            |                                |
           CH3                          C2H5
Maka, nama senyawanya adalah 2-etil 5-metil 1,3-heksadiena.
           
5. Jika terdapat dua cabang dengan gugus alkil yang berbeda ataupun tidak, tetapi dengan jarak yang sama dekatnya, maka penomoran dimulai dari kiri.

Contoh :

           CH3
           |
CH3 – CH – CH2 – CH – CH3
                                |       
                                CH2 - CH3
                                                    
Maka, nama senyawanya adalah 4-etil 2-metil pentana.

Begitu pun pada senyawa alkadiena yang mana jarak ikatan rangkapnya sama, baik pada sisi kiri maupun kanan.

Contoh :
CH = CH - CH = CH2   disebut 1,3-butadiena

6. Penambahan awalan iso- dan neo- untuk penamaan rantai induk. Awalan iso- berlaku untuk isomer dengan  satu cabang CH3 yang terikat pada atom karbon nomor dua atau menunjukan adanya gugus alkil CH(CH3)2. 

Awalan neo- ditambahkan jika terdapat dua cabang CH3 pada atom karbon nomor dua atau menunjukan adanya gugus alkil C(CH3)3.

Contoh penamaan senyawa alkana dengan awalan iso- dan neo- tanpa pemberian nama untuk gugus alkil :

a) CH3 – CH - CH3       
                |      
               CH3

Bentuk struktur di atas adalah bentuk struktur isobutana. 

Mengapa butana? Karena jumlah atom C-nya adalah 4.

b) CH3-CH2–CH–CH3  
                       |               
                      CH3

Bentuk struktur di atas adalah bentuk struktur isopentana. 

Mengapa petana? Karena jumlah atom C-nya adalah 5.

c)        CH3
            |
CH3 – C – CH3   
            |
            CH3

Bentuk struktur di atas adalah bentuk struktur neopentana. 

Keterangan : Lihat setiap cabang selalu berada pada nomor dua dalam rantai induk. Disitulah kita bisa menambahkan awalan iso- dan neo-. Tetapi, hal ini berlaku untuk pemberian nama pada rantai induk.

Aturan penomoran sama seperti aturan penomoran gugus alkil atau cabang yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Contoh :   
 a)               CH3 – CH – CH3
                               |          
CH3 – CH2 – CH2 – CH - CH2 – CH2 – CH2 - CH3

Maka, nama senyawanya adalah 4-isopropil oktana.

b)                  CH3-CH-CH2-CH3
                                 |
CH3 – CH2 – CH2 – CH - CH2 – CH2 – CH2 - CH3

Maka, nama senyawanya adalah 4-isobutil oktana.

Keterangan : Lihat selalu ada CH(CH3)2 pada gugus alkil, maka bisa ditambahkan awalan iso-.

Untuk nama senyawa dengan awalan iso- dan neo- adalah berdasarkan urutan abjad. Misalnya 3-etil-4-isopropil 2,4 dimetil heptana atau 5-isopropil 2-metil-4-neopentil oktana.

Contoh penambahan awalan neo- pada gugus alkil :
                        CH3-C-CH3-CH3-CH2-CH2
                                 |
CH3 – CH2 – CH2 – CH - CH2 – CH2 – CH2 - CH3
Maka, nama senyawanya adalah 4-neoheksil oktana.

Keterangan : Lihat selalu ada C(CH3)3 pada gugus alkil, maka bisa ditambahkan awalan neo-

7. Awalan di-, tri-, sek-, ters-, tidak perlu diperhatikan dalam penamaan gugus alkil, sehingga tidak perlu sesuai urutan abjad.

Contoh : 
3-etil-2,4 dimetil heksana
3-tersbutil-4-metil dekana

8. Jika karbon kepala memiliki 2 karbon yang terikat diberi nama dengan sekunder atau sek-.

9. Jika karbon kepala memiliki 3 karbon yang terikat diberi nama dengan tersier atau ters-.

10. Subcabang dari rantai samping diberi awalan sesuai dengan sistem penomoran sekunder pada cabang samping. Penomoran dimulai dari titik cabang rantai utama dan seluruh rantai samping dikurung. Rantai samping dianggap sebagai substituen tunggal.

Contoh : 4-(1-metiletil) oktana, artinya senyawa memiliki rantai oktana dengan substituen berupa gugus etil dan gugus metil pada nomor empat yang mana gugus metil melekat pada gugus etil.

Cara Menuliskan Rumus Struktur

Pada contoh aturan penamaan di atas terdapat rumus struktur senyawa alkan. Berikut ini cara menetukan rumus struktur senyawa alkana :

1. Perhatikan terlebih dahulu nama rantai induknya. Rantai induk merupakan nama kedua atau terakhir dari senyawa hidrokarbon.
2. Buat terlebih dahulu rantai induknya.
3. Perhatikan berapa jumlah cabangnya atau gugus alkilnya.
4. Tulislah cabang pada posisi sesuai dengan angka di depan penamaan gugus alkil.
5. Tentukan rumus dari gugus alkil untuk cabang.

Contoh 1:
Tulislah rumus struktur dari 3-butil pentana!

Jawab :
Nama rantai induk senyawa tersebut adalah pentana berarti kita akan membuat struktur senyawa alkana.

Senyawa pentana memiliki 5 atom C.
C – C – C – C – C

Posisi cabang adalah 3 dengan gugus alkil bernama butil, maka rumus gugus alkilnya C4H9 atau –CH2-CH2-CH2-CH3 atau CH3-(CH2)2-CH2-.

(1) (2)  (3)  (4) (5)
C – C – C – C – C
             |
            CH2-CH2 -CH2-CH3

Tambahkan atom hidrogen pada rantai induk karena senyawa hidrokarbon selain mengandung atom karbon juga mengandung atom hidrogen. Jumlah muatan atom hidrogen sesuai dengan jumlah tangannya, kecuali yang terikat dengan substituen.

(1)      (2)       (3)    (4)      (5)
CH3 – CH – CH – CH2 – CH3
                    |
                    CH2-CH2-CH2-CH3

Jumlah atom H pada rantai induk dengan nomor 2 dan 3 hanya satu karena telah terikat dengan gugus alkil.

Keterangan : Coba hitung jumlah atom H yang sudah diberi warna!. Seharusnya senyawa pentana memiliki atom H berjumlah 12.

Contoh 2 :
Tulislah rumus struktur dari 2-isopropil-1,3-butadiena!

Jawab :
Ada akhiran diena pada senyawa, berarti kita perlu membuat struktur senyawa alkadiena yang mana memiliki dua ikatan rangkap 2.

Nama rantai induknya adalah butadiena yang berarti memiliki 4 atom C. Penempatan ikatan rangkap dua sesuai dengan angka yang terdapat di depan senyawa alkadiena.

C = C – C = C

Sekarang perhatikan substituennya. Terdapat angka dua di depan gugus alkil, berarti cabang akan diletakkan pada atom C nomor 2. Dan karena senyawa memiliki gugus alkil bernama isopropil, maka rumus strukturnya CH3-CH-CH3

Tempatkan atom H pada rantai induk
CH2 = CH – C = CH2
                     |
           CH3-CH-CH3

Pada dasarnya alkadiena memiliki rumus molekul yang sama dengan alkuna, yaitu
CnH2n-2. Senyawa butadiena berarti memiliki 6 atom H.

Untuk rumus molekul alkatriena adalah CnH2n-4

Cara Menentukan Isomer Struktural

Keisomeran alkana merupakan cara atom saling berikatan. Keisomeran alkana terjadi karena adanya perbedaan struktur rantai induk dan posisi cabang-cabangnya. Setiap senyawa alkana mungkin memiliki nama yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya sering memiliki rumus molekul yang sama.

Banyaknya isomer tergantung panjang rantai induk yang dimiliki senyawa tersebut. Semakin panjang rantai induk, maka semakin banyak isomernya.

Gugus metil dan etil hanya memiliki 1 jenis, yaitu :
CH3-  bernama  metil
CH3-CH2-  bernama etil

Gugus propil memiliki dua jenis, yaitu :
a. CH3 - CH2- CH2   bernama propil
b. CH3 – CH –   bernama isopropil
                |
               CH3

Gugus butil memiliki empat jenis, yaitu :
a. CH3–CH2–CH2–CH2-  bernama butil

b. CH3–CH–CH2–   
              |
              CH3

bernama isobutil

c.CH3–CH2–CH–  
                      |
                     CH3

bernama sekunderbutil (sekbutil)

d.       CH3
           |
CH3 – C –  
           |
          CH3

 bernama tersierbutil (tersbutil)

Contoh :
Tulislah rumus struktur senyawa alkana dari C6H14 dengan semua isomer struktural yang dimilikinya!.

Jawab :

(1)   (2)    (3)    (4)    (5)    (6)
CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3    n-heksana

Kurangi panjang rantai induk dengan memberi gugus metil, hingga mendapat beberapa isomer.

(1)   (2)  (3)    (4)    (5) 
CH3-CH-CH2-CH2-CH3 
          |     
         CH3


Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 2-metil pentana

Geser cabang terus ke tengah, sampai tidak memungkinkan lagi untuk digeser.

(1)   (2)    (3)   (4)   (5)
CH3-CH2-CH-CH2-CH3 
                     |
                    CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 3-metil pentana

Cabang tidak bisa digeser ke nomor 4 karena nomor 4 berarti sama dengan nomor 2 sebab penomorannya akan dibalik, yaitu dari kanan ke kiri. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa penomoran akan dimulai dari yang paling dekat dengan cabang.

Jika tidak bisa lagi digeser, kembali ambil gugus metil dan kurangi panjang rantai induknya.

        CH3
(1) (2) |  (3)     (4)      
CH3-C-CH2-CH3
          |
         CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 2,2-dimetil butana

(1)   (2) (3)  (4)   
CH3-CH-CH-CH3
          |     |
        CH3  CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 2,3-dimetil butana

Coba hitung masing-masing struktur di atas, jumlah atom H-nya selalu berjumlah 14 buah. Setelah semua kemungkinan isomer dituliskan, hitunglah jumlah isomernya. Maka, dari senyawa C6H14 didapat 5 buah isomer.

Senyawa alkana dengan jumlah atom C adalah 4 sampai 7, jumlah isomernya dapat dihitung dengan rumus 1+(2)n-4 di mana n adalah jumlah atom karbon.

Contoh 2:
Tulislah rumus struktur senyawa alkena dari C5H10 dengan semua isomer struktural yang dimilikinya!.

Jawab :
(1)     (2)   (3)  (4)    (5)
CH2=CH-CH2-CH2-CH3    1-pentena

Geser ikatan rangkapnya.
(1)   (2)   (3)    (4)  (5)
CH3-CH=CH-CH2-CH3     2-pentena

Geser kembali ikatan rangkapnya, jika masih bisa digeser.
(1)   (2)   (3)    (4)   (5)  
CH3-CH2-CH=CH-CH3      3-pentena

Jika ikatan rangkap sudah tidak bisa digeser lagi, ambil gugus metil dan potong panjang rantai induknya. Ikatan rangkap kembali diletakkan di awal.

(1)     (2)   (3)      (4)
CH2 = C – CH2 – CH3    
           |
           CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 2-metil-1-butena

Kembali gugus metil, hingga tidak bisa lagi digeser.
(1)     (2)     (3)      (4)
CH2 = CH – CH – CH3  
                     |
                     CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 3-metil-1-butena

Sekarang geser ikatan rangkapnya, hingga tidak bisa lagi digeser. Tempatkan kembali cabang pada atom C nomor 2.

(1)   (2) (3)  (4)   
CH2-C=CH-CH3     
        |
        CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 2-metil-2-butena

(1)    (2)    (3)    (4)
CH2 - CH = C – CH3     
                    |
                    CH3

Nama senyawa dengan bentuk struktur di atas adalah 3-metil-2-butena

Setelah dipastikan tidak mungkin ada lagi pergeseran ikatan rangkap, gugus metil dan pemotongan rantai induk, maka penentuan isomer struktural telah selesai. Di sini didapat bahwa isomer struktural dari C5H10 berjumlah 7.

Cara untuk menentukan isomer dari senyawa alkuna sama dengan senyawa alkena. Begitu pun apabila ikatan rangkap dua maupun ikatan rangkap tiga berjumlah lebih dari satu.

Keterangan : Jumlah atom H harus tetap atau tidak ada perubahan meskipun terjadi pelepasan atom H pada rantai induk. Atom H yang dilepaskan oleh rantai induk diterima oleh cabang atau substituen.

Isomer Geometri

Isomer geometri disebut juga isomer cis-trans. Isomer geometri hanya terjadi pada senyawa alkena. Isomer geometri terjadi jika masing-masing ikatan rangkap atom karbon mengikat dua atom atau dua gugus yang berbeda. Ketika atom atau gugus yang terikat bertukar tempat, akan didapat struktur yang berbeda.

Jika substituen-substituen terletak pada sisi yang sama pada cincin diberi awalan cis, sedangkan jika letaknya berseberangan diberi awalan trans.

Contoh :
Tulislah isomer geometri dari 2-pentena!

Jawab :
Tentukan terlebih dahulu rumus strukturnya
CH3-CH=CH-CH2-CH3

Kondisikan apabila substituen-substituen terletak pada sisi yang sama.
cis-2-pentena
Keterangan : Atom H juga dapat diletakkan secara vertikal pada sisi kanan atau kiri, serta juga bisa diletakkan secara horizontal pada bagian atas. Asalkan terletak pada sisi yang sama, senyawa tersebut dapat diberi awalan cis-

Kondisikan apabila substituen-substituen terletak berseberangan.
trans-2-pentena







Keterangan : Posisi atom H juga bisa diletakkan secara vertikal asalkan terletak pada sisi yang sama.

Dengan adanya ketentuan isomer geometri, maka jumlah isomer dari C5H10 menjadi bertambah.

Komentar

Populer Minggu Ini

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

5 Macam Language Style Dari Martin Joos

7 Jenis Imagery Dalam Puisi

Jembatan Wheatstone, Jembatan Wien, Jembatan Kelvin, Jembatan Maxwell, Jembatan Hay dan Jembatan Schering

Persen Dan Permil

Jenis-Jenis Molekul Dan Bentuk Molekul

Imbuhan (Makna, Aturan Penggunaan) dalam Bahasa Inggris