5 Macam Language Style Dari Martin Joos
Gaya bahasa adalah ragam bahasa yang dipengaruhi oleh perbedaan situasi dan perbedaan dalam hubungan antara pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca). Sekelompok orang yang berbicara di suatu tempat atau dalam kondisi tertentu dapat berbeda dengan sekelompok orang yang berbicara di tempat lain atau dalam kondisi lain. Penggunaan gaya bahasa dalam masyarakat menjadi pembahasan dalam cabang ilmu antardisipliner dari ilmu sosiologi dan ilmu linguistik, yaitu sosiolinguistik.
Martin Joos, seorang ahli bahasa Amerika dan profesor bahasa Jerman dalam Machali (2009:52) mengemukakan lima macam gaya bahasa, yaitu Frozen Style, Formal Style, Consultative Style, Casual Style dan Intimate Style.
• Frozen Style
Frozen style adalah gaya bahasa yang paling formal yang digunakan dalam situasi yang sangat penting atau simbolis dan tidak memerlukan umpan balik dari pendengar. Frozen style menggunakan struktur tata bahasa yang kompleks dan kosakata yang hanya diketahui oleh ahli dalam bidang tertentu. Frozen style tidak pernah atau jarang mengalami perubahan. Frozen style biasanya digunakan dalam teks hukum (teks yang mengandung dampak hukum), seperti undang-undang, negosiasi, perjanjian dan lain-lain. Selain itu, gaya bahasa ini digunakan dalam upacara, pernikahan, hari raya keagamaan, janji atau sumpah pada tugas atau negara, mukadimah, situasi yang penuh penghormatan dan lain-lain.
• Formal Style
Formal style adalah gaya bahasa yang digunakan dalam situasi penting, resmi atau serius. Formal style biasanya digunakan dalam penulisan daripada percakapan. Bahasa yang digunakan dalam formal style adalah bahasa yang impersonal dan objektif. Formal style disebut juga deliberative style.
• Consultative Style
Consultative style adalah gaya bahasa yang cukup formal dan tidak direncanakan. Gaya bahasa ini biasanya berupa dialog yang terjadi dalam kelompok kecil terutama antara dua orang yang tidak saling mengenal yang mana salah seorang memiliki wewenang. Dalam consultative style, pendengar ikut berpartisipasi terus-menerus atau memberikan umpan balik ketika pembicara memberikan informasi. Consultative style bersifat terbuka untuk memberi dan menerima percakapan. Misalnya, percakapan antara dokter dan pasien, percakapan saat wawancara kerja dan lain-lain.
• Casual Style
Casual style adalah gaya bahasa yang santai antara teman, keluarga, rekan kerja dan kolega. Gaya bahasa ini cukup terbuka dan bebas, sehingga informasi latar belakang tentang pembicara dan pendengar sering dimasukkan dalam percakapan.
• Intimate Style
Intimate style adalah gaya bahasa yang sangat santai yang terjadi antara partisipan yang memiliki hubungan sangat dekat atau saling mengenal dengan baik. Gaya bahasa ini sering kali menggunakan kata-kata yang pendek, tidak lengkap, disingkat dan dengan artikulasi yang tidak jelas. Intimate style biasanya digunakan dalam pembicaraan tentang rencana masa depan, berbagi ide, berbagi rahasia, mencurahkan perasaan atau emosi dan lain-lain. Ini merupakan gaya bahasa paling informal.
Komentar
Posting Komentar