Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Gejala Pada Penderita Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan atau kelainan pada sistem saraf yang memengaruhi aktivitas tidur. Narkolepsi umumnya menyerang usia 10 – 25 tahun. Berikut ini gejala yang terjadi pada penderita narkolepsi : a. Mengalami hypersomnia (rasa kantuk pada siang hari yang berlebih), hingga sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. b. Mengalami sleep attacks (tiba-tiba tertidur) dalam jangka waktu yang tidak tentu. Saat sleep attacks menyerang, penderita narkolepsi tidak dapat mengingat kejadian yang telah terjadi ketika ia terbangun. c. Mengalami katalepsi (gangguan kesadaran dan kehilangan kontrol atas kekuatan otot). Tidak semua penderita narkolepsi akan mengalami katalepsi. Beberapa penderita narkolepsi hanya mengalami katalepsi sekali atau dua kali per tahun, tetapi ada pula yang mengalami katalepsi setiap hari. Penderita katalepsi sulit untuk menggerakan ototnya agar bisa mengembalikan posisi tubuh atau anggota badan ke posisi semula. Katalepsi cenderung dipicu oleh emo...

Penyakit Lupus (Odapus)

Lupus disebut juga odapus. Lupus dikenal sebagai penyakit 1000 wajah. Lupus adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh karena tubuh memproduksi antibodi secara berlebihan, sehingga sel-sel tubuh mengalami kerusakan dan peradangan.  Lupus dapat menyerang kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, sumsum tulang belakang dan otak. Penyakit lupus cenderung menyerang wanita pada usia 18 - 40 tahun. Antibodi yang seharusnya berfungsi untuk melindungi tubuh, justru menyerang sel-sel tubuh itu sendiri pada penderita lupus. Lupus terbagi menjadi empat jenis, yaitu : a. Systemic lupus erythematosus (SLE) adalah jenis lupus yang menyerang berbagai jaringan, seperti kulit, sendi, paru-paru, ginjal, sel darah, jantung dan otak. b. Discoid lupus erythematosus adalah jenis lupus yang menyebabkan perubahan jaringan parut, rambut rontok dan hiperpigmentasi (kondisi yang disebabkan adanya peningkatan pigmen melanin) kulit, hingga menimbulkan ruam-ruam pada kulit pad...

Faktor Penyebab Neuropsikiatri

Neuropsikiatri adalah gangguan psikiatrik (mental atau kejiwaan) yang menyebabkan disfungsi otak. Berikut ini faktor-faktor seseorang bisa mengalami neuropsikiatri : a. Gangguan kognitif atau gangguan kesadaran dalam melakukan pemahaman, menganalisa, mengevaluasi dan menerapkan. b. Gangguan perilaku atau suasana hati. c. Menderita penyakit tumor otak. d. Menderita penyakit lupus. Lupus adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga sel-sel tubuh mengalami kerusakan dan peradangan. e. Menderita penyakit epilepsi. Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf otak karena aktifitas berlebih dari sekelompok sel neuron, sehingga menyebabkan reaksi bengong sesaat, kesemutan, kontraksi otot dan kejang-kejang. f. Mengalami cedera otak traumatis. Cedera otak traumatis adalah hantaman mendadak dari luar ke bagian otak, seperti adanya pukulan benda tumpul pada tengkorak. g. Menderita autisme. Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampu...