Perbedaan LPG, LNG Dan CNG
LPG dan LNG
merupakan gas alam atau gas bumi yang telah diproses untuk menghilangkan pengotor
dan hidrokarbon fraksi berat untuk kemudian dicairkan.
Proses
perubahan wujud zat gas menjadi zat cair dapat dilakukan melalui dua cara,
yaitu mendinginkan gas pada suhu di bawah titik didih atau meningkatkan tekanan
gas agar mencair.
Sebelum
didistribusikan gas alam yang telah diproses bersifat tidak berbau dan tidak
berasa. Untuk itu, gas alam biasanya ditambahkan thiol agar berbau, sehingga
dapat terdeteksi jika terjadi kebocoran gas. Gas alam mudah terbakar dan
menimbulkan ledakan apabila berada di ruang tertutup.
LPG (Liquefied Petroleum Gas)
LPG didominasi
oleh propana dan butana. Titik didih propana sekitar -42 oC,
sedangkan titik didih butana sekitar -7 oC. Propana mulai mencair
pada tekanan 6,31 bar. Butana mulai mencair pada tekanan 2,2 bar. Untuk itu, butana
lebih mudah mencair daripada propana.
Tekanan yang dibutuhkan
untuk penyimpanan LPG cukup rendah, sehingga lebih aman untuk digunakan. Setelah
dicairkan menjadi gas LPG, volume gas menjadi lebih ringan. LPG dapat berubah
wujud kembali menjadi gas pada suhu dan tekanan normal setelah dikeluarkan dari
dalam tabung.
LPG memiliki massa
lebih berat daripada udara, sehingga daerah dataran rendah banyak mengandung
LPG.
LNG (Liquefied Natural Gas)
LNG didominasi
oleh metana dan etana. Titik didih metana sekitar -162 oC, sedangkan
titik didih etana sekitar -89 oC. LNG didinginkan pada suhu -150 oC
sampai -200 oC. Metana mulai mencair pada tekanan 6,64 bar. LNG
memiliki massa jenis yang lebih ringan dari LPG.
Namun, LNG
tidak bisa diedarkan dalam bentuk tabung seperti LPG karena memerlukan
temperatur yang sangat rendah untuk mengubahnya wujudnya kembali menjadi gas
melalui fasilitas LNG regasification terminal. LNG membutuhkan pendinginan dan
tangki kriogenik (tangki penyimpanan terisolasi) untuk penyimpanan.
CNG (Compressed Natural Gas)
CNG adalah gas
alam yang dimampatkan pada tekanan tinggi (3.000-3.600 psi atau 200-250 bar) agar
volumenya menjadi lebih rendah dan menghasilkan lebih banyak gas. CNG didominasi
oleh metana dan hidrogen. Di Indonesia, CNG lebih dikenal dengan sebutan BBG
(Bahan Bakar Gas). CNG memiliki massa lebih rendah 0,6 daripada udara.
CNG dan LNG
sering dianggap sama karena kandungan metana di dalamnya. Perbedaan antara CNG
dan LNG, yaitu CNG merupakan gas yang terkompresi, sedangkan LNG merupakan gas
dalam bentuk cair. CNG lebih murah dalam proses produksi dan penyimpanan
daripada LNG.
CNG memerlukan
tempat penyimpanan yang lebih besar dan tekanan yang sangat tinggi, sehingga
sulit didistribusikan untuk jarak yang terlalu jauh dari sumber gas tersebut
berada. CNG digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, seperti busway, truk
barang berdaya ringan hingga menengah dan bajaj.
CNG lebih
bersih dan murah daripada bensin atau solar. CNG lebih aman digunakan sebagai
bahan bakar kendaraan. CNG juga lebih aman daripada LPG karena gas ini lebih
ringan daripada udara, sehingga tidak mudah terbakar.
CNG tidak
mencair di bawah tekanan tinggi. CNG dapat mencair jika didinginkan pada suhu
-164 oC. CNG dapat langsung digunakan sebagai bahan bakar setelah
proses kompresi (pemberian tekanan tinggi).
Kebakaran pada
kendaraan biasanya terjadi karena kesalahan pada bagian kelistrikan (aki atau
kompresor AC), gesekan pada bagian roda (kampas rem) dan kebocoran bahan bakar
pelumas pada mesin.
Komentar
Posting Komentar