Kandungan Dan Efek Gas Air Mata
Gas air mata disebut juga lacrimator. Efek dari gas air mata hanya bersifat sementara atau reversible. Gas air mata terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan kandungan di dalamnya, antara lain gas o – Chlorobenzylidenemalononitrile (CS), gas ω – Chloroacetophenone (CN) dan semprotan merica. Dalam setiap satu kaleng gas air mata terdapat kandungan potasium nitrat, potasium klorat, silikon, sukrosa, magnesium karbonat, benzil bromida, bromoaseton, xylyl bromide, etil bromoasetat, α - bromobenzyl sianida dan arang. Gas air mata secara langsung mengaktifkan reseptor rasa sakit yang terdapat dalam tubuh manusia. Reseptor rasa sakit tersebut, antara lain TRPA1 dan TRPV1. Gas o – Chlorobenzylidenemalononitrile (CS) dan gas ω – Chloroacetophenone (CN) dapat mengaktifkan reseptor TRPA1. TRPA1 adalah reseptor yang bereaksi dengan biomolekul dan protein dalam tubuh manusia, hingga menyebabkan sensasi terbakar. Selain kedua gas tersebut, TRPA1 juga dapat diaktifkan oleh gas dibenzoxaze...