Rhotascim (Cadel), Afasia Broca Dan Afasia Wernicke


Rhotascim

Rhotascim adalah istilah medis untuk seseorang yang sulit mengucapkan huruf R atau disebut cadel. Selain huruf R, huruf T, D, N dan L juga diucapkan menggunakan fungsi lidah depan.

Berikut ini penyebab rhotascim :

a. Kurang matangnya sistem saraf otak yang mengatur kemampuan berbahasa atau berbicara, yaitu area Broca dan area Wernicke.

b. Terganggunya koordinasi bibir dan saraf motorik otot-otot lidah.

c. Mengalami ankyloglossia atau tongue-tie, yaitu perbedaan panjang pendeknya frenulum linguae. Frenulum linguae adalah jaringan atau lipatan membran mukus yang menghubungkan antara bagian dasar mulut dan bagian tengah bawah lidah. Bagian ini dapat terlihat ketika lidah digerakkan ke arah atas. Frenulum linguae yang pendek membuat gerakan lidah menjadi terbatas atau lidah sulit bergetar, sehingga sulit melafalkan huruf-huruf.

d. Lidah terdorong ke arah luar gigi atau ke antara gigi depannya. Hal ini disebabkan kebiasaan menggunakan dot ketika kecil.

Kebiasaan mengisap ibu jari juga dapat menyebabkan rhotascim (cadel).

Afasia Broca

Area Broca adalah bagian otak manusia yang terletak pada gyrus frontalis superior. Gyrus frontalis superior terletak pada lobus frontalis (bagian depan) posterior kiri dari korteks otak besar. Lobus frontalis merupakan pusat kepandaian dan pengendalian gerak otot pada manusia. Gyrus frontalis superior dibatasi secara lateral oleh sulkus frontal superior.

Berikut ini dua bagian utama dari area Broca yang berperan dalam pembentukan dan pemahaman bahasa :

a. Pars triangularis (anterior) berfungsi untuk menginterpretasikan (menafsirkan) berbagai rangsangan dan pengolahan konduksi verbal.

b. Pars opercularis (posterior) berfungsi untuk membantu mengatur satu jenis rangsangan saja dan mengkoordinasi alat-alat vokal dan area motorik dalam berbahasa.

 Area Broca berfungsi untuk mengatur koordinasi alat-alat vokal atau otot-otot mulut saat pengucapan kata-kata.

Afasia Broca adalah kerusakan pada area Broca yang menyebabkan bentuk mulut menjadi tidak normal dan ketidakmampuan dalam membentuk kalimat dengan tata bahasa yang benar. Kalimat-kalimat yang diucapkan menjadi terpatah-patah.

Penderita afasia Broca akan sulit untuk mengucapkan kata-kata dari sintaksis (tata bahasa mengenai hubungan antar kata dalam pengucapan) utama, seperti nomina, verba dan adjektiva, kecuali kata-kata fungsi. Kalimat-kalimat yang diucapkan umumnya tanpa infleksi atau afiks (kata-kata yang berimbuhan). Akan tetapi, penderita afasia Broca masih memiliki pemahaman bahasa yang baik atau dapat memahami ucapan orang lain.

Contoh pengucapan pada penderita afasia Broca :

“Sa..ya..ng...dan...adik...ng...bioskop....sabtu...dan oh...minggu...ng....malam...ah adik...pergi...”

Afasia Wernicke

Area Wernicke adalah bagian otak manusia yang terletak pada gyrus temporalis superior. Gyrus temporalis superior terletak pada lobus temporalis (bagian samping) posterior kiri dari korteks otak besar yang mana terletak lateral ke bagian kepala dan agak di atas telinga luar. Lobus temporalis merupakan pusat pendengaran pada manusia. Area Wernicke berfungsi untuk mengatur pemahaman terhadap kata-kata.

Afasia Wernicke adalah kerusakan pada area Wernicke. Penderita afasia Wernicke tetap lancar dalam berbicara dan sintaksisnya cukup baik, tetapi kalimat-kalimat yang diucapkan sulit dimengerti karena penyusunan kata-kata yang tidak cocok maknanya antara kata sesudah maupun sebelumnya. Penderita afasia Wernicke juga mengalami gangguan dalam komprehensi (pemahaman) lisan yang diucapkan oleh orang lain.

Contoh pengucapan pada penderita afasia Wernicke :

“Saya memainkan gitar di teras kemudian melihat kucing duduk makan terbalik di bawah kursi”.

Area Broca terletak berdampingan dengan area Wernicke. Kedua area ini terdapat pada otak bagian kiri dan dihubungkan oleh fasciculus arcuatus.

Berikut sekilas tentang fascilus arcuatus :

Fascilus arcuatus berbentuk melengkung dan terbuat dari serat putih. Fascilus arcuatus berfungsi meneruskan informasi dari satu tempat ke tempat lain. Fascilus arcuatus bekerja atau bergerak di sekitar fissura Sylvian.

Fissura Sylvian adalah bagian pertemuan antara lobus temporalis (bagian samping otak besar) dan lobus parietalis (bagian atas otak besar).

Fascilus arcuatus juga menghubungkan area Greschwind yang berada di belakang area Wernicke. Pada kera makakus, fasciculus arcuatus berfungsi mengatur bagian wajah dan mulut.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime