Sindrom Cotard (Cotard's Syndrome)
Sindrom Cotard
disebut juga delusi Cotard. Sindrom Cotard termasuk sindrom yang langka. Sindrom
Cotard adalah gangguan kejiwaan yang mana penderitanya memercayai bahwa dirinya
atau salah satu bagian dari organ tubuhnya sudah mati atau tidak pernah ada.
Umumnya, sindrom Cotard
diderita oleh usia sekitar 50 tahun. Wanita lebih cenderung menderita sindrom
Cotard. Penderita gangguan bipolar, Skizofrenia dan depresi pasca-persalinan
berisiko mengalami sindrom Cotard.
Keterangan :
-
Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang
drastis, seperti dari sangat bahagia menjadi sangat sedih atau dari sangat
percaya diri menjadi pesimis.
-
Skizofrenia adalah gangguan mental yang mana penderitanya mengalami halusinasi,
delusi, kekacauan berpikir dan perubahan perilaku. Penderita Skizofrenia
mengalami kesulitan untuk membedakan antara kenyataan dan halusinasinya atau
khayalannya.
Berikut ini gejala
yang dialami oleh penderita sindrom Cotard :
a. Nihilisme
adalah keyakinan bahwa tidak ada hal yang nyata di dunia.
b. Ansietas adalah
gangguan kecemasan yang ditandai dengan gejala somatik (fisik), vegetatif dan
kognitif (intelektual/pemikiran) karena merasa tidak aman atau tidak mampu
mengatasi suatu masalah.
c. Hipokondria
adalah gangguan kecemasan terhadap kesehatan fisik yang mana mengalami sakit
parah, tetapi sebenarnya tidak.
d. Preokupasi
adalah pemikiran yang terfokus pada suatu hal, tetapi jika dialihkan ke hal-hal
lain yang disukai, maka fokusnya terhadap hal tersebut akan hilang.
e. Halusinasi.
f. Rasa bersalah.
g. Kerusakan otak.
Penderita sindrom
Cotard merasa tidak perlu melakukan kegiatan apa pun sekalipun itu untuk kebutuhannya,
seperti minum dan makan karena mereka merasa telah mati.
Komentar
Posting Komentar