Afasia Anomik, Afasia Global Dan Afasia Konduksi

Afasia adalah gangguan berbahasa akibat kelainan otak. Afasia dapat timbul secara tiba-tiba, seperti setelah mengalami stroke, cedera pada bagian kepala atau muncul secara perlahan akibat adanya tumor pada otak.

Afasia Anomik

Afasia anomik adalah kerusakan pada bagian depan lobus parietalis atau pada bagian batas antara lobus parietalis dan lobus temporalis dari korteks otak besar. Afasia anomik disebut juga anomia. Penderita afasia anomik memiliki ketidakmampuan untuk mengaitkan antara konsep dengan bunyi atau kata yang mewakilinya, sehingga mengalami kesulitan saat menulis dan berbicara.

Contoh :

Ketika penderita afasia anomik diminta untuk mengambil pensil, ia dapat melakukannya dengan benar. Tetapi, ketika seseorang menunjukkan pensil kepadanya, ia tidak dapat menyebut benda tersebut.

Afasia Global

Afasia global adalah kerusakan yang menyebar dari area Broca, korteks motor, lobus parietalis, hingga area Wernicke. Kerusakan yang sangat luas menyebabkan gangguan fisikal dan verbal yang sangat besar. Afasia global sering terjadi ketika seseorang mengalami stroke.

Dari segi fisik, penderita afasia global mengalami kelumpuhan pada anggota bagian kanan, bentuk mulut yang menjadi tidak normal dan lidah yang menjadi tidak fleksibel. Dari segi verbal, penderita afasia global akan kesulitan memahami ucapan orang lain dan kesulitan untuk mengucapkan kata-kata.

Korteks motor adalah area berbentuk seperti headphone yang melingkar dari telinga kanan ke telinga kiri. Korteks motor belahan kanan berfungsi mengatur gerakan tubuh bagian kiri, sedangkan korteks motor belahan kiri berfungsi mengatur gerakan tubuh bagian kanan.

Mengenai area Broca dan area Wernicke lebih lanjut terdapat dalam artikel Rhotascim (Cadel), Afasia Broca Dan Afasia Wernicke

Afasia Konduksi

Afasia konduksi adalah kerusakan fiber-fiber (serat atau jaringan) pada fasciculus arcuatus yang menghubungkan lobus frontalis dan lobus temporalis.

Pada penderita afasia konduksi, hubungan antara area Broca di lobus frontalis dengan area Wernicke di lobus temporalis terputus, sehingga penderita kesulitan untuk mengulang kata yang baru saja diberikan kepadanya atau didengarnya meskipun ia dapat memahami kata yang diucapkan orang lain.

Contoh :

Ketika seseorang menanyakan letak pena kepadanya, ia kesulitan unttuk menjawabnya. Ia akan menjawab lain dari yang dimaksud. Akan tetapi, jika tidak ditanya, ia dapat mengatakan dengan benar letak pena tersebut.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime