Saffron (Bunga Kuma - Kuma)
Bunga kuma - kuma disebut juga bunga Crocus sativus atau Zafaran (dalam bahasa Arab). Bunga kuma - kuma
berbunga pada bulan Oktober. Pada awal tumbuh, bunga kuma – kuma berwarna ungu,
lalu berubah menjadi kombinasi ungu dan pink (merah muda). Bunga kuma-kuma memiliki
kelopak bunga, kepala putik, benang sari, subang dan tidak memiliki biji.
Putik merupakan alat reproduksi betina pada tumbuhan, sedangkan
benang sari merupakan alat reproduksi jantan pada tumbuhan. Meskipun memiliki
alat reproduksi jantan dan betina, bunga kuma-kuma bereproduksi dengan bantuan
manusia.
Subang adalah bagian dari tanaman yang berbentuk seperti bawang,
diselubungi serat yang saling bersilangan dan tertanam di dalam tanah. Setelah
tanaman berbunga, subang dipisahkan dari bagian bunga lainnya untuk musim tanam
berikutnya. Subang hanya bertahan selama satu musim sebelum akhirnya membelah
diri menjadi 10 buah untuk tumbuh menjadi tanaman yang baru. Dari subang akan
tumbuh sekitar 5 – 11 helai daun.
Setiap kelopak bunga kuma-kuma memiliki tiga kepala putik yang
disebut stigma. Kepala putik atau stigma terletak distal (jauh dari batang
tubuh atau pangkalnya) terhadap daun buah, berwarna merah tua dan berukuran 25 –
30 mm. Bagian tangkai yang menghubungkan kepala putik dan bunga disebut Saffron crocus atau Saffron.
Saffron memiliki rasa yang sedikit pahit, berwarna merah dan berbau
harum, seperti rumput kering. Saffron mengandung picrocrocin, safranal dan
crocin.
Picrocrocin merupakan zat yang berperan sebagai penghasil rasa pada
Saffron. Picocrocin bersifat insektisida dan pestisida.
Safranal
merupakan zat yang berperan sebagai sumber aroma pada Saffron. Safranal
termasuk golongan minyak atsiri.
Minyak atsiri merupakan minyak yang berasal dari tumbuhan, berwujud kental,
tidak mudah larut dalam air dan mudah menguap karena memiliki titik uap yang
rendah.
Crocin merupakan zat yang berperan sebagai penghasil warna pada
Saffron terutama α-crocin yang merupakan ester trans-crocetin. Meskipun warna Saffron
adalah warna merah tua, tapi air hasil rendaman Saffron adalah warna kuning
keemasan. Selain berperan sebagai penghasil warna, crocin juga berperan sebagai
sumber aroma, yaitu crocin yang merupakan ester digentiobiosa dari crocetin. Crocin
bersifat hidrofilik (dapat larut atau berikatan dengan air).
Saffron hanya ditemukan di wilayah Timur Tengah, Yunani, Italia,
Maroko, Azerbaijan, Iran, India dan Spanyol. Pada Saffron kering, tingkat
derajat keasaman (pH) mudah naik dan turun. Selain itu, Saffron kering mudah
terurai apabila terkena sinar dan zat pengoksidasi, sehingga Saffron harus
disimpan dalam tempat yang tertutup dan tidak terkena oksigen. Namun, Saffron
kering lebih tahan terhadap panas.
Manfaat Saffron, antara lain :
a. Melancarkan peredaran darah.
b. Mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi).
c. Sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang menyebabkan
pertumbuhan sel kanker dan tumor.
d. Mengatasi gangguan sistem pencernaan atau penyakit gastrointestinal
(saluran pencernaan yang meliputi
mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar dan anus), seperti
sembelit, radang usus dan lain-lain.
e. Mencegah stress dan depresi.
f. Mempercepat penyembuhan luka.
g. Mengobati batuk.
h. Meningkatkan stamina bagi laki-laki.
i. Meregenerasi sistem saraf yang rusak.
j. Sebagai bumbu masakan atau rempah - rempah.
k. Sebagai bahan pewarna khususnya warna kuning keemasan.
Kunyit menjadi alternatif pengganti saffron karena harga saffron yang
mahal.
l. Menekan rasa lapar, sehingga dapat menjaga berat badan.
m. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
n. Mengurangi kram saat menstruasi.
o.
Mencegah mutasi sel. Mutasi sel adalah perubahan bahan
genetik (DNA dan RNA) pada tingkat gen dan tingkat kromosom.
p. Sebagai bahan dasar parfum.
q. Sebagai bahan dasar obat salep.
r. Sebagai bahan dasar maskara.
Komentar
Posting Komentar