Lemak Trans (Trans-Fat) Penyebab Depresi
Sekilas depresi
hampir sama dengan frustasi dan stress. Namun sebenarnya, terdapat perbedaan di
antara ketiga sifat negatif tersebut.
Depresi adalah
kondisi medis berupa perasaan sedih yang akut dan berkepanjangan, sehingga
mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Perasaan depresi bergantung
bagaimana cara seseorang dalam menyikapi suatu masalah atau kejadian yang
berulang menyerang batin dan pikiran.
Meskipun terasa
menyakitkan, berpikir positif terhadap semua masalah yang datang merupakan
kunci agar terhindar dari depresi. Berpikirlah positif bahwa setiap masalah
atau kejadian pasti terdapat hikmahnya bagi semua orang yang terlibat dalam
konflik tersebut. Selain itu, bersikap cuek terhadap suatu kejadian buruk yang
menghantam bertubi-tubi juga dapat membantu terhindar dari depresi.
Frustasi adalah
perasaan kecewa atau sedih karena gagal mencapai tujuan atau hal yang
diinginkan. Semakin besar tujuan yang ingin dicapai, semakin besar kemungkinan
frustasi akan dirasakan. Frustasi yang berkelanjutan dapat menjadi stress.
Stress adalah
respon tubuh terhadap stresor (penyebab stress) yang dapat berupa tekanan atau
ancaman. Penyebab stress dapat berasal dari lingkungan dan orang-orang di
sekitar kita.
Berikut ini
beberapa perkatakan yang tidak boleh dikatakan kepada penderita depresi :
- Kamu sih
kurang bersyukur sama hidup!.
- Coba gak usah
berpikir yang aneh-aneh!.
- Lebih banyak
kok yang hidupnya lebih susah dari kamu.
- Kamu kenapa
sih depresi begitu ?.
Depresi juga
dapat ditimbulkan melalui makanan yang kita konsumsi terutama makanan yang
mengandung lemak trans (trans-fat).
Fast food dapat meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh. Cadangan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan stress oksidatif. Stress oksidatif adalah proses yang terjadi akibat terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh.
Fast food tidak mengandung bakteri probiotik yang dapat meningkatkan hormon serotonin (salah satu "hormon bahagia"). Selain itu, lemak trans yang terkandung dalam fast food dapat menurunkan produksi hormon serotonin.
Fast food dapat meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh. Cadangan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan stress oksidatif. Stress oksidatif adalah proses yang terjadi akibat terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh.
Fast food tidak mengandung bakteri probiotik yang dapat meningkatkan hormon serotonin (salah satu "hormon bahagia"). Selain itu, lemak trans yang terkandung dalam fast food dapat menurunkan produksi hormon serotonin.
Apa yang dimaksud dengan lemak trans ?.
Lemak Trans (Trans-Fat)
Lemak
trans bersifat tahan lama dan tidak memerlukan biaya produksi yang besar.
Minyak yang mengandung lemak trans dapat digunakan berulang kali.
Lemak trans
terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. Lemak trans
alami adalah lemak yang dihasilkan di dalam usus beberapa jenis hewan dan
makanan yang terbuat dari hewan-hewan tersebut. Lemak trans alami banyak
terdapat dalam daging sapi dan susu.
b. Lemak trans
buatan adalah lemak yang dihasilkan melalui proses industri dengan penambahan gas
hidrogen pada minyak nabati agar menjadi lebih padat. Proses ini disebut
hidrogenasi. Hidrogenasi berfungsi untuk meningkatkan usia penyimpanan makanan (makanan
menjadi lebih awet), stabilitas rasa makanan dan tesktur makanan.
Lemak trans
buatan banyak terdapat dalam makanan cepat saji (fast food), makanan yang dipanggang, biskuit, popcorn, tortila,
keripik kentang, keripik jagung, gorengan, mentega dan krimer kopi.
Lemak trans
buatan berdampak buruk bagi kesehatan, sedangkan lemak trans alami belum
diketahui apakah berdampak buruk bagi kesehatan atau tidak. Lemak trans buatan dapat
meningkatkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang menyebabkan penyakit
jantung. Selain itu, lemak trans juga menyebabkan hipertensi (tekanan darah
tinggi) dan obesitas.
Artikel Terkait :
Komentar
Posting Komentar