Postingan

Menampilkan postingan dengan label Filosofi

Jenis Paradoks, Proposisi dan Premis

Paradoks adalah sebuah kebenaran yang belum diyakini kebenarannya oleh banyak orang dan dapat menjadi kebenaran umum jika banyak orang yang mempercayainya. Paradoks termasuk majas (figure of speech). Sebagai majas, paradoks adalah majas yang menyatakan dua hal yang bertentangan atau tidak masuk akal, tetapi keduanya benar atau nyata. Contoh: Kita harus pintar memilih bisnis yang sedikit pengeluaran, tetapi besar pemasukannya. Willard Van Orman Quine adalah seorang filsuf dan ahli logika matematika dari Amerika. Dia adalah salah seorang filsuf ternama pada abad ke-20. Quine (1966) menyatakan bahwa paradoks adalah argumen yang terpercaya, yang premisnya adalah pernyataan atau proposisi yang tampaknya salah atau tidak masuk akal.  Premis adalah landasan dalam menarik kesimpulan secara deduktif dari proposisi. Premis juga dapat didefinisikan sebagai pernyataan yang digunakan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan.  Silogisme adalah proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Berd...

Filosofi Kentang Rebus Dan Telur Rebus

Air yang mendidih bisa membuat kentang yang keras menjadi lunak. Sebaliknya, air yang mendidih bisa membuat telur yang lunak menjadi keras. Peristiwa perubahan wujud kentang di dalam air yang mendidih ini dapat diambil filosofi atau pelajaran di dalamnya yang mana ketegasan atau kedisiplinan dapat merubah seseorang. Ketegasan berupa nasehat spiritual atau bimbingan yang dapat dijadikan pedoman dan kedisiplinan berupa peraturan dengan sanksi yang tegas. Begitu pun dengan peristiwa perubahan wujud telur di dalam air yang mendidih dapat diambil filosofi atau pelajaran yang mana kekerasan, ketidakpedulian, tindakan anarkis atau intimidasi dapat membuat hati seseorang yang awalnya lembut menjadi keras. Perubahan itu biasanya mereka lakukan untuk menunjukkan jati diri agar mereka tidak terus-menerus dipandang sebelah mata. Perubahan yang lebih ke arah kematangan, bukan ke arah negatif. Dari perubahan wujud kedua pangan ini menunjukkan bahwa dalam melakukan sesuatu terhadap s...

Filosofi Kartu Joker

Hampir sebagian besar orang mengagumi sosok joker. Kartu joker pertama kali dicetak pada tahun 1860. Nama joker diambil dari kata joke dalam bahasa Inggris yang berarti lelucon. Pada permainan kartu remi, kartu joker berperan sebagai pemain cadangan yang mana kartu ini tidak bisa digunakan sebagai pemain pembuka dan baru dapat digunakan jika telah disetujui oleh semua pemain. Akan tetapi, kartu joker merupakan kartu istimewa yang bernilai tinggi dalam permainan kartu remi. Joker merupakan sosok yang sinis, sedih, lucu,  terkadang bodoh dan terkadang jenius.  Berikut ini beberapa karakter joker yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari : a. Joker seperti bunglon Joker dapat berganti peran atau posisi untuk melaksanakan berbagai tugas. Oleh karena itu, joker terbilang cukup jenius dengan segala keahliannya. Namun, karakter joker tetap sama atau tidak labil. Kita pun bisa menjadi seperti joker jika mau belajar, berlatih dan mencoba berbagai peluang. Bahk...

Filosofi : I Live My Life For You (Bullshit)

Apakah ada seorang yang benar-benar tulus bersedia merubah kehidupannya demi orang-orang yang ia sayangi?.  Meragukan, kecuali kalau orang tersebut memang telah mendapat hal buruk akibat dari sifat dan perilaku negatif yang tidak kunjung ia tinggalkan. Omong kosong jika ada yang mengaku bersedia berubah untuk orang-orang yang ia sayangi secara cuma-cuma atau tiba-tiba. Nyatanya, semakin dewasa seseorang, semakin sulit untuk berubah karena orang yang sudah dewasa merasa sudah bisa mengatur atau memilih jalan hidupnya sendiri seolah hanya dirinya sendiri yang tahu mana yang terbaik untuknya. Nyatanya, mereka hanya sanggup meninggalkan kebiasaan atau sifat negatif itu untuk sementara waktu. Lebih baik tidak usah mengumbar janji akan berubah jika hanya bersifat sementara. Ini lebih menguras emosi. Jujur pada diri sendiri bahwa kamu memang belum mau berubah. Kamu masih cinta dengan kehidupanmu. Itu lebih baik. Berubah demi orang lain hanya akan membuatmu tertekan. Apaka...

Filosofi Ular : Ular Itu Memabukkan (Bukan Mematikan)

Kalau kamu diminta untuk memilih dari hewan buas antara singa, serigala, hiu, ular dan buaya, hewan yang mana yang kamu pilih?. Bingung, mana yang lebih baik?. Jika digambarkan sebagai manusia, ular memang selama ini identik dengan ‘Manusia Mulut Berbisa’. Tapi coba kamu pikir lebih baik mana antara mendengar ucapan frontal dan menyakitkan secara langsung atau dibohongi lalu mengetahuinya secara tiba-tiba!. Kita semua tahu bahwa suatu kebohongan tidak mungkin dapat bertahan lama. Suatu saat kebohongan akan terungkap. Pepatah pun mengatakan untuk berkata jujur walaupun menyakitkan. Nyatanya, berdasarkan mitologi Yunani, ular menjadi lambang kebijaksanaan. Sebenarnya, di sini saya tidak berkeinginan untuk membahas masalah lidah yang tak bertulang atau mengenai fakta hewan-hewan tersebut, melainkan membahas bagaimana mereka memperlakukan mangsanya. Karena artikel ini berjudul filosofi ular, maka saya akan lebih dominan membahas ular. Tetapi, tak ada salahnya juga untuk...