Filosofi : I Live My Life For You (Bullshit)
Apakah ada seorang yang benar-benar tulus bersedia merubah
kehidupannya demi orang-orang yang ia sayangi?. Meragukan, kecuali kalau orang tersebut memang
telah mendapat hal buruk akibat dari sifat dan perilaku negatif yang tidak
kunjung ia tinggalkan.
Omong kosong jika ada
yang mengaku bersedia berubah untuk orang-orang yang ia sayangi secara cuma-cuma
atau tiba-tiba. Nyatanya, semakin dewasa seseorang, semakin sulit untuk berubah
karena orang yang sudah dewasa merasa sudah bisa mengatur atau memilih jalan
hidupnya sendiri seolah hanya dirinya sendiri yang tahu mana yang terbaik
untuknya. Nyatanya, mereka hanya sanggup meninggalkan kebiasaan atau sifat
negatif itu untuk sementara waktu.
Lebih baik tidak usah
mengumbar janji akan berubah jika hanya bersifat sementara. Ini lebih menguras
emosi. Jujur pada diri sendiri bahwa kamu memang belum mau berubah. Kamu masih
cinta dengan kehidupanmu. Itu lebih baik. Berubah demi orang lain hanya akan
membuatmu tertekan.
Apakah ada seorang yang bersikap egois atau memaksakan
kehendaknya untuk dituruti oleh orang terkasih?. Untuk jawaban dari pertanyaan ini sih, banyak. Terutama
mereka yang merasa selalu benar, sehingga yakin bahwa arahan yang diberikannya
tidak pernah keliru.
Sadar, kamu bukan sedang
bermain dengan boneka, melainkan sedang berhubungan dengan hati manusia. Jangan
bersikap sebagai penentu takdir jika takdirmu sendiri saja tidak kamu ketahui!.
Jangan mengatakan atas nama cinta sebagai penyebab kamu bersikap begitu
padanya!. Cinta itu mengerti arti mengalah.
Berucap memang mudah, tapi
ketika diminta untuk melakukannya sendiri sangat sulit. Tak ada seorang pun
yang suka hidup dalam kekangan. Tidak cukupkah jika hanya sekadar menyampaikan
keinginanmu dan mendoakannya untuk menemukan titik terang dalam kehidupannya
yang pahit?. Menyampaikan keinginan berbeda dengan memaksakan kehendak.
Jangan membuat dia
merasa seperti terkurung dalam sangkar jika kamu tidak ingin dia pergi mencari
rumah yang lain!. Rumah yang lebih membuatnya merasa nyaman. Rumah yang bisa
melindunginya dari teriknya matahari, derasnya hujan dan kencangnya angin badai.
Lebih baik sama-sama membenahi
diri!. Bisa saja bukan hanya dia yang salah, tetapi juga kamu. Atau bisa saja,
dia tidak pernah salah, melainkan kamu yang selalu salah. Bisa saja cara
berpikirmu yang salah dalam memandang apa yang terjadi di sekitar kalian. Jika
tidak pernah bisa sejalan, jangan pernah dipaksakan!.
Komentar
Posting Komentar