Novel Fantasi Nietvermeld Bab 19 : Keputusan Terdesak

Novel Fantasi

Zac terus berlari tanpa arah tujuan. Tak sedikitpun terbersit dalam pikirannya untuk mencari teman-temannya yang lain. Ia hanya memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari kota terkutuk ini. Meskipun ada sedikit rasa kekhawatiran bahwa ia tidak bisa menghadapi perjalanan panjang ini seorang diri.
Kini di sekitarnya banyak ditumbuhi pepohonan dan sesemakan. Agak jauh di belakangnya, segerombolan pria berkemeja hitam berlari mengejarnya.
Dataran yang tak lagi rata menjadi penyebab langkahnya berhenti. Ia di hadapkan oleh sebuah jurang yang mana di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras.
Sial!. Aku salah jalan!. Bagaimana ini?. Gumamnya dalam hati. Zac menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Upaya yang dilakukan untuk menunjukkan rasa kesalnya.
“ Itu dia!. Sekarang dia sudah terjebak! ”, teriak seorang pria bersuara parau.
Zac memerhatikan kedua tangannya yang masih diborgol. Lagi ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata terpejam. Ia menggigit bibir bawahnya. Tidak ada pilihan lain!.
Byur!
Zac melompat ke dalam sungai setelah menghela nafas panjang.
Segerombolan pria berkemeja hitam berdiri sejajar di tepi jurang. Mata mereka membelalak. Sebagian dari mereka memicingkan mata. Mereka sama-sama mencari keberadaan Zac.
“ Nekat juga anak itu! ”.
“ Sepertinya dia akan mati di sungai ini. Dia tidak mungkin bisa berenang karena kedua tangannya masih diborgol ”.
“ Kalau begitu kita pulang saja! ”.

♦♦♦

Seth duduk sambil memeluk kedua lututnya dengan kepala yang menelungkup di atas kedua lututnya. Ia terlihat panik dan ketakutan. Ia bersembunyi di sebuah jalan buntu. Di sampingnya terdapat gerobak sampah yang terbuat dari besi dan berwarna hijau.
Aku harus bagaimana ini?. Tidak ada satupun orang yang aku kenal lewat di hadapanku. Di mana mereka semua?. Aku tidak bisa menghadapi semuanya sendiri. Mereka mencurigaiku. Seandainya aku mengikuti Kyle masuk ke dalam rumah itu. Sekarang apakah Kyle sudah berhasil menyelamatkan Zac. Lalu, bagaimana dengan nasibku. Dia pasti mencariku, kan?. Gumamnya panik.
Seth menegakkan duduknya. Ia bersandar pada dinding batu bata yang tak berlapiskan cat. Kau payah Seth!. Kau payah!. Gumamnya kesal pada diri sendiri. Ditinjunya jalanan beraspal itu. Sudah berapa lama kau hanya bisa bersembunyi di sini. Jerit hatinya kembali.

♦♦♦

Finn, Ben dan para perempuan berjalan sambil memerhatikan keadaan di sekitar mereka. Mereka sama-sama dilanda ketakutan. Namun, hanya Mandy, Ashley dan Lissette yang secara terang-terangan menunjukkan ketakutan mereka.
Finn menoleh ke arah kirinya. Ia memicingkan mata untuk menangkap sesuatu dikejauhan.
“ Sekarang kita harus ke mana?. Kota ini tidak aman!. Kalau kita tertangkap lagi, tidak mungkin kita bisa selamat lagi ”, kata Mandy.
“ Sepertinya di dalam hutan itu ada jalan. Mungkin jalan untuk keluar dari kota ini ”, sahut Finn sambil menoleh ke arah kirinya itu.
“ Maksudmu kita pergi begitu saja tanpa mencari yang lainnya? ”, tanya Ashley.
“ Mau bagaimana lagi?. Kau ingin tertangkap lagi? ”, kata Finn balik bertanya.
“ Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. Aku harus mencari Seth ”, sahut Carey, kesal.
“ Dia sudah besar!. Dan dia laki-laki! ”, kata Finn.
“ Tapi aku tidak mau terjadi sesuatu pada Seth. Aku hanya mempunyai Seth. Hanya dia satu-satunya keluargaku ”. Mata Carey mulai berkaca-kaca.
“ Hei, kau jangan menangis!. Bisa jadi Seth baik-baik saja!. Dia kan tidak sendiri!. Dia bersama Kyle! ”, bujuk Ben. Ben menoleh pada Finn. “ Aku setuju untuk kita pergi menelusuri hutan itu. Aku juga ingin secepatnya keluar dari kota ini ”.
“ Ya, sudah!. Ayo! ”, ajak Finn.
Daniela langsung mengikutinya. Ashley tampak ragu-ragu mengikutinya. Lissette dan Mandy tampak pasrah. Hanya Carey yang masih berdiri di tempat.
“ Hei, ayo!. Kita tinggalkan tempat ini ”, ajak Ben sambil mengulurkan tangan.
Carey menatap wajah Ben dengan tatapan sinis. “ Pergi saja kalian!. Aku akan tetap di sini mencari Seth ”, katanya dengan nada datar.
“ Apa kau tidak berpikir kalau mungkin Seth dan Kyle juga berencana untuk keluar dari kota ini, lalu kita bertemu di kota berikutnya? ”.
“ Sudah aku bilang pergi sana! ”.
“ Aku tidak mungkin membiarkanmu berkeliaran sendiri di kota ini!. Kota ini tidak aman! ”.
“ Tidak usah pedulikan aku! ”, bentak Carey yang lalu berbalik badan untuk meninggalkan Ben. Tapi, Ben segera menahannya. Ben memegangi lengan Carey dengan erat.
“ Kau harus ikut dengan kami!. Percayalah kau pasti akan bertemu kembali dengan Seth nanti!. Tujuan kita semua sama!. Jadi, kemungkinan besar kau bisa bertemu kembali dengan Seth!  ”, kata Ben sedikit berteriak. Ben menoleh ke arah teman-temannya yang sudah memasuki hutan. “ Ayo, kalau tidak kita akan tertinggal jauh! ”.
“ Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Seth di sini dan dia tidak bisa melanjutkan perjalanan? ”.
“ Kau bilang kalau ‘sesuatu’ terjadi....., itu artinya sesuatu itu telah terjadi dan tidak mungkin bisa diulang kembali. Jadi, untuk apa kau menemuinya. Itu sama saja kedatanganmu tidak dapat membantu karena ‘sesuatu’ itu telah terjadi ”, kata Ben sambil memberi penekanan pada kata ‘sesuatu’.
Carey tertunduk.
“ Ayo, ikut denganku! ”. Ben kembali menjulurkan tangannya. Namun, Carey masih enggan menjabatnya. Hingga akhirnya, Ben melakukannya sendiri. Ia menarik Carey untuk berjalan menyusul teman-teman mereka.
Carey pasrah mengikuti langkahnya.

♦♦♦

Ayo, Seth jangan jadi pengecut!. Kau harus bisa menghadapi semuanya!. Ini demi Carey!. Kau harus mencarinya. Seth memberi dorongan pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya, ia dengan langkah lemah berjalan keluar dari persembunyiannya. Ia memerhatikan keadaan sekitarnya. Mencari keberadaan orang-orang yang memandang sinis dan penuh rasa curiga terhadapnya.
Sebaiknya aku kembali ke rumah itu atau mencari penjara bawah tanah?. Gumamnya dengan wajah pias. Ia menghela nafas panjang sebelum memutuskan untuk mengambil arah ke kiri karena arah kanan sudah ia telusuri. Setelah berpikir cukup lama, ia memutuskan untuk tidak kembali ke rumah itu.
Ia berjalan pelan sambil menunduk. Namun, matanya masih berusaha menangkap sesuatu di kanan dan kirinya melalui sudut matanya.
Tiba-tiba ia teringat pesan mendiang ayahnya agar ia bisa menjadi laki-laki yang kuat karena tugasnya untuk melindungi adik perempuannya. Kini ia merasa telah mengecewakan ayahnya. Ia terpisah dari Carey dan ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan adiknya itu.
Seth merasa benar-benar lemah. Bahkan, saat ini ia merasa lebih lemah. Ia tidak punya kekuatan. Tenaganya telah terkuras. Rasa haus dan lapar benar-benar menyiksanya.
Seth mengerjap-kerjapkan matanya. Pandangan matanya sedikit kabur. Aku harus kuat!. Seth menengadahkan kepalanya seraya hal itu bisa membuatnya menjadi lebih kuat. Ia pun menangkap sekelebat bayangan yang melompat dari bangunan ruko yang satu ke ruko sebelahnya.
Pusing. Seth merasa kepalanya benar-benar pusing. Ketika tubuhnya hampir ambruk, seseorang berhasil menguatkannya. Laki-laki yang sebaya dengannya itu memapahnya untuk berjalan sambil berlari-lari kecil.
Seth berusaha mengatur fokus indera penglihatannya untuk menangkap wajah seseorang yang menolongnya. “ Kyle! ”, ujarnya dengan mata membelalak.
“ Iya, ini aku!. Cepat lari!. Kau jangan pingsan di sini! ”.
Wajah Seth sumringah. Ia merasa mendapatkan dorongan kekuatan dari sahabatnya itu. “ Iya!. Lepaskan aku!. Aku bisa lari sendiri! ”.
 Kyle pun melepaskan rangkulannya dan membiarkan Seth berlari mengikutinya di belakang.
“ Kau lari dari siapa? ”, tanya Seth sambil berlari.
“ Orang-orang yang bekerja di rumah penguasa kota ini. Tadi mereka kembali ke rumah Tuannya untuk mengambil kendaraan. Akhirnya, aku mengambil jalan di atas bangunan-bangunan agar mereka tidak bisa menangkapku ”, jawab Kyle sambil berlari.
“ Jadi, itu tadi kau yang melakukan parkour di atas pertokoan? ”.
Kyle hanya diam.
“ Hebat juga kau!. Oh ya, di mana Zac?. Kau berhasil menyelamatkannya? ”.
“ Dia kabur dengan caranya sendiri. Tangannya masih diborgol. Dia terlalu nekat. Aku berhasil mendapatkan kunci untuk membuka borgol di tangannya, tapi dia tidak mau menungguku. Bahkan, menoleh pun tidak ”.
“ Benar-benar keterlaluan dia! ”.
“ Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya sekarang ”.
“ Ini kita mau ke mana? ”.
“ Keluar dari kota ini! ”.
Seth tersentak. Tapi, ia tidak punya pilihan selain mengikuti keinginan Kyle yang sebenarnya bertolak belakang dengan keinginannya. Sesungguhnya, Seth masih ingin berada di kota ini untuk mencari Carey.
Hening sesaat.
“ Tenang saja!. Teman-teman kita sudah berhasil menyelamatkan diri dari penjara bawah tanah. Itu yang aku dengar tadi ”.
     Seth menghela nafas, lega. “ Syukurlah! ”, katanya.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime