Hambatan Dan Hambatan Jenis
Amperemeter adalah
alat untuk mengukur kuat arus listrik. Arus listrik hanya digunakan pada
rangkaian listrik tertutup. Arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub
negatif. Untuk mengukur arus listrik yang mengalir dalam lampu, maka
amperemeter dipasang secara seri dengan lampu. Angka yang ditunjukkan pada
jarum amperemeter merupakan besarnya kuat arus pada sebuah lampu.
Cara memasang amperemeter pada rangkaian listrik adalah kutub positif sumber tegangan baterai dihubungkan dengan terminal positif pada amperemeter, sedangkan kutub negatif sumber tegangan baterai dihubungkan dengan terminal negatif pada amperemeter.
Volmeter adalah
alat untuk mengukur tegangan listrik. Untuk mengukur tegangan listrik yang
mengalir dalam lampu, maka volmeter dipasang secara paralel dengan lampu. Angka
yang ditunjukkan pada jarum volmeter merupakan besarnya tegangan pada sebuah
lampu.
![]() |
| Pemasangan Amperemeter Dan Voltmeter Pada Satu Rangkaian Listrik |
Ohmmeter adalah
alat untuk mengukur besar hambatan suatu kawat. Angka yang ditunjukkan pada
jarum ohmmeter merupakan besarnya hambatan pada suatu rangkaian listrik.
Besar hambatan sebanding
dengan panjang kawat, berbanding terbalik dengan luas penampang kawat
penghantar dan tergantung dari jenis kawat penghantar, sehingga berlaku rumus
sebagai berikut :
R = ρ. l/A
A = π . r2 atau A = π . (1/2 d)2
Keterangan :
R adalah hambatan
(satuan Ω)
l adalah panjang
kawat (satuan m)
A adalah luas
penampang kawat (satuan m2)
ρ adalah hambatan jenis suatu kawat penghantar (satuan Ωm)
Perubahan suhu dan
jenis bahan menyebabkan perubahan pada hambatan jenis. Besarnya perubahan
hambatan jenis adalah sebanding dengan hambatan jenis mula-mula, kenaikan suhu
dan jenis bahan, sehingga berlaku rumus sebagai berikut :
∆ρ = α . ρ0 . ∆t
Rumus besarnya
hambatan jenis pada suatu suhu :
ρt
= ρ0
+ ∆ρ
ρt
= ρ0
+ α
. ρ0
. ∆t
ρt
= ρ0
(1 + α
. ∆t)
Rumus besarnya
hambatan pada suatu suhu :
Rt = ρt . l/A
Rt = ρ0 (1 + α . ∆t) . l/A
Rt = R0
(1 + α
. ∆t)
Keterangan :
Rt
adalah hambatan penghantar pada suatu suhu oC
R0
adalah hambatan penghantar pada suhu awal
ρt
adalah hambatan jenis pada suatu suhu oC
ρ0
adalah hambatan jenis pada suhu awal
α adalah koefisien muai panjang (oC-1)
∆t adalah
perubahan suhu (oC)
Hambatan adalah
perlawanan suatu bahan terhadap arus listrik. Besarnya kuat arus listrik yang
mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan beda tegangan. Besarnya
hambatan dapat dirumuskan sebagai berikut :
R = V/i
Keterangan :
R adalah hambatan
(satuan Ω)
V adalah tegangan
(satuan volt)
i adalah kuat arus
(satuan A)
Contoh 1 :
Sebuah batang
logam dengan panjang 2 m dan diameter 2 mm mempunyai hambatan jenis 3,14 . 10-5
Ωm. Berapa besar hambatan kawat penghantar?
Jawab :
Diketahui bahwa :
l = 2 m
d = 2 mm →
r = 1 . 10-3 m
ρ = 3,14 . 10-5 Ωm
A = π . r2
= 3,14 . (1 . 10-3)2
= 3,14 . 10-6 m2
R = ρ
. l/A
= 3,14 . 10-5 . 2/3,14 . 10-6
= 6,28 . 10-5/3,14 . 10-6
= 20 Ω
Contoh 2 :
Kawat dalam lampu
pijar memiliki hambatan 20 Ω. Bila lampu itu dipasang pada tegangan 220 volt,
maka kuat arus yang mengalir dalam rangkaian itu sebesar ?
Jawab :
Diketahui bahwa :
R = 20 Ω
V = 220 volt
R = V/i
20 = 220/i
i = 220/20 = 11 A
Contoh 3 :
Sebuah kawat
tembaga panjangnya 1 m dan luas penampangnya 5 mm2. Jika pada suhu
20 oC mempunyai hambatan jenis 1,7 . 10-6 Ωm dan
koefisien suhunya 4 . 10-3 oC. Berapa besar hambatan kawat
tersebut?
Jawab :
Diketahui bahwa :
l = 1 m
A = 5 mm2
ρt
= 1,7 . 10-6 Ωm
α = 4 . 10-3 oC
t = 20 oC
Rt = ρt . l/A
= 1,7
. 10-6 . 1/5
= 0,34 . 10-6 = 3,4 . 10-5 Ω
Contoh 4 :
Sebuah kawat
panjangnya 10 m, luas penampang 1 cm2 dan hambatan jenis 10-5
Ωm. Jika kawat terbuat dari bahan yang sama, massa yang sama dan luas penampang
2 kali kawat semula, berapa besar hambatannya?
Jawab :
Diketahui bahwa :
l = 10 m
A1 = 1
cm2 = 0,0001 m2 = 10-4 m2
A2 = 2 .
10-4 m2
ρ = 10-5 Ωm
R = ρ
. l/A
=10-5 . 10/2 . 10-4
= 10-5 . 5 .104 = 0,5 Ω
Contoh 5 :
Dua buah
penghantar terbuat dari bahan yang sama, panjang kawat pertama tiga kali
panjang kawat kedua, sedangkan jari-jari kawat kedua tiga kali jari-jari kawat
pertama. Jika kawat pertama mempunyai hambatan 27 ohm, berapa hambatan kawat
kedua?
Jawab :
Diketahui bahwa :
R1 = 27
Ω
l1 = 3l
l2 = l
r1 = r
r2 = 3r
ρ1
= ρ2
A1 = π.r12
= 3,14 . (r)2
=
3,14r m2
A2 = π.r22
= 3,14 . (3r)2
= 28,26r m2
ρ1
= ρ2,
maka
R2/R1
= (L2/A2)/(L1/A1)
R2 = (L2/L1)
x (A1/A2) x R1
R2 =
(l/3l) x (3,14r/28,26r) x 27
R2 = 3
x 0,11 x 27 = 8,91 = 9 Ω


TERIMA KASIH ..... ini sangat membantu
BalasHapus