Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Ganggang (Jenis Dan Reproduksi)

Ganggang memiliki pigmen hijau daun yang disebut klorofil, sehingga dapat melakukan fotosintesis. Selain itu, juga memiliki pigmen-pigmen tambahan lain yang dominan. Ganggang memiliki bentuk dan ukuran yang beraneka ragam, yaitu mikroskopis bersel satu, berbentuk benang atau pita dan bersel banyak berbentuk lembaran. Dalam perairan, ganggang merupakan penyusun fitoplankton (kelompok biota tumbuhan autotrof yang mampu mensintesis makanan sendiri dengan bantuan energi matahari dan kimia) yang biasanya melayang-layang di dalam air, tetapi dapat juga hidup melekat di dasar perairan. Ganggang yang hidup melayang-layang disebut neustonik, sedangkan yang hidup di dasar disebut bentik. Ganggang yang bersifat bentik terbagi menjadi empat golongan, yaitu : a. Epilitik (hidup di atas batu) b. Epipalik (melekat pada lumpur atau pasir) c. Epipitik (melekat pada tanaman) d. Epizoik (melekat pada hewan) Ganggang terbagi menjadi empat jenis berdasarkan dominansi pigmennya, yaitu :...

Suctoria

Gambar
Pada awal hidupnya, Suctoria memiliki silia (bulu getar). Oleh karena itu, dikelompokkan dalam kelas Ciliata. Namun, Suctoria lebih erat kaitannya dengan Holotrichida.  Seiring pertumbuhannya, Suctoria mulai melepaskan silia-silianya, kecuali granula basalnya (tempat melekatnya silia yang berbentuk struktur irisan silang). Pada saat dewasa, Suctoria memiliki tentakel dan tangkai yang berfungsi untuk menangkap mangsa dan menembus sitoplasma mangsanya. Selain itu, Suctoria juga memperoleh makanan dengan kompleks membranella mendorong air membawa partikel aliran air ke dalam rongga vakuola makanan. Membranella adalah struktur yang ditemukan di sekitar mulut Ciliata.  Suctoria bersifat sessil (melekat pada suatu tempat). Suctoria bereproduksi secara konjugasi (perpaduan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya). Suctoria memiliki bentuk tubuh seperti bola panjang. Ukuran Suctoria sekitar 15 – 30 µm. Habitat Suctoria adalah di tempat seju...

Sporozoa (Plasmodium)

Sporozoa merupakan golongan Protista yang menyerupai jamur karena Sporozoa dapat membentuk spora yang dapat menginfeksi inangnya. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah-ubah kedudukan tubuhnya. Sporozoa hidup secara parasit pada hewan maupun manusia dan mengambil makanan dengan menyerap dari tubuh inangnya. Respirasi dan ekskresi terjadi secara difusi (perpindahan suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah). Sporozoa memiliki tubuh berbentuk bulat panjang. Ukuran tubuhnya hanya beberapa mikron, tapi di dalam usus manusia atau hewan dapat mencapai 10 mm. Tubuh dari kumpulan tropozoit (Sporozoa pada tahap aktif dalam siklus hidupnya dan telah dapat mencerna makanan) berbentuk memanjang dan di bagian anterior (depan) kadang-kadang terdapat kait pengisap atau filamen sederhana untuk melekatkan diri pada inang. Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni adalah pembelahan diri y...

Ciliata (Paramecium)

Gambar
Ciliata berasal dari bahasa Latin cilium yang artinya kelopak mata dan bahasa Yunani pherein yang artinya bergerak sambil mengangkat dan melayang. Ciliata banyak terdapat di laut dan air tawar. Namun, ada beberapa Ciliata yang hidup bersimbiosis komensalisme (hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak yang lain tidak dirugikan ataupun diuntungkan) di dalam usus vertebrata (hewan bertulang belakang). Sebagian besar Ciliata berukuran mikroskopis, tetapi spesies yang terbesar berukuran 3 mm, sehingga dapat dilihat secara kasatmata. Anggota Ciliata ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar) pada suatu tahap dalam hidupnya. Silia digunakan untuk bergerak dan mencari makan. Kebanyakan Ciliata berbentuk asimetris, kecuali Ciliata primitif, simetrinya radial. Tubuhnya diperkuat oleh pelikel, yaitu lapisan luar yang tersusun dari sitoplasma padat. Seluruh permukaan tubuh utamanya diselubungi oleh Silia somatik. Silia ini p...

Flagellata (Fitoflagellata Dan Zooflagellata)

Flagellata dicirikan dengan adanya satu hingga beberapa filamen panjang (flagella) yang terdapat pada ujung anterior tubuh dan berfungsi sebagai alat gerak atau berenang, menimbulkan arus yang dapat membawa makanan masuk ke dalam mulutnya, serta sebagai alat yang peka (indera) untuk mengetahui keadaan lingkungannya. Sebagian besar Flagellata hidup bebas dan ada pula yang hidup parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit (cara hidup organisme dengan menumpang pada sisa makhluk hidup lain) pada organisme mati. Flagellata terbagi menjadi dua, yaitu : 1. Fitoflagellata Fitoflagellata adalah Flagellata yang dapat melakukan kegiatan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencernakan makanannya dengan berbagai cara, seperti menelan lalu mencernakan di dalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitik) atau mencernakan organisme yang sudah mati (saprofitik). Habitat Fitoflagellata adalah di perairan bersih dan kotor. Fitoflagellata bergerak me...