Flagellata (Fitoflagellata Dan Zooflagellata)

Flagellata dicirikan dengan adanya satu hingga beberapa filamen panjang (flagella) yang terdapat pada ujung anterior tubuh dan berfungsi sebagai alat gerak atau berenang, menimbulkan arus yang dapat membawa makanan masuk ke dalam mulutnya, serta sebagai alat yang peka (indera) untuk mengetahui keadaan lingkungannya.

Sebagian besar Flagellata hidup bebas dan ada pula yang hidup parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit (cara hidup organisme dengan menumpang pada sisa makhluk hidup lain) pada organisme mati.

Flagellata terbagi menjadi dua, yaitu :

1. Fitoflagellata

Fitoflagellata adalah Flagellata yang dapat melakukan kegiatan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencernakan makanannya dengan berbagai cara, seperti menelan lalu mencernakan di dalam tubuhnya (holozoik), membuat sendiri makanannya (holofitik) atau mencernakan organisme yang sudah mati (saprofitik). Habitat Fitoflagellata adalah di perairan bersih dan kotor. Fitoflagellata bergerak menggunakan flagella.

Bebeapa anggota Fitoflagellata memiliki tubuh yang diselubungi oleh membran selulosa, misalnya Volvox. Ada pula yang memiliki lapisan pelikel, misalnya Euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.

Cara reproduksi Fitoflagellata ada dua, yaitu konjugasi (perpaduan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya) dan aseksual dengan membelah diri.

Fitoflagellata terbagi menjadi 8 ordo, yaitu :

a. Euglenoida

Bentuk tubuh anggota Euglenoida menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel. Hewan ini mempunyai satu atau dua flagella yang terdapat di bagian ujung anterior (depan). Di bagian anterior juga terdapat bintik mata berwarna merah yang mengandung pigmen karoten yang berfungsi melindungi daerah sensitif cahaya yang terdapat di dasar flagella. Anggota kelompok ini yang terkenal adalah Euglena viridis. Euglena viridis banyak dijumpai di air tawar. 

Ciri-ciri Euglena viridis, antara lain :

- Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron.

- Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk, sehingga dapat bergerak aktif dengan flagella. Gerakan ini disebut gerak euglenoid.

- Memiliki plastida berbentuk pipih, seperti pita.

- Hewan ini memiliki stigma (bintik mata berwarna merah) yang berfungsi untuk membedakan gelap dan terang.

- Euglena viridis memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis. Tidak semua Euglena berkloroplas, misalnya Astasia (tidak berkloroplas sama sekali).

- Hewan ini memasukkan makanannya melalui sitofaring (kerongkong sel) menuju vakuola (ruang dalam sel yang berisi cairan). Di dalam vakuola makanan yang berupa hewan-hewan kecil dicerna.

b. Dinoflagellata

Bentuk tubuh Dinoflagellata bervariasi, tetapi kebanyakan lonjong dengan warna kecokelatan dan kekuningan. Dinoflagellata merupakan penyusun plankton laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar.

Cara hidupnya bermacam-macam, ada yang bersimbiosis (hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang berdampingan) dengan terumbu karang, anemon (hewan dari kelas Anthozoa yang berbentuk seperti tumbuhan), ubur-ubur dan invertebrata (hewan yang tidak memiliki tulang belakang) lainnya.

Dinoflagellata memiliki flagella yang terletak di cekungan transversal (melintang) yang mengelilingi tubuh, namun banyak spesies Dinoflagellata yang kehilangan flagellanya dan tumbuh sebagai fase vegetatif yang non motil (tidak bergerak). Contoh anggota Dinoflagellata, antara lain Noctiluca miliaris, Ceratium dan Gymnodinium.

Noctiluca miliaris kebanyakan hidup di air laut dengan ciri sebagai berikut :

- Hewan ini memiliki dua flagella yang berukuran panjang dan pendek. Kedua flagella muncul dari lubang pada persimpangan singulum dan sulkus.

- Jenis hewan ini dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu.

- Memiliki plastida berbentuk bulat memanjang.

- Memiliki singulum (alur spiral) dan sulkus (celah longitudinal).

- Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik. Ketika malam hari, ombak memecah karang atau dayung memukul air laut, kita dapat melihat sinar yang dipancarkan dari tubuhnya yang disebabkan oleh Noctiluca.

- Dapat bereproduksi secara aseksual melalui mitosis dan secara seksual melalui meiosis.

- Dapat berkembang menjadi krista (tahap istirahat) dengan dinding yang tebal ketika berada dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

c. Volvocida

Volvocida memiliki bentuk tubuh yang bulat dan berdinding tebal. Dinding sel Volvocida tersusun dari selulosa. Hidup secara soliter atau berkoloni. Permukaan koloni halus karena berlapis gelatin. Volvocida memiliki dua atau empat flagella. Contoh anggota kelompok ini yang paling terkenal adalah Volvox globator. Volvox merupakan salah satu spesies ganggang hijau.

Ciri-ciri Volvox, antara lain :
 
- Hidup berkoloni. Koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella.

- Setiap sel memiliki inti sel, vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas. Sel-sel dihubungkan dengan benang-benang protoplasma membentuk hubungan fisiologis.

Keterangan :

- Vakuola kontraktil adalah organel yang berfungsi membantunsel untuk menghilangkan limbah dan kelebihan air, serta menjaga agar temanan osmosis sel lebih tinggi dari tekanan osmosis di sekitarnya.

- Stigma adalah lubang keluar masuknya udara.
- Kloroplas adalah bagian sel yang berfungsi memberi zat warna hijau pada tumbuhan 


d. Kriptomonadida


Ciri-ciri kriptomonadida, antara lain :

- Ukuran tubuh kecil dan berbentuk bulat, seperti telur. Pada salah satu sisi tubuh berbentuk agak pipih.

- Permukaan sel licin dan dilapisi oleh periplasma. Periplasma adalah matriks berbentuk gel terkonsentrasi yang terletak di ruang antara membran sitoplasma bagian dalam dan membran luar tubuh bakteri Gram-negatif.

- Plastida berbentuk memanjang seperti perahu. Plastida adalah organel sitoplasma yang berperan dalam proses metabolisme sel tumbuhan. Spesies yang termasuk kriptomonadida memiliki satu atau dua buah plastida, kecuali Chilomonas yang memiliki leukoplas dan Goniomonas (disebut juga Cyathomonas) yang tidak memiliki plastida. Pada plastida terdapat klorofil a dan c, phycobiliprotein dan pigmen lainnya. Plastida dikelilingi oleh empat membran dan terdapat nukleomorf (inti sel yang terduksi) di tengah atau di antara dua membran.

- Memiliki dua buah flagella yang terletak sejajar di daerah apikal dekat lubang mulut dan ditutupi oleh rambut bipartit yang disebut mastigonemes. Rambut-rambut ini tersusun dari protein filamen. Pada flagella dan badan sel juga dapat ditemukan sisik kecil.

- Memiliki ejectisomes yang terdiri dari dua pita spiral terhubung yang ditahan di bawah tegangan. Ejectisomes membantu sel-sel yang teriritasi oleh tekanan mekanis atau kimiawi dengan cara melepaskan diri dan mendorong sel dalam arah zig-zag untuk menjauh dari gangguan tersebut.

- Dapat membentuk tahapan palmelloid yang mudah keluar dari lendir di sekitarnya untuk menjadi flagella yang hidup bebas.

- Mitokondria yang memiliki krista (lipatan membran di dalam mitokondria) yang datar.

- Melakukan reproduksi aseksual dengan cara mitosis terbuka.

- Beberapa spesies kriptomonadida dapat membentuk tahap istirahat dengan dinding sel yang kaku untuk bertahan hidup dalam berbagai kondisi yang tidak menguntungkan.


e. Krisomonadida


Ciri-ciri krisomonadida, antara lain :

- Memiliki bentuk tubuh yang bulat memanjang, seperti bentuk daun.

- Memiliki sel-sel yang terkadang membentuk koloni di dalam sebuah selubung yang mengandung gelatin.

- Memiliki plastida yang berbentuk pipih melengkung.

- Memiliki dua buah flagella yang terletak di bagian posterior tubuh atau disisipkan pada sudut kanan dekat anterior tubuh. Satu flagella mengarah ke depan sel dan satu lagi mengarah ke bawah sel.

- Memiliki inti sel yang terhubung pada pangkal flagella dan disertai dengan badan paranuklir yang khas.

- Berhabitat di air dan di tanah.

- Memiliki sel dengan panjang sekitar 10 μm, tanpa cangkang atau penutup.
 
- Dapat menghasilkan pseudopodia filosa untuk menangkap bakteri. Pseudopodia adalah kaki semu yang halus seperti benang. Tetapi, pada spesies krisomonadida, bagian ini tidak digunakan untuk bergerak atau meluncur di sepanjang permukaan.


f. Prymnesiida

Salah satu spesies dari prymnesiida adalah Coccoliths. Spesies ini memiliki 20 unit cincin kristal kalsit, bentuk sel yang pipih melengkung, seperti pelana kuda, kloroplas yang agak menonjol pada sel dan berbentuk seperti mangkuk, mitokondria memiliki krista tubular, memiliki dua flagella yang terletak di bagian lateral tubuh dan di antara kedua flagella terdapat haptonema (perpanjangan sel berbentuk seperti benang). Haptonema berfungsi untuk merespon keterikatan, penghindaran dan pemberian makan. Haptonema memiliki susunan mikrotubulus yang berbeda dengan flagella meskipun bentuk keduanya mirip.


g. Prasinomonadida

Ciri-ciri prasinomonadida, antara lain :

- Memiliki sel berbentuk oval-pipih dan diselubungi satu atau lebih lapisan.
- Memiliki plastida yang tipis dan berbentuk seperti cangkir.
- Memiliki 1, 2, 4 atau 8 flagella yang muncul dari cekungan pada bagian tubuh.


h. Silicoflagellida 

Ciri-ciri silicoflagellida, antara lain :

- Memiliki ukuran tubuh sekitar 6-20 µm dan berbentuk seperti lempeng bintang.

- Berhabitat di zona neritik dan perairan dingin. Zona neritik adalah laut dangkal dengan kedalaman sekitar 200 meter.

- Dapat memperoleh energi melalui autotrof (dapat menghasilkan makanan sendiri) dan heterotrof (tidak dapat menghasilkan makanan sendiri).

- Memiliki pseudopodia yang berbentuk seperti duri dan muncul dari permukaan tubuh.

- Selnya memiliki banyak plastida kecil yang berbentuk bulat.


2. Zooflagellata

Zooflagellata adalah Flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan. Flagellata ini ada yang hidup bebas, tetapi kebanyakan bersifat parasit. Zooflagellata berhabitat di laut dan air tawar.

Bentuk tubuh Zooflagellata mirip dengan sel lehar Porifera. Zooflagellata mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran air dengan menggoyangkan flagella. Selain itu, flagella juga berfungsi sebagai alat gerak.

Zooflagellagta terbagi menjadi 8 ordo, yaitu :

a. Choanoflagellida

Ciri - ciri choanoflagellida, antara lain :

- Choanoflagellida berhabitat di laut dan air payau.

- Hidup secara koloni dan uniseluler.

- Memiliki kerah dari kumpulan mikrovili pada bagian apikal yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Mikrovili adalah bagian cincin tonjolan sitoplasma yang berbentuk silindris dan mengandung aktin. Kumpulan mikrovili tersebut membentuk kerah seperti corong yang saling berhubungan di bagian dasar flagella. Jumlah mikrovili sekitar 30-40 buah.

Aktin adalah protein globular multifungsi dengan massa sekitar 42-kDa yang membentuk mikrofilamen. 

- Pada fase dewasa, organisme ini bertahan hidup secara sesil, yaitu dengan menempelkan tangkainya pada dahan atau batang, benda-benda mati atau hewan hidup. Tempat organisme ini menempel disebut substrat.

- Bereproduksi secara seksual dan aseksual.

- Memiliki sel berbentuk bulat dengan diameter 3–10 µm dan penutup sel yang memiliki struktur bervariasi.

- Memiliki satu flagella pada bagian apikal yang dikelilingi oleh kumpulan mikrovili. Gerakan flagella dapat menjebak bakteri dan detritus ke kerah mikrovili untuk dimakan.

Detritus adalah bahan organik yang berasal dari guguran daun mangrove yang mengalami penguraian dan membentuk substrat untuk pertumbuhan bakteri dan alga di perairan.

- Memiliki nukleus pada bagian apikal ke sentral di dalam sel.

- Memiliki vakuola makanan pada bagian basal sitoplasma.

- Memiliki badan sel yang dikelilingi oleh matriks ekstraseluler atau periplasma. Fungsi periplasma tidak diketahui. Tetapi pada organisme sesil, periplasma dianggap membantu organisme ini terikat pada substrat. Pada organisme planktonik, para ilmuwan berspekulasi bahwa periplasma dapat meningkatkan tarikan, sehingga melawan gaya yang dihasilkan oleh flagella. Selain itu, periplasma dianggap dapat meningkatkan efisiensi makan.
 
- Dapat membangun lorica sebagai rumah berbentuk keranjang yang kompleks dan terbuat dari beberapa strip silika yang disemen menjadi satu.

Salah satu organisme yang termasuk ordo choanoflagellida adalah Monosiga ovata.

b. Cercomonadida

Ciri - ciri cercomonadida, antara lain :

- Berhabitat di air atau di tanah.

- Memiliki sel berbentuk silindris atau pyriform (berbentuk seperti buah pir) dengan panjang sekitar 10 μm. Sel tersebut tidak memiliki cangkang atau penutup. 

- Memiliki nukleus besar yang terletak pada bagian anterior.

- Memiliki dua flagella yang tidak simetris yang tersisip pada sudut kanan dekat bagain anterior tubuh. Satu flagella berukuran panjang dan satu flagella lain berukuran pendek. Satu flagella mengarah ke bagian depan dan satu flagella lain mengarah ke bagian bawah sel.
 
- Dapat melakukan gerakan amoeboid pada bagian posterior tubuh untuk menangkap mangsa.

- Memiliki pseudopoda filosa untuk menangkap bakteri, tetapi tidak dapat digunakan untuk bergerak. 

c. Pteromonadida

Ciri-ciri pteromonadida, antara lain :

- Memiliki dua flagella yang menjulur panjang.

- Hidup berparasit pada amphibi dan reptile.

- Memiliki nukleus pada bagian anterior.

- Memiliki mitokondria yang berbentuk melengkung di dekat nukleus.

d. Trichomonadida

Ciri-ciri trichomonadida, antara lain :

- Memiliki sel berbentuk oval atau pyriform.

- Hidup berparasit atau secara endosimbion. Endosimbion adalah organisme yang hidup di dalam tubuh atau sel organisme lain.

- Beberapa spesies dapat melakukan gerakan amoeboid untuk menangkap mangsa.

- Memiliki nukleus pada bagian anterior tubuh yang terikat di bagian pelta (bagian yang melengkung) pada axostyle. Axostyle adalah bagian yang berasosiasi dengan akar mikrotubular flagela.

- Memiliki bentukan membran yang bergelombang.

- Memiliki flagella sekitar 4 - 6 buah pada bagian apikal sel.

- Memiliki pelta, costa dan badan parabasal.

Tiga spesies yang termasuk ordo trichomonadida adalah Tritricomonas foetus, Histomonas dan Dientamoeba. Histomonas hanya memiliki satu flagella dan axostyle yang tereduksi. Pada Dientamoeba tidak ditemukan flagella dan axostyle.
 
e. Diplomonadida

Ciri-ciri diplomonadida, antara lain :

- Hidup berparasit pada sistem pencernaan inangnya dan pada manusia.
- Memiliki sel ganda yang membentuk simetri antara nukleus dan flagella.
- Memiliki flagella sekitar 1 - 4 buah yang berada dalam alur longitudinal.
- Memiliki dua nukleus yang sejajar, hingga tampak seperti mata. Masing-masing nukleus dengan 4 flagella yang terkait.

Salah satu spesies dari ordo diplomonadida adalah Giardia lamblia. Giardia lamblia menyebabkan diare dan giardiasis (kejang usus) pada manusia. Penyebaran organisme ini melalui air minum yang terkontaminasi oleh feses penderita. Pada Giardia lamblia terdapat mitokondria yang dimodifikasi menjadi mitosom. Mitosom terlibat dalam pematangan protein besi-belerang.

f. Hypermastigida 

Ciri-ciri hypermastigida, antara lain :

- Berhabitat pada usus rayap dan kecoa.
- Memiliki sel berbentuk pyriform.
- Memiliki kumpulan flagella yang membentuk kerucut pada bagian apikal.
- Memiliki satu nukleus.

Salah satu genus terbesar dari hypermastigida adalah Metacoronympha. Salah satu spesies dari ordo ini adalah  Trichonympha campanula. Spesies ini hidup secara simbiosis mutualisme dengan inangnya (usus kecoak atau rayap). Inangnya bergantung pada organisme ini untuk mencerna kayu. 

g. Kinetoplastida

Ciri-ciri kinetoplastida, antara lain :

- Memiliki bagian khusus, yaitu kinetoplas. Kinetoplas adalah organel berbentuk butiran yang mengandung DNA bermassa besar yang tidak biasa. Kinetoplas terletak di dasar flagella sel dan dikaitkan dengan badan basal flagella oleh struktur sitoskeletal. Kinetoplas mengandung banyak salinan dari genom mitokondria. 

Struktur kinetoplas terdiri dari jaringan molekul DNA melingkar yang tergabung dan protein struktural yang terkait bersama dengan DNA dan polimerase RNA. 

- Dapat hidup secara bebas di perairan yang banyak mengandung senyawa organik atau berparasit.

- Memiliki nukleus, mitokondria, badan Golgi (aparatus Golgi) dan flagella. Bagian dasar flagella ditemukan dalam struktur kantong khusus yang juga merupakan lokasi sitostom.

- Memiliki sitoskeleton yang terdiri dari mikrotubulus.

- Dapat membentuk mikrofilamen aktin.

- Organisme yang hidup secara parasit (parasitik) terbagi menjadi dua genus, yaitu Leishmania dan Trypanosoma. Kedua genus ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Dua spesies yang termasuk ordo kinetoplastida adalah Bodo saltans dan Chynchomonas nasuta. Bodo saltans termasuk zooflagellata aquatik yang memiliki flagella berukuran panjang untuk bergerak atau meluncur dan hidup di air tawar yang mengandung banyak bakteri atau di air payau yang mengandung banyak senyawa organik. Chynchomonas nasuta termasuk bacterivorus yang memiliki dua flagella tidak simetris yang muncul dari bagian sitofaring. Satu flagella berukuran panjang dan satu flagella lain berukuran pendek yang terdapat pada bagian anterior tubuh.

h. Opalinida

Ciri-ciri opalinida, antara lain :

- Memiliki multiflagella.

- Hidup hidup sebagai endocommensal di dalam usus besar dan kloaka amphibi, ikan, reptil, moluska dan serangga. Dengan kata lain, opalinida hidup berkomensialisme di dalam tubuh inangnya.

- Organisme yang termasuk ordo opalinida dapat berbentuk pipih, silindris atau berbentuk seperti daun.

- Permukaan sel dikelilingi oleh pelikel.

- Flagella tampak seperti silia. 

- Beberapa organisme memiliki satu nukleus, tetapi ada pula yang memiliki banyak nukleus. 

- Tidak memiliki sitofaring (kerongkongan sel).

- Memiliki sistem pencernaan yang termodifikasi menjadi pinositosis. Pinositosis adalah salah satu jenis endositosis (transpor makro molekul dan materi yang sangat kecil ke dalam sel dengan membentuk vesikula baru dari membran plasma).

- Organisme ini memiliki penampakan opalescent apabila dilihat dari mikroskop dan diterangi dengan sinar matahari penuh. Opalescent adalah penampakan yang memantulkan cahaya susu atau putih mutiara dari bagai interior tubuh. Terkadang tampak memiliki permainan warna pelangi yang berkilau.


Reproduksi aseksual Zooflagellata adalah dengan pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui. Contoh yang terkenal antara lain dari genus Trypanosoma dan Leishmania. Infeksi karena Trypanosoma disebut trypanosomiasis, sedangkan infeksi karena Leishmania disebut leishmaniasis.

a. Trypanosoma

Hewan ini memiliki bentuk tubuh yang pipih panjang, seperti daun, merupakan parasit dalam darah vertebrata dan tidak membentuk kista. Sebagian dari siklus hidupnya melekat di sel lambung atau mengisap darah manusia. Hewan ini hidup di dalam darah merah atau darah putih, serta sel-sel hati pada tubuh vertebrata inangnya.

Dalam siklus hidupnya, hewan ini memiliki dua bentuk, yaitu berflagela pada fase ekstraseluler dan tidak berflagela pada fase intraseluler. Hospes (genus kumbang tanduk panjang) perantara Trypanosoma adalah hewan-hewan pengisap darah.

Jenis-jenis Trypanosoma, antara lain :

- Trypanosoma lewisi, hidup pada tikus. Hospes perantaranya adalah kutu tikus.

- Trypanosoma evansi, penyebab penyakit surra (penyakit malas) pada ternak (kuda, keledai dan unta) di Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Gejala penyakit surra, antara lain demam, tubuh lemah dan kurus. Penyakit surra dapat menyebabkan kematian. Hospes perantaranya adalah lalat tabanus (lalat pengisap darah). 

- Trypanosoma brucei, penyebab penyakit nagano (penyakit tidur) pada ternak. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse.

- Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodesiensie, penyebab penyakit tidur pada manusia ini mulanya terdapat di Afrika, kemudian menjalar ke Asia. Hospes perantaranya adalah lalat tse-tse, yaitu disebut Glossina palpalis untuk Trypanosoma gambiense dan Glossina morsitans untuk Trypanosoma rhodesiensie.

- Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit chagas (anemia pada anak-anak). Hewan ini terdapat di Amerika Tengah. Gejala penyakit chagas, antara lain pembengkakan kelenjar air mata, demam, gangguan limpa, gangguan hati, gangguan jantung dan gangguan sistem saraf. Penyakit chagas dapat menyebabkan kematian.

- Trichomonas vaginalis menyebabkan keputihan pada vagina.

b. Leishmania

Leishmania merupakan penyebab penyakit pada sel-sel endotelium pembuluh darah. Endotelium merupakan sel epitelium yang melapisi jantung, pembuluh darah dan pembuluh limfa.

Jenis-jenis Leishmania, antara lain :

- Leishmania donovani, penyebab penyakit kala-azar atau Visceral leishmaniasis (demam hitam) yang ditandai dengan demam dan anemia. Hewan ini banyak terdapat di Mesir, sekitar Laut Tengah dan India. Penyakit ini banyak menyerang manusia yang tinggal di Mesir, Amerika Selatan, Bangladesh, India, Nepal, Brazil dan Sudan. Gejala penyakit kala-azar, antara lain demam berulang seperti pada penyakit malaria, pembengkakan hati dan pembengkakan limpa.

- Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit disebut penyakit oriental sore (borok pada kulit). Terdapat di Asia (daerah Mediterania) dan sebagian Amerika Selatan.
Selain itu, organisme ini juga menyerang kelenjar lendir hidung dan kerongkongan.

- Leishmania brasiliensis, penyebab penyakit kulit di Meksiko dan Amerika Tengah Selatan. Organisme ini juga menyerang kelenjar lendir hidung dan kerongkongan.

Komentar

  1. kak mau tanya, kenapa reproduksi seksual zooflagelata belum banyak diketahui? apa alasannya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena belum ditemukan proses pemindahan materi genetik atau penyatuan gamet melalui saluran konjugasi (jembatan konjugasi) seperti pada fitoflagellata. Selain itu, mungkin karena belum diketahui individu positif dan negatif dari organisme ini agar dapat melihat proses reproduksi secara seksual.

      Hapus

Posting Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime