Kemajuan IPTEK Bagi Kelestarian Lingkungan Hidup

Semua sumber daya alam adalah aset-aset yang hendaknya diefektifkan dan diefisienkan dengan sebaik-baiknya. Tidak satu pun unsur-unsur lingkungan, baik berupa materi, energi, ruang, waktu dan juga keanekaragaman hayati yang tidak luput dari usaha pendayagunaan.

Dengan demikian, baik sumber-sumber daya yang non ekonomis (udara) dan ekonomis haruslah digunakan dan dipelihara secara wajar. Berbagai limbah industri yang dinilai menjadi masalah bagi lingkungan harus didayagunakan, misalnya sebagai bahan pupuk kompos.

Selain itu, limbah pertanian dan kotoran ternak juga bisa dimanfaatkan menjadi gas bio atau biogas yang berguna untuk keperluan memasak, penerangan atau tenaga gerak. Mesin dengan biogas dapat membantu mengurangi asap dan kadar karbondioksida di udara.

Fungsi teknologi untuk siap mengolah sampah secara mekanis (modern recycling process) perlu dioptimalkan. Sistem tenologi harus difungsikan untuk memecahkan masalah-masalah lingkungan yang lain, seperti mengawasi pencemaran, menanggulangi kerusakan yang ditimbulkannya, mengawasi limbah-limbah industri dan sebagainya.

Situasi dunia yang diwarnai oleh berbagai situasi, seperti ledakan jumlah penduduk, kemiskinan, tata ekonomi yang belum mantap, tata keadilan sosial yang tidak seimbang dan konfrontasi  internasional yang belum reda, sehingga menantang teknologi untuk berbuat lebih banyak. 

Di bidang pertanian, teknologi berperan dalam intensifikasi (upaya meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian) dan ekstensifikasi (upaya meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian).

Selain itu, teknologi juga dituntut untuk bisa mengatasi masalah-masalah sosial ekonomi sebagai konsekuensi pelaksanaan pembangunan. Teknologi juga diharapkan dapat menggarap lautan dan segala sumber dayanya, seperti pemanfaatan arus laut, tenaga ombak, angin laut, serta segala kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Pengupayaan untuk memanfaatkan segala potensi alam yang nonekonomis, seperti solar energy (energi matahari), energi angin dan energi yang dapat dikembangkan dari panas matahari yang tersimpan di dalam air laut, pemanfaatan arus laut dan angin laut.

Sinar surya (matahari) dapat dimanfaatkan untuk membersihkan air yang tercemar akibat limbah industri. Oleh karena itu, para ahli berupaya memanfaatkan sinar matahari tersebut (ultraviolet) dengan membuat alat yang dikenal dengan Detoksifikasi Surya, yaitu sistem pengolahan air yang terkontaminasi dengan memanfaatkan panas sinar matahari.

Masalah-Masalah Lingkungan Akibat Penerapan IPTEK

Kemajuan-kemajuan di bidang IPTEK bersamaan dengan semakin meningkatnya perubahan-perubahan lingkungan hidup. Masalah lingkungan telah merambah dalam berbagai bentuk dan variasi, baik tingkat lokal, daerah, provinsi atau secara global. 

Salah satu masalah lingkungan adalah timbulnya pencemaran (polusi). Pencemaran lingkungan berbarengan erat dengan perkembangan teknologi mekanisasi, industrialisasi dan pola hidup konsumtif.

Hal itu tidak terlepas dari berbagai aktivitas manusia, antara lain sebagai berikut :

- Kegiatan Industri dapat menghasilkan bermacam bentuk limbah, zat-zat buangan berbahaya, seperti logam-logam berat, zat radioaktif, air buangan panas (thermal water waste), kepulan asap, kebisingan dan lain-lain.

- Kegiatan Pertambangan berupa terjadinya kerusakan instalasi, kebocoran, pencemaran buangan penambangan, pencemaran udara dan rusaknya lahan-lahan bekas pertambangan.

- Kegiatan Transportasi berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kebisingan dari kendaraan bermotor dan lain-lain.

- Kegiatan Pertanian terutama akibat dari residu (ampas/pengotor) pemakaian zat-zat kimia, seperti pestisida (insektisida, herbisida atau fungisida).

Insektisida adalah bahan kimia unuk memberantas serangga.
Herbisida adalah bahan kimia untuk memberantas gulma.
Fungisida adalah bahan kimia untuk memberantas jamur.

Masalah lingkungan lain adalah kerusakan tata lingkungan. Hal itu tidak terlepas dari tingkah laku manusia dalam mengeksploitasi dan menggunakan sumber-sumber daya alam secara tidak seimbang, seperti penebangan hutan sampai gundul, penangkapan ikan laut yang melampaui batas konservasi, penggunaan alat-alat beracun dan peledak untuk menangkap ikan dan pertanian dengan sistem ladang berpindah. 

Selain itu, masalah lingkungan juga menyebabkan menurunnya populasi fauna akibat penyemprotan hama dengan menggunakan pestisida.

Pemakaian obat-obatan anti serangga yang tidak terkontrol mengakibatkan punahnya makhluk hidup yang bukan sasaran, seperti predator yang bermanfaat untuk mengontrol populasi binatang secara efektif dan banyak manfaatnya bagi manusia. Cacing membantu menyuburkan tanah. Apabila penggunaan obat pembasmi hama melampaui batas, akan menyebabkan cacing-cacing tersebut mati.

Salah satu arah kebijakan GBHN 1999-2004 adalah meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan melakukan konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.

Kemajuan IPTEK juga menyebabkan sayur-sayuran yang tumbuh di Alaska menjadi lebih besar dari ukuran normalnya. Sayur-sayuran ini menjadi lebih cepat tumbuh membesar karena menerima sinar matahari selama 20 jam per hari.

Upaya Pemeliharaan Lingkungan

Upaya pemeliharaan lingkungan harus dilakukan dengan berbagai upaya secara terus-menerus dan berkesinambungan oleh negara mana pun. Seluruh negara di dunia secara moral berkewajiban memelihara lingkungan.

Salah satu aspek dalam upaya memelihara lingkungan adalah dalam hal penggunaan air tanah. Penyedotan air tanah oleh sektor industri secara besar-besaran dapat dicegah sebab jika tidak, maka akan menimbulkan dampak bagi penduduk. 

Penduduk akan kesulitan untuk memperoleh air bersih. Selain itu, rongga-rongga dalam tanah akan melebar akibatnya daya tahan terhadap gedung, terutama gedung pencakar langit menjadi berkurang.

Aspek lain yang tercangkup dalam upaya pemeliharaan lingkungan adalah pengolahan hutan. Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai kawasan terluas di dunia. Bersama-sama dengan Zaire dan Brazil, ketiganya memilki 65 % dari luas hutan hujan tropis yang masih utuh di dunia.

Peranan hutan hujan tropis sangat penting bagi keselamatan bumi karena hutan tersebut merupakan paru-paru bumi. Pemeliharaan hutan perlu diupayakan. Pembabatan hutan secara sewenang-wenang tanpa memperhatikan aspek lingkungan akan menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. 

Selain kedua aspek di atas, upaya pemeliharaan lingkungan dapat dilakukan dengan cara mengelola limbah industri.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime