4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang
Kita tidak
bisa sembarang membuat sebuah karangan. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan untuk dapat menghasilkan karangan yang baik. Saat ini saya juga sedang belajar untuk membuat karangan.
Berikut ini
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengarang :
Topik
Sebelum
menulis suatu karangan, perlu topik dari karangan tersebut terlebih dahulu.
Topik adalah inti utama dari keseluruhan suatu tulisan atau karangan. Topik
berbeda dengan tema. Topik bersifat umum, sedangkan tema bersifat lebih
spesifik dan terarah.
Syarat-syarat
menentukan topik :
- Menarik
perhatian.
- Cukup
sempit dan terbatas.
- Aktual.
- Dikuasai
oleh penulis.
Tidak ada hal yang
mustahil jika kita mau mempelajari dan mencobanya, sehingga suatu yang awalnya
tidak dikuasai menjadi dapat dikuasai. Oleh karena itu, sebelum penulis menulis
suatu karangan, penulis terlebih dahulu mencari tahu mengenai topik yang akan
disampaikan, hingga penulis menguasai topik tersebut.
Judul
Judul
termasuk suatu unsur yang memegang peranan penting dalam sebuah karangan. Cara
menentukan judul yang baik adalah :
- Sesuai
dengan tema.
-
Menimbulkan keinginan membaca.
- Kalimat
pendek dan mudah diingat.
- Orisinal.
Fungsi judul
pada sebuah karangan :
- Sebagai
gambaran dari isi karangan.
- Slogan
untuk minat membaca.
- Nama
sebuah karangan.
- Wujud dari
kreatifitas penulis.
Kerangka
Karangan
Sebelum
memulai menulis sebuah karangan, sebaiknya penulis membuat kerangka karangan
agar jalan cerita tidak menjadi melebar, simpang siur, kabur atau terputus di
tengah jalan, sehingga karangan tersebut tidak bisa mencapai finish.
Manfaat
kerangka karangan :
- Memudahkan
penyusunan karangan.
-
Menghindari pengulangan kata.
- Memudahkan
penempatan kata.
- Membantu
mengumpulkan bahan-bahan untuk karangan.
Bagian-bagian
dari kerangka karangan :
-
Pendahuluan
- Isi
- Penutup
Konjungsi
Konjungsi
adalah kata sambung atau kata penghubung. Konjungsi tidak dapat dihubungkan
dengan objek dari suatu kalimat. Konjungsi juga tidak dapat menerangkan sebuah
kata.
Konjungsi
terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. Konjungsi
Koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa (prinsip sebab
akibat) atau lebih dengan status yang sederajat.
Contoh :
Dan, atau, lalu, kemudian, tetapi, sedangkan, melainkan dan padahal.
Konjungsi
Koordinatif terbagi menjadi 5 jenis, yaitu :
- Konjungsi
Pertentangan
Contoh :
Tetapi, namun, akan tetapi, melainkan, sedangkan, padahal dan sebaliknya.
- Konjungsi
Pilihan
Contoh :
Atau, maupun, baik.....baik.... dan entah.....entah....
- Konjungsi
Tujuan
Contoh :
Untuk, supaya, agar dan guna.
- Konjungsi
Gabungan
Contoh :
Dan, serta, lagi pula dan lagi.
- Konjungsi
Waktu
Contoh :
Sebelumnya, setelahnya dan sesudahnya.
b. Konjungsi
Subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih dengan
status yang tidak sederajat.
Konjungsi subordinatif terbagi
menjadi 9 jenis, yaitu :
- Konjungsi Hubungan Waktu
Contoh : Sesudah, setelah, apabila,
sejak, bilamana, demi, sedari, waktu, sebelum, sementara, ketika, sehingga,
tatkala, sambil, seraya, selama dan sampai.
- Konjungsi Hubungan Syarat
Contoh : Jika, kalau, jikalau,
asalkan, manakala dan bila.
- Konjungsi Hubungan Pengandaian
Contoh : Andaikan, seandainya,
seumpamanya dan sekiranya.
- Konjungsi Hubungan Tujuan
Contoh : Agar, supaya dan biar.
- Konjungsi Hubungan Pemiripan
Contoh : Seakan-akan, seolah-olah,
seperti, sebagaimana, sebagai, bagaikan dan laksana.
- Konjungsi Hubungan Penyebaban
Contoh : Sebab, karena oleh karena,
- Konjungsi Hubungan Pengakibatan
Contoh : Sehingga, sampai-sampai,
sampai, maka, makanya dan karenanya.
- Konjungsi Hubungan Penjelasan
Contoh : Bahwa dan Bahwasanya.
- Konjungsi Hubungan Cara
Contoh : Dengan dan melalui.
Konjungsi
Antar Kalimat Dalam Paragraf
a. Konjungsi Yang Menyatakan
Penambahan Sesuatu Yang Telah Disebutkan
Contoh : Lalu, lebih lagi,
selanjutnya dan di samping itu.
b. Konjungsi Yang Menyatakan
Pertentangan
Contoh : Tetapi, namun, akan tetapi,
walaupun, demikian, kecuali itu dan sebaliknya.
c. Konjungsi Yang Menyatakan
Perbandingan
Contoh : Sama hal, seperti dan dalam
hal.
d. Konjungsi Yang Menyatakan Akibat
Contoh: Oleh sebab itu, sebab itu,
oleh karena itu, jadi, maka dan akibatnya
e. Konjungsi Yang Menyatakan Tujuan
Contoh : Untuk dan maksud itu.
f. Konjungsi Yang Menyatakan
Singkatan
Contoh : Singkatnya, pendeknya dan
umumnya.
g. Konjungsi Yang Menyatakan Tempat
Contoh : Di sini, di sana, dekat dan
di samping.
h. Konjungsi Yang Menyatakan Waktu
Contoh : Segera, beberapa saat dan
kemudian.
i. Konjungsi Yang Menyatakan
Kesediaan Melakukan Sesuatu Yang Bertentangan Dengan Yang Dinyatakan Sebelumnya
Contoh : Biarpun demikian/begitu,
meskipun demikian/begitu, sekalipun
demikian/begitu dan walaupun demikian/begitu.
j. Konjungsi Yang Menyatakan
Kelanjutan Peristiwa Yang Telah Diterangkan Sebelumnya
Contoh : Kemudian, selanjutnya,
setelah itu dan sesudah itu.
k. Konjungsi Yang Menyatakan
Kebalikan Dari Pernyataan Sebelumnya
Contoh : Sebaliknya.
l. Konjungsi Yang Menyatakan Suatu
Hal/Peristiwa Di Luar Dari Yang Telah Dinyatakan
Contoh : Tambahan pula, lagi pula
dan selain itu.
m. Konjungsi Yang Menyatakan Keadaan
Sebenarnya
Contoh : Sesungguhnya dan
bahwasanya.
n. Konjungsi Yang Menguatkan
Pernyataan Sebelumnya
Contoh : Bahkan, malah dan malahan.
o. Konjungsi Yang Menyatakan
Konsekuensi
Contoh : Dengan demikian.
p. Konjungsi Yang Menegaskan Suatu
Hal Yang Telah Disebutkan
Contoh : Bahkan, apalagi, yaitu,
misalnya, umpama, akhirnya, yakni dan ringkasnya.
Konjungsi
Antar Paragraf
Beberapa konjungsi yang digunakan
antar paragraf, yaitu :
- Oleh karena itu
- Akan hal
- Mengenai
- Bahwasanya
- Dalam hal itu

Komentar
Posting Komentar