Filosofi Kartu Joker


Hampir sebagian besar orang mengagumi sosok joker. Kartu joker pertama kali dicetak pada tahun 1860. Nama joker diambil dari kata joke dalam bahasa Inggris yang berarti lelucon.

Pada permainan kartu remi, kartu joker berperan sebagai pemain cadangan yang mana kartu ini tidak bisa digunakan sebagai pemain pembuka dan baru dapat digunakan jika telah disetujui oleh semua pemain. Akan tetapi, kartu joker merupakan kartu istimewa yang bernilai tinggi dalam permainan kartu remi.

Joker merupakan sosok yang sinis, sedih, lucu,  terkadang bodoh dan terkadang jenius. 

Berikut ini beberapa karakter joker yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari :

a. Joker seperti bunglon

Joker dapat berganti peran atau posisi untuk melaksanakan berbagai tugas. Oleh karena itu, joker terbilang cukup jenius dengan segala keahliannya. Namun, karakter joker tetap sama atau tidak labil. Kita pun bisa menjadi seperti joker jika mau belajar, berlatih dan mencoba berbagai peluang. Bahkan, kita bisa menjadi multitasking (mengerjakan lebih dari satu hal sekaligus).

b. Joker adalah pengkhianat

Joker akan membantu siapa saja yang dikehendakinya terutama yang berperan dominan dalam suatu situasi. Hal ini menggambarkan bahwa joker melihat derajat dan kasta terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan. Ia berteman dengan siapa saja yang membutuhkannya.

Jika ia bertemu dengan sosok yang dominan dalam suatu waktu, ia dengan senang hati membantunya. Jika ia bertemu kembali dengan sosok tersebut di lain waktu, tetapi kedudukannya tidak lagi dominan, ia akan meninggalkannya dan memilih untuk mencari yang lebih dominan. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai pengkhianat.

c. Joker bisa melakukan kudeta

Kudeta adalah tindakan pembalikan kekuasaan terhadap seseorang yang berwenang dengan cara brutal dan ilegal. Dalam permainan kartu remi, apabila keberadaan salah satu pejabat atau prajurit tersembunyi di tangan lawan, joker dapat masuk menggantikan posisi tersebut.

Dalam hal ini, dapat dinilai bahwa joker memiliki sifat yang rela berkorban sekalipun nyawanya terancam. Ia mau menggantikan posisi temannya yang sedang dalam kesulitan. Namun sayangnya, karena sifatnya ini terkadang ia dinilai bodoh.

d. Joker hidup sendiri

Joker tidak sudi untuk saling membantu dengan teman sesamanya (sesama joker). Mereka saling menjatuhkan satu sama lain. Terkadang ada empat joker yang harus dibagi rata, tetapi mereka tidak boleh tampil bersamaan sebab joker hanya pemain cadangan.

Sepertinya di dunia ini persaingan sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, ada mereka yang bersaing dengan cara kotor. Untuk menjadi pemenang, kita memang diharuskan berani bersaing dan tidak mudah pesimis.

Jika joker tak ada pun, tak ada yang menangisinya. Namun, ketika joker ada, semua memanfaatkannya. Sesungguhnya joker merasa kesepian, tetapi tak ada yang bisa menjadi temannya. Ia berusaha menutupi kesedihannya dibalik tawanya.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime