Eikosanoid (Jalur Siklooksigenase Dan Jalur Lipooksigenase)
Eikosanoid
adalah senyawa terbentuk dari asam arakidonat (AA) dan oksilipin atau oxylipin
(senyawa turunan dari produk oksidasi atau oksigenasi asam lemak) dengan
panjang 20 unit karbon.
Fungsi
eikosanoid, antara lain :
- Mendorong
atau menghambat peradangan setelah terjadi infeksi atau cedera, alergi, demam
dan respon imun lainnya. Respon peradangan normal yang berlebihan dapat terjadi
pada penderita yang memiliki reaksi alergi atau hipersensitivitas. Hipersensitivitas
adalah reaksi berlebihan karena terlalu sensitifnya respon imun yang dihasilkan
oleh sistem imun.
- Mengatur
kontraksi otot polos pada usus dan rahim.
- Mengatur
pertumbuhan sel.
- Mengatur
brokokonstriksi dan brokodilatasi. Brokokonstriksi adalah kondisi di mana
otot-otot polos pada bronkus (cabang batang tenggorokan yang terletak setelah
tenggorokan dan sebelum paru-paru) mengalami kontraksi. Kondisi ini biasanya
terjadi pada penderita asma, emfisema (kondisi kantong udara dalam paru-paru
yang hancur secara bertahap, sehingga nafas menjadi lebih pendek) dan penyakit
paru-paru lainnya.
Brokodilatasi
adalah kondisi pelebaran permukaan bronkus dan bronkiolus (cabang dari bronkus
yang mana pada bagian ujungnya terdapat gelembung-gelembung kecil yang disebut
alveolus) pada paru-paru, sehingga kapasitas penyerapan oksigen pada paru-paru
meningkat.
- Meningkatkan
sekresi air dan natrium oleh ginjal.
- Mengendalikan
tekanan darah.
- Berperan
sebagai konstriktor (penyempitan) pembuluh darah dan dilator (pelebaran)
pembuluh darah.
- Memodulasi
aliran regional darah ke dalam jaringan.
- Membantu
mengenali atau menafsirkan informasi terhadap rasa nyeri.
Eikosanoid
terdiri atas prostaglandin (PG), tromboksan (TX), leukotrien (LT) dan lipoksin
(LX).
Pembentukan
senyawa eikosanoid dapat melalui dua jalur, yaitu :
a. Jalur
Siklooksigenase
Jalur
siklooksigenase adalah pembentukan senyawa eikosanoid dengan bantuan enzim
siklooksigenase (COX). Enzim siklooksigenase disebut juga prostaglandin
endoperoksida sintase (PTGS).
Produk yang
dihasilkan dari jalur sikloosigenase yang mana berupa endoperoksida (PGH) akan
dikonversi menjadi prostaglandin D, prostaglandin E, prostaglandin F,
tromboksan A2 dan prostaksiklin (PGI2).
Prostaglandin
adalah asam lemak yang terdiri atas 20 unit karbon dengan satu cincin berantai
lima. Prostaglandin berperan dalam proses reproduksi, penyembuhan luka,
melindungi saluran gastrointestinal (saluran pencernaan yang meliputi mulut,
esofagus, lambung, usus halus, usus besar dan anus), menurunkan tekanan darah
dengan cara mengendurkan otot-otot dinding pembuluh darah, mencegah pengaruh
asam pada mukosa dan ketahanan tubuh dari zat kimia, mekanik, fisiologis dan
rangsangan patologi (diagnosis penyakit).
Prostaglandin
hanya diproduksi oleh tubuh pada kondisi tertentu, yaitu saat jaringan dalam
tubuh terluka atau sakit. Prostaglandin dibentuk dari asam arakidonat. Obat
penghilang rasa sakit, seperti aspirin dapat menghambat proses pembentukan
prostaglandin.
Interaksi
prostaglandin dengan selaput sel darah merah dapat menyebabkan penyakit
keturunan yang ditandai dengan sel darah merah yang berbentuk sabit dan kaku,
serta penderitanya akan mengalami anemia hemolitik kronik. Anemia hemolitik
adalah kondisi hancurnya sel darah merah lebih cepat daripada proses
pembentukannya.
Prostaglandin E
dan prostaglandin F bekerja di dalam rahim wanita untuk merangsang kontraksi
selama proses kelahiran. Prostaglandin F2α berfungsi sebagai luteolytic (menyebabkan pembentukan corpus luteum,
hingga mengalami regresi), merangsang pembentukan sel sperma dan membantu sekresi
hormon testosteron.
Asam arakidonat
dapat menjadi prostaglandin G2 (PGG2) dengan bantuan enzim siklooksigenase.
Prostaglandin G2 akan menjadi prostaglandin H2 (PGH2) dengan bantuan enzim
peroksidase.
Prostaglandin
H2 merupakan intermediet (molekul yang memiliki waktu paruh sangat pendek dalam
reaksi kimiawi) yang akan diubah menjadi senyawa prostanoid dengan bantuan
enzim yang sesuai.
Reseptor (target) dari prostanoid merupakan tipe GPCR (G-protein coupled reseptors) melalui jalur adenil siklase (AC) dan fosfolipase C (PLC).
Adapun lima kelas utama dari reseptor prostanoid, antara lain :
a. Reseptor DP untuk senyawa prostanoid PGD2.
b. Reseptor EP untuk senyaw prostanoid PGE2.
c. Reseptor FP untuk senyawa prostanoid PGF2α.
d. Reseptor IP untuk senyawa prostanoid PGI2.
e. Reseptor TP untuk senyawa prostanoid TXA2.
Reseptor (target) dari prostanoid merupakan tipe GPCR (G-protein coupled reseptors) melalui jalur adenil siklase (AC) dan fosfolipase C (PLC).
Adapun lima kelas utama dari reseptor prostanoid, antara lain :
a. Reseptor DP untuk senyawa prostanoid PGD2.
b. Reseptor EP untuk senyaw prostanoid PGE2.
c. Reseptor FP untuk senyawa prostanoid PGF2α.
d. Reseptor IP untuk senyawa prostanoid PGI2.
e. Reseptor TP untuk senyawa prostanoid TXA2.
Berbagai reaksi
yang terjadi pada prostaglandin H2, yaitu :
- Prostaglandin
H2 akan menjadi prostaglandin D2 (PGD2) dengan bantuan enzim PGD sintase.
- Prostaglandin
H2 akan menjadi prostaglandin E2 (PGE2) dengan bantuan enzim PGE sintase.
Prostaglandin E2 dapat menjadi prostaglandin F2α (PGF2α) dengan bantuan enzim PGE 9 – keto reduktase.
Prostaglandin F2α memberi efek
peningkatan enzim metaloproteinase matriks-1 (MMP-1) dan enzim metaloproteinase
matriks-3 (MMP-3).
- Prostaglandin
H2 akan menjadi prostaglandin I2 (PGI2) dengan bantuan enzim PGI sintase.
- Prostaglandin
H2 akan menjadi prostaglandin D2 (PGD2) dengan bantuan enzim PGD sintase.
- Prostaglandin
H2 akan menjadi tromboksan A2 (TXA2) dengan bantuan enzim TXA sintase.
Tromboksan A2 disebut juga prostaglandin A2 (PGA2).
Angka 2 dari
nama senyawa turunan prostaglandin sesuai dengan jenis prekusor pembentuknya.
Prostaglandin, tromboksan dan prostasiklin bersama-sama membentuk prostanoid yang termasuk turunan dari asam lemak atau subkelas dari eikosanoid.
Tromboksan
adalah prostaglandin yang berperan dalam penyempitan pembuluh darah dan
pembekuan darah. Karena prostaglandin dihapus secara cepat dari dalam tubuh,
maka proses pembekuan darah dilengkapi dengan PF1 yang merupakan jenis lain
dari asam lemak.
Prostasiklin
adalah prostaglandin yang berperan sebagai vasodilator. Vasodilator adalah obat
yang digunakan untuk melebarkan pembuluh darah agar aliran darah dapat mengalir
dengan lebih lancar, sehingga jantung dapat bekerja dengan baik dalam memompa
darah.
Vasodilatasi
prostaglandin di dalam ginjal menyebabkan peningkatan aliran darah ke ginjal
dan meningkatkan ekskresi garam dalam urine.
Dari jalur
siklooksigenase dihasilkan senyawa prostanoid. Senyawa prostanoid memerlukan
oksigen yang dikatalisis oleh enzim prostaglandin H sintase (PGHS). Enzim PGHS
memiliki dua benuk isoenzim, yaitu PGHS-1 dan PGHS-1. Enzim PGHS disebut juga
enzim siklooksigenase (COX).
Enzim PGHS
memiliki dua sisi aktif, yaitu :
- Sebuah heme
(gugus prostetik yang terdiri dari atom besi di tengah-tengah cincin organik heterosiklik
yang disebut porfirin) dengan aktivitas peroksidase yang berperan dalam proses
reduksi PGG2 dan PGH2.
- Sisi dengan
aktivitas siklooksigenase di mana asam arakhidonat dikonversi menjadi
hidroperoksida endoperoksida prostaglandin G2 (PGG2).
Berikut ini tiga
tipe dari enzim siklooksigenase :
- Enzim COX-1
Enzim COX-1
selalu tersedia dalam tubuh dan berperan dalam mengatur berbagai jenis
karsinoma (jenis tumor atau kanker yang tumbuh dari sel di lapisan permukaan
pentup atau membran pembatas dari suatu organ) dan tumorigenesis (pembentukan
tumor).
- Enzim COX-2
Enzim COX-2
dibentuk melalui proses induksi. Enzim COX-2 berperan dalam kerja ginjal dan
susunan saraf pusat. Transkripsi gen COX-2 dapat distimulasi oleh faktor
pertumbuhan, sitokin dan endotoksin.
Sitokin adalah
protein kecil yang berperan dalam pensinyalan sel sebagai mediator dan pengatur
immunitas, inflamasi (peradangan) dan hematopoiesis (proses pembuatan sel
darah).
Endotoksin
adalah toksin dari bagian integral suatu dinding sel bakteri Gram negatif (bakteri
yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet saat proses pewarnaan Gram,
sehingga menjadi berwarna merah).
- Enzim COX-3
Enzim COX-3
adalah penghubung yang berbeda dari COX-1 yang dapat menahan pergeseran rangka
yang disebut COX-1b atau COX-1 varian (COX-1v).
Enzim COX-1 dan
enzim COX-2 dapat mengoksidasi asam lemak esensial, seperti DGLA (Asam
dihomo-gamma-linolenat) dan EPA (Asam eikosapentanoat), hingga menghasilkan
senyawa prostanoid seri 1 dan prostanoid seri 3 yang memiliki daya inflamasi
lebih rendah daripada prostanoid seri 2.
DGLA dan EPA
merupakan inhibitor (penghambat) kompetitif dari asam arakidonat pada jalur
siklooksigenase.
Asam
eikosapentanoat merupakan salah satu asam lemak omega 3 esensial.
Anti inflamasi
non steroid (AINS) merupakan inhibitor COX yang utama. AINS akan menginhibisi
semua tipe COX, sehingga menimbulkan efek samping berupa ulkus peptikum dan
dispepsia.
Ulkus peptikum
adalah luka pada lapisan mukosa duodenum (bagian atas dari usus kecil) ataupun
lambung. Dispepsia adalah gejala nyeri, rasa tidak nyaman pada perut bagian
atas yang disertai dengan gejala lain, seperti rasa penuh saat makan, cepat
kenyang, bersendawa, nafsu makan menurun, mual, muntah dan dada terasa panas.
AINS juga dapat
mengiritasi lambung karena bersifat asam, serta dapat menghambat sintesis
prostaglandin oleh COX-1. Sedangkan terhadap COX-2, AINS lebih bersifat
selektif, sehingga dapat mengurangi efek samping berupa ulkus peptikum. Namun,
selektifitas terhadap COX-2 beresiko terhadap gagal ginjal, serangan jantung
dan stroke karena peningkatan kadar tromboksan.
Celecoxib dan rofecoxib
(VIOXX) merupakan obat anti inflamasi non steroid dan inhibitor COX-2, sehingga
produksi prostaglandin terhambat. Rofecoxib juga memiliki efek analgetik (obat
pereda rasa nyeri) dan antipiretik (obat penurun panas, menekan gejala
kedinginan, nyeri kepala, mialgia (nyeri otot) dan lain-lain). Celecoxib dapat
mengatas gejala nyeri pada persendian atau pada saat menstruasi.
b. Jalur
Lipooksigenase
Jalur
lipooksigenase adalah pembentukan senyawa eikosanoid dengan bantuan enzim
lipooksigenase (LOX). Jalur lipooksigenase menghasilkan lipoksin dan leukotrien
melalui kombinasi lebih dari satu enzim lipooksigenase dengan menyisipkan lebih
banyak atom oksigen ke dalam molekul.
Lipoksin adalah
kelompok senyawa tetraena terkonjugasi yang muncul di dalam leukosit.
Leukotrien adalah kelompok senyawa triena terkonjugasi yang terbentuk dari asam
eikosanoat di dalam leukosit (sel darah putih), sel mastositoma (tumor sel
masta), trombosit dan sel makrofag.
Keterangan :
- Trombosit
adalah sel darah yang berperan dalam pembekuan darah atau menghentikan
pendarahan.
- Sel
mastositoma adalah tumor sel berbentuk bulat dan terdiri dari sel mast (sel
yang mengandung granula yang kaya akan histamin dan heparin) atau penumpukan
nodul sel mast yang menyerupai tumor.
- Histamin
adalah senyawa amina yang diproduksi oleh sel-sel yang mengalami reaksi alergi
atau infeksi. Histamin juga berperan sebagai neurotransmitter.
- Heparin
adalah obat antikoagulan (pengencer darah) yang berfungsi mencegah penggumpalan
darah.
- Sel makrofag
adalah sel yang terbentuk dari monosit (salah satu jenis sel darah putih yang
berperan dalam sistem kekebalan tubuh). Sel makrofag bersifat fagosit.
Komentar
Posting Komentar