Tujuh Ciri Orang Bermental Kuat
Mental atau mentalitas adalah
cara berpikir seseorang dalam belajar dan merespon suatu hal. Mental disebut
juga pikiran.
Di likungan sekitar kita,
pasti terdapat seseorang yang bermental kuat dan seseorang yang bermental
lemah. Adapun ciri-ciri orang bermental kuat, antara lain :
1. Tidak mengasihani diri
sendiri.
Secara tidak langsung
seseorang yang mengasihani diri sendiri telah mengakui kelemahan atau ketidakmampuannya.
Biasanya ia takut untuk keluar dari zona nyaman atau tidak berani mengambil
resiko atau tidak berani mengambil keputusan. Ia khawatir akan terluka atau mengalami
kegagalan, padahal ia belum pernah mencoba melakukannya.
Seseorang yang mengasihani
diri sendiri biasanya terlalu banyak pertimbangan. Ia pikir ia telah mengambil
keputusan yang tepat untuk mundur karena ia cukup mengenal kekurangan diri
mereka sendiri. Padahal tidak ada seorang pun yang tahu akan nasibnya.
Seseorang yang mengasihani
diri sendiri sama halnya dengan meminta belas kasihan orang lain untuk bisa
memaklumi, mengerti dan memberikan bantuan kepadanya.
2. Tidak membiarkan orang
lain mengontrol dirinya.
Sebenarnya tidak ada
seseorang yang suka dikendalikan oleh orang lain. Tetapi, seseorang bermental
lemah biasanya lebih mudah dipengaruhi atau dikendalikan. Apalagi jika pendapat
yang didengarnya berasal dari seseorang yang telah berpengalaman.
Padahal nasib setiap orang
berbeda-beda. Jika ada seseorang yang mengaku gagal ketika mengambil jalan A
dan orang tersebut menasehati seseorang bermental lemah untuk tidak mengikuti
jejaknya, maka seseorang bermental lemah itu dengan mudahnya memutuskan untuk
juga tidak mengambil jalan tersebut.
3. Selalu berkata siap setiap
menemui tantangan.
Seseorang bermental lemah
biasanya tidak berani untuk memulai suatu yang baru terutama jika hal tersebut
tidak disukainya. Untuk melakukan suatu hal memang kita perlu merasa senang
dengan hal tersebut agar kita ikhlas dan mau bersusah payah mengerjakannya.
Tetapi, jika kita dihadapkan
dengan tantangan yang diberikan oleh orang lain, seperti tantangan pekerjaan
untuk kenaikan jabatan, tidaklah baik jika kita menolaknya terlebih dahulu. Hal
itu sama saja kita menolak rezeki. Mereka yang dengan mudah memilih untuk
mundur sebelum mencoba merupakan orang-orang bermental lemah.
4. Tidak berusaha
menyenangkan setiap orang.
Maksud dari tidak berusaha menyenangkan
setiap orang sebagai tanda seseorang bermental kuat adalah berani mengatakan tidak untuk hal buruk yang dianjurkan oleh orang lain. Biasanya seseorang bermental lemah akan merasa tidak enak hati untuk menolak permintaan orang lain, hingga akhirnya membebani atau menjatuhkan diri sendiri.
5. Tidak pernah menyesali
masa lalu.
Yang lalu biarlah berlalu. Agar tak ada kata menyesal, maka sebaiknya berpikir lebih masak sebelum bertindak. Namun, jika semua terlanjur terjadi, seseorang bermental kuat tidak akan pernah menyesali masa lalunya yang kurang menyenangkan karena mengingat-ingat masa lalu hanya menghambat langkah kita untuk maju.
Padahal keadaannya bisa saja berubah. Jika memang dulu, kita belum ditakdirkan untuk maju atau berhasil, bukan berarti selamanya keadaannya akan sama. Apalagi kita pasti telah belajar dari kesalahan atau pengalaman
Yang lalu biarlah berlalu. Agar tak ada kata menyesal, maka sebaiknya berpikir lebih masak sebelum bertindak. Namun, jika semua terlanjur terjadi, seseorang bermental kuat tidak akan pernah menyesali masa lalunya yang kurang menyenangkan karena mengingat-ingat masa lalu hanya menghambat langkah kita untuk maju.
Padahal keadaannya bisa saja berubah. Jika memang dulu, kita belum ditakdirkan untuk maju atau berhasil, bukan berarti selamanya keadaannya akan sama. Apalagi kita pasti telah belajar dari kesalahan atau pengalaman
6. Tidak melakukan kesalahan
yang sama.
Adakah seseorang yang mau jatuh ke lubang yang sama?. Seseorang bermental kuat tidak akan mau melakukan kesalahan yang sama. Jika kita melakukan kesalahan yang sama, bukan orang lain saja yang merasa jenuh, kesal dan kecewa, tetapi diri sendiri tentu merasakannya. Namun, diri sendiri memilih untuk berpura-pura tegar.
Setiap kita melakukan kesalahan yang sama berarti kita harus mengulang kembali menata apa yang sebelumnya sudah kita perbaiki. Seseorang yang sering melakukan kesalahan yang sama cenderung memiliki sifat keras kepala. Sifat keras kepala tidak sama dengan bermental kuat.
Biasanya seseorang bermental lemah sengaja untuk melakukan kesalahan yang sama ketika dirinya dihadapkan dengan situasi yang pernah terjadi di masa lalunya. Ia tidak berani untuk mencoba hal baru dalam hidupnya.
Adakah seseorang yang mau jatuh ke lubang yang sama?. Seseorang bermental kuat tidak akan mau melakukan kesalahan yang sama. Jika kita melakukan kesalahan yang sama, bukan orang lain saja yang merasa jenuh, kesal dan kecewa, tetapi diri sendiri tentu merasakannya. Namun, diri sendiri memilih untuk berpura-pura tegar.
Setiap kita melakukan kesalahan yang sama berarti kita harus mengulang kembali menata apa yang sebelumnya sudah kita perbaiki. Seseorang yang sering melakukan kesalahan yang sama cenderung memiliki sifat keras kepala. Sifat keras kepala tidak sama dengan bermental kuat.
Biasanya seseorang bermental lemah sengaja untuk melakukan kesalahan yang sama ketika dirinya dihadapkan dengan situasi yang pernah terjadi di masa lalunya. Ia tidak berani untuk mencoba hal baru dalam hidupnya.
7. Tidak mengharapkan hasil
yang instan.
Segala sesuatu yang ada di dunia ini butuh proses. Seseorang bermental lemah cenderung malas melalui berbagai tahapan untuk maju. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kekhawatiran dalam diri mereka terutama khawatir dengan kegagalan yang akan diterimanya.
Seseorang yang terbiasa mendapatkan sesuatunya secara instan cenderung akan terus melakukannya. Terutama jika mereka tak kunjung menemukan kesulitan atau mendapatkan musibah, kerugian atau dampak buruk dari apa yang mereka lakukan.
Segala sesuatu yang ada di dunia ini butuh proses. Seseorang bermental lemah cenderung malas melalui berbagai tahapan untuk maju. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kekhawatiran dalam diri mereka terutama khawatir dengan kegagalan yang akan diterimanya.
Seseorang yang terbiasa mendapatkan sesuatunya secara instan cenderung akan terus melakukannya. Terutama jika mereka tak kunjung menemukan kesulitan atau mendapatkan musibah, kerugian atau dampak buruk dari apa yang mereka lakukan.
Komentar
Posting Komentar