Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian adalah jam tubuh yang mengatur kapan seseorang harus tidur dan bangun. Jam tubuh pada setiap orang berbeda-beda dan dapat berubah tergantung dengan aktivitas fifsik, mental dan perilaku selama 24 jam.

Perubahan zona waktu, jadwal kerja yang tak menentu, gaya hidup dan masalah pencahayaan alami juga dapat menyebabkan jam tubuh menjadi kacau.

Berikut ini ritme sirkadian yang biasa terjadi pada diri seseorang :

a. Jam 00.00 – 02.59

Selama jam ini, hormon melatoni diproduksi lebih banyak dan akan mengirimkan sinyal ke otak agar seseorang merasa lelah dan mengantuk. Mulai dari jam 01.00 – 03.00, tubuh mulai melakukan pembersihan paru-paru.

Selain itu, pada jam ini, otak akan membersihkan diri dari racun dan sisa-sisa zat yang tertimbun akibat berpikir keras selama sehari penuh. Seluruh informasi yang diterima selama hari itu akan disimpan dalam memori jangka pendek dan jangka panjang.

Mengenai memori jangka pendek dan jangka panjang terdapat dalam artikel Fakta Seputar Otak Manusia (Struktur, Vaskularisasi, Daya Ingat, Keseimbangan Otak)

b. Jam 03.00 – 05.59

Selama jam ini, suhu tubuh mencapai titik terendah. Energi dalam tubuh akan beralih fungsi dari menghangatkan tubuh menjadi digunakan untuk aktivitas lain, seperti memperbaiki kulit atau melawan infeksi. Hormon melatonin akan terus diproduksi, tetapi jumlahnya akan berkurang ketika menjelang pagi hari.

c. Jam 06.00 – 08.59

Pada jam ini, pembuluh darah menjadi kaku dan padat, sehingga darah menjadi lebih kental dan lengket. Tekanan darah mencapai tingkat tertinggi. Pada jam ini produksi hormon melatonin akan berhenti.

Mulai dari jam 05.00 – 07.00, usus besar melakukan proses pembersihan, sehingga kita berkeinginan untuk buang air besar. Mulai dari jam 07.00 – 09.00, terjadi proses penyerapan nutrisi oleh usus halus. Oleh karena itu, para pakar kesehatan menyarankan agar kita melakukan sarapan pagi sebelum jam 09.00.

d. Jam 09.00 – 11.59

Pada jam ini, tubuh memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon kortisol berfungsi untuk merespon stress, memengaruhi metabolisme glukosa, menekan sistem kekebalan tubuh, membantu proses metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, mengurangi pembentukan tulang dan merangsang proses pematangan paru-paru pada janin. Selain itu, memori jangka pendek akan bekerja lebih baik.

e. Jam 12.00 – 14.59

Pada jam ini, energi tubuh digunakan untuk proses pencernaan makanan, sehingga tubuh sering merasa mengantuk dan tingkat kewaspadaan pada jam ini menurun. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika bekerja sekitar jam ini.

f. Jam 15.00 – 17.59

Pada jam ini, suhu tubuh meningkat. Paru-paru dan jantung akan bekerja lebih maksimal. Otot-otot berada dalam kondisi 6 % lebih kuat. Oleh karena itu, berolah raga pada sore hari dapat membuat tubuh terasa lebih bugar.

g. Jam 18.00 – 20.59

Pada jam ini, kerja sistem pencernaan mulai berkurang. Hati bekerja secara maksimal untuk memproduksi protein yang diperlukan untuk proses pembersihan darah dari berbagai zat beracun.

h. Jam 21.00 – 23.59

Otak mulai memproduksi hormon melatonin. Tetapi, jika seseorang sering begadang dan bangun lebih siang, hormon melatonin akan diproduksi pada larut malam.

Jika seseorang tidak mematuhi ritme sirkadian dalam dirinya, proses-proses tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan teratur. Terganggunya jam tubuh dapat menyebabkan insomnia, obesitas karena terganggunya sistem metabolisme tubuh, diabetes tipe 2 (kencing manis), depresi, bipolar disorder dan gangguan pada sistem imun.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime