Proses Terjadinya Salju
Proses terbentuknya salju
memerlukan kelembapan dan udara yang dingin. Setiap struktur kristal salju yang
terbentuk berbeda satu sama lain. Salju dapat terbentuk ketika suhu atmosfer
udara berada di bawah 0o C (titik beku) atau 32o
Fahrenheit. Jika suhu atmosfer udara berada di atas 0oC atau 32oF, salju akan menyublim atau berubah menjadi uap air atau meleleh.
Lelehan salju dapat menurunkan suhu udara di sekitarnya.
Semakin dekat suatu daerah
dengan permukaan air laut, semakin besar tekanan atmosfernya. Semakin tinggi
suatu daerah dari permukaan air laut, semakin rendah tekanan atmosfernya.
Salju tidak akan terbentuk
jika suhu tanah di atas 5o C atau 41o F. Hujan salju yang
deras akan terjadi jika suhu udara di sekitar tanah mencapai 9o C
atau 15o F atau suhu yang lebih hangat lagi. Hal ini disebabkan
karena udara yang hangat mengandung lebih banyak uap air.
Salju tidak akan terbentuk
pada daerah yang kurang kelembapannya walaupun memiliki suhu udara yang dingin,
seperti di daerah Lembah Kering Antartika yang sering terjadi angin yang sangat
kuat, hingga mengurangi kelembapan pada daerah tersebut.
Salju tidak mungkin terjadi
di daerah beriklim tropis, kecuali di daerah dengan ketinggian di atas 4.500 m
di atas permukaan air laut. Semakin tinggi suatu tempat, semakin dekat dengan
lapisan awan-awan bersuhu rendah dan mengandung banyak kristal es.
Salah satu daerah di
Indonesia yang pernah mengalami salju pada tahun 1623 adalah puncak Jayawijaya
yang memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut. Namun,
pemanasan global menyebabkan penyusutan gletser di puncak Jayawijaya, hingga
diperkirakan pada tahun 2020, saljut tidak akan ada lagi di puncak Jayawijaya.
Awan yang berperan dalam
proses turunnya salju adalah awan nimbostratus. Salju tidak akan turun pada
daerah dataran yang sangat tinggi sekalipun jika daerah tersebut tidak terdapat
awa nimbostratus atau hanya diselimuti awan cumulonimbus. Awan cumulonimbus
hanya berperan dalam proses turunnya hujan es. Umumnya, awan cumulonimbus
berada di daerah beriklim tropis.
Berikut ini proses terjadinya
salju :
1. Uap air yang berasal dari
air laut, danau, sungai dan lain-lain akan menggumpal membentuk awan setelah mengalami
kondensasi.
2. Gumpalan uap air (awan)
bergerak dengan bantuan angin dan saling bertumbukan, hingga ukurannya
bertambah besar dan massanya semakin berat.
3. Ketika udara tidak mampu lagi menahannya,
gumpalan-gumpalan uap air tersebut akan terjatuh. Jika udara di bawah gumpalan
uap air (awan) cukup dingin, gumpalan-gumpalan tersebut akan jatuh dalam bentuk
kristal es atau salju.
Suhu udara di bawah awan
adalah di bawah 0o C. Saat partikel-partikel air murni bersentuhan
dengan udara, partikel-partikel tersebut menjadi tercemar. Partikel-partikel pencemar
yang terlibat dalam proses pencemaran partikel-partikel air murni ini disebut
nukleator.
Nukleator berfungsi
mempercepat proses pembekuan air murni menjadi kristal-kristal es dan
merekatkan antar uap air. Partikel air yang telah tercemar terus bergabung
dengan partikel air lainnya untuk membentuk kristal yang lebih besar.
Komentar
Posting Komentar