Ciri-Ciri Kepribadian Sehat Menurut Para Ahli
Tidak hanya kondisi fisik
yang butuh dijaga kesehatannya, tetapi kondisi rohani juga.
Berikut ini ciri-ciri
seseorang berkepribadian sehat menurut para ahli :
a. Mampu menilai kelebihannya
maupun kekurangannya. Ia akan menjaga agar kualitas dirinya (kelebihannya)
tidak menurun dan akan mencoba menutupi kekurangannya melalui cara yang positif.
b. Mampu menghadapi dan
menerima kondisi di kehidupannya walaupun tidak berjalan sesuai keinginannya
atau berjalan dengan sempurna. Segala halangan dan ujian mampu dihadapinya
dengan ikhlas atau tanpa keluhan. Karena ia sadar bahwa mengeluh tidak dapat
memperbaiki keadaan. Mengeluh hanya dapat memperkeruh keadaan karena hati
merasa tidak tenang. Jika hati tidak tenang, maka untuk berpikir jernih pun
menjadi sulit.
c. Menerima dan menjalankan tanggung
jawab tanpa rasa pesimis. Biasanya, suatu tanggung jawab berhubungan dengan janji
yang pernah terucap atau kesalahan yang telah diperbuat. Adapun alasan mengapa
seseorang berjanji adalah karena ingin membahagiakan orang sekitarnya. Hal itu mungkin
dipengaruhi oleh faktor dari luar (permintaan seseorang) maupun dalam diri.
d. Memiliki rasa optimis
untuk dapat mengatasi masalah-masalah di kehidupannya. Masalah akan selalu
menghampiri setiap manusia. Ada yang dihadapkan dengan masalah yang kecil dan
ada pula yang dihadapkan dengan masalah yang besar. Hal itu sesuai dengan
kemampuan pribadi masing-masing. Terkadang kita merasa masalah yang dihadapi
terlalu berat atau di luar kemampuan kita, padahal hal itu hanya karena kita
kurang bersabar dan berdoa.
e. Memiliki rasa empati
tehadap orang lain. Empati adalah kondisi mental ketika seseorang merasa atau
mengidentifikasikan dirinya dalam perasaan atau pikiran yang sama dengan orang
lain. Berempati bukan berarti selalu meniru apa yang dilakukan orang lain
walaupun tidak ada salahnya meniru selama hal yang ditiru merupakan hal yang
positif.
Dan berempati bukanlah menghilangkan jati diri untuk menjadi orang lain karena setiap pribadi memiliki sisi positif sendiri yang perlu dipertahankan.
Dan berempati bukanlah menghilangkan jati diri untuk menjadi orang lain karena setiap pribadi memiliki sisi positif sendiri yang perlu dipertahankan.
Lebih tepatnya berempati
adalah berusaha untuk masuk ke dalam perasaan atau pikiran seseorang agar dapat
merasakan kegundahan, kesulitan maupun kesedihan orang tersebut, sehingga dapat
memberikan bantuan semampunya dan menghibur orang tersebut.
f. Fleksibel dalam berpikir.
Maksud dari fleksibel di sini adalah bisa menyesuaikan segala bentuk pemikiran.
Setiap karakter yang berbeda, pasti berbeda cara pemikirannya, misalnya cara
berpikir si pemberani pasti berbeda dengan cara berpikir si penakut.
g. Bereaksi secara rasional
(tidak menyombongkan) terhadap pencapaian dan prestasi yang diperolehnya.
h. Memiliki kemandirian dalam
berpikir dan mengambil keputusan. Setiap dihadapkan dengan pilihan atau masalah
tidak akan bergantung pada orang lain. Ia akan berusaha mencari sendiri solusinya
terlebih dahulu.
I. Memiliki kemampuan
mengontrol emosi.
j. Berorientasi pada tujuan
dengan merumuskan tujuan secara realistis berdasarkan pertimbangan yang matang,
rasional dan tanpa paksaan dari luar. Setiap memiliki tujuan, ia menyikapinya
dengan tidak berlebihan atau melampaui batas kemampuan. Jika ia menyusun
tujuannya berdasarkan paksaan dari luar yang mana orang lain tersebut belum
mengenal betul batas kemampuannya, maka ia bisa saja mengalami kesulitan untuk
mencapai tujuan tersebut.
k. Bersedia berpartisipasi
dalam kegiatan sosial untuk menjalin tali persaudaraan yang kuat.
l. Memiliki pedoman hidup. Pedoman
hidup merupakan hal penting yang harus dimiliki seseorang agar hidupnya lebih
terarah.
Komentar
Posting Komentar