Penyebab Dinginnya Udara Di Dataran Tinggi
Atmosfer atau udara yang melingkupi
permukaan bumi memiliki ketinggian sekitar 560 km.
Sifat-sifat udara, antara lain :
- Berbentuk gas.
- Memiliki massa (berat).
- Memiliki tekanan. Udara di
dataran tinggi memiliki tekanan lebih kecil daripada udara di dataran rendah. Udara
panas memiliki tekanan lebih rendah daripada udara dingin. Udara bergerak
memiliki tekanan lebih rendah daripada udara diam.
- Dapat memuai jika dipanaskan.
- Dapat menyusut jika didinginkan.
- Bersifat fleksibel dan menempati
ruang. Bentuk udara berubah-ubah sesuai dengan wadahnya atau ruang yang
ditempatinya.
- Setiap lapisan udara saling
tumpang-tindih karena pengaruh gravitasi bumi. Hal ini menyebabkan semakin
rendah letak lapisan udara, semakin mampat atau besar kerapatan udaranya. Jika
udara memampat, maka tekanannya akan membesar. Semakin mampat udara, semakin
banyak jumlah partikel udara per satuan volume.
Matahari merupakan sumber energi.
Masing – masing partikel udara menerima energi cahaya matahari yang sama
banyaknya. Semakin banyak partikel udara, semakin banyak energi matahari yang
terserap. Energi-energi matahari yang terserap akan berubah menjadi kalor
(panas).
Jumlah partikel udara di dataran
rendah lebih banyak daripada jumlah partikel udara di dataran tinggi. Maka, udara
di dataran rendah lebih panas daripada di dataran tinggi karena jumlah partikel
udara yang lebih banyak, sehingga banyak energi matahari yang terserap yang
kemudian berubah menjadi kalor. Sedangkan di dataran tinggi udaranya lebih
terasa dingin karena jumlah partikel udaranya lebih sedikit, maka energi
matahari yang terserap hanya sedikit.
Komentar
Posting Komentar