Proses Terjadinya Angin


Angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan atau bersuhu tinggi ke daerah bertekanan atau bersuhu rendah. Perbedaan tekanan udara menyebabkan terjadinya pergerakan udara. Oleh karena itu, wilayah bertekanan lebih rendah memiliki lebih banyak angin.

Berikut ini proses terjadinya angin :

1. Di setiap wilayah atau beberapa wilayah pasti terjadi perbedaan radiasi atau penyinaran cahaya matahari. Semakin wilayah mendapatkan lebih banyak cahaya matahari, semakin terjadi pengembangan atau pemuaian udara.

2. Udara yang memuai atau mengembang akan menjadi lebih ringan dan tekanan udara akan menurun atau lebih rendah. Udara yang menyusut akan menjadi lebih berat dan akan turun ke tanah karena tekanan udara di sekitarnya lebih tinggi.

3. Udara dengan sedikit cahaya matahari disebut udara dingin. Di atas tanah, udara dingin yang bergerak dari wilayah bertekanan udara lebih tinggi ke wilayah bertekanan udara lebih rendah akan menjadi panas dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin disebut konveksi.

Semakin sedikit suatu wilayah mendapat cahaya matahari, semakin sedikit angin yang terjadi di wilayah tersebut. Semakin banyak suatu wilayah mendapat cahaya matahari, semakin banyak angin yang terjadi di wilayah tersebut.

Faktor-faktor yang memengaruhi kecepatan angin, antara lain :

a. Gradien Barometik

Gradien barometik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua garis isobar tiap 111 km. Semakin besar gradien barometik, semakin cepat tiupan anginnya.

b. Garis Khatulistiwa (Garis Ekuator)

Garis khatulistiwa adalah garis imajnasi yang membagi bumi menjadi dua kutub (kutub selatan dan kutub utara) secara paralel terhadap poros rotasi bumi. Semakin dekat suatu wilayah dengan garis khatulistiwa, semakin cepat tiupan anginnya.

c. Gaya Gesekan Atau Ketinggian Wilayah

Gaya gesekan menghambat pergerakan udara. Pada dataran tinggi, gaya gesekan yang ditimbulkan lebih kecil, sehingga semakin tinggi suatu wilayah, semakin cepat tiupan anginnya.

d. Waktu

Angin bergerak lebih cepat pada siang hari.

Adapun alat-alat yang digunakan untuk mengukur angin, antara lain :

- Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin.
- Windvane adalah alat yang digunakan untuk mengetahui arah angin.
- Windsock adalah alat yang digunakan untuk mengetahui arah angin dan kecepatan angin.

Artikel Terkait :

Komentar

Posting Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime