Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Pepatah mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa. Benarkah dari tatapan seseorang bisa diketahui kepribadiannya?. 

Menurut situs psikologihore.com, jika kita menatap seseorang selama 10 menit kita akan menjadi lupa daratan dan waktu berjalan menjadi lebih lambat.

Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di tempat dengan cahaya remang-remang. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa seseorang yang ditatap matanya dalam waktu lama, wajahnya berubah menghilang.

Berikut ini 7 jenis tatapan mata seseorang :

1. Tatapan Tajam

Seseorang yang memiliki mata tajam sering dijuluki si Mata Elang. Kenapa begitu ya?. Padahal masih banyak lagi hewan-hewan yang memiliki mata yang tajam terutama hewan-hewan nokturnal (beraktifitas pada malam hari). 

Kenapa tidak disebut si Mata Kelelawar?. Atau si Mata Burung Hantu?. Mungkin kerena elang merupakan hewan yang cukup kuat atau hebat dalam berburu atau mencari mangsa. Elang juga lebih kuat dibandingkan kelelawar atau burung hantu.

Tatapan tajam si Mata Elang sampai bisa menusuk hati lawan bicaranya, hingga membuat lawan bicaranya merasa tidak berdaya lagi seolah kekuatan atau tenaganya telah terkuras oleh tatapan tajam si Mata Elang.

Tatapan mata yang tajam disamakan dengan tatapan mata yang dalam. Dikatakan bahwa pemilik mata dalam merupakan pribadi yang idealis, romantis, suka mengamati orang atau hal-hal di sekitarnya, kreatif dan fokus pada tujuannya.

2. Tatapan Teduh

Si Mata Teduh merupakan pribadi yang penyayang, sensitif atau perasa dan penyabar. Si Mata Teduh bisa memberikan ketenangan bagi orang-orang di sekitarnya yang tengah tertimpa masalah atau musibah. Si Mata Teduh juga termasuk pendengar yang baik. Si Mata Teduh sangat cocok dijadikan tempat berkeluh kesah, apalagi jika ia memiliki pemikiran yang panjang dan terbuka terhadap suatu hal.

3. Tatapan Polos

Tatapan polos sudah pasti dimiliki oleh pribadi yang polos. Adakah keuntungan menjadi pribadi yang polos?. Sering kali dalam cerita fiksi, pribadi yang polos dijadikan kambing hitam atau pesuruh. Mungkinkah si Polos ini akan selalu menjadi seseorang yang tertindas?. 

Sebenarnya, hal ini tidak ada hubungannya. Si Polos bukan berarti pribadi yang penakut, melainkan pribadi yang jujur, tampil apa adanya dan terbuka. Dan si Polos juga bukan berarti pribadi yang bodoh. Si Polos dengan pribadi yang pemberani akan menjadi sosok yang sangat menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

4. Tatapan Kebohongan

Manusia tidak bisa membaca isi hati manusia lain. Untuk mengetahui kebenaran akan ucapan lawan bicaranya, manusia sering menilainya dari tatapan mata lawan bicaranya. Jika setiap ditatap, tatapan matanya selalu menghindar, maka ia dicurigai tengah melakukan kebohongan. Seseorang yang bersikap seperti ini sebenarnya merupakan pribadi yang polos.

Jika lawan bicaramu bukan seseorang yang polos, melainkan pandai berbohong dan pandai berakting, maka tetaplah sulit menilai kebohongan melalui tatapan matanya. Agar bisa mengungkap kebohongan dari tatapan mata lawan bicaramu, kamu perlu mengajaknya berbicara berbelit-belit seraya menjebaknya dengan pertanyaan-pertanyaanmu. 

Pastilah pada saat berbicara tatapan matanya akan berubah – ubah!. Dan di situlah kamu baru bisa melihat kebohongan dari ucapannya.

Jadi, bukan hanya sekadar menatapnya dalam waktu yang cukup lama. Jika kamu hanya menatapnya dalam waktu yang cukup lama tanpa menyerangnya dengan berbagai pertanyaan, kemungkinan yang terjadi kamu akan lupa daratan seperti yang sudah dikatakan di awal artikel ini.

Jika kamu berkali-kali berhasil membuktikan kebohongan dari ucapannya, maka silahkan beri gelar si Pembohong padanya!. Dan dengan seringnya kamu berinteraksi dengannya, kamu akan tahu bagaimana tatapan mata seorang pembohong yang pasti juga dibarengi dengan ucapannya.

5. Tatapan Dingin

Seseorang dengan tatapan mata dingin memiliki kepribadian yang emosional, cuek dan keras, baik keras hati maupun keras kepala. Rasanya sulit membedakan antara tatapan dingin dan tajam. 

Tatapan dingin biasanya terlihat seperti tidak menaruh kepedulian terhadap apa pun di sekitarnya dan ia akan menatap dengan raut wajah yang datar. Berbeda dengan tatapan tajam, raut wajahnya tidak selalu datar.

Tatapan dingin memiliki kepribadian yang juga dingin, sehingga sulit diajak bekerja sama dan egois. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki empati terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia hanya tidak suka jika posisinya berada di bawah atau menjadi bawahan.

6. Tatapan Sinis

Antara tatapan sinis dan tatapan dingin terdapat perbedaan. Tatapan sinis terlihat sangat jelas ditunjukkan oleh lawan bicaramu, sedangkan tatapan dingin masih terlihat samar-samar. Tatapan sinis sudah sangat mati rasa terhadap sekitarnya. Semua yang terlihat atau ditunjukkan oleh orang-orang di sekitarnya selalu dinilai salah atau buruk olehnya. Rasanya sulit baginya untuk berpikiran positif terhadap orang lain.

7. Tatapan Sendu

Tatapan sendu berbeda dengan tatapan meneduhkan. Tatapan sendu mudah membuat lawan bicara menjadi iba terhadapnya, sedangkan tatapan meneduhkan mudah membuat orang bersimpati padanya. Sudah jelas rasa iba berbeda dengan rasa simpati. 

Namun, seseorang dengan tatapan sendu belum tentu merupakan pribadi yang lemah. Hanya orang-orang di sekitarnya saja yang menganggapnya demikian.

Seseorang yang tidak memiliki mata sendu tidak bisa dibuat-buat menjadi sendu. Begitupun dengan berusaha membuat tatapan mata menjadi tajam. Semua sudah terbentuk sejak usia masih kanak-kanak.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime