Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Kalau Bulan Bisa Ngomong : Sejarah Kerajaan Majapahit

   Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang mengharumkan nama Indonesia sampai ke luar wilayah Indonesia. Namun, sejarah Majapahit pada hakekatnya banyak menerima unsur politis, kebudayaan, sosial dan ekonomi dari kerajaan Singasari. Sumber-sumber sejarah kerajaan Majapahit, yaitu : - Prasasti Butak (1294 M) dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah ia berhasil naik takhta kerajaan. Prasasti ini memuat tentang keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan - Kidung Harsawijaya dan kidung Panji Wijayakrama. Kedua kidung ini menceritakan tentang Raja Raden Wijaya ketika menghadapi musuh dari Kediri dan tahun-tahun awal perkembangan Majapahit - Kitab Pararaton menceritakan tentang pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit - Kitab Negarakertagama menceritakan tentang perjalanan raja Hayam Wuruk ke Jawa Timur Struktur pemerintahan di kerjaan Majapahit adalah sebagai berikut : -       R...

Kalau Bulan Bisa Ngomong : Sejarah Kerajaan Singasari

   Kerajaan Singasari berawal dari daerah Tumapel, tepatnya di daerah pegunungan yang subur di wilayah Malang dengan pelabuhan bernama Pasuruan. Daerah ini dikuasai oleh seorang Akuwu (bupati). Pada saat Ken Arok menjadi seorang akuwu di Tumapel, akhirnya di daerah tersebut berkembang kerajaan Singasari. Kerajaan Singasari berpusat di Jawa Timur, di tepi Sungai Brantas. Kerajaan Singasari berkembang pesat setelah mengalahkan kerajaan Kediri dalam pertempuran di dekat Ganter pada tahun 1222 M untuk membantu kaum Brahmana dari Kediri pada masa raja Kameswara (raja Kediri) karena keamanan mereka terusik. Sumber-sumber sejarah kerajaan Singasari, yaitu : - Kitab Pararaton yang menceritakan tentang raja-raja Singasari dan Majapahit - Kitab Negarakertagama berisi silsilah raja-raja Majapahit yang memiliki hubungan erat dengan raja-raja Singasari - Prasasti-prasasti sesudah tahun 1248 M - Peninggalan-peninggalan berupa candi yang menjadi makam raja-raja Sing...

Kalau Bulan Bisa Ngomong : Sejarah Kerajaan Kediri

     Kerajaan Kediri merupakan pembagian wilayah dari Kerajaan Medang Kamulan atau Dinasti Isyana. Pada akhir pemerintahan raja Airlangga, wilayah kerajaan Medang Kamulan dibagi dua untuk menghindari perang saudara antara kedua anak dari selirnya, yaitu kerajaan Kediri dan kerajaan Jenggala.      Kerajaan Kediri beribu kota di Daha (di tepi sungai Brantas) dan diperintah oleh Jayawarsa, sedangkan kerajaan Jenggala beribu kota di Kahuripan dan diperintah oleh Jayengrana. Tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, kerajaan Kediri mencapai kemajuan lebih pesat dari pada kerajaan Jenggala.     Pada awalnya, wilayah kekuasaan kerajaan Kediri meliputi daerah Kediri, Madiun dan daerah bagian barat kerajaan Medang Kamulan. Ibu kota Daha adalah daerah yang subur. Melalui pelabuhan Canggu, aktifitas perekonomian rakyat sangat lancar. Wilayah pengaruh kerajaan Kediri sama seperti pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa, yaitu...