Rangkaian Arus Bolak-Balik (Resistor, Induktor, Kapasitor, Nilai Efektif)
Arus searah (DC)
adalah arus yang arahnya tetap, sedangkan arus bolak-balik (AC) adalah arus
yang besarnya setiap saat berubah secara periodik. Arus bolak-balik dihasilkan
oleh induksi elektromagnetik, yaitu arus yang timbul pada ujung kumparan
digerakkan dalam medan magnet.
Nilai rata-rata arus bolak-balik adalah nilai arus bolak-balik yang setara dengan nilai arus searah untuk memindahkan sejumlah muatan listrik (Q) yang sama dalam waktu yang sama pada sebuah penghantar yang sama.
Arus listrik PLN
merupakan arus listrik bolak-balik dengan frekuensi 60 Hz.
Rumus arus dan
tegangan bolak-balik :
V = Vmaks . sin ω . t
Maka,
Vmaks = V/ sin ω . t
i . R = imaks . R . sin ω . t
i = imaks . sin ω . t
imaks = Vmaks/R
Keterangan :
V adalah tegangan
yang selalu berubah terhadap waktu (volt/v)
Vmaks
adalah tegangan maksimum (volt/v)
i adalah kuat arus
yang selalu berubah terhadap waktu (Ampere/A)
imaks
adalah kuat arus maksimum (Ampere/A)
t adalah waktu
(sekon/s)
ω adalah kecepatan sudut (rad.s-1 atau rad/s)
ω = 2 . π . f atau ω = 2π/T
f = ω/2π
f = 100/π
Nilai π dalam rumus ω = 180o
Nilai π dalam rumus Vr dan Ir = 3,14 atau 22/7
Keterangan :
Vr adalah tegangan rata-rata
Ir adalah kuat arus rata-rata
Rumus tegangan rata-rata :
Vr = 2 Vmaks/π
Rumus kuat arus rata-rata :
ir = 2 imaks/π
Rumus arus yang mengalir melalui resistor :
ir = Vr = Vmaks . sin
ω
. t = imaks . sin ω
. t
R R
Rumus arus sesaat :
i = imaks sin (ω.t + ϕ)
Keterangan :
ϕ adalah sudut fase antara kuat arus (i) dan tegangan
(V)
Rumus tegangan yang mengalir melalui
resistor :Sudut fase adalah sudut yang telah ditempuh oleh sebuah benda yang bergetar. Sudut fase biasanya disimbolkan dengan (θ) atau ⍵ atau ω.t + ϕ .
Beda fase adalah selisih antara sudut fase dengan kedua gelombang.
Vr = Vmaks. sin ω . t
Angka yang
ditunjukkan oleh alat ukur listrik/PLN merupakan nilai efektif.
Rumus nilai
efektif :
Vef = Vmaks/√2
= 0,707 . Vmaks
Vef = ief
. R
ief = imaks/√2
= 0,707 . imaksatau
ief = imaks/2 ½
Nilai efektif pada
arus bolak-balik adalah nilai yang setara dengan arus searah dalam waktu yang
sama pada hambatan yang sama dan menghasilkan kalor yang sama, baik nilai
tegangan maupun nilai kuat arusnya.
Komponen-komponen
arus bolak-balik akan menyerap daya listrik (P) yang memenuhi persamaan berikut
:
P = ief2
. R
P = Vef
. ief . cos ϕ
Keterangan :
Cos ϕ
adalah faktor daya. Nilai faktor daya ditentukan melalui diagram fasor.
Diagram fasor
adalah sebuah garis diagonal atau anak panah pada sumbu x dan sumbu y seperti dalam matematika.
Rangkaian Induktif
Dan Hambatan Induktif
Rangkaian induktif
adalah rangkaian arus bolak-balik yang dihubungkan dengan induktor/kumparan.
Rangkaian induktif dengan tegangan arus bolak-balik menghasilkan kuat arus yang
berbeda fase π/2 terhadap tegangan, di mana tegangan mendahului kuat arus.
Rumus besar
tegangan dan arus pada induktor dalam rangkaian induktif :
VL = Vmaks . sin ω . t
iL = imaks . sin (ω . t – π/2)
atau
iL = imaks sin (ω . t – 90o)
Jika sin (ω . t – π/2) = ± 1, maka :
imaks = Vmaks/ ω . L
Hambatan induktif
adalah hambatan yang timbul pada suatu induktor yang dihubungkan dengan
rangkaian arus bolak-balik.
Rumus besar
hambatan induktif :
XL = ω . L
XL =
2.π. f . L
XL = Vmaks/imaks
imaks =
Vmaks/XL
XL = Vef/ief
ief = Vef/XL
Rumus besar kuat
arus maksimum :
imaks =
Vmaks/XL
Keterangan :
XL adalah
hambatan induktif (ohm/Ω)
L adalah induktansi
diri (henry = H)
f adalah frekuensi
arus bolak-balik (Hertz/Hz)
imaks
adalah kuat arus maksimum (Ampere/A)
vmaks
adalah tegangan maksimum (volt/v)
ω adalah kecepatan sudut (rad.s-1 atau rad/s)
Vef
adalah tegangan efektif (volt/v)
ief adalah
kuat arus efektif (Ampere/A)
Rangkaian
Kapasitif Dan Hambatan Kapasitif
Rangkaian
kapasitif adalah rangkaian arus bolak-balik yang dihubungkan dengan kapasitor.
Rangkaian kapasitor dengan tegangan bolak-balik menghasilkan kuat arus yang
berbeda fase terhadap tegangan, di mana tegangan tertinggal dari kuat arus.
Rumus tegangan
rangkaian kapasitif :
V = Vmaks . sin ω . t
Rumus kuat arus rangkaian
kapasitif :
i = imaks . sin (ω . t + π/2)
atau
i = imaks . sin (ω . t + 90o)
Jika sin (ω . t + π/2) = ±, maka
imaks = Vmaks
1/ω.c
Hambatan kapasitif
adalah hambatan yang terdapat pada suatu kapasitor yang dihubungkan dengan
rangkaian arus bolak-balik.
Rumus hambatan
kapasitif :
XC = 1/ ω . C
XC = 1/ ω . t
XC = 1/2.π
. f . C
imaks =
Vmaks/XC
XC = Vmaks/imaks
ief = Vef/XC
XC = Vef/
ief
Keterangan :
XC
adalah hambatan kapasitor (ohm/Ω)
C adalah kapasitas
kapasitor (farad = F)
f adalah frekuensi
arus bolak-balik (Hertz/Hz)
ω adalah kecepatan sudut (rad.s-1 atau rad/s)
Konversi kapasitas
kapsitor
farad = C/V
1 farad = 10-1 dekafarad (daF)
1 farad = 10-2 hektofarad (hF)
1 farad = 10-3 kilofarad (kF)
1 farad = 10-6 megafarad (MF)
1 farad = 10-9 gigafarad (GF)
1 farad = 10.10-13 terafarad (TF)
1 farad = 10-15 petafarad (PF)
1 farad = 10-18 eksafarad (EF)
1 farad = 10-21 zetafarad (ZF)
1 farad = 10-24 yotafarad (YF)
1 farad = 10 desifarad (dF)
1 farad = 100 sentifarad (cF)
1 farad = 103 milifarad (mF)
1 farad = 106 mikrofarad (µF)
1 farad = 109 nanofarad (nF)
1 farad = 1012 pikofarad (pF)
1 farad = 1015 femtofarad (fF)
1 farad =1018 attofarad (aF)
1 farad = 1021 zeptofarad (zF)
1 farad = 1024 yoktofarad (yF)
1 milifarad (mF) = 10-3 farad (F) = 1000
mikrofarad (µF) = 1.000.000 nanofarad (nF)
1 mikrofarad (µF) = 10-6 farad (F) = 1000
nanofarad (nF) = 1.000.000 pikofarad (pF)
1 nanofarad (nF) = 10-9 farad (F) = 1000 pikofarad
(pF)
1 pikofarad (pF) = 10-12 farad (F)
Contoh 1 :
Suatu kumparan
memiliki induktansi 6.10-4 H. Jika kumparan tersebut dipasang pada
tegangan 30 volt dan frekuensi 5.10-3 Hz. Berapa besar arus yang
dialirkan ?
Jawab :
XL =
2.π. f . L
= 2 x 3,14 x 5.10-3 x 6.10-4
= 18,84 Ω
Maka,
i = V/XL
= 30/18,84
= 1,59 A
Contoh 2 :
Suatu rangkaian
dialiri arus AC dengan tegangan 300 V selama ½ jam. Jika kecepatan sudut arus
tersebut 2.10-3 rad.s-1, berapa besar tegangan maksimum ?
Jawab :
t = ½ jam = 1800
sekon
Vmaks = V/ sin ω . t
= 300/sin 2.10-3 . 1800
= 300/sin 3,6
= 4777,79 = 5000 volt
Contoh 3 :
Sebuah kumparan
yang mempunyai induktansi 0,2 H dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik
yang frekuensinya 15/π Hz, akan menimbulkan hambatan sebesar ?
Jawab :
XL =
2.π. f . L
= 2 . π . 15/π . 0,2
= 30 . 0,2 = 6 Ω
Contoh 4 :
Sebuah kapasitor
dari 40 mikrofarad dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik dengan
frekuensi sudut 200 rad.s-1, akan menghasilkan reaktansi induktif
sebesar ?
Jawab :
C = 40 mikrofarad
= 40.10-6 farad
Maka,
XC = 1/ω . C
=
1/200 . 40.10-6
= 1/0,008
= 125 Ω
Contoh 5 :
Suatu kumparan
akan dilewati arus 5.10-2 A jika dipasang pada tegangan 25 volt dan
frekuensi 400 kHz. Berapa besar induktansinya ?
Jawab :
f = 400 kHz =
400.000 Hz = 4.105 Hz
XL = VL/iL
= 25/5.10-2
= 5.102 = 500 Ω → apabila terdapat angka dengan pangkat minus pada
pembagian, maka dibalik menjadi pangkat plus pada perkalian.
Maka,
L = XL/ω
= XL/2 . π . f
= 500/2 . 3,14 . 4.105
=
500/25,12.105
= 1,99.10-4 = 2.10-4 H
Contoh 6 :
Ada 10 kapasitor
yang disusun seri dan dihubungkan dengan sumber tegangan yang mempunyai
frekuensi sudut 200 rad.s-1. Jika tiap kapasitor 0,001 farad, berapa
reaktansi kapasitif rangkaian ?
Jawab :
C = 0,001 farad = 10-3
farad
1/Cs =
1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + 1/C4 + ....+
1/C10
= 1/10-3 + 1/10-3
+ 1/10-3 + 1/10-3 +....1/10-3
= 10/10-3
Cs = 10-3/10
= 10-4 farad
Maka,
XC = 1/ω . C
= 1/200 . 10-4 = 50 Ω
Contoh 7 :
Kumparan dipasang
pada sumber tegangan bolak-balik, sehingga mengalir arus i = 4 sin 200 t
Ampere. Tegangan maksimum pada kumparan tersebut adalah 200 volt. Berapa
induktansi kumparan tersebut ?
Jawab :
Diketahui i = 4
sin 200 t, maka nilai ω
adalah 200, sedangkan nilai imaks adalah 4. Angka ini didapat berdasarkan
rumus i = imaks . sin ω .t
Maka,
imaks = Vmaks/XL
= Vmaks/ ω
. L
4 = 200/200 . L
800 . L = 200
L = 200/800 = 0,25 H




Komentar
Posting Komentar