Jenis Dan Fungsi Lemak
Lemak adalah senyawa yang
tidak dapat larut dalam air yang tersusun atas unsur karbon, hidrogen dan
oksigen. Setiap jenis lemak mengandung 9 per gram kalori. Lemak hanya dapat larut dalam pelarut khusus, seperti eter, klorofom
(CHCl3) dan benzena.
Penggunaan
klorofom sebagai obat bius sudah tidak diperbolehkan lagi karena dapat merusak
hati dan ginjal.
Lemak terbagi menjadi empat
berdasarkan jenisnya :
a. Lemak Tak Jenuh Tunggal (Monounsaturated Fatty Acid)
Lemak tak jenuh tunggal
adalah jenis lemak yang molekulnya tersusun atas monogliserida dan asam lemak memiliki
satu ikatan ganda (ikatan rangkap) di antara atom-atom karbonnya. Ikatan
rangkap ini yang menyebabkan molekul lemak menjadi tidak jenuh atau bisa
terjadi penambahan atom hidrogen. Asam lemak yang bereaksi dengan hidrogen akan
terbentuk lemak jenuh.
Lemak tak jenuh tunggal
memiliki sifat anti-inflamasi. Lemak tak jenuh tunggal dapat membantu menjaga
kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) dan menurunkan kadar kolesterol LDL
(kolesterol jahat). Lemak tak jenuh tunggal juga dapat mengurangi risiko
rheumatoid arthritis (peradangan pada persendian akibat sistem kekebalan tubuh
yang menyerang jaringannya sendiri).
Contoh lemak tak jenuh
tunggal adalah asam lemak omega-9. Asam lemak omega-9 termasuk asam lemak non
esensial (asam lemak yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia,
sehingga harus diperoleh dari makanan).
Lemak tak jenuh tunggal
memiliki titik lebur yang lebih tinggi dari lemak tak jenuh ganda. Pada suhu
kamar, lemak tak jenuh tunggal berwujud cairan. Pada saat didinginkan, lemak
tak jenuh tunggal berwujud semi padat atau padat.
Sumber lemak tak jenuh
tunggal :
- Ikan salmon.
- Kacang almond.
- Alpukat.
- Minyak zaitun.
- Minyak wijen dan biji wijen.
- Minyak canola.
- Selai kacang.
- Daging merah.
- Minyak jagung.
- Popcorn.
- Gandum utuh.
Makanan yang mengandung lemak
tak jenuh tunggal rentan terhadap proses oksidasi ketika terpapar ke atmosfer
dan akan menimbulkan bau tengik.
b. Lemak Tak Jenuh Ganda (Polyunsaturated Fatty Acid)
Lemak tak jenuh ganda adalah
jenis lemak yang memiliki lebih dari satu ikatan ganda (ikatan rangkap) yang
terletak di antara asam karboksilat dan gugus metil.
Lemak tak jenuh ganda
memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan), pro-inflamasi dan
mengendalikan kolesterol. Lemak tak jenuh ganda dapat membantu mengurangi
risiko perkembangan sel kanker, mencegah penyakit hipertensi, penyakit kardiovaskular
(gangguan jantung dan pembuluh darah), agregasi trombosit (menyatunya atau
merekatnya trombosit) dan mengurangi risiko rheumatoid arthritis.
Contoh lemak tak jenuh ganda
adalah asam lemak omega-3 (asam alfa-linoleat) dan asam lemak omega-6 (asam
linoleat). Asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6 termasuk asam lemak non
esensial.
Setelah berada dalam tubuh
asam lemak omega-3 diubah menjadi Eicosapentaenoic acid (EPA) dan
Docosahexaenoic acid (DHA), sedangkan asam lemak omega-6 diubah menjadi Asam
arakidonat (AA) dan Asam linoleat gamma (ALG).
Lemak tak jenuh ganda
memiliki titik lebur yang lebih rendah dari lemak tak jenuh tunggal. Pada suhu
kamar, lemak tak jenuh ganda berwujud cairan. Lemak tak jenuh ganda memiliki
tingkat oksidasi lebih tinggi daripada lemak tak jenuh tunggal. Semakin tinggi
tingkat oksidasi, semakin cepat tengik.
Sumber lemak tak jenuh ganda
:
- Kedelai.
- Bayam.
- Kenari.
- Kacang pinus.
- Ikan salmon.
- Ikan mackerel.
- Ikan tuna.
- Ikan herring.
- Ganggang atau alga.
- Sayuran berdaun hijau.
- Minyak jagung.
- Minyak safflower.
- Minyak kedelai.
- Biji bunga matahari.
- Biji labu.
- Biji chia.
- Biji rami.
Sumber Asam Lemak Omega-3
Asam lemak omega-3 banyak terkandung dalam minyak ikan. Minyak ikan dapat meningkatkan kinerja otak dan membantu perkembangan sistem saraf karena mengandung DHA. Minyak ikan bermanfaat untuk semua umur. Untuk remaja berusia 12-15 tahun, minyak ikan dapat membantu mereka untuk fokus dan mengurangi gejala hiperaktif. Untuk orang dewasa, minyak ikan membantu menjaga kesehatan jantung, menyembuhkan peradangan dan rematik.
Namun, mengonsumsi asam lemak omega-3 secara berlebihan sekitar 8 gram per hari dapat meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2 selama 8 minggu. Di samping manfaatnya, minyak ikan juga menimbulkan efek samping bagi sebagian orang, seperti gusi berdarah, mimisan jika dikonsumsi sekitar 1-5 gram dan menurunkan pembekuan darah pada orang dewasa jika mereka mengonsumsi 640 mg per hari selama 4 minggu.
Suplemen asam lemak omega-3 mengandung vitamin A yang tinggi, sehingga dapat menjadi racun jika dikonsumsi secara berlebihan. Keracunan vitamin A dapat menyebabkan mual, pusing, nyeri sendi, iritasi kulit dan kerusakan hati.
c. Lemak Jenuh
Lemak jenuh adalah jenis
lemak yang tersusun dari trigliserida dan asam lemak yang tidak memiliki ikatan
ganda di antara atom-atom karbonnya, sehingga dikatakan lemak jenuh penuh
dengan hidrogen.
Lemak jenuh dapat berubah
bentuk menjadi padat pada suhu kamar. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar
kolesterol LDL.
Sumber lemak jenuh :
- Produk olahan susu.
- Telur.
- Daging.
- Kulit ayam.
- Minyak sawit.
- Keju.
Lemak jenuh bersifat lebih
stabil (tidak mudah bereaksi) daripada lemak tak jenuh tunggal maupun lemak tak
jenuh ganda.
d. Lemak Trans
Lemak trans adalah lemak tak
jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan kadar trigliserida).
Lemak trans dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh arteri dan merusak
jantung.
Sumber lemak trans :
- Makanan cepat saji.
- Gorengan.
- Biskuit.
- Mentega.
Asam lemak merupakan asam
lemah yang berwujud cairan atau padat pada suhu 27 oC. Semakin
panjang rantai karbon penyusun asam lemak, semakin cepat membeku dan semakin
sulit untuk larut.
Keberadaan ikatan ganda pada
lemak tak jenuh tunggal maupun lemak tak jenuh ganda menjadikan asam lemak
tersebut memiliki bentuk cis (Zusammen)
dan trans (Entgegen).
Lemak dalam tubuh terdiri
dari enam jenis, yaitu :
a. Lemak esensial adalah
lemak yang dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia.
b. Lemak subkutan adalah
lemak yang dapat dilihat, terdapat di bawah kulit dan dapat dicubit. Kadar
lemak subkutan dalam tubuh dapat berkurang dengan berolahraga secara rutin dan
mengurangi konsumsi karbohidrat.
c. Lemak visceral adalah lemak
yang tidak terlihat karena tidak terdapat di bawah kulit. Lemak visceral
terdapat pada bagian pinggang, perut, paha dan membungkus organ vital.
Kelebihan lemak visceral menyebabkan tubuh tidak peka terhadap hormon insulin
dan meningkatkan tekanan darah.
Lemak visceral yang berlebih
di dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit diabetes, stroke, jantung, kanker
payudara, kanker kolorektal (kanker usus besar) dan penyakit Alzheimer. Lemak
visceral dan lemak subkutan sama-sama dikenal sebagai lemak perut.
d. Lemak putih adalah lemak
yang terdiri dari sel-sel lemak berwarna putih akibat rendahnya kepadatan
mitokondria dan pembuluh darah. Lemak putih disebut juga lemak adiposit. Sel
lemak putih dapat meningkatkan kadar hormon leptin ketika perut terasa penuh.
Hormon leptin berfungsi untuk
menghambat asupan makanan, mengatur berat badan dan homeostasis (kesetimbangan)
energi. Hormon leptin dihasilkan oleh jaringan lemak (jaringan adiposa).
e. Lemak cokelat adalah lemak
yang terdiri dari sel-sel lemak berwarna cokelat karena dikemas dengan
mitokondria. Lemak cokelat dapat membakar kalori yang dihasilkan oleh lemak
putih.
f. Lemak krem adalah lemak
yang dihasilkan dari persilangan antara lemak putih dan lemak cokelat. Saat
berolahraga, otot akan mengeluarkan protein khusus yang dapat mengubah lemak
putih menjadi lemak krem.
Fungsi Lemak
Berikut ini beberapa fungsi
lemak :
a. Sebagai sumber energi.
b. Membantu penyerapan
vitamin dan pengangkutan vitamin A, D, E dan K.
c. Melindungi berbagai organ
dalam tubuh, seperti jaringan saraf, jaringan pengangkut, tulang, jantung,
lambung dan otak.
d. Sebagai pelumas berbagai organ
dalam tubuh agar dapat bekerja dengan lebih efektif.
e. Melindungi kulit dari
sinar ultraviolet.
f. Menjaga suhu tubuh agar
tetap hangat. Ketika suhu udara terasa dingin, jaringan lemak yang terletak di
bawah kulit akan menghasilkan panas, sehingga suhu tubuh kembali normal. Namun,
respond ini tergantung kondisi tubuh masing-masing.
g. Mengoptimalkan sistem
pencernaan. Lemak dapat memperlambat sistem pencernaan saat proses pencernaan
berlangsung, sehingga rasa lapar tidak cepat muncul.
h. Membantu pembentukan sel
tubuh.
i. Membantu pembentukan
hormon.
j. Menjaga kesehatan rambut.
k. Sebagai bahan penyusun
empedu.
Komentar
Posting Komentar