Kefir (Kandungan Kimia, Manfaat) Dan Pembuatan Susu Kefir

Kefir adalah butiran hasil pembiakan dari simbiosis (hubungan timbal balik) ragi dan bakteri. Kefir berasal dari pegunungan Kaukasus. Biji kefir berwarna putih kekuningan dan tidak dapat larut dalam air maupun pelarut lainnya.

Kefir dapat diolah menjadi susu fermentasi. Susu kefir terbuat dari susu sapi, domba atau kambing. Kefir memiliki rasa asam dan sedikit pahit.

Kefir berasal dari kata kafur yang merupakan nama mata air di surga yang airnya berwarna putih, bau yang harum dan rasa yang lezat. Kefir yang asli tidak boleh dipasteurisasi dan tidak boleh disimpan sampai lebih dari 14 hari.

Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan untuk membunuh organisme merugikan dan untuk memperlambat pertumbuhan mikroba. Kefir tidak boleh dikonsumsi oleh bayi jika lebih dari lima hari.

Pegunungan Kaukasus adalah pegunungan Eurasia (gabungan dari benua Eropa dan Asia) yang terletak antara laut Hitam dan laut Kaspia di wilayah Kaukasus. Wilayah Kaukasus terdiri dari Rusia (Distrik Kaukasus Utara), Georgia, Armenia dan Azerbaijan.

Kandungan Kimia
 
Berikut ini kandungan kimia dari kefir :

a. Vitamin

Adapun berbagai jenis vitamin yang terkandung dalam kefir, antara lain  vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B7, vitamin B9, vitamin B12, vitamin C, vitamin D dan vitamin K.

b. Mineral

Adapun berbagai jenis mineral yang terkandung dalam kefir, antara lain :

- Kalium berfungsi mengatur tekanan darah, mengatasi kadar gula darah yang rendah, mencegah penyakit jantung, gangguan ginjal, artritis dan diabetes, meningkatkan aliran air dalam tubuh, mencegah kram dan gangguan otot, meningkatkan fungsi otak, dan sebagai vasolidator untuk mengurangi ketegangan pada pembuluh darah dan mengatur peredaran oksigen dalam tubuh agar berjalan dengan baik.

- Kalsium berfungsi menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan gigi, mengatasi insomnia, mencegah sindrom pramenstruasi, menjaga berat badan, mencegah penyakit asam lambung, jantung, kanker usus besar, artritis dan kram otot, mengatasi tekanan darah tinggi dan membantu pembekuan darah.

- Fosfor berfungsi mengurangi keletihan, menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan fungsi otak, meningkatkan metabolisme tubuh dan mengatur keseimbangan asam-basa.

- Magnesium berfungsi menurunkan tekanan darah, mencegah penyakit jantung, asma, kram otot dan diabetes, menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan kehamilan, menurunkan tingkat kecemasan dan stress, serta mengatasi insomnia.

- Zat besi berfungsi membantu pembentukan hemoglobin, mengatur sirkulasi darah, meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah anemia, meningkatkan aktivitas otot, sebagai pengangkut oksigen dalam tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga fungsi otak, mengatur suhu tubuh dan membantu kerja kelenjar tiroid dalam mengatur kecepatan tubuh untuk membakar energi dan membuat protein.

- Seng berfungsi mencegah penyakit eksim, menjaga kesehatan organ reproduksi, mempercepat penyembuhan luka, mengatasi gangguan prostat, menurunkan demam, mengatasi penurunan berat badan, menjaga kesehatan kehamilan, mencegah jerawat, menjaga infeksi pada kulit, menjaga kesehatan rambut, menambah nafsu makan, mencegah rabun senja, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan sebagai penyimpan hormon insulin.

- Tembaga berfungsi meningkatkan fungsi otak, mengurangi artritis (peradangan pada persendian), menjaga kesehatan kulit, mengobati infeksi pada tenggorokan, mencegah penyakit jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah kekurangan hemoglobin.

- Mangan berfungsi meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga kesehatan tulang, meningkatkan fungsi otak, menjaga kesehatan organ reproduksi, mengurangi keletihan, mengobati keseleo, mengatasi peradangan dan mencegah epilepsi.

c. Asam amino triptofan

Asam amino triptofan berfungsi mengatasi insomnia karena berperan sebagai prekusor hormon melatonin (hormon perangsang tidur), meningkatkan fungsi otak, mengatasi gangguan pencernaan dengan membantu menghasilkan niasin, menjaga kesehatan kulit, menurunkan kadar kolesterol tinggi dan membantu perkembangan bayi.

d. Karbohidrat
e. Protein
f. Lemak
g. β-galactosidase yang baik untuk penderita intoleransi laktosa.       

h. Asam laktat

Kefir mengandung bakteri asam laktat yang dapat mengubah laktosa menjadi asam laktat, sehingga kandungan laktosa dalam kefir lebih sedikit daripada susu biasa. Karena itu, susu kefir dapat dikonsumsi untuk penderita intoleransi laktosa (ketidakmampuan untuk mencerna gula laktosa).

Kefir banyak digunakan sebagai bahan dasar kosmetik, seperti masker dan gel. Selain itu, kefir juga digunakan untuk meningkatkan cita rasa berbagai jenis makanan tertentu.

Susu kefir tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Susu kefir juga tidak baik dikonsumsi untuk penderita gangguan autoimun (daya tahan tubuh yang lemah) dan penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi.

Manfaat Kefir

Berikut ini manfaat dari kefir :

1. Menjaga kesehatan tulang.
2. Mengatasi gangguan pencernaan dan mencegah infeksi karena banyak mengandung Lactobacillus kefiri yang merupak salah satu jenis probiotik (mikroorganisme atau bakteri baik).
3. Menjaga berat badan.
4. Mencegah pertumbuhan sel kanker.
5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
6. Mengatasi asma bronkial alergi.
7. Menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat).
8. Menurunkan kadar gula darah.
9. Menjaga kesehatan kulit.

Proses Pembuatan Susu Kefir

Biji kefir merupakan kumpulan berbagai jenis mikroba yang menempel pada permukaan kasein (protein susu).

1. Biji kefir didapat melalui proses pemisahan dan penyaringan

2. Biji kefir dicuci dan direndam dalam air dingin.

3. Biji kefir disimpan pada suhu 4 oC.

Untuk penyimpanan biji kefir dalam jangka waktu lama kurang lebih satu tahun, maka biji kefir harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dibungkus menggunakan kain bersih selama 36 – 48 jam pada suhu kamar. Setelah dikeringkan biji kefir dapat disimpan pada suhu 4 oC.

4. Untuk pembuatan susu kefir dibutuhkan susu sapi, domba atau kambing. Susu terlebih dahulu dipanaskan pada suhu 85 oC selama 30 menit atau 95 oC selama 5 menit.

Proses pemanasan bertujuan untuk membunuh mikroba yang merugikan dan untuk denaturasi protein (proses perubahan struktur dan karakteristik protein karena mendapat berbagai tekanan eksternal) agar viskositas (ketebalan atau kekentalan) meningkat.

5. Susu didinginkan pada suhu 22 – 23 oC dan ditambahkan biji kefir.

6. Susu yang telah ditambahkan biji kefir diinkubasi pada suhu 22 – 23 oC selama kurang lebih 20 jam atau pada suhu 10 oC selama 1 - 3 hari. Inkubasi adalah proses pertumbuhan dan perkembangan hingga mencapai hasil yang sempurna.

Selama masa inkubasi akan terjadi fermentasi, sehingga menghasilkan asam laktat dan alkohol. Dari proses ini diharapkan akan menghasilkan susu kefir yang berkualitas dan kental.

7. Setelah difermentasikan, biji kefir dipisahkan dari susu dan dicuci untuk digunakan pada produksi selanjutnya.

8. Untuk meningkatkan stabilitas dan mencapai kematangan, kefir harus didinginkan pada suhu 5 oC selama beberapa jam.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime