Delapan Sifat Pribadi Yang Tulus
Ketulusan adalah kesungguhan
hati seseorang yang berasal dari lubuk hati terdalam. Setiap orang pasti
mendambakan ketulusan dari orang-orang sekitarnya.
Berikut ini delapan sifat
pribadi yang tulus :
a. Peduli terhadap sebuah
karya dibandingkan ketenaran. Sebuah karya yang dikerjakan dengan ketulusan
akan membuahkan hasil yang berbeda daripada sebuah karya yang dikerjakan hanya
untuk mendapat ketenaran. Sebuah karya yang tulus akan terasa bernyawa karena
ketika mengerjakannya sang seniman berusaha untuk menyelami berbagai karakter
manusia. Karena itu, sebuah karya yang tulus lebih disukai dan akan tertanam
lama di benak penikmatnya.
b. Menyukai apa yang
dikerjakan dan mengerjakan hal tersebut dengan ikhlas, bukan agar disukai atau
dihargai oleh orang lain. Memang setiap manusia memiliki kebutuhan untuk dihargai
karena dengan dihargai, mereka merasa bahwa orang-orang di sekitar mereka
menganggap mereka ada. Tetapi, jika dalam mengerjakan suatu hal kita lebih
mengutamakan untuk mendapat penghargaan atau apresiasi dari seseorang, kita
tidak akan mendapatkan hasil yang baik dari apa yang kita kerjakan.
c. Menerapkan apa yang dikatakan.
Pribadi yang tulus tidak akan sembarangan dalam berbicara. Contohnya ketika ia
mengkritik seseorang, ia pasti telah memikirkannya secara matang dan akan melakukan
apa yang dikatakannya tersebut untuk membuktikan kebenaran atas ucapannya
sekaligus menunjukkan bahwa yang diucapkannya bukan bermaksud untuk merugikan
atau menjatuhkan orang tersebut.
d. Mengatakan apa yang mereka
maksud. Pribadi yang tulus tidak akan menutupi kebenaran atau tidak akan
membohongi perasaannya sendiri. Jika mereka tidak menyukai suatu hal, mereka
akan mengatakan tidak suka dan begitupun sebaliknya. Mereka mengutamakan
kejujuran walaupun akhirnya kejujuran tersebut membuat mereka dimusuhi.
e. Hal sederhana tidak selalu
bernilai kecil di mata mereka, begitupun sebaliknya. Pribadi yang tulus tidak
akan menilai sesuatu dari segi ukuran atau kuantitas. Mereka mengutamakan
kualitas. Besar ataupun kecil ukuran suatu hal atau benda akan mereka hargai
jika memiliki kualitas, nilai atau mutu yang bagus.
f. Konsisten. Pribadi yang
tulus tidak mudah merubah apa yang sudah mereka rencanakan atau pikirkan.
Mereka akan berpegang teguh pada tujuan awal atau utama.
g. Tidak rendah diri. Pribadi
yang tulus tidak mudah merasa rendah diri walaupun ada yang memandangnya
sebelah mata. Mereka akan tetap memperlakukan segala hal dengan baik dan tulus.
h. Tidak tinggi hati. Seseorang yang menjadi tinggi hati setelah melakukan suatu hal, maka dapat dikatakan bahwa ia mengerjakan hal tersebut tidak dengan tulus melainkan untuk menjadi dikenal, mendapatkan penghargaan, mendapatkan keuntungan atau mendapatkan perlakuan yang setimpal dengan apa yang telah diberikan atau dilakukannya.
Komentar
Posting Komentar