Teh (Kandungan Kimia, Jenis Dan Manfaat)

Teh tanpa campuran gula maupun susu lebih baik untuk dikonsumsi walaupun rasanya kurang nikmat. Untuk itu, beberapa produsen teh kemasan botol mengeluarkan produk teh less sugar atau white sugar.

Berdasarkan penelitian, teh tidak boleh dikonsumsi saat sedang makan karena teh dapat mengganggu penyerapan protein dan zat besi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Kandungan Kimia

Berikut ini kandungan kimia dalam teh :

a. Polifenol

Polifenol berfungsi meningkatkan produksi bakteri baik dan mencegah perkembangan bakteri yang merugikan. Berbagai jenis polifenol merupakan antioksidan. Antioksidan berfungsi menangkal radikal bebas yang menyebabkan kanker, penyumbatan pembuluh darah dan gangguan fungsi jantung.

Adapun beberapa jenis polifenol yang terkandung dalam teh, antara lain :

1. Katekin (C)

Berikut ini persentase kadar katekin dalam teh :            

- Pucuk teh segar sekitar 15,33% dari berat kering.
- Pucuk layu sekitar 14,39% dari berat kering.
- Bubuk giling sekitar 13,35% dari berat kering.
- Bubuk kering awal sekitar 13,06% dari berat kering.
- Bubuk kering akhir sekitar 11,88% dari berat kering.

Katekin terdiri dari enam turunan yang terkandung dalam teh hijau, yaitu :

- Katekin galat (CG)
- Epikatekin galat (ECG)
- Epikatekin (EC)
- Galokatekin (GC)
- Epigalokatekin galat (EGCG)
- Epigalokatekin (EGC)

Kandungan katekin dari daun teh yang diuapkan dan dikeringkan tanpa proses fermentasi lebih tinggi daripada yang melalui proses fermentasi atau semifermentasi. Kandungan katekin dalam teh hijau lebih banyak daripada dalam teh hitam.

2. Flavanol

Flavonol berfungsi menghalangi oksidasi kolestrol LDL, menyebabkan viskositas (ketebalan/ketahanan fluida) darah menjadi mengental, mencegah pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah, memperlancar sirkulasi darah dan mencegah penyempitan pembuluh darah.

3. Glikosida

Glikosida adalah senyawa kompleks yang mengandung gula. Glikosida banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat.

4. Asam Fenolat

Asam fenolat mudah diserap oleh dinding usus. Selain berfungsi sebagai antioksidan. Asam fenolat juga berfungsi sebagai anti-inflamasi (anti-peradangan) dalam tubuh.

5. Leucoantosianin

Leucoantosianin merupakan senyawa polifenol yang tidak berwarna. Leucoantosianin dibentuk oleh leucosianidin. Jika leucoantosianin dipanaskan dalam larutan asam dengan adanya oksigen akan membentuk antosianidin. Antosianidin digunakan sebagai bahan pewarna makanan.

Salah satu senyawa leucoantosianin, yaitu tanin. Tanin mudah teroksidasi melalui udara atau saat terkena air panas, hingga menjadi asam tanat. Asam tanat dapat membekukan protein, hingga menyebabkan mukosa lambung menipis akibat atrofi. 

Atrofi adalah reabsorpsi dan kerusakan jaringan yang melibatkan kematian sel terprogram. Atrofi kronis atau maag kronis dapat menjadi kanker lambung.

Oksidasi polifenol dengan bantuan enzim polifenol oksidase akan membentuk theaflavin dan thearubigin.Proses oksidasi terjadi saat daun teh dipetik. 

b. Kafein

Kafein berfungsi merangsang sistem saraf pusat dan melancarkan peredaran darah ke otak. Kandungan kafein dalam teh lebih rendah daripada kandungan kafein dalam kopi.

Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menyebabkan keresahan, insomnia, muka memerah, diuresis (kerap kecing) dan masalah gastrointestial. Gastrointestial adalah perdarahan pada sistem pencernaan (kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus).

c. Karbohidrat

Kadar karbohidrat dalam teh sekitar 0,75% dari berat kering. Adapun jenis karbohidrat dalam bentuk monosakarida yang terkandung dalam teh, yaitu sukrosa, glukosa dan fruktosa. Karbohidrat disimpan dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Hormon insulin membantu oksidasi glukosa dalam darah, hingga menghasilkan ATP sebagai sumber energi. Karbohidrat berfungsi menjaga fungsi kognitif otak, mempertahankan massa otot, mencegah penyakit jantung dan diabetes dan menjaga sistem pencernaan.

Kandungan serat dalam karbohidrat kompleks akan membentuk gel dalam usus halus, mengikat lemak, mengikat kolesterol dan mengikat asam empedu, sehingga asam empedu tidak dapat diserap dan akan dibuang melalui usus besar.

d. Protein

Berikut ini fungsi dari protein :

- Menjaga sistem imun.
- Sebagai sumber energi.
- Mengatasi keletihan.
- Membantu proses pembentukan DNA dan RNA.
- Membantu proses penyimpanan nutrisi.
- Membantu proses pembentukan enzim pencernaan.
- Membantu proses pembentukan hormon insulin, hormon sekretin, hormon erithroprotein dan hormon human chorionic gonadotropin.
- Membantu pertumbuhan melalui pembentukan sel-sel tubuh.
- Menjaga kesehatan kulit.
- Memelihara otot dan tulang.
- Membantu proses pembentukan antibodi.
- Memicu pembentukan keratin rambut.
- Membantu menjaga keseimbangan pH.
- Menetralisir racun yang terdapat dalam hati.
- Sebagai alat transportasi nutrisi.

Keratin adalah materi dasar penyusun rambut dan kuku.
                             
e. Asam Pektat

Kadar asam pektat dalam teh sekitar 4,9 – 7,6 % dari berat kering. Asam pektat merupakan senyawa pektin yang tidak mengandung gugus metil ester. Pektin diubah menjadi asam pektat dengan bantuan enzim pektinase. Asam pektat dapat membentuk garam dan terdispersi (terurai) dalam air.

Pektin berfungsi sebagai agen pengental (pembentuk gel), bahan dasar pembuatan obat batuk dan obat untuk meringankan sakit tenggorokan, merangsang sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan rambut dan bahan dasar pembuatan pelembab.

f. Asam Amino

Adapun berbagai jenis asam amino yang terkandung dalam teh, antara lain :

- Alanina

Alanina berfungsi mengenali substrat dalam berinteraksi dengan atom karbon dan dapat mengobati hiperplasia, prostat jinak (prostat yang membesar, sehingga menyebabkan buang air kecil menjadi tidak nyaman).

- Fenilalanina

Fenilalanina berfungsi mengatasi penyakit vitiligo (hilangnya pigmen kulit dan timbulnya bercak putih pada kulit).

- Valina

Valina berfungsi menggantikan peran asam glutamat dalam hemoglobin, sehingga kemampuan sel darah merah dalam mengikat oksigen menjadi berkurang. Selain itu, valina berfungsi memperbaiki kerusakan hati dan menjaga kesehatan saraf.

- Leusina

Leusina banyak terkandung dalam whey protein. Whey protein adalah produk sampingan dari susu sapi yang terbentuk selama proses pembuatan keju. Whey protein berfungsi mempercepat penyembuhan luka. Leusina berfungsi memperbaiki kerusakan hati dan menjaga kesehatan saraf.

- Isoleusina

Isoleusina berfungsi sebagai sumber energi, membantu proses pembentukan massa otot, mempercepat pembekuan darah, memperbaiki kerusakan hati dan menjaga kesehatan saraf.         

- L-theanine

L-theanine berfungsi menurunkan stress dan kecemasan. L-theanine diambil dari ekstrak daun teh hijau.

g. Asam Lemak

Adapun berbagai asam lemak yang terkandung dalam teh, antara lain :

- Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 disebut juga asam alfa linoleat atau asam lemak n-3. Asam lemak omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang esensial (tidak dapat diproduksi dalam tubuh manusia). Asam lemak omega-3 berfungsi untuk mengatasi penyakit jantung, stroke, penyakit pada pembuluh darah (kardiovaskular), membantu metabolisme, meningkatkan nafsu makan dan berat badan.

- Asam lemak omega-6

Asam lemak omega-6 disebut juga asam arakidonat. Asam lemak omega-6 merupakan asam lemak tak jenuh ganda yang esensial (tidak dapat diproduksi dalam tubuh manusia).

Di dalam tubuh manusia, asam lemak omega-6 berperan dalam memproduksi hormon prostaglandin, tromboksan dan leukotrines. Asam lemak omega-6 berfungsi untuk membantu perkembangan otak bayi, mempercepat pembekuan darah, melebarkan pembuluh darah, mengatur suhu tubuh, mengatasi gangguan tidur, mengatasi kram rahim pada masa kehamilan dan mengontrol diatasi pada bagian serviks.

h. Teobromina

Teobromina berbentuk bubuk kristal berwarna putih, berasa pahit dan tidak dapat larut dalam air. Teobromina disebut juga xentiosa. 

Teobromina berfungsi mengatasi stress, membantu memberi stimulan pada otak, sehingga tubuh dapat bekerja lebih aktif, mencegah penyakit jantung, mencegah rasa kantuk, mengurangi gejala batuk berdahak, mencegah penyakit asma dan mencegah penyakit bronkitis.

i. Teofilina

Teofilina berfungsi mengatasi gejala sesak nafas atau nafas pendek yang disebabkan oleh penyakit asma, emfisema (hancurnya kantung udara pada paru-paru) dan bronkitis. Selain itu, teofilina juga berfungsi meredakan iritasi pada paru-paru.

j. Fenol

Fenol disebut juga asam karbolat atau benzenol. Fenol berbentuk kristal, tidak berwarna dan memiliki bau yang khas. Fenol terbentuk dari proses oksidasi asam benzoat. Fenol berfungsi sebagai zat desinfektan dan antiseptik. 

Desinfektan berfungsi membunuh mikroorganisme yang terdapat pada permukaan benda mati. Desinfektan bersifat racun bagi manusia. Antiseptik berfungsi membunuh mikroorganisme yang terdapat pada jaringan hidup terluar pada manusia dan hewan.

k. Mineral

Adapun berbagai mineral yang terkandung dalam teh, antara lain :

- Magnesium

Magnesium berfungsi menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah penyakit jantung, asma, diabetes dan kram otot, menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan kehamilan, menurunkan kecemasan dan stress, melewati masa menopouse dan mengatasi insomnia.

- Mangan

Mangan berfungsi membantu metabolisme tubuh, menjaga kesehatan tulang, mengatasi keletihan, mengatasi keseleo, menjaga kesehatan organ reproduksi, mengobati peradangan, meningkatkan fungsi otak dan mencegah epilepsi.

Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf otak karena aktivitas berlebih dari sekelompok sel neuron. Epilepsi ditandai dengan gangguan kesadaran, kejang-kejang, kesemutan dan kontraksi otot.

- Fosfor

Fosfor berfungsi mengatasi kelemahan otot, membantu kontraksi otot, menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan fungsi otak, meningkatkan metabolisme tubuh dan mengatur keseimbangan asam-basa.

- Fluor

Fluor berfungsi menjaga kesehatan tulang, seperti mencegah osteoporosis. Selain itu, fluor berfungsi menjaga kesehatan gigi dengan menebalkan enamel gigi, sehingga gigi tidak mudah keropos atau berlubang.

l. Vitamin

Adapun berbagai vitamin yang terkandung dalam teh, antara lain :

- Vitamin A

Vitamin A berfungsi menjaga kesehatan mata dan kulit, membantu proses pertumbuhan dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

- Vitamin B1

Vitamin B1 disebut juga tiamin. Vitamin B1 berfungsi menjaga sistem saraf, menjaga kesehatan jantung, menjaga kemampuan otot agar bekerja dengan baik, mencegah penyakit diabetes, mencegah penyakit jantung, mencegah penyakit Alzheimer dan mencegah penyakit wernickle-korsakoff syndorme (penyakit neuropsikiatrik yang disebabkan karena mengonsumsi alkohol secara berlebihan).

Neuropsikiatrik adalah gangguan psikiatrik yang menyebabkan disfungsi otak.

- Vitamin B2

Vitamin B2 disebut juga riboflavin. Vitamin B2 berfungsi membantu menguraikan karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi, serta membantu proses penyerapan oksigen dalam tubuh.

- Vitamin B9

Vitamin B9 disebut juga asam folat. Asam folat dapat larut dalam air. Asam folat berfungsi membantu proses pembentukan DNA dan sel darah merah, mencegah anemia, mencegah kecacatan pada otak dan saraf bayi.

- Vitamin C

Vitamin C disebut juga asam askorbat. Vitamin C berfungsi menghasilkan kolagen untuk menjaga kesehatan kulit, menjaga kesehatan tulang dan gigi, membantu penyembuhan luka, memelihara kesehatan jaringan tubuh dan melindungi sel-sel tubuh.

- Vitamin E

Vitamin E berfungsi menjaga sistem kekebalan tubuh, menjaga kesehatan mata, menjaga kesehatan kulit, membantu pertumbuhan sel, memperlambat kerusakan sel-sel tubuh dan menjaga kesehatan organ reproduksi.

- Vitamin K

Vitamin K berfungsi mempercepat pembekuan darah, menjaga kesehatan tulang, menjaga fungsi kognitif otak, menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah penyakit jantung dan stroke.

m. Substansi Resin

Resin berfungsi menaikkan daya tahan tanaman teh terhadap kondisi yang sangat dingin atau beku. Kadar resin dalam tanaman teh sekitar 3% dari berat kering.

Senyawa antioksidan dalam teh hijau berfungsi melindungi otak agar terhindar dari penyakit Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, antioksidan juga berfungsi membunuh bakteri yang terdapat di dalam mulut dan menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan kanker.

Jenis-Jenis Teh

Teh yang paling sering dikonsumsi berasal dari tanaman Camellia sinensis. Dari tanaman tersebut, teh terbagi menjadi enam jenis dengan tekstur, warna dan rasanya yang berbeda, yaitu teh putih, teh kuning, teh hijau, teh oolong, teh hitam dan teh fermentasi.

Teh hijau dan teh hitam dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Selain itu, teh hijau juga berfungsi membantu pembakaran lemak, menghambat pertumbuhan sel tumor dan sel kanker (kanker paru-paru, kanker usus dan kanker kulit), mencegah stroke, mencegah kerusakan hati, mencegah artritis (peradangan pada persendian) dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Teh hijau, teh putih dan teh kuning sangat sedikit mengalami proses oksidasi karena daunnya langsung dipanaskan setelah dipetik.

Teh hitam mengalami oksidasi paling banyak dan lengkap karena daunnya dimemarkan setelah dipetik. Hal ini menyebabkan teh hitam mengandung sedikit polifenol.

Teh oolong mengalami semi-oksidasi. Selama proses berlangsung, teh oolong dibiarkan teroksidasi dalam waktu singkat sebelum dipanaskan. Karena itu, teh oolong memiliki kandungan polifenol lebih tinggi dari teh hitam.

Teh fermentasi mengalami oksidasi secara perlahan selam periode penuaan. Periode penuaan dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun. Setelah teroksidasi, teh ini akan difermentasikan menggunakan mikroba dengan mengontrol kelembaban dan suhunya. Proses fermentasi akan mengubah aroma teh dan melelehkan rasa teh menjadi lebih astringent (basa) daripada teh hitam.

Manfaat Teh

a. Meningkatkan konsentrasi.
b. Menjaga fungsi kognitif otak. Kognitif otak adalah potensi intelektual yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa dan evaluasi.
c. Menjaga daya ingat baik jangka panjang maupun jangka pendek.
d. Mengatasi bau mulut.
e. Menjaga kesehatan gigi.
f. Menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. 

Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung. Tekanan darah sistolik adalah sekitar 120 mmHg.

Tekanan darah diastolik adalah tekanan darah pada saat otot jantung berelaksasi (beristirahat).        
           
g. Menurunkan kadar kolesterol HDL dalam darah.
h. Mencegah penyakit diabetes.
i. Mencegah penyakit kardiovaskular (serangan jantung, stroke dan dan penyakit vaskular periferal).
j. Mencegah penyakit kanker.
k. Menurunkan berat badan.
l. Mengatasi penyakit influenza.
m. Menjaga kesehatan saluran pencernaan.
n. Menjaga kesehatan tulang dan sendi.
o. Menjaga kesehatan kulit.
p. Mengatasi stress dengan cara menurunkan kadar hormon kortisol.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime