Filosofi Kecoa : Belajar Hidup Dari Seekor Kecoa
Apakah judul artikel ini terdengar menggelikan ?.
Ya, memang menggelikan!. Apa yang bisa dipelajari dari seekor serangga yang
menjijikan itu ?. Sebenarnya, ada yang bisa dipelajari dari serangga itu kalau
kamu memperhatikannya lebih seksama.
Kecoa itu tidak takut dengan kematian. Apakah kamu
pernah mendapati seekor kecoa yang perlahan-lahan mendekat ke arah di sekitarmu
di saat kamu sedang sibuk dengan kegiatanmu ?. Mereka berani berjalan di
dekatmu asalkan arah tujuan mereka tercapai. Mereka pikir mereka tidak akan
mati, tapi ternyata justru sebaliknya.
Tapi, fakta ini bukan menunjukkan bahwa kecoa
adalah makhluk yang bodoh, melainkan fakta bahwa kecoa itu pantang menyerah
karena sebenarnya kecoa itu cukup cerdik.
Apakah kamu pernah mendapati seekor kecoa yang
setelah kamu pukul dan kamu tinggalkan beberapa menit tiba-tiba sudah
menghilang begitu kamu kembali ?. Hal itu bukan karena kecoa tersebut dibawa
lari oleh seekor cicak karena butuh waktu untuk seekor cicak mengetahui ada
santapan untuknya, lalu membawanya lari dari TKP.
Hal ini membuktikan bahwa kecoa adalah serangga
yang cukup cerdik. Mereka pura-pura mati agar manusia tidak terus-menerus
menyakitinya. Dan ketika manusia lengah, mereka pergi melarikan diri.
Kecoa pergi melarikan diri bukan karena mereka pengecut, tetapi karena penuh pertimbangan. Ketika kita dihadapkan pada pilihan yang berat memang kita dituntut untuk bisa mengambil keputusan yang matang agar tidak ada kata penyesalan setelahnya.
Kecoa pergi melarikan diri bukan karena mereka pengecut, tetapi karena penuh pertimbangan. Ketika kita dihadapkan pada pilihan yang berat memang kita dituntut untuk bisa mengambil keputusan yang matang agar tidak ada kata penyesalan setelahnya.
Satu hal lagi yang perlu dipelajari dari seekor
kecoa adalah kegigihan dan kemandiriannya. Kamu pasti tahu kalau seekor kecoa
sulit untuk membalikkan tubuhnya setelah manusia membuat tubuhnya berguling dan
terlentang. Tapi, mereka terus berusaha untuk membalikkan tubuhnya agar bisa kembali
beraktifitas. Tak jarang ada seekor kecoa yang berhasil melakukannya tanpa
bantuan kecoa lain.
Walaupun ada juga yang akhirnya mati. Setidaknya mereka telah berusaha sampai titik darah penghabisan.
Walaupun ada juga yang akhirnya mati. Setidaknya mereka telah berusaha sampai titik darah penghabisan.
Fakta lain tentang kecoa yang patut kamu contoh
adalah mereka bisa bertahan hidup tanpa makan selama seminggu. Hal ini
membuktikan bahwa mereka bukan makhluk yang rakus.
Pada dasarnya, terlalu banyak makan bisa
menimbulkan bahaya pada tubuh manusia. Beberapa bahaya yang terjadi pada
manusia jika terlalu banyak makan, hingga terlalu kekenyangan, antara lain :
- Masalah pada saluran pencernaan terutama jika
terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat daripada vitamin dan serat.
- Obesitas, hingga menyebabkan menurunnya
kebugaran karena terlalu malas bergerak.
- Diabetes (kencing manis) karena kadar gula dalam
darah meningkat.
- Menghambat pertumbuhan kecerdasan dan psikologis.
- Meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh.
- Menimbulkan asam urat.
- Gigi cepat menjadi rapuh.
- Menimbulkan asam lambung karena perut terlalu
banyak gas.
- Menimbulkan bau mulut.
- Kadar radikal bebas dalam tubuh menjadi
meningkat.
- Menimbulkan radang lambung karena lambung
dipaksa untuk menampung makanan di luar batas kemampuan. Lambung mengalami
peradangan karena luka akibat gesekan saat mencerna makanan.
Artikel Terkait :
Penyakit Asam Lambung Dan Cara Mengobatinya
Artikel Terkait :
Penyakit Asam Lambung Dan Cara Mengobatinya
Komentar
Posting Komentar