Mengenal Pawang Hujan Tusuk Sate Dan Kandungan Kimia Pada Bawang Merah, Bawang Putih Dan Cabai

Ritual pawang hujan tusuk sate pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia. Entah kapan pastinya ritual ini sudah merajalela di Indonesia, yang pasti ritual ini merupakan warisan dari leluhur.

Indonesia memang negeri yang kaya dengan warisan leluhur. Sebagian besar orang memercayai ritual pawang hujan ini sebagai penangkal hujan.

Saya sendiri kurang tahu apakah cara ini benar-benar ampuh atau tidak karena saya belum pernah melakukannya.



Apa mungkin karena kandungan kimia dalam bawang merah, bawang putih dan cabai yang menyebabkan ketiga jenis tumbuhan ini bisa menangkal hujan?.



Berikut ini kandungan kimia dalam bawang merah, bawang putih dan cabai :



Bawang Merah (Allium cepa)


Bawang merah termasuk ke dalam suku Amaryllidaceae. Beberapa kandungan kimia dalam bawang merah adalah :

- Alisin (C6H10S2O) dan Alliin

Alisin terbentuk dari enzim allinase yang mengubah alliin ketika bawang dicincang. Alisin berperan sebagai pembunuh bakteri, anti radang, menurunkan tekanan darah, menormalkan keseimbangan lipoprotein (pengangkut lemak dalam darah) dan lain-lain. Alisin merupakan cairan berminyak berwarna agak kuning yang menyebabkan bau khas pada bawang.

Alliin merupakan senyawa sulfoksida (senyawa yang memiliki gugus sulfinyl (SO) yang terikat pada dua atom karbon) dan termasuk dalam turunan dari sistein asam amino. 

Sistein adalah asam amino bukan essensial (tidak dapat diproduksi dengan sendirinya dalam tubuh manusia) yang mengandung atom sulfur. Sistein berperan dalam proses sintesis senyawa-senyawa yang mengandung sulfur.

Alliin berperan sebagai antibiotik (penghambat/penekan proses infeksi oleh bakteri).

- Flavonoid Dan Flavonol

Flavonoid adalah senyawa fenol (asam karbolat/benzenol yang merupakan zat kristal tak berwarna dengan bau yang khas) yang berasal dari tumbuhan. Flavonoid mengandung 15 atom karbon. 

Flavonoid merupakan golongan metabolit sekunder (tidak bersifat essensial, sehingga tidak berpengaruh dalam proses pertumbuhan sel/organisme).

Flavonoid berfungsi untuk antioksidan, menghambat penuaan dini, pencegah alergi, pembunuh virus, mengobati penyakit aterosklorosis (pertumbuhan lemak pada dinding pembuluh arteri) dan mencegah trombus (penggumpalan darah). Flavonol adalah kelompok flavonoid.

- Alil propil disulfida

Alil propil disulfida (C6H12S2) adalah senyawa yang bersifat hipoglikemik (menurunkan kadar gula dalam darah)

- Fitosterol

Fitosterol adalah golongan lemak pada tumbuh-tumbuhan. Fitosterol dikenal sebagai lemak nabati.

- Pektin

Pektin adalah golongan polisakarida yang sulit dicerna yang ditemukan dalam dinding sel semua tumbuhan. Pektin digunakan dalam industri pembuatan yoghurt, kue dan saus tomat karena dapat mengikat air dan membentuk gel dengan baik atau sebagai agen pengental.

Pektin juga digunakan dalam industri farmasi, yaitu dalam pembuatan obat batuk. Pektin dapat menurunkan kadar kolesterol, mempercepat penyembuhan luka, mengatur hormon insulin dan merangsang sistem kekebalan tubuh.

- Saponin

Saponin adalah senyawa glikosida yang terkandung dalam tumbuhan tingkat tinggi. Saponin memiliki rasa yang pahit. Saponin berperan sebagai ekspektoran (penghancur dahak), anti tumor, anti virus, anti jamur dan anti inflamasi (peradangan). Selain itu, saponin juga merupakan racun yang dapat menghancurkan butir darah.

- Tripopanal sulfoksida

Tripopanal sulfoksida adalah senyawa aktif eteris (menguap) yang menyebabkan keluarnya air mata. Tripopanal sulfoksida berperan sebagai stimulan (peningkat fungsi organ tubuh terhadap sistem saraf pusat).

- Tiamin (vitamin B1)
- Riboflavin (vitamin B2)

- Niasin

Niasin (C6H5NO2) adalah senyawa organik yang berfungsi untuk mencegah penyakit pelagra. Penderita penyakit pelagra akan mengalami kulit yang meradang jika terkena sinar matahari.

Penyakit pelagra ditandai dengan diare, dermatitis (peradangan kulit yang ditandai dengan ruam, bengkak kemerahan dan gatal) dan demensia (penurunan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, kemampuan berpikir, kecerdasan mental dan memahami bahasa).

- Asam askorbat (vitamin C)

Bawang Putih (Allium sativum)

Beberapa kandungan dalam bawang putih adalah :

- Alisin Dan Alliin (sama dengan kandungan pada bawang merah)
- Selenium (Se)

Selenium adalah senyawa yang tidak bereaksi dengan air dan mudah terbakar di udara.

- Germanium (Ge)

Germanium adalah senyawa  yang memiliki massa yang lebih berat dari pada atmosfer, sehingga jika berada dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan ledakan. 

Germanium dapat berperan sebagai penghancur radikal bebas yang terdapat dalam tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan pasokan oksigen dalam tubuh.

- Scordinin

Scordinin adalah senyawa bioaktif yang berperan dalam meningkatkan energi, mempercepat pertumbuhan dan menurunkan berat badan.

- Metil alil trisulfida

Metil alil trisulfida adalah senyawa yang dapat mencegah penggumpalan darah.

- Allithiamine

Allithiamine adalah bentuk lipid/lemak yang mudah larut dan terkandung dalam vitamin B1.

Cabai (Capsiceae)

Beberapa kandungan dalam cabai adalah :

- Capsaicin

Capsaicin adalah ekstrak alkaloid yang menyebabkan rasa pedas pada tumbuhan.

- Alkaloid

Alkaloid adalah senyawa basa nitrogen yang termasuk golongan heterosiklik yang terdapat pada tumbuhan. Alkaloid terkandung dalam kulit kayu, ranting, biji dan akar tumbuhan. 

Dedaunan yang berasa sepat/pahit memiliki kandungan alkaloid yang lebih banyak. Alkaloid berperan dalam melindungi tanaman dari hama dan parasit, serta membantu tanaman untuk menjaga keseimbangan ion.

-Flavonoid
- Sterol atau Terpenoid

Terpenoid (C5H8) merupakan senyawa golongan hidrokarbon yang dihasilkan oleh tumbuhan dan sebagian kelompok hewan. Golongan hidrokarbon bersifat hidrofobik (tidak suka air/menolak air).

Beberapa kandungan dalam biji cabai adalah :

- Solanine

Solanine adalah racun glikoalkaloid yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan diare, muntah, kram perut, membakar tenggorokan, detak jantung menjadi tidak teratur, sakit kepala, pusing, gatal, eksim, masalah pada kelenjar tiroid, peradangan dan nyeri pada persendian.

Karena kandungan solanine dalam biji cabai ini yang menyebabkan kita sebaiknya tidak memakan biji cabai.

- Solanidine

Solanidine (C27H43NO) adalah racun glikoalkaloid. Solanidine bertanggung jawab pada sambungan neuromuskuler (sinaps/titik temu antara akson suatu neuron dengan neuron lain yang terbentuk karena kontak antara saraf motorik dan serat otot).

- Solamargine

Solamargine (C45H73NO15) adalah racun glikoalkaloid yang merupakan turunan dari solasodine.

- Solasodine

Solasodine adalah racun glikoalkaloid.
  

Cara Membuat Pawang Hujan Tusuk Sate

Ritual pawang hujan tusuk sate sangat mudah dilakukan. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan adalah 4 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, 4 buah cabai, 4 buah tusuk sate dan garam.

Cara pembuatannya hanyalah dengan menusukkan satu-persatu bawang merah, bawang putih dan cabai pada masing-masing tusuk sate.

Setelah itu masing-masing tusuk sate tersebut ditaruh di sekitar wilayah yang diharapkan tidak turun hujan karena berbagai alasan. Dan sekitar masing-masing tusuk sate tersebut ditaburi garam.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime