Mengenal Pawang Hujan Tusuk Sate Dan Kandungan Kimia Pada Bawang Merah, Bawang Putih Dan Cabai
Ritual
pawang hujan tusuk sate pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia.
Entah kapan pastinya ritual ini sudah merajalela di Indonesia, yang
pasti ritual ini merupakan warisan dari leluhur.
Indonesia memang negeri yang kaya dengan warisan leluhur. Sebagian besar orang memercayai ritual pawang hujan ini sebagai penangkal hujan.
Saya sendiri kurang tahu apakah cara ini benar-benar ampuh atau tidak karena saya belum pernah melakukannya.
Ritual pawang hujan tusuk sate sangat mudah dilakukan. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan adalah 4 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, 4 buah cabai, 4 buah tusuk sate dan garam.
Setelah itu masing-masing tusuk sate tersebut ditaruh di sekitar wilayah yang diharapkan tidak turun hujan karena berbagai alasan. Dan sekitar masing-masing tusuk sate tersebut ditaburi garam.
Indonesia memang negeri yang kaya dengan warisan leluhur. Sebagian besar orang memercayai ritual pawang hujan ini sebagai penangkal hujan.
Saya sendiri kurang tahu apakah cara ini benar-benar ampuh atau tidak karena saya belum pernah melakukannya.
Apa mungkin
karena kandungan kimia dalam bawang merah, bawang putih dan cabai yang
menyebabkan ketiga jenis tumbuhan ini bisa menangkal hujan?.
Berikut ini
kandungan kimia dalam bawang merah, bawang putih dan cabai :
Bawang Merah (Allium cepa)
Bawang merah
termasuk ke dalam suku Amaryllidaceae. Beberapa kandungan kimia dalam bawang
merah adalah :
- Alisin (C6H10S2O)
dan Alliin
Alisin
terbentuk dari enzim allinase yang mengubah alliin ketika bawang dicincang.
Alisin berperan sebagai pembunuh bakteri, anti radang, menurunkan tekanan
darah, menormalkan keseimbangan lipoprotein (pengangkut lemak dalam darah) dan
lain-lain. Alisin merupakan cairan berminyak berwarna agak kuning yang
menyebabkan bau khas pada bawang.
Alliin merupakan
senyawa sulfoksida (senyawa yang memiliki gugus sulfinyl (SO) yang terikat pada
dua atom karbon) dan termasuk dalam turunan dari sistein asam amino.
Sistein adalah asam amino bukan essensial (tidak dapat diproduksi dengan sendirinya dalam tubuh manusia) yang mengandung atom sulfur. Sistein berperan dalam proses sintesis senyawa-senyawa yang mengandung sulfur.
Sistein adalah asam amino bukan essensial (tidak dapat diproduksi dengan sendirinya dalam tubuh manusia) yang mengandung atom sulfur. Sistein berperan dalam proses sintesis senyawa-senyawa yang mengandung sulfur.
Alliin berperan
sebagai antibiotik (penghambat/penekan proses infeksi oleh bakteri).
- Flavonoid Dan
Flavonol
Flavonoid
adalah senyawa fenol (asam karbolat/benzenol yang merupakan zat kristal tak
berwarna dengan bau yang khas) yang berasal dari tumbuhan. Flavonoid mengandung
15 atom karbon.
Flavonoid merupakan golongan metabolit sekunder (tidak bersifat essensial, sehingga tidak berpengaruh dalam proses pertumbuhan sel/organisme).
Flavonoid merupakan golongan metabolit sekunder (tidak bersifat essensial, sehingga tidak berpengaruh dalam proses pertumbuhan sel/organisme).
Flavonoid
berfungsi untuk antioksidan, menghambat penuaan dini, pencegah alergi, pembunuh
virus, mengobati penyakit aterosklorosis (pertumbuhan lemak pada dinding
pembuluh arteri) dan mencegah trombus (penggumpalan darah). Flavonol adalah
kelompok flavonoid.
- Alil propil
disulfida
Alil propil
disulfida (C6H12S2) adalah senyawa yang
bersifat hipoglikemik (menurunkan kadar gula dalam darah)
- Fitosterol
Fitosterol
adalah golongan lemak pada tumbuh-tumbuhan. Fitosterol dikenal sebagai lemak
nabati.
- Pektin
Pektin adalah
golongan polisakarida yang sulit dicerna yang ditemukan dalam dinding sel semua
tumbuhan. Pektin digunakan dalam industri pembuatan yoghurt, kue dan saus tomat
karena dapat mengikat air dan membentuk gel dengan baik atau sebagai agen
pengental.
Pektin juga
digunakan dalam industri farmasi, yaitu dalam pembuatan obat batuk. Pektin
dapat menurunkan kadar kolesterol, mempercepat penyembuhan luka, mengatur
hormon insulin dan merangsang sistem kekebalan tubuh.
- Saponin
Saponin adalah
senyawa glikosida yang terkandung dalam tumbuhan tingkat tinggi. Saponin
memiliki rasa yang pahit. Saponin berperan sebagai ekspektoran (penghancur
dahak), anti tumor, anti virus, anti jamur dan anti inflamasi (peradangan).
Selain itu, saponin juga merupakan racun yang dapat menghancurkan butir darah.
- Tripopanal
sulfoksida
Tripopanal
sulfoksida adalah senyawa aktif eteris (menguap) yang menyebabkan keluarnya air
mata. Tripopanal sulfoksida berperan sebagai stimulan (peningkat fungsi organ
tubuh terhadap sistem saraf pusat).
- Tiamin
(vitamin B1)
- Riboflavin
(vitamin B2)
- Niasin
Niasin (C6H5NO2)
adalah senyawa organik yang berfungsi untuk mencegah penyakit pelagra.
Penderita penyakit pelagra akan mengalami kulit yang meradang jika terkena
sinar matahari.
Penyakit
pelagra ditandai dengan diare, dermatitis (peradangan kulit yang ditandai
dengan ruam, bengkak kemerahan dan gatal) dan demensia (penurunan fungsi otak,
seperti berkurangnya daya ingat, kemampuan berpikir, kecerdasan mental dan memahami
bahasa).
- Asam askorbat
(vitamin C)
Bawang Putih (Allium sativum)
Beberapa
kandungan dalam bawang putih adalah :
- Alisin Dan
Alliin (sama dengan kandungan pada bawang merah)
- Selenium (Se)
Selenium adalah
senyawa yang tidak bereaksi dengan air dan mudah terbakar di udara.
- Germanium
(Ge)
Germanium
adalah senyawa yang memiliki massa yang
lebih berat dari pada atmosfer, sehingga jika berada dalam konsentrasi tinggi
dapat menyebabkan ledakan.
Germanium dapat berperan sebagai penghancur radikal bebas yang terdapat dalam tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan pasokan oksigen dalam tubuh.
Germanium dapat berperan sebagai penghancur radikal bebas yang terdapat dalam tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan pasokan oksigen dalam tubuh.
- Scordinin
Scordinin
adalah senyawa bioaktif yang berperan dalam meningkatkan energi, mempercepat
pertumbuhan dan menurunkan berat badan.
- Metil alil
trisulfida
Metil alil
trisulfida adalah senyawa yang dapat mencegah penggumpalan darah.
- Allithiamine
Allithiamine
adalah bentuk lipid/lemak yang mudah larut dan terkandung dalam vitamin B1.
Cabai (Capsiceae)
Beberapa
kandungan dalam cabai adalah :
- Capsaicin
Capsaicin
adalah ekstrak alkaloid yang menyebabkan rasa pedas pada tumbuhan.
- Alkaloid
Alkaloid adalah
senyawa basa nitrogen yang termasuk golongan heterosiklik yang terdapat pada
tumbuhan. Alkaloid terkandung dalam kulit kayu, ranting, biji dan akar
tumbuhan.
Dedaunan yang berasa sepat/pahit memiliki kandungan alkaloid yang lebih banyak. Alkaloid berperan dalam melindungi tanaman dari hama dan parasit, serta membantu tanaman untuk menjaga keseimbangan ion.
Dedaunan yang berasa sepat/pahit memiliki kandungan alkaloid yang lebih banyak. Alkaloid berperan dalam melindungi tanaman dari hama dan parasit, serta membantu tanaman untuk menjaga keseimbangan ion.
-Flavonoid
- Sterol atau
Terpenoid
Terpenoid (C5H8)
merupakan senyawa golongan hidrokarbon yang dihasilkan oleh tumbuhan dan
sebagian kelompok hewan. Golongan hidrokarbon bersifat hidrofobik (tidak suka
air/menolak air).
Beberapa
kandungan dalam biji cabai adalah :
- Solanine
Solanine adalah
racun glikoalkaloid yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan
diare, muntah, kram perut, membakar tenggorokan, detak jantung menjadi tidak
teratur, sakit kepala, pusing, gatal, eksim, masalah pada kelenjar tiroid,
peradangan dan nyeri pada persendian.
Karena
kandungan solanine dalam biji cabai ini yang menyebabkan kita sebaiknya tidak
memakan biji cabai.
- Solanidine
Solanidine (C27H43NO)
adalah racun glikoalkaloid. Solanidine bertanggung jawab pada sambungan neuromuskuler
(sinaps/titik temu antara akson suatu neuron dengan neuron lain yang terbentuk
karena kontak antara saraf motorik dan serat otot).
- Solamargine
Solamargine (C45H73NO15)
adalah racun glikoalkaloid yang merupakan turunan dari solasodine.
- Solasodine
Solasodine
adalah racun glikoalkaloid.
Cara Membuat Pawang Hujan Tusuk Sate
Ritual pawang hujan tusuk sate sangat mudah dilakukan. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan adalah 4 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, 4 buah cabai, 4 buah tusuk sate dan garam.
Cara pembuatannya hanyalah
dengan menusukkan satu-persatu bawang merah, bawang putih dan cabai pada
masing-masing tusuk sate.
Setelah itu masing-masing tusuk sate tersebut ditaruh di sekitar wilayah yang diharapkan tidak turun hujan karena berbagai alasan. Dan sekitar masing-masing tusuk sate tersebut ditaburi garam.

Komentar
Posting Komentar