Filosofi Roti Isi : Diam-Diam Menghanyutkan


Roti isi yang saya maksud di sini adalah roti yang dibungkus dan isinya tidak tampak dari luar.

Kita tahu kan kalau roti isi itu rasanya beraneka macam. Kita pun tahu kalau roti isi harganya lebih terjangkau. Buktinya saja roti isi yang biasa dijual di warung dengan harga Rp 2000. Mengenai warung atau tempat penjualan, kita pun tahu bahwa roti isi lebih mudah didapat di mana pun.

Lalu, pelajaran apa yang bisa dipetik dari sebuah roti isi?.

Roti isi tidak pernah menunjukkan isinya alias tidak sombong. Walaupun terkadang dihargai murah atau dipandang sebelah mata, rasa roti isi cukup enak. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa roti isi adalah roti yang diam-diam menghanyutkan.

Apakah salah sesuatu yang diam-diam ternyata menghanyutkan?.

Menurut saya, yang salah bukanlah si objek yang bersikap diam-diam menghanyutkan, melainkan cara berpikir kita terhadap si objek. Jika si objek tidak mempunyai maksud buruk ketika ia menunjukkan sifat aslinya, buat apa kita mempermasalahkan sikapnya selama ini yang terlalu tertutup. Memang benar jika bersikap terlalu tertutup itu tidak baik, tapi jika kita memaksakan kehendak pada orang lain dengan maksud memaksanya untuk berubah, justru kita telah bersikap lebih tidak baik.

Seseorang yang berpikiran positif terhadap si roti isi, pasti justru akan merasa mengagumi sikap si roti isi.

Terkadang kita memang lebih menyukai sesuatu yang terlihat bagus dari luarnya, seperti halnya kita lebih menyukai sandwich, humberger atau martabak karena kita telah tahu seperti apa isinya. Berbeda dengan roti isi yang terkadang isinya hanya sedikit atau bahkan bergumpal, sehingga membuat kita jengkel.

Tapi tak jarang pula kita merasa kecewa begitu kita masuk lebih dalam ke dalam sesuatu yang telah menampakkan yang indah-indah dari luarnya, bukan?.

Mungkin seperti saat kita memakan sandwich, humberger atau martabak, ternyata rasanya tidak enak, padahal kita sudah mengeluarkan lebih banyak uang untuk membelinya. Ini lebih menyesakkan daripada kita dikecewakan oleh si roti isi.

Sama halnya dalam pertemanan. Kita akan merasa sangat kecewa ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa sahabat yang selalu menunjukkan kebaikannya ataupun kehebatannya, hingga membuat kita mengaguminya atau lebih buruk lagi jika kita menurutinya, ternyata semua hal yang ditunjukkannya adalah kebohongan atau membuat kita terjerumus.

Sudah pasti rasanya lebih sakit jika kita mendapati kebohongan yang awalnya terlihat baik, namun ternyata buruk daripada saat kita merasa dikecewakan oleh sesuatu yang awalnya kita pandang sebelah mata, namun ternyata menyimpan sesuatu yang lain, baik itu buruk maupun tidak.

Jika si roti isi tiba-tiba menunjukkan suatu hal yang tidak pernah kita duga yang berhubungan dengan masa lalunya, kita pasti akan merasa penasaran dan ingin masuk lebih dalam lagi ke kehidupan si roti isi.

Akan berbeda situasinya jika kita tiba-tiba menemukan suatu hal yang tidak terduga yang berhubungan dengan masa lalu si humberger, kita pasti sudah malas untuk masuk lebih dalam lagi ke kehidupan si humberger karena kita khawatir akan lebih banyak lagi kebohongan yang lebih buruk yang akan kita dapatkan dari si humberger.

Sekali lagi hal itu dikarenakan si humberger selama ini sering kali menunjukkan yang indah-indah di luarnya, tidak seperti si roti isi yang terlihat sederhana dari luarnya.

Jika si roti isi dan si humberger sama-sama melakukan kesalahan, jelas si roti isi akan lebih mudah mendapat kepercayaan kembali atau kesempatan kedua daripada si humberger.

Jadi, tak ada ruginya kan jika kita menutupi suatu kebaikan di awal daripada kita terus menunjukkannya?. Seperti kata pepatah “Memberi Dengan Tangan Kanan, Tangan Kiri Tidak Perlu Tahu”.

#salahkah jika diam-diam menghanyutkan?.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime