Hantu Selfie : Hubungan Makhluk Astral Dengan Sinar Ultraviolet Dan Sinar Inframerah + Cerpen
Istilah hantu
selfie merujuk pada penampakan makhluk gaib yang terekam oleh kamera, baik itu
foto maupun video.
Ada hantu yang sengaja nampang di belakang kita apabila kita sedang berfoto di tempat-tempat angker, baik berfoto sendiri maupun bersama teman-teman. Namun, ada juga hantu yang sosoknya tak sengaja tertangkap oleh kamera.
Ada hantu yang sengaja nampang di belakang kita apabila kita sedang berfoto di tempat-tempat angker, baik berfoto sendiri maupun bersama teman-teman. Namun, ada juga hantu yang sosoknya tak sengaja tertangkap oleh kamera.
Kenapa hantu
bisa tertangkap oleh kamera ya?. Padahal mereka makhluk tak kasat mata.
Menurut
komunitas Ghost Photography, hal tersebut dikarenakan gelombang elektromagnetik
spektrum yang terpancar dari sosok hantu tersebut. Lensa kamera dapat menangkap
sinar ultraviolet maupun sinar inframerah yang berjalan sangat lambat, tidak
seperti mata manusia.
Ketika
gelombang inframerah yang terpancar dari sosok hantu telah sejajar/sama besar
dengan gelombang kamera, maka sosok hantu tersebut dapat terekam oleh kamera.
Hal ini pun disebabkan karena hantu menyerap energi dari seseorang yang sedang merasa ketakutan, sehingga mereka berani menampakkan wujud mereka. Oleh karena itu, semakin seseorang dilanda ketakutan, justru hantu akan semakin menunjukkan penampakan kepadanya.
Hal ini pun disebabkan karena hantu menyerap energi dari seseorang yang sedang merasa ketakutan, sehingga mereka berani menampakkan wujud mereka. Oleh karena itu, semakin seseorang dilanda ketakutan, justru hantu akan semakin menunjukkan penampakan kepadanya.
Sinar Ultraviolet Dan Sinar Inframerah
Sinar ultraviolet adalah radiasi elektromagnetik berwarna ungu dengan panjang gelombang yang
lebih pendek dari cahaya yang tampak, tetapi lebih panjang dari sinar X.
Radiasi ultraviolet yang memiliki panjang gelombang 380-200 nm disebut hampir
UV. Radiasi ultraviolet yang memiliki panjang gelombang 200-10 nm disebut UV
vakum.
*satuan nm
dibaca nanometer.
Sinar ultraviolet
terbagi menjadi tiga berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu :
- UVA atau
gelombang panjang (blacklight) memiliki panjang 380-315 nm. UVA dapat menembus
lapisan kulit, hingga ke jaringan lemak. Hal ini dapat merusak lapisan lemak,
sehingga menimbulkan keriput pada kulit.
- UVB atau
gelombang medium (medium wave) memiliki panjang 315-280 nm. UVB dapat membakar
dan merusak lapisan kulit atas, yaitu lapisan ari.
- UVC atau
gelombang pendek (short wave) memiliki panjang 280-10 nm. UVC dapat menyebabkan
kulit menjadi warna lebih kecokelatan.
Sinar inframerah adalah radiasi elektromagnetik berwarna merah dengan panjang gelombang
yang lebih panjang dari cahaya yang tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi
gelombang radio.
Sinar inframerah memiliki panjang 700 nm - 1 mm. Sama dengan sinar ultraviolet, sinar inframerah juga tak dapat dilihat oleh manusia. Selain itu, sinar inframerah tidak dapat menembus materi/benda yang tidak tembus pandang.
Sinar inframerah memiliki panjang 700 nm - 1 mm. Sama dengan sinar ultraviolet, sinar inframerah juga tak dapat dilihat oleh manusia. Selain itu, sinar inframerah tidak dapat menembus materi/benda yang tidak tembus pandang.
Komponen/benda
yang menghasilkan panas dapat menimbulkan sinar inframerah. Oleh karena itu,
sinar inframerah disebut juga radiasi panas. Energi matahari termasuk sinar
inframerah.
Panjang
gelombang sinar inframerah berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu.
Apabila suhu naik, maka panjang gelombang sinar inframerah akan menurun. Gelombang inframerah memiliki frekuensi sekitar 300
GHz-40.000 GHz.
Sinar inframerah
terbagi menjadi tiga berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu :
- Inframerah
jarak dekat dengan panjang gelombang 0,75 – 1,5 µm
- Inframerah
jarak menengah dengan panjang gelombang 1,50 – 10 µm
- Inframerah
jarak jauh dengan panjang gelombang 10 – 100 µm
* µm dibaca
mikrometer.
Keterangan :
Radiasi
elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi
(bergerak ke depan dan ke belakang/berayun, seperti pada bandul) dan merambat
melewati ruang dengan membawa energi dari satu tempat ke tempat lain.
Manfaat Sinar Ultraviolet
- Sumber vitamin D
yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperkuat tulang dan
gigi, mencegah kanker usus besar, mencegah penyakit kuning dan eksim.
- Mengobati
penyakit vitiligo (hilangnya pigmentasi kulit karena kerusakan pada sel-sel
pigmen/melanosit), psoriasis (kulit bersisik, gatal kering dan berbecak merah
yang menyakitkan) dan lupus vulgaris (borok pada wajah dan leher).
- Membantu
serangga, burung dan reptil mencari makan pada malam hari.
- Membantu proses
desinfeksi (membunuh mikroorganisme penyebab penyakit). Karena hal ini, sinar
ultraviolet sering digunakan untuk mensterilkan alat-alat kesehatan dan ruang
operasi.
- Membantu proses
fotosintesis (pembentukan zat makanan, seperti karbohidrat) pada tumbuhan,
terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun (klorofil).
Di samping manfaat
yang diperoleh dari sinar ultraviolet, sinar tersebut juga memiliki bahaya
seperti :
- Menyebabkan
kanker kulit.
- Menyebabkan
eritema multiform (kemerahan/ruam pada kulit).
- Mempercepat
proses penuaan dini.
- Merusak sistem
kekebalan tubuh karena sinar matahari dapat mengubah distribusi dan fungsi sel
darah putih untuk melawan penyakit.
- Menyebabkan
peradangan pada kornea (fotokeratitis), menyebabkan katarak, kanker mata dan
menyebabkan terbentuknya jaringan fibrovaskular yang tubuh ke tengah mata,
sehingga dapat menutup lubang pupil.
- Membuat warna pada
plastik, kain, cat dan tinta menjadi pudar, serta dapat melumerkan plastik.
Manfaat Sinar Inframerah
- Dapat
meningkatkan cairan tubuh manusia karena sinar inframerah mempunyai getaran yang
sama dengan molekul air, hingga membuat molekul tersebut pecah dan terbentuk
molekul tunggal lain.
Hal ini juga berdampak baik untuk mengurangi tekanan jantung, memperbaiki sirkulasi darah karena pembuluh kapiler menjadi membesar dan meningkatkan suhu tubuh.
Hal ini juga berdampak baik untuk mengurangi tekanan jantung, memperbaiki sirkulasi darah karena pembuluh kapiler menjadi membesar dan meningkatkan suhu tubuh.
- Meningkatkan
sirkulasi mikro, sehingga dapat membantu membuang racun dalam tubuh melalui
metabolisme tubuh. Hal ini akan mengurangi beban pada hati dan ginjal.
Sirkulasi mikro adalah mekanisme distribusi oksigen,
nutrisi, hormon dan molekul-molekul lainnya ke beberapa jaringan dalam tubuh,
serta pembuangan karbondioksida, limbah hasil metabolisme melalui organ
ekskresi.
- Meningkatkan
pH dalam tubuh, membersihkan darah, memperbaiki tekstur kulit dan mencegah
rematik karena asam urat yang tinggi.
- Pada bidang
kedokteran, sinar inframerah digunakan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan
pasien. Selain itu, pancaran panas dari sinar inframerah dapat menyembuhkan
penyakit cacar dan membasmi kuman atau bakteri yang terdapat dalam tubuh.
- Sinar
inframerah dapat digunakan dalam media komunikasi sebagai nirkabel (transfer informasi
antara dua atau lebih suatu perangkat tanpa terhubung pada arus listrik),
seperti sebagai pengendali jarak jauh (± 10 meter) jika tanpa penghalang dan
pengendali jarak dekat.
Contoh sinar inframerah digunakan sebagai pengendali jarak jauh adalah pada alarm keamanan, seluler/handphone, laptop dan lain-lain.
Contoh sinar inframerah sebagai pengendali jarak dekat adalah pada remote TV.
Contoh sinar inframerah digunakan sebagai pengendali jarak jauh adalah pada alarm keamanan, seluler/handphone, laptop dan lain-lain.
Contoh sinar inframerah sebagai pengendali jarak dekat adalah pada remote TV.
Kelemahan dari
pengiriman data menggunakan sinar inframerah adalah kedua lubang inframerah dari
kedua perangkat harus saling berhadapan. Namun, pengiriman data menggunakan
sinar inframerah lebih lambat daripada dengan menggunakan bluetooth.
Sinar
inframerah relatif murah, tidak dapat menembus tembok atau ruang gelap, memiliki
fluktuasi (guncangan/ketidaktetapan) daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh
cahaya matahari.
Jika sinar
inframerah dan cahaya matahari memiliki gelombang yang sama dengan nol, maka
interferensi (interaksi antara gelombang) bersifat membangun.
Jika sinar
inframerah dan cahaya matahari memiliki gelombang yang sama dengan 180o,
maka interaksi antara kedua gelombang akan saling menghilangkan/merusak.
- Sinar
inframerah juga dapat digunakan pada lampu pijar dengan kawat pijar yang
bersuhu di atas ± 2500oK. Lampu inframerah menghasilkan pancaran
cahaya yang lebih banyak daripada lampu pijar biasa.
Selain itu, lampu inframerah memilii kekuatan energi elektromagnetik di atas -273oC. Lampu inframerah sering digunakan dalam proses pemanasan/pemanggangan di bidang industri.
Selain itu, lampu inframerah memilii kekuatan energi elektromagnetik di atas -273oC. Lampu inframerah sering digunakan dalam proses pemanasan/pemanggangan di bidang industri.
Dalam artikel
ini saya lampirkan cerpen abal-abal karya saya untuk menambah rasa artikel ini. Setelah rasa Hiii... di pembukaan. Rasa Ooo... di tengah. Saya akan menutup artikel ini dengan rasa Prett....Hehehe...
Sosok Di Dalam Foto Selfie
Huff...membosankan di tempat ini
sendirian!. Laras belum datang. Dia memang sudah bilang kalau akan datang
terlambat sebab ia harus menemani ibunya dulu ke supermarket. Yah, aku yang
salah karena datang terlalu awal.
Hari Minggu ini perpustakaan kota
sedang ramai. Semua pengunjung memiliki keperluan masing-masing. Aku dan Laras
berkeperluan untuk mencari bahan-bahan untuk karya tulis Biologi yang
ditugaskan secara perorangan dengan tema bebas oleh guru kami.
Tugas ini adalah tugas akhir kenaikan kelas. Aku mengusung tema organ tubuh manusia. Entah tema apa yang akan dipilih Laras, tapi pastinya ia akan memilih tema yang berbeda.
Tugas ini adalah tugas akhir kenaikan kelas. Aku mengusung tema organ tubuh manusia. Entah tema apa yang akan dipilih Laras, tapi pastinya ia akan memilih tema yang berbeda.
Aku sudah merangkum beberapa bahan
untuk lima halaman, tapi Laras belum juga datang. Apa mungkin ia terjebak
kemacetan?. Akhirnya, kuputuskan untuk menghubunginya melalui BBM. Kutanyakan
di mana ia sekarang. Dan ia menjawab dengan memberi tahu bahwa ia sudah hampir
sampai.
Karena bosan dan kebetulan aku sedang
memegang ponselku, aku yang narsis ini, iseng mengaktifkan kamera ponselku. Aku
berfoto selfie ria sambil menunggu Laras datang. Aku berpose wajah muram untuk
pose pertamaku. Lalu wajah kesal untuk pose keduaku. Aku menertawakan diriku
sendiri yang terlihat dalam hasil fotoku.
Saat kulihat hasil fotoku yang kedua
dengan latar berbeda dari foto pertama, aku pun terpesona melihat sosok seorang
laki-laki yang tertangkap oleh kamera ponselku. Laki-laki itu sedang membaca
buku. Menurutku ia cukup tampan. Aku suka wajahnya yang serius saat membaca buku.
Aku jadi penasaran ingin melihatnya langsung.
Aku lekas menoleh ke arah tempatnya
duduk, tapi tak disangka dan membingungkan karena ia tak ada di sana. Padahal
aku baru saja menangkap sosoknya. Aku langsung berpikiran buruk tentang
laki-laki itu kalau mungkin ia bukanlah makhluk hidup. Tapi bila kuamati lagi
dari hasil fotoku, wujudnya begitu nyata.
Aku celingukan melihat ke sekitar
tempatnya duduk, tapi tetap tak kutemukan sosoknya di sana. Akhirnya,
kuputuskan untuk menanyakannya pada seseorang yang sedang mencari buku di rak
dekat tempatku duduk.
“ Permisi!. Maaf, mengganggu! ”, kataku
canggung.
“ Ya, ada apa? ”, tanya perempuan itu.
“ Apa kamu tadi melihat seorang
laki-laki berbaju putih duduk di sana sedang membaca buku? ”. Perempuan itu
mengernyit sambil menggelengkan kepala. “ Apa?. Tidak?. Kamu serius? ”, tanyaku
terkejut.
“ Sebetulnya aku tak yakin sebab aku
kurang memperhatikan sekitar. Tapi sepertinya memang tidak. Kenapa memangnya?
”, tanya perempuan yang usianya terlihat lebih tua dariku.
“ Tidak!. Tidak ada apa-apa!. Terima
kasih! ”, kataku sambil tersenyum kikuk. Lalu meninggalkannya. Aku kembali ke
kursiku. Aku benar-benar syok mendengar pernyataannya padahal setahuku sejak
tadi perempuan itu juga ada di sana.
“ Hei! ”, sapa Laras tiba-tiba dari
belakangku sambil menepuk kedua pundakku. Ia membuatku terkejut.
“ Lu mengagetkan saja sih!. Gue lagi
syok nih! ”, kataku kesal dan mungkin wajahku terlihat panik.
“ Syok kenapa? ”, tanya Laras cemas.
Wajahnya menjadi tegang.
“ Sini-sini!. Lu duduk dulu! ”. Kuminta
ia duduk di kursi kosong di sebelah kananku. Dan ia pun menurutiku.
“ Sebenarnya ada apa?. Lu jangan
membuat gue cemas! ”, kata Laras kesal.
“ Ini lu lihat! ”. Aku menunjukan foto
selfieku itu.
Tiba-tiba Laras menepuk dahinya dan
mendengus kesal. “ Apa-apaan sih lu, Ra!. Gue pikir ada apa. Lu menakut-takuti
gue saja! ”.
“ Eh, dengar dulu!. Maksud gue bukan
foto guenya. Ini loh laki-laki yang duduk di belakang gue! ”.
Laras memutar bola matanya. “ Terus
kenapa?. Lu suka? ”, tanya Laras sarkastis.
“ Ya, gue memang suka sih secara
fisik!. Tapi fisiknya ini enggak nyata! ”.
Laras mendelik. “ Maksud lu? ”,
tanyanya.
“ Dia bukan manusia! ”, jawabku dengan
berbisik.
Laras terkejut dan ketakutan. “ Serius
lu?. Gue enggak suka dibercandain tentang hal ini! ”, katanya dengan nada
mengancam.
“ Serius!. Jadi tuh ceritanya, saat gue
menoleh ke arahnya, dia enggak ada di sana, padahal jeda waktunya kurang lebih
2 menit setelah gue mengambil foto ini. Terus gue tanya sama seorang perempuan
yang tadi berdiri di rak buku itu, dia bilang dia enggak melihat laki-laki itu,
padahal perempuan itu sudah lama berdiri di sana ”.
“ Ih, seram banget sih!. Masa ini
perpustakaan angker sih?. Tapi ramai kok!. Kalau begitu, lebih baik kita pindah
duduknya. Ayo! ”. Laras menarik tanganku. Aku segera menyambar buku dan tasku
lalu mengikutinya.
Kami duduk di sisi lain perpustakaan
yang cukup jauh dari tempat awal, hingga kursi kosong yang dihuni makhluk tak
bernyawa itu tak terlihat lagi dalam pandangan kami.
“ Di sini pasti aman! ”, kata Laras
sambil menghela nafas. “ Oh, iya!. Gue harus cepat mencari buku untuk bahan
karya tulis gue. Sudah hampir sore lagi! ”, lanjutnya.
“ Biar gue bantu mencari! ”. Aku
mengikutinya menelusuri rak-rak buku khusus buku sains. “ Lu mau membahas tentang
apa? ”, tanyaku.
“ Apa ya?. Bagaimana kalau tentang
jenis-jenis hewan? ”, jawab Laras sambil matanya sibuk membaca judul buku-buku
yang tersusun rapi di raknya.
“ Ya, boleh juga!. Gue bantu mencari
bukunya! ”.
“ Terima kasih! ”.
Aku lekas meninggalkannya untuk ke sisi
lain dari rak buku itu. Kami mulai mencari buku tentang jenis-jenis hewan dalam
ilmu Biologi. Kubaca satu-persatu judul dari buku-buku yang tersusun rapi,
mulai dari sudut kiri ke kanan.
Aku seorang diri berada di antara rak buku di depan dan di belakangku, hingga akhirnya seseorang datang. Kutangkap sekilas sosoknya dari sudut mataku. Masih samar-samar kulihat, ia mirip dengan seseorang yang pernah kulihat, hingga akhirnya aku memalingkan wajahku ke arahnya agar aku dapat melihatnya dengan lebih jelas.
Aku seorang diri berada di antara rak buku di depan dan di belakangku, hingga akhirnya seseorang datang. Kutangkap sekilas sosoknya dari sudut mataku. Masih samar-samar kulihat, ia mirip dengan seseorang yang pernah kulihat, hingga akhirnya aku memalingkan wajahku ke arahnya agar aku dapat melihatnya dengan lebih jelas.
Ketika aku menoleh ke arahnya,
bersamaan dengan itu dia juga menoleh ke arahku. Mungkin karena dia menangkap
adanya keanehan dari sikapku. Ketika kami saling bersitatap, mendadak aku
terlonjak mundur dan menjerit pendek. Aku langsung membungkam mulutku sendiri
karena tak ingin membuat keributan di dalam perpusatakaan itu.
“ Lu kenapa? ”, tanyanya kebingungan
alih-alih tersinggung. Aku tersentak saat ia berbicara.
Tiba-tiba Laras menghampiriku karena
mendengar jeritanku. “ Lyra, lu kenapa? ”.
“ Itu! ”, kataku ketakutan sambil
menunjuk ke arah laki-laki itu dengan pandanganku. Laras pun menoleh ke arah
laki-laki itu dan ia juga tersentak lalu ketakutan.
“ Eh, kalian berdua kenapa sih?.
Melihat gue seperti melihat hantu! ”, kata laki-laki itu kesal.
“ Kok dia bicara begitu, Ras?. Berarti
dia bukan hantu dong? ”, tanyaku dengan berbisik.
“ Setahu gue hantu juga enggak ada yang
berkomunikasi langsung ”, jawab Laras.
Aku langsung menoleh ke arah kaki
laki-laki itu. “ Iya, sih!. Dan dia juga tidak melayang ”.
“ Apa sih yang kalian bicarakan?. Jadi,
kalian benar-benar mengira gue hantu? ”, tanya laki-laki itu yang terlihat
semakin kesal.
“ Ra, dia marah tuh!. Gara-gara lu
nih!. Jelasin tuh! ”, desak Laras.
“ Baik!. Begini, sebelumnya kita minta
maaf!. Sebenarnya semuanya kesalahan gue. Teman gue cuma ikut-ikutan saja ”,
kataku dengan gugup. Laki-laki itu menatapku tajam seolah siap mengumpatku. Aku
berusaha memberanikan diri.
Aku harus bertanggung jawab atas semua kesalahpahaman ini. “ Tadi itu, gue lagi selfie, enggak sengaja sosok lu tertangkap kamera ponsel gue. Tapi pas gue menoleh ke tempat lu duduk, lu enggak ada di situ. Padahal itu cuma dalam hitungan menit. Gue tadi juga sempat enggak percaya kalau lu itu hantu karena sosok lu begitu nyata yang terlihat dari hasil fotonya. Begitu ceritanya!. Sorry! ”.
Aku harus bertanggung jawab atas semua kesalahpahaman ini. “ Tadi itu, gue lagi selfie, enggak sengaja sosok lu tertangkap kamera ponsel gue. Tapi pas gue menoleh ke tempat lu duduk, lu enggak ada di situ. Padahal itu cuma dalam hitungan menit. Gue tadi juga sempat enggak percaya kalau lu itu hantu karena sosok lu begitu nyata yang terlihat dari hasil fotonya. Begitu ceritanya!. Sorry! ”.
Aku mulai merasa tidak enak hati. Tapi
laki-laki itu tiba-tiba membuatku kesal karena dia menertawakanku. “ Pasti
waktu lu menoleh, gue itu sedang mengambil pulpen gue yang jatuh di kolong meja.
Jatuhnya itu jauh dari posisi gue duduk, sampai akhirnya gue masuk ke kolong
meja ”, katanya di sela-sela tawanya. Laras tiba-tiba ikut menertawakanku.
Aku mengerutkan kening. Aku tak terima
terlihat seperti orang bodoh di hadapan mereka. Setidaknya walaupun dugaanku
memang salah, aku harus memberi penjelasan tentang mengapa aku bisa berpikiran
seperti itu.
“ Tapi waktu gue cek lagi. Gue perhatikan sekitar tempat lu duduk, lu tetap enggak ada!. Masa lu cuma buat mengambil pulpen di kolong meja lama banget?. Terus gue juga sempat bertanya dengan seorang perempuan dan dia juga bilang enggak melihat lu ”.
“ Tapi waktu gue cek lagi. Gue perhatikan sekitar tempat lu duduk, lu tetap enggak ada!. Masa lu cuma buat mengambil pulpen di kolong meja lama banget?. Terus gue juga sempat bertanya dengan seorang perempuan dan dia juga bilang enggak melihat lu ”.
“ Mungkin perempuan itu terlalu sibuk
dengan urusannya. Kalau lu tadi enggak menemukan gue di sana, itu karena gue
sedang pergi ke toilet setelah gue mengambil pulpen gue yang terjatuh ”. Ia
kembali tertawa. Aku lantas menggeram karena melihatnya begitu puas
menertawakanku.
“ Makanya, lu jangan cepat mengambil
kesimpulan!. Lu orangnya suka mengikuti emosi sih! ”, kata Laras gemas.
“ Ya, sudah deh, sekali lagi gue minta
maaf ya! ”, kataku malu.
“ Ya, enggak apa-apa!. Gue maklumin!.
Orang panikan kayak lu, memang biasa melakukan kesalahan kecil! ”, kata
laki-laki itu yang lekas pergi setelah mengambil salah satu buku di raknya.
“ Kurang ajar! ”, kataku datar sambil
mengepalkan tangan.
“ Memang lu panikan! ”, kata Laras
sarkastis. “ Sebenarnya kalau gue pikir-pikir, menghilang dalam hitungan menit
itu masih wajar kecuali kalau dalam hitungan detik. Coba tadi lu lebih cepat
menoleh lagi ke arahnya, mungkin hal ini enggak terjadi! ”, lanjut Laras.
“ Memang benar ya, waktu seminim apa
pun berharga banget. Setiap hitungan detik, pasti ada yang berubah dalam hidup
ini ”, kataku yang baru menggunakan pemikiranku setelah aku mengikuti emosi dan
berakibat buruk.
“ Sebenarnya, gue juga salah sih karena
cepat percaya sama ucapan lu. Tapi gue punya alasan kenapa gue mudah percaya
sama lu, karena lu itu sahabat gue ”, kata Laras.
“ Ya, kita berdua sama-sama belajar
dari kejadian ini!. Ngomong-ngomong masalah waktu yang berharga, lu sudah dapat
buku lu belum? ”, tanyaku.
“ Sudah nih!. Kurasa satu buku saja
cukup ”, kata Laras sambil menunjukan buku dalam genggamannya.
“ Ya, sudah!. Ayo, balik ke kursi! ”.
Ketika kami berjalan menuju tempat kami
duduk, aku iseng mencuri pandang ke arah tempat laki-laki itu duduk. Tapi ia
tak ada di sana. Sekarang aku lebih menggunakan akal sehatku, kalau mungkin, ia
sudah pulang. Hal ini memang hanya masalah kecil, tapi cukup menjadi pelajaran
berharga buatku.
Semoga
terhibur!

Komentar
Posting Komentar