Hantu Selfie : Hubungan Makhluk Astral Dengan Sinar Ultraviolet Dan Sinar Inframerah + Cerpen

Istilah hantu selfie merujuk pada penampakan makhluk gaib yang terekam oleh kamera, baik itu foto maupun video. 

Ada hantu yang sengaja nampang di belakang kita apabila kita sedang berfoto di tempat-tempat angker, baik berfoto sendiri maupun bersama teman-teman. Namun, ada juga hantu yang sosoknya tak sengaja tertangkap oleh kamera.

Kenapa hantu bisa tertangkap oleh kamera ya?. Padahal mereka makhluk tak kasat mata.

Hantu Selfie, Sinar Ultraviolet Dan Sinar Inframerah

Menurut komunitas Ghost Photography, hal tersebut dikarenakan gelombang elektromagnetik spektrum yang terpancar dari sosok hantu tersebut. Lensa kamera dapat menangkap sinar ultraviolet maupun sinar inframerah yang berjalan sangat lambat, tidak seperti mata manusia.

Ketika gelombang inframerah yang terpancar dari sosok hantu telah sejajar/sama besar dengan gelombang kamera, maka sosok hantu tersebut dapat terekam oleh kamera. 

Hal ini pun disebabkan karena hantu menyerap energi dari seseorang yang sedang merasa ketakutan, sehingga mereka berani menampakkan wujud mereka. Oleh karena itu, semakin seseorang dilanda ketakutan, justru hantu akan semakin menunjukkan penampakan kepadanya.

Sinar Ultraviolet Dan Sinar Inframerah

Sinar ultraviolet adalah radiasi elektromagnetik berwarna ungu dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari cahaya yang tampak, tetapi lebih panjang dari sinar X. Radiasi ultraviolet yang memiliki panjang gelombang 380-200 nm disebut hampir UV. Radiasi ultraviolet yang memiliki panjang gelombang 200-10 nm disebut UV vakum.

*satuan nm dibaca nanometer.

Sinar ultraviolet terbagi menjadi tiga berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu :

- UVA atau gelombang panjang (blacklight) memiliki panjang 380-315 nm. UVA dapat menembus lapisan kulit, hingga ke jaringan lemak. Hal ini dapat merusak lapisan lemak, sehingga menimbulkan keriput pada kulit.

- UVB atau gelombang medium (medium wave) memiliki panjang 315-280 nm. UVB dapat membakar dan merusak lapisan kulit atas, yaitu lapisan ari.

- UVC atau gelombang pendek (short wave) memiliki panjang 280-10 nm. UVC dapat menyebabkan kulit menjadi warna lebih kecokelatan.

Sinar inframerah adalah radiasi elektromagnetik berwarna merah dengan panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya yang tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. 

Sinar inframerah memiliki panjang 700 nm - 1 mm. Sama dengan sinar ultraviolet, sinar inframerah juga tak dapat dilihat oleh manusia. Selain itu, sinar inframerah tidak dapat menembus materi/benda yang tidak tembus pandang.

Komponen/benda yang menghasilkan panas dapat menimbulkan sinar inframerah. Oleh karena itu, sinar inframerah disebut juga radiasi panas. Energi matahari termasuk sinar inframerah.

Panjang gelombang sinar inframerah berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu. Apabila suhu naik, maka panjang gelombang sinar inframerah akan menurun. Gelombang inframerah memiliki frekuensi sekitar 300 GHz-40.000 GHz.

Sinar inframerah terbagi menjadi tiga berdasarkan panjang gelombangnya, yaitu :

- Inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang 0,75 – 1,5 µm
- Inframerah jarak menengah dengan panjang gelombang 1,50 – 10 µm
- Inframerah jarak jauh dengan panjang gelombang 10 – 100 µm

* µm dibaca mikrometer.

Keterangan :

Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang berosilasi (bergerak ke depan dan ke belakang/berayun, seperti pada bandul) dan merambat melewati ruang dengan membawa energi dari satu tempat ke tempat lain.

Manfaat Sinar Ultraviolet

- Sumber vitamin D yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperkuat tulang dan gigi, mencegah kanker usus besar, mencegah penyakit kuning dan eksim.

- Mengobati penyakit vitiligo (hilangnya pigmentasi kulit karena kerusakan pada sel-sel pigmen/melanosit), psoriasis (kulit bersisik, gatal kering dan berbecak merah yang menyakitkan) dan lupus vulgaris (borok pada wajah dan leher).

- Membantu serangga, burung dan reptil mencari makan pada malam hari.

- Membantu proses desinfeksi (membunuh mikroorganisme penyebab penyakit). Karena hal ini, sinar ultraviolet sering digunakan untuk mensterilkan alat-alat kesehatan dan ruang operasi.

- Membantu proses fotosintesis (pembentukan zat makanan, seperti karbohidrat) pada tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun (klorofil).

Di samping manfaat yang diperoleh dari sinar ultraviolet, sinar tersebut juga memiliki bahaya seperti :

- Menyebabkan kanker kulit.

- Menyebabkan eritema multiform (kemerahan/ruam pada kulit).

- Mempercepat proses penuaan dini.

- Merusak sistem kekebalan tubuh karena sinar matahari dapat mengubah distribusi dan fungsi sel darah putih untuk melawan penyakit.

- Menyebabkan peradangan pada kornea (fotokeratitis), menyebabkan katarak, kanker mata dan menyebabkan terbentuknya jaringan fibrovaskular yang tubuh ke tengah mata, sehingga dapat menutup lubang pupil.

- Membuat warna pada plastik, kain, cat dan tinta menjadi pudar, serta dapat melumerkan plastik.

Manfaat Sinar Inframerah

- Dapat meningkatkan cairan tubuh manusia karena sinar inframerah mempunyai getaran yang sama dengan molekul air, hingga membuat molekul tersebut pecah dan terbentuk molekul tunggal lain. 

Hal ini juga berdampak baik untuk mengurangi tekanan jantung, memperbaiki sirkulasi darah karena pembuluh kapiler menjadi membesar dan meningkatkan suhu tubuh.

- Meningkatkan sirkulasi mikro, sehingga dapat membantu membuang racun dalam tubuh melalui metabolisme tubuh. Hal ini akan mengurangi beban pada hati dan ginjal.

Sirkulasi  mikro adalah mekanisme distribusi oksigen, nutrisi, hormon dan molekul-molekul lainnya ke beberapa jaringan dalam tubuh, serta pembuangan karbondioksida, limbah hasil metabolisme melalui organ ekskresi.

- Meningkatkan pH dalam tubuh, membersihkan darah, memperbaiki tekstur kulit dan mencegah rematik karena asam urat yang tinggi.

- Pada bidang kedokteran, sinar inframerah digunakan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan pasien. Selain itu, pancaran panas dari sinar inframerah dapat menyembuhkan penyakit cacar dan membasmi kuman atau bakteri yang terdapat dalam tubuh.

- Sinar inframerah dapat digunakan dalam media komunikasi sebagai nirkabel (transfer informasi antara dua atau lebih suatu perangkat tanpa terhubung pada arus listrik), seperti sebagai pengendali jarak jauh (± 10 meter) jika tanpa penghalang dan pengendali jarak dekat. 

Contoh sinar inframerah digunakan sebagai pengendali jarak jauh adalah pada alarm keamanan, seluler/handphone, laptop dan lain-lain.

Contoh sinar inframerah sebagai pengendali jarak dekat adalah pada remote TV.

Kelemahan dari pengiriman data menggunakan sinar inframerah adalah kedua lubang inframerah dari kedua perangkat harus saling berhadapan. Namun, pengiriman data menggunakan sinar inframerah lebih lambat daripada dengan menggunakan bluetooth.

Sinar inframerah relatif murah, tidak dapat menembus tembok atau ruang gelap, memiliki fluktuasi (guncangan/ketidaktetapan) daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari.

Jika sinar inframerah dan cahaya matahari memiliki gelombang yang sama dengan nol, maka interferensi (interaksi antara gelombang) bersifat membangun.

Jika sinar inframerah dan cahaya matahari memiliki gelombang yang sama dengan 180o, maka interaksi antara kedua gelombang akan saling menghilangkan/merusak.

- Sinar inframerah juga dapat digunakan pada lampu pijar dengan kawat pijar yang bersuhu di atas ± 2500oK. Lampu inframerah menghasilkan pancaran cahaya yang lebih banyak daripada lampu pijar biasa. 

Selain itu, lampu inframerah memilii kekuatan energi elektromagnetik di atas -273oC. Lampu inframerah sering digunakan dalam proses pemanasan/pemanggangan di bidang industri.

Dalam artikel ini saya lampirkan cerpen abal-abal karya saya untuk menambah rasa artikel ini. Setelah rasa Hiii... di pembukaan. Rasa Ooo... di tengah. Saya akan menutup artikel ini dengan rasa Prett....Hehehe...

Sosok Di Dalam Foto Selfie


Huff...membosankan di tempat ini sendirian!. Laras belum datang. Dia memang sudah bilang kalau akan datang terlambat sebab ia harus menemani ibunya dulu ke supermarket. Yah, aku yang salah karena datang terlalu awal. 

Hari Minggu ini perpustakaan kota sedang ramai. Semua pengunjung memiliki keperluan masing-masing. Aku dan Laras berkeperluan untuk mencari bahan-bahan untuk karya tulis Biologi yang ditugaskan secara perorangan dengan tema bebas oleh guru kami. 

Tugas ini adalah tugas akhir kenaikan kelas. Aku mengusung tema organ tubuh manusia. Entah tema apa yang akan dipilih Laras, tapi pastinya ia akan memilih tema yang berbeda.

Aku sudah merangkum beberapa bahan untuk lima halaman, tapi Laras belum juga datang. Apa mungkin ia terjebak kemacetan?. Akhirnya, kuputuskan untuk menghubunginya melalui BBM. Kutanyakan di mana ia sekarang. Dan ia menjawab dengan memberi tahu bahwa ia sudah hampir sampai. 

Karena bosan dan kebetulan aku sedang memegang ponselku, aku yang narsis ini, iseng mengaktifkan kamera ponselku. Aku berfoto selfie ria sambil menunggu Laras datang. Aku berpose wajah muram untuk pose pertamaku. Lalu wajah kesal untuk pose keduaku. Aku menertawakan diriku sendiri yang terlihat dalam hasil fotoku.

Saat kulihat hasil fotoku yang kedua dengan latar berbeda dari foto pertama, aku pun terpesona melihat sosok seorang laki-laki yang tertangkap oleh kamera ponselku. Laki-laki itu sedang membaca buku. Menurutku ia cukup tampan. Aku suka wajahnya yang serius saat membaca buku. Aku jadi penasaran ingin melihatnya langsung.

Aku lekas menoleh ke arah tempatnya duduk, tapi tak disangka dan membingungkan karena ia tak ada di sana. Padahal aku baru saja menangkap sosoknya. Aku langsung berpikiran buruk tentang laki-laki itu kalau mungkin ia bukanlah makhluk hidup. Tapi bila kuamati lagi dari hasil fotoku, wujudnya begitu nyata.

Aku celingukan melihat ke sekitar tempatnya duduk, tapi tetap tak kutemukan sosoknya di sana. Akhirnya, kuputuskan untuk menanyakannya pada seseorang yang sedang mencari buku di rak dekat tempatku duduk.

“ Permisi!. Maaf, mengganggu! ”, kataku canggung.
“ Ya, ada apa? ”, tanya perempuan itu.
“ Apa kamu tadi melihat seorang laki-laki berbaju putih duduk di sana sedang membaca buku? ”. Perempuan itu mengernyit sambil menggelengkan kepala. “ Apa?. Tidak?. Kamu serius? ”, tanyaku terkejut.

“ Sebetulnya aku tak yakin sebab aku kurang memperhatikan sekitar. Tapi sepertinya memang tidak. Kenapa memangnya? ”, tanya perempuan yang usianya terlihat lebih tua dariku.

“ Tidak!. Tidak ada apa-apa!. Terima kasih! ”, kataku sambil tersenyum kikuk. Lalu meninggalkannya. Aku kembali ke kursiku. Aku benar-benar syok mendengar pernyataannya padahal setahuku sejak tadi perempuan itu juga ada di sana.

“ Hei! ”, sapa Laras tiba-tiba dari belakangku sambil menepuk kedua pundakku. Ia membuatku terkejut.
“ Lu mengagetkan saja sih!. Gue lagi syok nih! ”, kataku kesal dan mungkin wajahku terlihat panik.
“ Syok kenapa? ”, tanya Laras cemas. Wajahnya menjadi tegang.
“ Sini-sini!. Lu duduk dulu! ”. Kuminta ia duduk di kursi kosong di sebelah kananku. Dan ia pun menurutiku.
“ Sebenarnya ada apa?. Lu jangan membuat gue cemas! ”, kata Laras kesal.
“ Ini lu lihat! ”. Aku menunjukan foto selfieku itu.
Tiba-tiba Laras menepuk dahinya dan mendengus kesal. “ Apa-apaan sih lu, Ra!. Gue pikir ada apa. Lu menakut-takuti gue saja! ”.
“ Eh, dengar dulu!. Maksud gue bukan foto guenya. Ini loh laki-laki yang duduk di belakang gue! ”.
Laras memutar bola matanya. “ Terus kenapa?. Lu suka? ”, tanya Laras sarkastis.
“ Ya, gue memang suka sih secara fisik!. Tapi fisiknya ini enggak nyata! ”.
Laras mendelik. “ Maksud lu? ”, tanyanya.
“ Dia bukan manusia! ”, jawabku dengan berbisik.
Laras terkejut dan ketakutan. “ Serius lu?. Gue enggak suka dibercandain tentang hal ini! ”, katanya dengan nada mengancam.

“ Serius!. Jadi tuh ceritanya, saat gue menoleh ke arahnya, dia enggak ada di sana, padahal jeda waktunya kurang lebih 2 menit setelah gue mengambil foto ini. Terus gue tanya sama seorang perempuan yang tadi berdiri di rak buku itu, dia bilang dia enggak melihat laki-laki itu, padahal perempuan itu sudah lama berdiri di sana ”.

“ Ih, seram banget sih!. Masa ini perpustakaan angker sih?. Tapi ramai kok!. Kalau begitu, lebih baik kita pindah duduknya. Ayo! ”. Laras menarik tanganku. Aku segera menyambar buku dan tasku lalu mengikutinya.

Kami duduk di sisi lain perpustakaan yang cukup jauh dari tempat awal, hingga kursi kosong yang dihuni makhluk tak bernyawa itu tak terlihat lagi dalam pandangan kami.

“ Di sini pasti aman! ”, kata Laras sambil menghela nafas. “ Oh, iya!. Gue harus cepat mencari buku untuk bahan karya tulis gue. Sudah hampir sore lagi! ”, lanjutnya.
“ Biar gue bantu mencari! ”. Aku mengikutinya menelusuri rak-rak buku khusus buku sains. “ Lu mau membahas tentang apa? ”, tanyaku.
“ Apa ya?. Bagaimana kalau tentang jenis-jenis hewan? ”, jawab Laras sambil matanya sibuk membaca judul buku-buku yang tersusun rapi di raknya.
“ Ya, boleh juga!. Gue bantu mencari bukunya! ”.
“ Terima kasih! ”. 

Aku lekas meninggalkannya untuk ke sisi lain dari rak buku itu. Kami mulai mencari buku tentang jenis-jenis hewan dalam ilmu Biologi. Kubaca satu-persatu judul dari buku-buku yang tersusun rapi, mulai dari sudut kiri ke kanan.

    Aku seorang diri berada di antara rak buku di depan dan di belakangku, hingga akhirnya seseorang datang. Kutangkap sekilas sosoknya dari sudut mataku. Masih samar-samar kulihat, ia mirip dengan seseorang yang pernah kulihat, hingga akhirnya aku memalingkan wajahku ke arahnya agar aku dapat melihatnya dengan lebih jelas.

Ketika aku menoleh ke arahnya, bersamaan dengan itu dia juga menoleh ke arahku. Mungkin karena dia menangkap adanya keanehan dari sikapku. Ketika kami saling bersitatap, mendadak aku terlonjak mundur dan menjerit pendek. Aku langsung membungkam mulutku sendiri karena tak ingin membuat keributan di dalam perpusatakaan itu. 

“ Lu kenapa? ”, tanyanya kebingungan alih-alih tersinggung. Aku tersentak saat ia berbicara.
Tiba-tiba Laras menghampiriku karena mendengar jeritanku. “ Lyra, lu kenapa? ”.
“ Itu! ”, kataku ketakutan sambil menunjuk ke arah laki-laki itu dengan pandanganku. Laras pun menoleh ke arah laki-laki itu dan ia juga tersentak lalu ketakutan.
“ Eh, kalian berdua kenapa sih?. Melihat gue seperti melihat hantu! ”, kata laki-laki itu kesal.
“ Kok dia bicara begitu, Ras?. Berarti dia bukan hantu dong? ”, tanyaku dengan berbisik.
“ Setahu gue hantu juga enggak ada yang berkomunikasi langsung ”, jawab Laras.
Aku langsung menoleh ke arah kaki laki-laki itu. “ Iya, sih!. Dan dia juga tidak melayang ”.
“ Apa sih yang kalian bicarakan?. Jadi, kalian benar-benar mengira gue hantu? ”, tanya laki-laki itu yang terlihat semakin kesal.
“ Ra, dia marah tuh!. Gara-gara lu nih!. Jelasin tuh! ”, desak Laras.

“ Baik!. Begini, sebelumnya kita minta maaf!. Sebenarnya semuanya kesalahan gue. Teman gue cuma ikut-ikutan saja ”, kataku dengan gugup. Laki-laki itu menatapku tajam seolah siap mengumpatku. Aku berusaha memberanikan diri. 

  Aku harus bertanggung jawab atas semua kesalahpahaman ini. “ Tadi itu, gue lagi selfie, enggak sengaja sosok lu tertangkap kamera ponsel gue. Tapi pas gue menoleh ke tempat lu duduk, lu enggak ada di situ. Padahal itu cuma dalam hitungan menit. Gue tadi juga sempat enggak percaya kalau lu itu hantu karena sosok lu begitu nyata yang terlihat dari hasil fotonya. Begitu ceritanya!. Sorry! ”. 

Aku mulai merasa tidak enak hati. Tapi laki-laki itu tiba-tiba membuatku kesal karena dia menertawakanku. “ Pasti waktu lu menoleh, gue itu sedang mengambil pulpen gue yang jatuh di kolong meja. Jatuhnya itu jauh dari posisi gue duduk, sampai akhirnya gue masuk ke kolong meja ”, katanya di sela-sela tawanya. Laras tiba-tiba ikut menertawakanku.

Aku mengerutkan kening. Aku tak terima terlihat seperti orang bodoh di hadapan mereka. Setidaknya walaupun dugaanku memang salah, aku harus memberi penjelasan tentang mengapa aku bisa berpikiran seperti itu. 

“ Tapi waktu gue cek lagi. Gue perhatikan sekitar tempat lu duduk, lu tetap enggak ada!. Masa lu cuma buat mengambil pulpen di kolong meja lama banget?. Terus gue juga sempat bertanya dengan seorang perempuan dan dia juga bilang enggak melihat lu ”.

“ Mungkin perempuan itu terlalu sibuk dengan urusannya. Kalau lu tadi enggak menemukan gue di sana, itu karena gue sedang pergi ke toilet setelah gue mengambil pulpen gue yang terjatuh ”. Ia kembali tertawa. Aku lantas menggeram karena melihatnya begitu puas menertawakanku.

“ Makanya, lu jangan cepat mengambil kesimpulan!. Lu orangnya suka mengikuti emosi sih! ”, kata Laras gemas.

“ Ya, sudah deh, sekali lagi gue minta maaf ya! ”, kataku malu.

“ Ya, enggak apa-apa!. Gue maklumin!. Orang panikan kayak lu, memang biasa melakukan kesalahan kecil! ”, kata laki-laki itu yang lekas pergi setelah mengambil salah satu buku di raknya.

“ Kurang ajar! ”, kataku datar sambil mengepalkan tangan.

“ Memang lu panikan! ”, kata Laras sarkastis. “ Sebenarnya kalau gue pikir-pikir, menghilang dalam hitungan menit itu masih wajar kecuali kalau dalam hitungan detik. Coba tadi lu lebih cepat menoleh lagi ke arahnya, mungkin hal ini enggak terjadi! ”, lanjut Laras.

“ Memang benar ya, waktu seminim apa pun berharga banget. Setiap hitungan detik, pasti ada yang berubah dalam hidup ini ”, kataku yang baru menggunakan pemikiranku setelah aku mengikuti emosi dan berakibat buruk. 

“ Sebenarnya, gue juga salah sih karena cepat percaya sama ucapan lu. Tapi gue punya alasan kenapa gue mudah percaya sama lu, karena lu itu sahabat gue ”, kata Laras.

“ Ya, kita berdua sama-sama belajar dari kejadian ini!. Ngomong-ngomong masalah waktu yang berharga, lu sudah dapat buku lu belum? ”, tanyaku.

“ Sudah nih!. Kurasa satu buku saja cukup ”, kata Laras sambil menunjukan buku dalam genggamannya.
“ Ya, sudah!. Ayo, balik ke kursi! ”.

    Ketika kami berjalan menuju tempat kami duduk, aku iseng mencuri pandang ke arah tempat laki-laki itu duduk. Tapi ia tak ada di sana. Sekarang aku lebih menggunakan akal sehatku, kalau mungkin, ia sudah pulang. Hal ini memang hanya masalah kecil, tapi cukup menjadi pelajaran berharga buatku.

Semoga terhibur!

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime