Filosofi Mie Goreng : Pergi Untuk Kembali
Mie merupakan
salah satu makanan favorit di Indonesia. Buktinya saja industri mie instant
cukup menjamur di Indonesia.
Meskipun banyak beredar desas-desus bahwa mie tidak baik untuk kesehatan dan kecerdasan otak, tetap saja rasanya sulit untuk menghilangkan nafsu makan terhadap mie.
Meskipun banyak beredar desas-desus bahwa mie tidak baik untuk kesehatan dan kecerdasan otak, tetap saja rasanya sulit untuk menghilangkan nafsu makan terhadap mie.
Para ahli gizi
mengatakan bahwa jika kita ingin mengonsumsi mie lebih baik kombinasikan dengan
sayuran, tempe atau yang lainnya agar lebih sehat dan bergizi.
Kalau kamu
lebih suka makan mie apa?.
Mie rebus?, mie
goreng? atau mie ayam?.
Kalau saya
lebih menyukai mie goreng. Dan saya menemukan filosofi di dalam mie goreng.
Kamu tahu
kenapa mie setelah selesai direbus dan disaring airnya harus segera diminyaki?.
Ya, betul!. Hal
itu agar mie tersebut tidak kembali menyatu. Mie yang sudah selesai digoreng
pun jika dibiarkan terlalu lama bisa menyatu.
Ibaratnya
setelah diterpa masalah yang membuat hati panas (air rebusan), hingga memberi
jarak di antara mereka (mie), pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali
karena mereka telah belajar arti sebuah perpisahan.
Dalam hidup,
kita sering menemukan hambatan atau cobaan. Tak jarang kita menyalahkan orang
lain akibat timbulnya permasalahan yang kita hadapi, padahal introspeksi diri
itu sangat penting. Bisa saja permasalahan yang timbul adalah balasan atas
perbuatan kita.
Karma!. Kamu
percaya karma?. Saya percaya!.
Tak jarang pula
kita lambat-laun merasakan ketidakcocokan dengan seseorang atau sekelompok
orang. Tanpa kita sadari saat itu kesetiaan dan rasa empati kita sedang diuji.
Bahkan,
beberapa orang merasa semakin sering adanya kebersamaan, semakin besar rasa
kebencian yang timbul dalam hati mereka karena semakin banyak mereka menemukan
ketidakcocokan dengan seseorang atau sekelompok orang. Mereka yang merasa
demikian, perlahan-lahan memutuskan untuk menjauh.
Pada saat
inilah sebuah perpisahan menjadi pelajaran berharga dalam hidup mereka.
Saat berpisah
mereka akan saling menyadari betapa berharganya orang atau sekelompok orang
itu. Saat berpisah mereka akan saling menyadari arti kebersamaan dan arti
kesendirian. Tidak ada orang yang suka hidup dalam kesendirian.
Karena itulah,
ada baiknya, ketika seseorang menunjukkan kemarahannya terhadap kita, biarkan
orang itu untuk menyendiri sementara waktu atau terpisah jarak dengan kita.
Biarkan mereka
memikirkan kesalahan mereka.
Biarkan mereka
mengenang kita.
Tetapi,
sebaiknya tidak lebih dari tiga hari. Jangan terlalu lama menjauh jika kamu
tidak ingin dilupakan. Jangan terlalu lama berpisah jika kamu tidak ingin
digantikan.
Jika seseorang
itu tidak kunjung kembali pada kita, mungkin karena ia terlalu sibuk dengan
urusannya yang lain, sehingga melupakan kita, tidak ada salahnya jika kita yang
menghampirinya terlebih dahulu.
Setiap manusia di
dunia, pasti punya kesalahan.
Hanya yang
pemberani yang mau mengakui.
Setiap manusia
di dunia pasti pernah sakit hati.
Hanya yang
berjiwa satria yang mau memaafkan.
#Pergi Untuk
Kembali
#Jangan Pergi Lama-Lama Nanti Aku Bisa Lupa
Artikel Terkait :
Artikel Terkait :
- Filosofi Roti Isi : Diam-Diam Menghanyutkan
- Filosofi Meja : Karena Cinta
- Filosofi Kerupuk : From Zero To Hero

Komentar
Posting Komentar