Macam-Macam Reaksi Kimia, Cara Menentukan Pereaksi Pembatas Dan pH Larutan Garam

Dalam reaksi kimia dikenal istilah reaktan, produk, intermediet, pereaksi/reagen dan pereaksi pembatas.

Reaktan adalah zat yang hadir pada awal reaksi kimia.

Produk adalah zat yang terbentuk selama reaksi kimia.

Intermediet adalah zat antara yang tidak stabil, memiliki waktu paruh yang sangat pendek dalam reaksi kimia. Intermediet terbentuk dari reaktan atau intermediat lain. Intermediet memiliki umur yang lebih panjang daripada vibrasi/getaran molekul.

Pereaksi pembatas adalah zat pereaksi/reaktan yang habis lebih dahulu. Apabila kedua zat pereaksi masing-masing diketahui jumlah molnya, maka harus ditentukan pereaksi pembatasnya dengan rumus :

Pereaksi pembatas = mol/koefisien reaksi

*Jika terdapat angka terkecil, maka angka tersebut adalah pereaksi pembatas.

Reaksi Kimia, Pereaksi Pembatas Dan pH Larutan Garam

Contoh :
Sebanyak 100 mL larutan timbal (II) nitrat (Pb(NO3)2 0,1 M direaksikan dengan 100 mL larutan kalium iodida (KI) 0,1 M, maka
a. Tentukan pereaksi pembatasnya
b. Hitunglah mol pereaksi yang tersisa

Jawab :
Terlebih dahulu buat persamaan reaksi setaranya. Cara membuat persamaan reaksi setara adalah dengan menukar pasangan ion atau dikenal dengan istilah reaksi penggantian ganda.

Pb(NO3)2  +  Kl    PbI +  KNO3    (belum setara)

Pada timbal (II) nitrat, jumlah ion NO3 adalah 2, maka tambahkan angka dua di depan KNO3.

Pb(NO3)2  +  Kl    PbI +  2KNO3    (belum setara)

Karena sekarang jumlah atom K pada produk adalah 2, maka tambahkan angka dua pada kalium iodida.

Pb(NO3)2  +  2Kl    PbI +  2KNO3    (belum setara)

Sekarang atom iodium (I) pada kalium iodida menjadi 2, maka jumlah atom iodium pada ion PbI menjadi 2.

Pb(NO3)2  +  2Kl    PbI2 +  2KNO3    (telah setara)

Untuk lebih jelas mengenai reaksi setara dapat dipelajari dalam artikel Penyetaraan Persamaan Reaksi

Setelah mendapat reaksi setara, hitunglah jumlah mol masing-masing reaktan
Mol Pb(NO3)2 = M . V = 0,1. 0,1 = 0,01 mol
Mol Kl = M . V = 0,1.0,1 = 0,01 mol
*satuan mL diubah menjadi satuan L

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pereaksi pembatas ditentukan dari reaktan, maka yang dihitung hanya Pb(NO3)2 dan KI

Pb(NO3)2 = mol/koefisien
                  = 0,01/1 = 0,01
KI = mol/koefisien
    = 0,01/2 = 0,005

Maka, pereaksi pembatas adalah kalium iodida karena 0,005 lebih kecil daripada 0,01.

Karena kalium iodida merupakan pereaksi pembatas, maka kalium iodida dinyatakan habis terlebih dahulu, sedangkan timbal (II) nitrat terdapat sisa.

Sisa Pb(NO3)2 = 0,01-0,005 =0,005 mol

Mengenai reagen dapat kamu pelajari dalam artikel Jenis-Jenis Pereaksi Atau Reagen (Nukleofil, Elektrofil Dan Radikal Bebas)

Macam-Macam Reaksi Kimia

Pasti kamu sering mendengar banyak nama-nama reaksi dalam kimia, berikut ini penjelasan beberapa reaksi kimia.

Reaksi Substitusi

Reaksi substitusi adalah reaksi penggantian suatu atom dengan atom lain. Reaksi substitusi disebut juga reaksi penggantian tunggal. Reaksi substitusi yang melibatkan nukleofil disebut reaksi susbstitusi nukleofilik (SN), sedangkan reaksi substitusi yang melibatkan elektrofil disebut reaksi substitusi elektrofilik.

Pada reaksi substitusi, baik elektrofil maupun nukleofil akan menggantikan atom hidrogen maupun atom lainnya dalam gugus fungsi suatu senyawa.

Umumnya, senyawa aromatik dan alifatik mengalami reaksi substitusi elektrofilik yang mana atom H digantikan oleh elektrofil.

Reaksi Penggantian Ganda

Reaksi penggantian ganda adalah reaksi di mana dua senyawa saling berganti pasangan ion atau ikatan untuk membentuk senyawa baru yang berbeda.

Reaksi Elementer

Reaksi elementer adalah reaksi pemecahan paling sederhana yang dapat menghasilkan produk sampingan. Reaksi elementer hanya terdiri dari satu atau dua molekul karena pada reaksi ini moleku-molekul sulit bergabung.

Reaksi elementer terbagi menjadi dua, yaitu :

- Reaksi Unimolekuler adalah reaksi yang hanya terdiri dari satu molekul yang terbentuk dari hasil transformasi atau disosiasi (proses pemisahan senyawa ionik menjadi partikel atau ion yang lebih kecil yang mana biasanya dapat dikembalikan seperti semula) satu atau beberapa molekul lain. Beberapa reaksi unimolekuler membutuhkan energi panas/cahaya.

Contoh reaksi unimolekuler adalah isomerisasi cis-trans pada senyawa siklik dan alifatik yang mana senyawa bentuk cis akan berubah menjadi bentuk trans.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang isomerisasi cis-trans dapat dipelajari dalam artikel Senyawa Hidrokarbon (Alifatik) + Rumus Struktur Dan Isomernya

Hasil reaksi disosiasi dapat berupa homolitik atau heterolitik. Pada pemecahan homolitik, suatu ikatan kimia pada senyawa akan terpecah, sehingga setiap produk mempunyai satu elektron dan dapat menjadi radikal netral.

Pada pemecahan heterolitik, kedua elektron dalam ikatan kimia akan tersisa pada salah satu produk, sehingga akan menghasilkan kation maupun anion.

Reaksi disosiasi berperan dalam reaksi polimerisasi maupun reaksi berantai pada suatu ikatan atom, seperti ikatan hidrogen dan oksigen.

Reaksi polimerisasi adalah proses bereaksinya beberapa molekul monomer dalam reaksi kimia untuk membentuk rantai polimer yang berulang dan panjang. Contoh monomer adalah hidrokarbon, gula, asam amino atau asam lemak.

- Reaksi Bimolekuler adalah reaksi yang terjadi ketika dua molekul bertabrakan dan saling bereaksi. Hasil reaksi bimolekuler adalah sintesis kimia atau reaksi adisi.

Reaksi Adisi

Reaksi adisi adalah reaksi pemutusan ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga menjadi ikatan kovalen tunggal. Reaksi adisi dapat digunakan untuk membedakan alkana dan alkena.

Reaksi adisi elektrofilik adalah reaksi yang mana sebuah elektrofil akan mengganti ikatan rangkap untuk membentuk karbokation dan kemudian bereaksi dengan nukleofil.

Aturan Markovnikov menyatakan sebuah molekul polar pada alkena atau alkuna dalam adisi heterolitik, atom yang memiliki keelektronegatifan yang lebih besar akan terikat dengan atom karbon yang mengikat atom hidrogen paling sedikit.

Reaksi Eliminasi

Reaksi eliminasi adalah reaksi pemisahan substituen dari suatu molekul. Reaksi eliminasi dibedakan menjadi dua berdasarkan jumlah tahapannya, yaitu :

- Reaksi eliminasi bimolekuler (E2) adalah reaksi eliminasi dengan mekanisme satu tahap. Contoh ikatan karbon-hidrogen atau karbon-halogen yang terputus untuk membentuk ikatan rangkap dua.

Reaksi E2 biasanya menggunakan basa kuat untuk melepas hidrogen yang kurang asam. Pada reaksi E2, proton pada posisi anti gugus lepas/gugus pergi akan terlepas terlebih dahulu.

- Reaksi eliminasi unimolekuler (E1) adalah reaksi eliminasi dengan mekanisme dua tahap. Pada reaksi E1, gugus pergi/gugus lepas akan terlepas terlebih dahulu untuk membentuk karbokation.

Contoh :
- Proses ionisasi yang mana ikatan karbon-halogen terputus dan menghasilkan karbokation (karbon bermuatan positif).
- Proses deprotonasi (pelepasan proton/kation hidrogen (H+)) pada karbokation.

Reaksi Metatesis

Reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran pasangan ion dari dua elektrolit. Pada reaksi metatesis, satu produk akan membentuk endapan, gas atau elektrolit lemah.

Contoh perpindahan elektron pada reaksi redoks dan perpindahan proton pada reaksi asam-basa.

Reaksi Eksoterm

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang mengeluarkan energi atau melepaskan energi ke lingkungan selama reaksi berlangsung. Reaksi eksoterm akan menghasilkan suhu yang panas. Pada reaksi eksoterm perubahan entalpi (∆H) akan minus atau ∆H < 0.

Contoh : reaksi oksidasi, reaksi penentralan asam-basa, reaksi dekomposisi tumbuhan, reaksi kristalisasi, reaksi polimerasi dan lain-lain.

Reaksi Endoterm

Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap atau memerlukan energi dari lingkungan selama reaksi berlangsung. Reaksi endoterm akan menghasilkan suhu yang dingin. Pada reaksi endoterm perubahan entalpi akan positif atau ∆H > 0.

Contoh : fotosintesis, melelehnya es batu dan lain-lain.

Reaksi Pengendapan Atau Presipitasi

Reaksi pengendapan adalah reaksi yang menghasilkan endapan. Endapan merupakan padatan yang tidak larut. Terbentuknya endapan tergantung dari kelarutan zat terlarut dalam pelarut air.

Contoh :
- Pengendapan ion klorida karena penambahan perak nitrat (AgNO3)

Untuk menentukan kelarutan dapat dipelajari dalam artikel Kelarutan (Solvasi) Dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Reaksi Dekomposisi Atau Analisis

Reaksi dekomposisi adalah reaksi di mana suatu senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih unsur atau senyawa yang baru. Reaksi dekomposisi memerlukan energi panas atau listrik untuk memecah ikatan pada senyawa.

Contoh :
- Pemecahan molekul air (H2O) menjadi hidrogen dan oksigen.
- Pemecahan amonium nirat (NH4NO3) menjadi dinitrogen monoksida (N2O) dan air

Reaksi Kombinasi Atau Sintesis

Reaksi kombinasi/reaksi sintesis/sintesa adalah reaksi penggabungan dua atau lebih zat untuk membentuk zat yang baru.

Contoh :
- Reaksi natrium bereaksi dengan klor untuk menghasilkan natrium klorida yang padat.
- Gas hidrogen bergabung dengan gas oksigen untuk menghasilkan air.
- Gas nitrogen bergabung dengan gas hidrogen membentuk amonia

Reaksi Kondensasi

Reaksi kondensasi adalah reaksi terpisahnya dua molekul kecil, seperti air. Kondensasi disebut juga dehidrasi. Umumnya, zat yang mengalami reaksi kondensasi adalah yang berwujud gas. Pada reaksi kondensasi, zat gas akan berubah menjadi cair.

Contoh : pembentukan metil etanoat dari kondensasi antara asam metanoat dan metanol dengan melepaskan molekul air.

Reaksi Aldol (Aldehida + Alkohol)

Aldol adalah hidroksi keton atau aldehida. Umumnya, reaksi aldol digunakan dalam industri farmasi untuk proses sintesis obat-obatan beroptik murni. Pola struktur aldol umumnya terdapat pada poliketida.

Poliketida adalah metabolit sekunder (senyawa yang tidak bersifat essensial, sehingga tidak berpengaruh dalam pertumbuhan sel/organisme) dari bakteri, jamur, tanaman dan hewan.

Produk adisi (pemutusan ikatan) aldol biasanya akan melepaskan sebuah molekul air selama reaksi berlangsung dan akan membentuk keton α,β tak jenuh. 

Reaksi aldol dengan nukleofil dan elektrofil yang berbeda disebut reaksi aldol silang. Adapun nukleofil yang biasa digunakan dalam reaksi aldol adalah enol, enolat, enol eter, aldehida dan senyawa-senyawa karbonil lainnya.

Keterangan :

Keton adalah senyawa yang mengandung gugus karbonil (O=C) yang terikat pada dua atom karbon. Atom karbon yang berada di samping gugus karbonil disebut karbon-α

Atom hidrogen yang terikat pada karbon α disebut hidrogen α. Dalam ilmu biologi, keton adalah asam yang dibuat ketika tubuh menggunakan lemak untuk membentuk energi. Keton merupakan senyawa polar yang mudah larut dalam air.

Enol disebut juga alkenol (alkena+alkohol). Enol adalah alkena dengan gugus hidroksil (OH) yang melekat pada karbon berikatan rangkap dua. Enol merupakan isomer dari keton. 

Enol yang tidak stabil dengan cepat dapat berubah menjadi keton karena oksigen lebih elektronegatif daripada karbon, sehingga oksigen akan membentuk ikatan rangkap yang lebih kuat.

Enolat adalah gugus hidroksil pada enol yang melepaskan ion hidrogen. Enolat bermuatan negatif. Senyawa karbonil yang mengandung hidrogen α jika berada dalam asam akan membentuk enol. Senyawa karbonil yang mengandung hidrogen α jika berada dalam basa akan membentuk enolat.

Aldehida adalah senyawa yang mengandung gugus karbonil yang terikat pada rantai karbon dan atom hidrogen. Aldehida disebut juga alkanal yang merupakan turunan dari alkana. Aldehida merupakan senyawa polar, sehingga mudah larut dalam air.

Aldehida memiliki pasangan elektron bebas (PEB). Aldehida tidak memiliki ikatan hidrogen, sehingga titik leleh dan titik didihnya sangat rendah. Aldehida dapat menjadi reduktor yang kuat.

Untuk lebih lanjut mengenai gugus aldehida dan keton dapat diketahui dalam artikel Gugus Fungsi Aldehida Dan Keton (Tata Nama Dan Jenis-Jenis Pereaksi Untuk Pengujian)

Jika kondisi reaksi aldol sangat kuat, maka akan terjadi kondensasi (pengembunan). Contoh kondensasi aldol adalah ion enolat bereaksi dengan senyawa karbonil, hingga membentuk β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon. 

Jika terjadi dehidrasi pada β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon, maka akan menghasilkan enon yang terkonjugasi (atom-atom membentuk struktur Kekule).

Reaksi Isomerasi

Reaksi isomerasi adalah reaksi penataan ulang struktur suatu molekul atau senyawa tanpa perubahan komposisi atomnya. Contoh isomerasi cis-trans.

Reaksi Dimerisasi

Reaksi dimerisasi adalah reaksi penggabungan dua molekul kecil atau monomer untuk membentuk dimer. Dimer adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua monomer identik yang saling terikat dengan ikatan kovalen atau ikatan hidrogen.

Dimer yang tidak terikat secara kovalen disebut dimer fisis. Pada dimer fisis, interaksi antarmolekul menyebabkan dua molekul identik menjadi lebih dekat.

Dimerisasi dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis subsatuannya, yaitu:

- Homodimerisasi adalah dimerisasi dengan dua subsatuan yang identik.
- Heterodimerisasi adalah dimerisasi dengan dua subsatuan yang berbeda.

Reaksi Tautomerisasi

Reaksi tautomerisasi adalah reaksi perpindahan proton/hidrogen dari satu atom dalam satu molekul ke atom lain dan menjadi molekul baru. Senyawa organik yang dapat melakukan reaksi antarubahan dengan kesetimbangan yang cepat disebut tautomer.

Contoh :
- Senyawa karbonil yang mengandung hidrogen-α dengan bentuk enol.
- Aseton yang mengandung hidrogen-α bersifat asam mengalami ionisasi menjadi enolat yang memiliki dua bentuk, yaitu bentuk keton/keto dan bentuk enol.

Untuk itu, tautomerisasi juga dapat dinyatakan sebagai proses isomer-isomer pada senyawa karbonil yang mengalami perpindahan proton/hidrogen dengan diikuti pergantian ikatan tunggal dengan ikatan ganda di sebelahnya. Tautomerisasi dapat membedakan senyawa organik berdasarkan ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan.

Reaksi Hidrolisis

Reaksi hidrolisis adalah reaksi pemecahan molekul air menjadi hidrogen (H+) dan hidroksida (OH-). Pada larutan garam sering terjadi reaksi hidrolisis yang mana menunjukkan penguraian garam oleh air. Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan. Tetapan kesetimbangan pada reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan disimbolkan dengan Kh.

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat akan menghasilkan larutan garam yang bersifat basa (pH>7) dan hanya mengalami hidrolisis sebagian pada anion dari garam, tetapi cukup untuk mengubah pH larutan.

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah akan menghasilkan larutan garam yang berisfat asam (pH<7) dan hanya mengalami hidrolisis sebagian pada kation dari garam.

Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah akan terhidrolisis sempurna.

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak akan mengalami hidrolisis karena larutan bersifat netral, yaitu memiliki pH=7.

Rumus tetapan hidrolisis :

Apabila garam terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, maka berlaku rumus

[OH-] = √Kw. M
                   Ka
pH = ½ pKw + ½ pKa + ½ log [g]

Kh = Kw/Ka

h = √Kw/Ka. M

Keterangan :
[OH-] = konsentrasi ion OH-
[g] = konsentrasi garam
M = molaritas garam
pH = derajat keasaman
h = derajat hidrolisis
Kw = tetapan air (nilai Kw = 10-14)
Ka = tetapan asam
Kh = tetapan hidrolisis

Apabila garam terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, maka berlaku rumus
[H+] = √Kw. M
                Kb
pH = ½ pKw + ½ pKb + ½ log [g]

Kh = Kw/Kb

h = √Kw/Kb. M

Keterangan :

Kb = tetapan basa

Contoh :
Untuk mendapat larutan garam dengan pH 9, maka garam natrium benzoat (C6H5O2Na) yang harus dilarutkan dalam 200 mL air adalah (Ka C6H5O2Na = 4 x 10-5 m dan Mr C6H5O2Na = 144)

Jawab :
Karena terdapat keterangan pH > 7, maka larutan garam tersebut terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, sehingga digunakan rumus dengan [OH-] untuk mencari molaritas. Untuk itu, terlebih dahulu dicari nilai dari [OH-]

pH = 14-pOH
9    = 14-pOH
pOH = 14-9 = 5
Maka, [OH-] = 10-5

[OH-] = √Kw. M
                   Ka
 [10-5]  = √ 10-14 . M
                  4 x 10-5
[10-5]2 = 10-14. M
               4 x 10-5
[10-10] =10-14. M
               4 x 10-5
M = 4 x 10-5 x 10-10/ 10-14
    = 4 x 10-15/ 10-14
    = 4 x 10-1 = 4 x 0,1 = 0,4

Catatan :
Jika dikali, maka pangkat dijumlahkan. Jika dibagi, maka pangkat dikurangkan

Satuan mL pada volume air dirubah menjadi L, sehingga volume menjadi 0,2 L

Mol = M x V = 0,4 x 0,2 = 0,08 mol
Massa = mol x Mr = 0,08 x 144 = 11,52 atau 12 gram

Berikut sekilas tentang natrium benzoat

Natrium benzoat merupakan hasil reaksi garam natrium dengan asam benzoat. Asam benzoat secara alami terkandung dalam kranberi, kayu manis, cengkeh dan apel. Natrium benzoat digunakan sebagai pengawet makanan, pembuatan kembang api dan industri farmasi. Natrium benzoat aman untuk dikonsumsi.

Reaksi Netralisis Atau Penetralan

Reaksi netralisis adalah reaksi antara asam dan basa untuk mengukur bahwa satu mol ion H+ sudah setara dengan satu mol ion OH- yang dilakukan dengan cara titrasi.

Titrasi asam basa adalah proses penetapan kadar suatu larutan basa dengan larutan standar asam yang diketahui molaritasnya atau sebaliknya.

Pada titrasi asam basa dikenal istilah sebagai berikut :

- Titik ekuivalen adalah suatu keadaan di mana asam dan basa tepat habis bereaksi.
- Titik akhir titrasi adalah saat di mana titrasi harus dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna.

Indikator pH yang sering digunakan dalam reaksi penetralan adalah fenolftalein (C20H14O4) karena perubahan warna pada fenolftalein lebih mudah diamati. Fenolftalein disimbolkan dengan HIn atau pp. Sebenarnya, fenolftalein adalah sebuah pewarna.

Dalam titrasi, larutan yang ditempatkan pada buret (alat gelas berbentuk silinder yang berfungsi untuk mengukur volume cairan yang keluar. Pada bagian bawah buret terdapat kran yang berfungsi mengeluarkan atau menghentikan cairan yang keluar) disebut titran (larutan standar), sedangkan larutan yang akan dititrasi disebut titrat.

Rumus reaksi penetralan :
a.Va.Ma = b.Vb.Mb

Keterangan :
a = banyaknya ion H+ yang dihasilkan dari ionisasi asam
Va = volume larutan asam
Ma = molaritas asam
b = banyaknya ion OH- yang dihasilkan dari ionisasi basa
Vb = volume larutan basa
Mb = molaritas basa

Jika larutan asam ditetesi larutan basa, maka pH larutan akan naik atau sebaliknya. Grafik yang menyatakan perubahan pH pada penetesan asam dengan basa atau sebaliknya disebut kurva titrasi.

Penetralan Asam Kuat Oleh Basa Kuat

Pada reaksi penetralan asam kuat oleh basa kuat, pH larutan naik sedikit demi sedikit. Lambat-laun, pH mengalami perubahan drastis di sekitar titik ekuivalen. pH pada titik ekuivalen adalah 7 (netral).

Penetralan Basa Lemah Oleh Asam Kuat

pH pada titik ekuivalen adalah < 7 karena garam yang terbentuk mengalami hidrolisis sebagian yang bersifat asam. Lonjakan pH di sekitar titik ekuivalen hanya sedikit.

Penetralan Asam Lemah Oleh Basa Kuat

Titik ekuivalen berada pada pH antara 8-9. Lonjakan pH di sekitar titik ekuivalen hanya sedikit.

Penetralan Asam Lemah Oleh Basa Lemah

Titik ekuivalen pada reaksi penetralan asam lemah oleh basa lemah sulit ditentukan karena perubahan warna indikator sangat cepat.

Contoh : Titrasi larutan asam lemah CH3COOH oleh larutan basa lemah NH3 atau NH4OH.

Reaksi Dekarboksilasi

Reaksi dekarboksilasi adalah reaksi terlepasnya gugus karboksil pada senyawa, sehingga membentuk karbondioksida.

Contoh :
Asam glutamat menjadi GABA
Ornitina menjadi putresina
Tirosina menjadi tiramina

Keterangan :
Asam glutamat adalah asam amino bermuatan polar. Asam glutamat termasuk asam amino essensial karena dapat diproduksi dalam tubuh manusia.

Ornitina adalah asam amino non-essensial. Ornitina dihasilkan dari reaksi hidrolisis arginina oleh enzim arginase.

GABA (asam gamma-aminobutirat) merupakan neurotransmiter (penghantar sinyal di antara neuron/sel saraf) dan hormon otak yang menjadi inhibitor (penghambat) reaksi-reaksi dan tanggapan yang tidak menguntungkan.

Defisiensi (kondisi kurang baik/tidak sempurna) GABA dapat menyebabkan halusinasi, histeris, emosional, hipotonia (merendahnya tegangan otot pada waktu istirahat yang disebabkan rusaknya otot) pada  anak berusia enam bulan dan ataksia (berkurangnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot). Ion klorida dapat menjadi inhibitor GABA.

Putresina adalah senyawa organik berbau busuk yang berhubungan dengan kadaverina(senyawa diamina yang dihasilkan melalui pembusukan jaringan hewan). Kadverina bersifat racun.

Tirosina (C9H11NO3) termasuk asam amino essensial penyusun protein. Tirosina berperan untuk mengaktifkan beberapa enzim dalam tubuh manusia melalui proses fosforilasi.

Tiramina adalah zat yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Tiramina merupakan asam amino tirosin yang menyebabkan sakit kepala/migrain. 

Hal ini disebabkan karena tiramina menyebabkan pelepasan berbagai hormon stres, seperti dopamin, norepinefrin dan epinefrin ke dalam darah. Makanan yang mengandung tiramina adalah keju, ikan bandeng asap, ikan teri, ikan asin, tempe, tahu, kecap, acar, asinan, buah yang terlalu matang dan kimchi.

Reaksi Elektrolisis

Reaksi elektrolisis adalah penguraian sel elektrolisis oleh arus listrik, sehingga membentuk energi kimia/reaksi redoks.

Reaksi Halogenasi Dan Dehalogenasi

Reaksi halogenasi adalah reaksi penambahan satu atau lebih unsur golongan halogen pada suatu senyawa/molekul. 

Reaksi dehalogenasi adalah reaksi pelepasan unsur golongan halogen dari suatu senyawa/molekul.

Jika yang ditambahkan adalah unsur fluor, maka disebut fluorinasi.
Jika yang ditambahkan adalah unsur klor, maka disebut klorinasi.
Jika yang ditambahkan adalah unsur bromin, maka disebut brominasi.
Jika yang ditambahkan adalah unsur iodium, maka disebut iodinasi.

Reaksi Nitrasi

Reaksi nitrasi adalah reaksi penambahan gugus nitro (-NO2) dalam senyawa atau molekul. 

Contoh pembentukan nitrobenzena, nitroguanidin dan trinitrotoluena. Kehadiran gugus nitro pada senyawa aromatik dapat menghambat substitusi aromatik elektrofilik, tetapi dapat membantu substitusi aromatik nukleofilik.

Senyawa nitro sering kali ditemukan dalam reaksi reduksi, reaksi asam-basa dan reaksi kondensasi.

Reaksi Penataan Ulang

Reaksi penataan ulang adalah reaksi penyusunan ulang kerangka karbon pada molekul untuk membentuk isomer struktur dari molekul aslinya.

Contoh perpindahan gugus hidrogen, alkil atau aril pada rantai karbon dari suatu atom karbon ke atom karbon lainnya.

Reaksi Sigmatropik

Reaksi sigmatropik adalah reaksi perubahan/penggabungan ikatan sigma yang dihasilkan dari reaksi perisiklik dalam proses intramolekuler yang tidak dikatalisis/mengandung katalis.

Ikatan sigma merupakan ikatan kovalen terkuat. Suatu ikatan tunggal mengandung satu ikatan sigma. Suatu ikatan ganda mengandung satu ikatan sigma dan satu ikatan pi atau ikatan lainnya. Suatu ikatan rangkap tiga mengandung satu ikatan sigma dan dua ikatan pi.

Reaksi Perisiklik

Reaksi perisiklik adalah reaksi organik yang mana saat molekul berada dalam keadaan transisi (keadaan saat molekul memiliki energi tertinggi di sepanjang koordinat reaksi), molekul memiliki geometri siklik. Reaksi perisiklik berlawanan dengan reaksi linier. Reaksi perisiklik merupakan reaksi penataan ulang atau reaksi adisi.

Reaksi Asam-Basa

Reaksi asam-basa adalah reaksi molekul asam yang mendonorkan proton ke molekul basa, sehingga menghasilkan asam konjugasi dan basa konjugasi.  Pada reaksi asam-basa keadaannya selalu setimbang atau disebut reaksi kesetimbangan.

Reaksi Sulfonasi

Reaksi sulfonasi adalah reaksi pergantian atom hidrogen dengan gugus -SO3H. Reaksi sulfonasi dapat juga dinyatakan sebagai reaksi suatu senyawa dengan asam sulfat.

Reaksi Saponifikasi

Reaksi saponifikasi adalah reaksi pembentukan sabun dengan larutan saponin.

Reaksi Hidrogenasi

Reaksi hidrogenasi adalah reaksi adisi pada dua atom hidrogen dalam satu molekul. Reaksi hidrogenasi akan memutus ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga pada senyawa hidrokarbon.

Larutan Asam Basa

Reaksi yang biasa terjadi pada larutan asam-basa, antara lain reaksi penetralan, reaksi pembentukan gas hidrogen, reaksi pembentukan gas karbondioksida, reaksi pengendapan dan reaksi oksida.

Reaksi oksida pada larutan asam basa terbagi dua, yaitu :

- Reaksi antara oksida basa dengan asam
Contoh : CaO + 2HCl    CaCl2  + H2O

- Reaksi antara oksida asam dengan basa
Contoh : SO3 +  2NaOH    Na2SO4  + H2O

Hidrokarbon Alifatik

Alkana

Reaksi yang biasa terjadi pada alkana, antara lain :

- Reaksi Oksidasi (Pembakaran)
Reaksi oksidasi alkana menghasilkan gas karbondioksida dan uap air.

Contoh : C2H6 + 3 ½ O2    2CO2 + 3H2O

- Reaksi Substitusi
Reaksi substitusi alkana merupakan reaksi penggantian atom H dengan unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2). Karena atom H diganti dengan unsur halogen, maka reaksi ini disebut juga halogenasi.

- Reaksi Eliminasi
Reaksi eliminasi alkana merupakan reaksi pelepasan molekul dari suatu senyawa.

Contoh : CH3 – CH3 → CH2 = CH2 + H2

*Atom H yang terbentuk (di sebelah kanan tanda panah) tetap berjumlah 6.

Alkena

Reaksi yang biasa terjadi pada alkena, antara lain :

- Reaksi Oksidasi
Alkena mudah terbakar sama seperti alkana. Reaksi oksidasi alkena berlangsung secara sempurna, sehingga menghasilkan gas karbondioksida dan uap air.

Contoh : C2H4 + 3O2    2CO2 + 2H2O

- Reaksi Adisi
Reaksi adisi pada alkena merupakan reaksi pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal karena telah mencapai titik jenuh.

Contoh :
CH2 = CH2 + Cl2 → CH2 – CH2
                                    |           |
                                   Cl       Cl

Alkuna

Reaksi yang biasa terjadi pada alkuna, antara lain :

- Reaksi Oksidasi

Contoh :
Reaksi pembakaran etuna untuk mengelas
2C2H2 + 5O2    4CO2 + 2H2O

- Reaksi Adisi

Contoh :
H – C ≡ C – H + H2 → CH2 = CH2

Artikel Terkait :

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime