Macam-Macam Reaksi Kimia, Cara Menentukan Pereaksi Pembatas Dan pH Larutan Garam
Dalam reaksi kimia dikenal
istilah reaktan, produk, intermediet, pereaksi/reagen dan pereaksi pembatas.
Reaktan adalah zat yang hadir
pada awal reaksi kimia.
Produk adalah zat yang
terbentuk selama reaksi kimia.
Intermediet adalah zat antara
yang tidak stabil, memiliki waktu paruh yang sangat pendek dalam reaksi kimia.
Intermediet terbentuk dari reaktan atau intermediat lain. Intermediet memiliki
umur yang lebih panjang daripada vibrasi/getaran molekul.
Pereaksi pembatas adalah zat
pereaksi/reaktan yang habis lebih dahulu. Apabila kedua zat pereaksi
masing-masing diketahui jumlah molnya, maka harus ditentukan pereaksi
pembatasnya dengan rumus :
Pereaksi pembatas =
mol/koefisien reaksi
*Jika terdapat angka
terkecil, maka angka tersebut adalah pereaksi pembatas.
Contoh :
Sebanyak 100 mL larutan
timbal (II) nitrat (Pb(NO3)2 0,1 M direaksikan dengan 100
mL larutan kalium iodida (KI) 0,1 M, maka
a. Tentukan pereaksi pembatasnya
b. Hitunglah mol pereaksi
yang tersisa
Jawab :
Terlebih dahulu buat
persamaan reaksi setaranya. Cara membuat persamaan reaksi setara adalah dengan
menukar pasangan ion atau dikenal dengan istilah reaksi penggantian ganda.
Pb(NO3)2 +
Kl → PbI +
KNO3 (belum setara)
Pada timbal (II) nitrat,
jumlah ion NO3 adalah 2, maka tambahkan angka dua di depan KNO3.
Pb(NO3)2 +
Kl → PbI +
2KNO3 (belum setara)
Karena sekarang jumlah atom K
pada produk adalah 2, maka tambahkan angka dua pada kalium iodida.
Pb(NO3)2 +
2Kl → PbI +
2KNO3 (belum setara)
Sekarang atom iodium (I) pada
kalium iodida menjadi 2, maka jumlah atom iodium pada ion PbI menjadi 2.
Pb(NO3)2 +
2Kl → PbI2 + 2KNO3
(telah setara)
Untuk lebih jelas mengenai reaksi
setara dapat dipelajari dalam artikel Penyetaraan Persamaan Reaksi
Setelah mendapat reaksi setara,
hitunglah jumlah mol masing-masing reaktan
Mol Pb(NO3)2 =
M . V = 0,1. 0,1
= 0,01 mol
Mol Kl = M . V = 0,1.0,1 = 0,01 mol
*satuan mL diubah menjadi satuan L
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa
pereaksi pembatas ditentukan dari reaktan, maka yang dihitung hanya Pb(NO3)2
dan KI
Pb(NO3)2 =
mol/koefisien
= 0,01/1 = 0,01
KI = mol/koefisien
= 0,01/2 = 0,005
Maka, pereaksi pembatas adalah
kalium iodida karena 0,005 lebih kecil daripada 0,01.
Karena kalium iodida merupakan
pereaksi pembatas, maka kalium iodida dinyatakan habis terlebih dahulu,
sedangkan timbal (II) nitrat terdapat sisa.
Sisa Pb(NO3)2
= 0,01-0,005 =0,005 mol
Mengenai reagen dapat kamu pelajari
dalam artikel Jenis-Jenis Pereaksi Atau Reagen (Nukleofil, Elektrofil Dan Radikal Bebas)
Macam-Macam Reaksi Kimia
Pasti kamu sering mendengar banyak nama-nama reaksi dalam kimia, berikut ini penjelasan beberapa reaksi kimia.
Reaksi Substitusi
Reaksi substitusi adalah
reaksi penggantian suatu atom dengan atom lain. Reaksi substitusi disebut juga reaksi
penggantian tunggal. Reaksi substitusi yang melibatkan nukleofil disebut reaksi
susbstitusi nukleofilik (SN), sedangkan reaksi substitusi yang melibatkan
elektrofil disebut reaksi substitusi elektrofilik.
Pada reaksi substitusi, baik
elektrofil maupun nukleofil akan menggantikan atom hidrogen maupun atom lainnya
dalam gugus fungsi suatu senyawa.
Umumnya, senyawa aromatik dan
alifatik mengalami reaksi substitusi elektrofilik yang mana atom H digantikan
oleh elektrofil.
Reaksi Penggantian Ganda
Reaksi penggantian ganda
adalah reaksi di mana dua senyawa saling berganti pasangan ion atau ikatan untuk
membentuk senyawa baru yang berbeda.
Reaksi Elementer
Reaksi elementer adalah
reaksi pemecahan paling sederhana yang dapat menghasilkan produk sampingan.
Reaksi elementer hanya terdiri dari satu atau dua molekul karena pada reaksi
ini moleku-molekul sulit bergabung.
Reaksi elementer terbagi
menjadi dua, yaitu :
- Reaksi Unimolekuler adalah reaksi
yang hanya terdiri dari satu molekul yang terbentuk dari hasil transformasi
atau disosiasi (proses pemisahan senyawa ionik menjadi partikel atau ion yang
lebih kecil yang mana biasanya dapat dikembalikan seperti semula) satu atau
beberapa molekul lain. Beberapa reaksi unimolekuler membutuhkan energi
panas/cahaya.
Contoh reaksi unimolekuler
adalah isomerisasi cis-trans pada senyawa siklik dan alifatik yang mana senyawa
bentuk cis akan berubah menjadi bentuk trans.
Untuk mengetahui lebih lanjut
tentang isomerisasi cis-trans dapat dipelajari dalam artikel Senyawa Hidrokarbon (Alifatik) + Rumus Struktur Dan Isomernya
Hasil reaksi disosiasi dapat berupa homolitik atau heterolitik. Pada
pemecahan homolitik, suatu ikatan kimia pada senyawa akan terpecah, sehingga
setiap produk mempunyai satu elektron dan dapat menjadi radikal netral.
Pada pemecahan heterolitik,
kedua elektron dalam ikatan kimia akan tersisa pada salah satu produk, sehingga
akan menghasilkan kation maupun anion.
Reaksi disosiasi berperan
dalam reaksi polimerisasi maupun reaksi berantai pada suatu ikatan atom,
seperti ikatan hidrogen dan oksigen.
Reaksi polimerisasi adalah
proses bereaksinya beberapa molekul monomer dalam reaksi kimia untuk membentuk
rantai polimer yang berulang dan panjang. Contoh monomer adalah hidrokarbon,
gula, asam amino atau asam lemak.
- Reaksi Bimolekuler adalah
reaksi yang terjadi ketika dua molekul bertabrakan dan saling bereaksi. Hasil
reaksi bimolekuler adalah sintesis kimia atau reaksi adisi.
Reaksi Adisi
Reaksi adisi adalah reaksi
pemutusan ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga menjadi ikatan kovalen
tunggal. Reaksi adisi dapat digunakan untuk membedakan alkana dan alkena.
Reaksi adisi elektrofilik
adalah reaksi yang mana sebuah elektrofil akan mengganti ikatan rangkap untuk
membentuk karbokation dan kemudian bereaksi dengan nukleofil.
Aturan Markovnikov menyatakan
sebuah molekul polar pada alkena atau alkuna dalam adisi heterolitik, atom yang
memiliki keelektronegatifan yang lebih besar akan terikat dengan atom karbon
yang mengikat atom hidrogen paling sedikit.
Reaksi Eliminasi
Reaksi eliminasi adalah reaksi
pemisahan substituen dari suatu molekul. Reaksi eliminasi dibedakan menjadi dua
berdasarkan jumlah tahapannya, yaitu :
- Reaksi eliminasi
bimolekuler (E2) adalah reaksi eliminasi dengan mekanisme satu tahap. Contoh
ikatan karbon-hidrogen atau karbon-halogen yang terputus untuk membentuk ikatan
rangkap dua.
Reaksi E2 biasanya
menggunakan basa kuat untuk melepas hidrogen yang kurang asam. Pada reaksi E2,
proton pada posisi anti gugus lepas/gugus pergi akan terlepas terlebih dahulu.
- Reaksi eliminasi
unimolekuler (E1) adalah reaksi eliminasi dengan mekanisme dua tahap. Pada
reaksi E1, gugus pergi/gugus lepas akan terlepas terlebih dahulu untuk
membentuk karbokation.
Contoh :
- Proses ionisasi yang mana
ikatan karbon-halogen terputus dan menghasilkan karbokation (karbon bermuatan
positif).
- Proses deprotonasi (pelepasan
proton/kation hidrogen (H+)) pada karbokation.
Reaksi Metatesis
Reaksi metatesis adalah
reaksi pertukaran pasangan ion dari dua elektrolit. Pada reaksi metatesis, satu
produk akan membentuk endapan, gas atau elektrolit lemah.
Contoh perpindahan elektron
pada reaksi redoks dan perpindahan proton pada reaksi asam-basa.
Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm adalah reaksi
yang mengeluarkan energi atau melepaskan energi ke lingkungan selama reaksi
berlangsung. Reaksi eksoterm akan menghasilkan suhu yang panas. Pada reaksi
eksoterm perubahan entalpi (∆H) akan minus atau ∆H < 0.
Contoh : reaksi oksidasi,
reaksi penentralan asam-basa, reaksi dekomposisi tumbuhan, reaksi kristalisasi,
reaksi polimerasi dan lain-lain.
Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah reaksi
yang menyerap atau memerlukan energi dari lingkungan selama reaksi berlangsung.
Reaksi endoterm akan menghasilkan suhu yang dingin. Pada reaksi endoterm
perubahan entalpi akan positif atau ∆H > 0.
Contoh : fotosintesis,
melelehnya es batu dan lain-lain.
Reaksi Pengendapan Atau Presipitasi
Reaksi pengendapan adalah
reaksi yang menghasilkan endapan. Endapan merupakan padatan yang tidak larut.
Terbentuknya endapan tergantung dari kelarutan zat terlarut dalam pelarut air.
Contoh :
- Pengendapan ion klorida
karena penambahan perak nitrat (AgNO3)
Untuk menentukan kelarutan
dapat dipelajari dalam artikel Kelarutan (Solvasi) Dan Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
Reaksi Dekomposisi Atau Analisis
Reaksi dekomposisi adalah
reaksi di mana suatu senyawa tunggal terurai menjadi dua atau lebih unsur atau
senyawa yang baru. Reaksi dekomposisi memerlukan energi panas atau listrik
untuk memecah ikatan pada senyawa.
Contoh :
- Pemecahan molekul air (H2O)
menjadi hidrogen dan oksigen.
- Pemecahan amonium nirat (NH4NO3)
menjadi dinitrogen monoksida (N2O) dan air
Reaksi Kombinasi Atau Sintesis
Reaksi kombinasi/reaksi
sintesis/sintesa adalah reaksi penggabungan dua atau lebih zat untuk membentuk
zat yang baru.
Contoh :
- Reaksi natrium bereaksi
dengan klor untuk menghasilkan natrium klorida yang padat.
- Gas hidrogen bergabung
dengan gas oksigen untuk menghasilkan air.
- Gas nitrogen bergabung
dengan gas hidrogen membentuk amonia
Reaksi Kondensasi
Reaksi kondensasi adalah
reaksi terpisahnya dua molekul kecil, seperti air. Kondensasi disebut juga
dehidrasi. Umumnya, zat yang mengalami reaksi kondensasi adalah yang berwujud gas. Pada reaksi kondensasi, zat gas akan berubah menjadi cair.
Contoh : pembentukan metil
etanoat dari kondensasi antara asam metanoat dan metanol dengan melepaskan
molekul air.
Reaksi Aldol (Aldehida + Alkohol)
Aldol adalah hidroksi keton atau
aldehida. Umumnya, reaksi aldol digunakan dalam industri farmasi untuk proses
sintesis obat-obatan beroptik murni. Pola struktur aldol umumnya terdapat pada
poliketida.
Poliketida adalah metabolit
sekunder (senyawa yang tidak bersifat essensial, sehingga tidak berpengaruh
dalam pertumbuhan sel/organisme) dari bakteri, jamur, tanaman dan hewan.
Produk adisi (pemutusan ikatan) aldol biasanya
akan melepaskan sebuah molekul air selama reaksi berlangsung dan akan membentuk
keton α,β tak
jenuh.
Reaksi aldol dengan nukleofil dan elektrofil yang berbeda disebut reaksi aldol silang. Adapun nukleofil yang biasa digunakan dalam reaksi aldol adalah enol, enolat, enol eter, aldehida dan senyawa-senyawa karbonil lainnya.
Reaksi aldol dengan nukleofil dan elektrofil yang berbeda disebut reaksi aldol silang. Adapun nukleofil yang biasa digunakan dalam reaksi aldol adalah enol, enolat, enol eter, aldehida dan senyawa-senyawa karbonil lainnya.
Keterangan
:
Keton adalah senyawa yang
mengandung gugus karbonil (O=C) yang terikat pada dua atom karbon. Atom karbon
yang berada di samping gugus karbonil disebut karbon-α.
Atom hidrogen yang terikat pada karbon α disebut hidrogen α. Dalam ilmu biologi, keton adalah asam yang dibuat ketika tubuh menggunakan lemak untuk membentuk energi. Keton merupakan senyawa polar yang mudah larut dalam air.
Atom hidrogen yang terikat pada karbon α disebut hidrogen α. Dalam ilmu biologi, keton adalah asam yang dibuat ketika tubuh menggunakan lemak untuk membentuk energi. Keton merupakan senyawa polar yang mudah larut dalam air.
Enol disebut juga alkenol (alkena+alkohol).
Enol adalah alkena dengan gugus hidroksil (OH) yang melekat pada karbon
berikatan rangkap dua. Enol merupakan isomer dari keton.
Enol yang tidak stabil dengan cepat dapat berubah menjadi keton karena oksigen lebih elektronegatif daripada karbon, sehingga oksigen akan membentuk ikatan rangkap yang lebih kuat.
Enol yang tidak stabil dengan cepat dapat berubah menjadi keton karena oksigen lebih elektronegatif daripada karbon, sehingga oksigen akan membentuk ikatan rangkap yang lebih kuat.
Enolat adalah gugus hidroksil pada
enol yang melepaskan ion hidrogen. Enolat bermuatan negatif. Senyawa karbonil
yang mengandung hidrogen α jika
berada dalam asam akan membentuk enol. Senyawa karbonil yang mengandung
hidrogen α jika
berada dalam basa akan membentuk enolat.
Aldehida adalah senyawa yang mengandung gugus karbonil yang
terikat pada rantai karbon dan atom hidrogen. Aldehida disebut juga alkanal
yang merupakan turunan dari alkana. Aldehida merupakan senyawa polar, sehingga
mudah larut dalam air.
Aldehida memiliki pasangan elektron bebas (PEB).
Aldehida tidak memiliki ikatan hidrogen, sehingga titik leleh dan titik
didihnya sangat rendah. Aldehida dapat menjadi reduktor yang kuat.
Untuk lebih lanjut mengenai gugus aldehida dan keton dapat diketahui dalam artikel Gugus Fungsi Aldehida Dan Keton (Tata Nama Dan Jenis-Jenis Pereaksi Untuk Pengujian)
Untuk lebih lanjut mengenai gugus aldehida dan keton dapat diketahui dalam artikel Gugus Fungsi Aldehida Dan Keton (Tata Nama Dan Jenis-Jenis Pereaksi Untuk Pengujian)
Jika kondisi reaksi aldol
sangat kuat, maka akan terjadi kondensasi (pengembunan). Contoh kondensasi
aldol adalah ion enolat bereaksi dengan senyawa karbonil, hingga membentuk
β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon.
Jika terjadi dehidrasi pada β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon, maka akan menghasilkan enon yang terkonjugasi (atom-atom membentuk struktur Kekule).
Jika terjadi dehidrasi pada β-hidroksialdehida atau β-hidroksiketon, maka akan menghasilkan enon yang terkonjugasi (atom-atom membentuk struktur Kekule).
Reaksi Isomerasi
Reaksi isomerasi adalah
reaksi penataan ulang struktur suatu molekul atau senyawa tanpa perubahan komposisi atomnya.
Contoh isomerasi cis-trans.
Reaksi Dimerisasi
Reaksi dimerisasi adalah
reaksi penggabungan dua molekul kecil atau monomer untuk membentuk dimer. Dimer
adalah senyawa kimia yang terdiri dari dua monomer identik yang saling terikat
dengan ikatan kovalen atau ikatan hidrogen.
Dimer yang tidak terikat
secara kovalen disebut dimer fisis. Pada dimer fisis, interaksi antarmolekul
menyebabkan dua molekul identik menjadi lebih dekat.
Dimerisasi dibedakan menjadi
dua berdasarkan jenis subsatuannya, yaitu:
- Homodimerisasi adalah dimerisasi
dengan dua subsatuan yang identik.
- Heterodimerisasi adalah
dimerisasi dengan dua subsatuan yang berbeda.
Reaksi Tautomerisasi
Reaksi tautomerisasi adalah
reaksi perpindahan proton/hidrogen dari satu atom dalam satu molekul ke atom
lain dan menjadi molekul baru. Senyawa organik yang dapat melakukan reaksi
antarubahan dengan kesetimbangan yang cepat disebut tautomer.
Contoh :
- Senyawa karbonil yang
mengandung hidrogen-α
dengan bentuk enol.
- Aseton yang mengandung
hidrogen-α bersifat asam mengalami ionisasi menjadi enolat yang memiliki dua bentuk, yaitu
bentuk keton/keto dan bentuk enol.
Untuk itu, tautomerisasi juga
dapat dinyatakan sebagai proses isomer-isomer pada senyawa karbonil yang mengalami
perpindahan proton/hidrogen dengan diikuti pergantian ikatan tunggal dengan
ikatan ganda di sebelahnya. Tautomerisasi dapat membedakan senyawa organik berdasarkan
ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan.
Reaksi Hidrolisis
Reaksi hidrolisis adalah
reaksi pemecahan molekul air menjadi hidrogen (H+) dan hidroksida
(OH-). Pada larutan garam sering terjadi reaksi hidrolisis yang mana
menunjukkan penguraian garam oleh air. Reaksi hidrolisis merupakan reaksi kesetimbangan.
Tetapan kesetimbangan pada reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis dan
disimbolkan dengan Kh.
Garam yang terbentuk dari
asam lemah dan basa kuat akan menghasilkan larutan garam yang bersifat basa (pH>7) dan
hanya mengalami hidrolisis sebagian pada anion dari garam, tetapi cukup untuk
mengubah pH larutan.
Garam yang terbentuk dari
asam kuat dan basa lemah akan menghasilkan larutan garam yang berisfat asam (pH<7)
dan hanya mengalami hidrolisis sebagian pada kation dari garam.
Garam yang terbentuk dari
asam lemah dan basa lemah akan terhidrolisis sempurna.
Garam yang terbentuk dari
asam kuat dan basa kuat tidak akan mengalami hidrolisis karena larutan bersifat
netral, yaitu memiliki pH=7.
Rumus tetapan hidrolisis :
Apabila garam terbentuk dari
asam lemah dan basa kuat, maka berlaku rumus
[OH-] = √Kw. M
Ka
pH = ½ pKw + ½ pKa + ½ log
[g]
Kh = Kw/Ka
h = √Kw/Ka. M
Keterangan :
[OH-] =
konsentrasi ion OH-
[g] = konsentrasi garam
M = molaritas garam
pH = derajat keasaman
h = derajat hidrolisis
Kw = tetapan air (nilai Kw = 10-14)
Ka = tetapan asam
Kh = tetapan hidrolisis
Apabila garam terbentuk dari
asam kuat dan basa lemah, maka berlaku rumus
[H+] = √Kw. M
Kb
pH = ½ pKw + ½ pKb + ½ log
[g]
Kh = Kw/Kb
h = √Kw/Kb. M
Keterangan :
Kb = tetapan basa
Contoh :
Untuk mendapat larutan garam
dengan pH 9, maka garam natrium benzoat (C6H5O2Na)
yang harus dilarutkan dalam 200 mL air adalah (Ka C6H5O2Na
= 4 x 10-5 m dan Mr C6H5O2Na
= 144)
Jawab :
Karena terdapat keterangan pH > 7, maka larutan garam tersebut terbentuk dari
asam lemah dan basa kuat, sehingga digunakan rumus dengan [OH-]
untuk mencari molaritas. Untuk itu, terlebih dahulu dicari nilai dari [OH-]
pH = 14-pOH
9 = 14-pOH
pOH = 14-9 = 5
Maka, [OH-] = 10-5
[OH-] = √Kw. M
Ka
[10-5] = √ 10-14 . M
4 x 10-5
[10-5]2 = 10-14. M
4 x 10-5
[10-10] =10-14. M
4 x 10-5
M = 4 x 10-5 x 10-10/ 10-14
= 4 x 10-15/ 10-14
= 4 x 10-1 = 4 x
0,1 = 0,4
Catatan :
Jika dikali, maka pangkat dijumlahkan. Jika
dibagi, maka pangkat dikurangkan
Satuan mL pada volume air dirubah menjadi L, sehingga volume menjadi 0,2
L
Mol = M x V = 0,4 x 0,2 = 0,08 mol
Massa = mol x Mr = 0,08 x 144 = 11,52 atau 12 gram
Berikut sekilas tentang natrium benzoat
Natrium benzoat merupakan hasil reaksi garam natrium
dengan asam benzoat. Asam benzoat secara alami terkandung dalam kranberi, kayu
manis, cengkeh dan apel. Natrium benzoat digunakan sebagai pengawet makanan,
pembuatan kembang api dan industri farmasi. Natrium benzoat aman untuk
dikonsumsi.
Reaksi Netralisis Atau Penetralan
Reaksi netralisis adalah
reaksi antara asam dan basa untuk mengukur bahwa satu mol ion H+ sudah
setara dengan satu mol ion OH- yang dilakukan dengan cara titrasi.
Titrasi asam basa adalah
proses penetapan kadar suatu larutan basa dengan larutan standar asam yang
diketahui molaritasnya atau sebaliknya.
Pada titrasi asam basa dikenal istilah sebagai berikut :
Pada titrasi asam basa dikenal istilah sebagai berikut :
- Titik ekuivalen adalah
suatu keadaan di mana asam dan basa tepat habis bereaksi.
- Titik akhir titrasi adalah
saat di mana titrasi harus dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan
perubahan warna.
Indikator pH yang sering
digunakan dalam reaksi penetralan adalah fenolftalein (C20H14O4)
karena perubahan warna pada fenolftalein lebih mudah diamati. Fenolftalein
disimbolkan dengan HIn atau pp. Sebenarnya, fenolftalein adalah sebuah pewarna.
Dalam titrasi, larutan yang
ditempatkan pada buret (alat gelas berbentuk silinder yang berfungsi untuk
mengukur volume cairan yang keluar. Pada bagian bawah buret terdapat kran yang
berfungsi mengeluarkan atau menghentikan cairan yang keluar) disebut titran
(larutan standar), sedangkan larutan yang akan dititrasi disebut titrat.
Rumus reaksi penetralan :
a.Va.Ma
= b.Vb.Mb
Keterangan :
a = banyaknya ion H+
yang dihasilkan dari ionisasi asam
Va = volume
larutan asam
Ma = molaritas
asam
b = banyaknya ion OH-
yang dihasilkan dari ionisasi basa
Vb = volume
larutan basa
Mb = molaritas
basa
Jika larutan asam ditetesi
larutan basa, maka pH larutan akan naik atau sebaliknya. Grafik yang menyatakan
perubahan pH pada penetesan asam dengan basa atau sebaliknya disebut kurva
titrasi.
Penetralan
Asam Kuat Oleh Basa Kuat
Pada reaksi penetralan asam
kuat oleh basa kuat, pH larutan naik sedikit demi sedikit. Lambat-laun, pH
mengalami perubahan drastis di sekitar titik ekuivalen. pH pada titik ekuivalen
adalah 7 (netral).
Penetralan
Basa Lemah Oleh Asam Kuat
pH pada titik ekuivalen
adalah < 7 karena garam yang terbentuk mengalami hidrolisis sebagian yang bersifat asam. Lonjakan pH di sekitar titik ekuivalen hanya sedikit.
Penetralan
Asam Lemah Oleh Basa Kuat
Titik ekuivalen berada pada
pH antara 8-9. Lonjakan pH di sekitar titik ekuivalen hanya sedikit.
Penetralan
Asam Lemah Oleh Basa Lemah
Titik ekuivalen pada reaksi penetralan
asam lemah oleh basa lemah sulit ditentukan karena perubahan warna indikator
sangat cepat.
Contoh : Titrasi larutan asam
lemah CH3COOH oleh larutan basa lemah NH3 atau NH4OH.
Reaksi Dekarboksilasi
Reaksi dekarboksilasi adalah reaksi terlepasnya gugus karboksil pada senyawa, sehingga membentuk
karbondioksida.
Contoh :
Asam glutamat menjadi GABA
Ornitina menjadi putresina
Tirosina menjadi tiramina
Keterangan :
Asam glutamat adalah asam amino bermuatan polar. Asam glutamat
termasuk asam amino essensial karena dapat diproduksi dalam tubuh manusia.
Ornitina adalah asam amino non-essensial. Ornitina dihasilkan
dari reaksi hidrolisis arginina oleh enzim arginase.
GABA (asam gamma-aminobutirat) merupakan neurotransmiter (penghantar sinyal di antara neuron/sel saraf) dan hormon otak yang menjadi inhibitor (penghambat) reaksi-reaksi dan tanggapan
yang tidak menguntungkan.
Defisiensi
(kondisi kurang baik/tidak sempurna) GABA dapat menyebabkan halusinasi,
histeris, emosional, hipotonia (merendahnya tegangan otot pada waktu istirahat
yang disebabkan rusaknya otot) pada anak
berusia enam bulan dan ataksia (berkurangnya kemampuan koordinasi atas gerakan
otot). Ion klorida dapat menjadi inhibitor GABA.
Putresina adalah senyawa organik berbau busuk yang berhubungan
dengan kadaverina(senyawa diamina yang dihasilkan melalui pembusukan jaringan
hewan). Kadverina bersifat racun.
Tirosina (C9H11NO3) termasuk
asam amino essensial penyusun protein. Tirosina berperan untuk mengaktifkan
beberapa enzim dalam tubuh manusia melalui proses fosforilasi.
Tiramina adalah
zat yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Tiramina merupakan asam amino
tirosin yang menyebabkan sakit kepala/migrain.
Hal ini disebabkan karena tiramina menyebabkan pelepasan berbagai hormon stres, seperti dopamin, norepinefrin dan epinefrin ke dalam darah. Makanan yang mengandung tiramina adalah keju, ikan bandeng asap, ikan teri, ikan asin, tempe, tahu, kecap, acar, asinan, buah yang terlalu matang dan kimchi.
Hal ini disebabkan karena tiramina menyebabkan pelepasan berbagai hormon stres, seperti dopamin, norepinefrin dan epinefrin ke dalam darah. Makanan yang mengandung tiramina adalah keju, ikan bandeng asap, ikan teri, ikan asin, tempe, tahu, kecap, acar, asinan, buah yang terlalu matang dan kimchi.
Reaksi Elektrolisis
Reaksi elektrolisis adalah
penguraian sel elektrolisis oleh arus listrik, sehingga membentuk energi
kimia/reaksi redoks.
Reaksi Halogenasi Dan Dehalogenasi
Reaksi halogenasi adalah
reaksi penambahan satu atau lebih unsur golongan halogen pada suatu senyawa/molekul.
Reaksi dehalogenasi adalah reaksi pelepasan unsur golongan halogen dari suatu senyawa/molekul.
Reaksi dehalogenasi adalah reaksi pelepasan unsur golongan halogen dari suatu senyawa/molekul.
Jika yang ditambahkan adalah
unsur fluor, maka disebut fluorinasi.
Jika yang ditambahkan adalah
unsur klor, maka disebut klorinasi.
Jika yang ditambahkan adalah
unsur bromin, maka disebut brominasi.
Jika yang ditambahkan adalah
unsur iodium, maka disebut iodinasi.
Reaksi Nitrasi
Reaksi nitrasi adalah reaksi
penambahan gugus nitro (-NO2) dalam senyawa atau molekul.
Contoh pembentukan nitrobenzena, nitroguanidin dan trinitrotoluena. Kehadiran gugus nitro pada senyawa aromatik dapat menghambat substitusi aromatik elektrofilik, tetapi dapat membantu substitusi aromatik nukleofilik.
Contoh pembentukan nitrobenzena, nitroguanidin dan trinitrotoluena. Kehadiran gugus nitro pada senyawa aromatik dapat menghambat substitusi aromatik elektrofilik, tetapi dapat membantu substitusi aromatik nukleofilik.
Senyawa nitro sering kali
ditemukan dalam reaksi reduksi, reaksi asam-basa dan reaksi kondensasi.
Reaksi Penataan Ulang
Reaksi penataan ulang adalah
reaksi penyusunan ulang kerangka karbon pada molekul untuk membentuk isomer
struktur dari molekul aslinya.
Contoh perpindahan gugus
hidrogen, alkil atau aril pada rantai karbon dari suatu atom karbon ke atom
karbon lainnya.
Reaksi Sigmatropik
Reaksi sigmatropik adalah reaksi
perubahan/penggabungan ikatan sigma yang dihasilkan dari reaksi perisiklik
dalam proses intramolekuler yang tidak dikatalisis/mengandung katalis.
Ikatan sigma merupakan ikatan
kovalen terkuat. Suatu ikatan tunggal mengandung satu ikatan sigma. Suatu
ikatan ganda mengandung satu ikatan sigma dan satu ikatan pi atau ikatan
lainnya. Suatu ikatan rangkap tiga mengandung satu ikatan sigma dan dua ikatan
pi.
Reaksi Perisiklik
Reaksi perisiklik adalah
reaksi organik yang mana saat molekul berada dalam keadaan transisi (keadaan
saat molekul memiliki energi tertinggi di sepanjang koordinat reaksi), molekul
memiliki geometri siklik. Reaksi perisiklik berlawanan dengan reaksi linier.
Reaksi perisiklik merupakan reaksi penataan ulang atau reaksi adisi.
Reaksi Asam-Basa
Reaksi asam-basa adalah
reaksi molekul asam yang mendonorkan proton ke molekul basa, sehingga
menghasilkan asam konjugasi dan basa konjugasi.
Pada reaksi asam-basa keadaannya selalu setimbang atau disebut reaksi
kesetimbangan.
Reaksi Sulfonasi
Reaksi sulfonasi adalah
reaksi pergantian atom hidrogen dengan gugus -SO3H. Reaksi sulfonasi
dapat juga dinyatakan sebagai reaksi suatu senyawa dengan asam sulfat.
Reaksi Saponifikasi
Reaksi saponifikasi adalah reaksi pembentukan sabun dengan larutan saponin.
Reaksi Hidrogenasi
Reaksi hidrogenasi adalah reaksi adisi pada dua atom hidrogen dalam satu molekul. Reaksi hidrogenasi akan memutus ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga pada senyawa hidrokarbon.
Reaksi Saponifikasi
Reaksi saponifikasi adalah reaksi pembentukan sabun dengan larutan saponin.
Reaksi Hidrogenasi
Reaksi hidrogenasi adalah reaksi adisi pada dua atom hidrogen dalam satu molekul. Reaksi hidrogenasi akan memutus ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga pada senyawa hidrokarbon.
Larutan Asam Basa
Reaksi yang biasa terjadi
pada larutan asam-basa, antara lain reaksi penetralan, reaksi pembentukan gas
hidrogen, reaksi pembentukan gas karbondioksida, reaksi pengendapan dan reaksi
oksida.
Reaksi oksida pada larutan
asam basa terbagi dua, yaitu :
- Reaksi antara oksida basa
dengan asam
Contoh : CaO + 2HCl → CaCl2
+ H2O
- Reaksi antara oksida asam
dengan basa
Contoh : SO3
+ 2NaOH
→ Na2SO4 + H2O
Hidrokarbon Alifatik
Alkana
Reaksi yang biasa terjadi
pada alkana, antara lain :
- Reaksi Oksidasi (Pembakaran)
Reaksi oksidasi alkana
menghasilkan gas karbondioksida dan uap air.
Contoh : C2H6
+ 3 ½ O2 → 2CO2 + 3H2O
- Reaksi Substitusi
Reaksi substitusi alkana
merupakan reaksi penggantian atom H dengan unsur halogen (F2, Cl2,
Br2, I2). Karena atom H diganti dengan unsur halogen, maka reaksi ini disebut juga halogenasi.
- Reaksi Eliminasi
Reaksi eliminasi alkana
merupakan reaksi pelepasan molekul dari suatu senyawa.
Contoh : CH3 – CH3
→ CH2 = CH2 + H2
*Atom H yang terbentuk (di sebelah kanan tanda panah) tetap berjumlah 6.
Alkena
Reaksi yang biasa terjadi
pada alkena, antara lain :
- Reaksi Oksidasi
Alkena mudah terbakar sama
seperti alkana. Reaksi oksidasi alkena berlangsung secara sempurna, sehingga menghasilkan
gas karbondioksida dan uap air.
Contoh : C2H4
+ 3O2 → 2CO2 + 2H2O
- Reaksi Adisi
Reaksi adisi pada alkena merupakan
reaksi pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal karena telah mencapai
titik jenuh.
Contoh :
CH2 = CH2 +
Cl2 → CH2 – CH2
| |
Cl
Cl
Alkuna
Reaksi yang biasa terjadi
pada alkuna, antara lain :
- Reaksi Oksidasi
Contoh :
Reaksi pembakaran etuna untuk
mengelas
2C2H2 +
5O2 → 4CO2 + 2H2O
- Reaksi Adisi
Contoh :
H – C ≡ C – H + H2
→ CH2 = CH2
Artikel Terkait :
Larutan Asam Basa (Konsentrasi Ion H+ Dan Ion OH-, Derajat Ionisasi Dan pH)
Reaksi Redoks, Reaksi Autoredoks Dan Bilangan Oksidasi
Reaksi Redoks, Reaksi Autoredoks Dan Bilangan Oksidasi

Komentar
Posting Komentar