Menerapkan Filosofi Kura-Kura Pada Blog
Halo, sahabat Maritim!.
Cerita fabel tentang kelinci dan kura-kura yang berada dalam suatu perlombaan lari pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kita tahu bagaimana santainya si kura-kura digambarkan dalam perlombaan lari dengan si kelinci.
Cerita fabel tentang kelinci dan kura-kura yang berada dalam suatu perlombaan lari pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kita tahu bagaimana santainya si kura-kura digambarkan dalam perlombaan lari dengan si kelinci.
Dalam dunia
blogging, saya merasa seperti sedang mengikuti perlombaan lari yang mana saya
sebagai si kura-kura. Blog ini sangat lambat menjaring pengunjung.
Terkadang saya sering digoda setan, sehingga berpikir “apakah karena blog ini sebagian besar baru membahas tema pendidikan, sejarah dan tutorial desain, sehingga kurang diminati?”. Tapi kalau saya berpikir kembali tentang tema-tema tersebut yang cukup abadi, maka saya buang jauh-jauh pemikiran buruk tadi.
Terkadang saya sering digoda setan, sehingga berpikir “apakah karena blog ini sebagian besar baru membahas tema pendidikan, sejarah dan tutorial desain, sehingga kurang diminati?”. Tapi kalau saya berpikir kembali tentang tema-tema tersebut yang cukup abadi, maka saya buang jauh-jauh pemikiran buruk tadi.
Salah satu
kesalahan saya untuk blog ini adalah saya tidak melakukan promosi. Saya malas
memulai facebook-an lagi dari nol.
Facebook lama saya tidak tahu kenapa, tiba-tiba tidak bisa dibuka, padahal passwordnya hanya tanggal lahir saya. Jadi, tidak mungkin saya lupa password. Saya belum pernah amnesia. Saya juga tidak percaya diri membuat fan page di facebook untuk blog alakadarnya ini.
Facebook lama saya tidak tahu kenapa, tiba-tiba tidak bisa dibuka, padahal passwordnya hanya tanggal lahir saya. Jadi, tidak mungkin saya lupa password. Saya belum pernah amnesia. Saya juga tidak percaya diri membuat fan page di facebook untuk blog alakadarnya ini.
Sayangnya, saya
tidak bisa bersikap sesantai si kura-kura. Tidak posting dua hari saja, saya
sudah khawatir akan ditinggal pergi Googlebot dan blog saya akan tenggelam di
mesin pencari.
Bagaimana kalau
tokoh kura-kura dalam artikel ini saya ganti menjadi kura-kura ninja (Teenage Mutant
Ninja Turtles) saja?. Hehehe..... Tapi saya sudah tidak “teenage” lagi.
Apakah blog bisa sukses dengan
berpegang pada filosofi kura-kura?
Intinya walaupun
blog memegang filosofi kura-kura yang terkenal dengan super lambannya, tetap saja ada kemungkinan blog tersebut mendapat
pengunjung. Dan bukan tidak mungkin pengunjung tersebut menjadi pengunjung
setia yang datang dari saluran direct.
Pun bisa saja
si pengunjung setia menyebarkan virus cinta kepada teman-temannya tentang si
blog kura-kura dan bertambahlah pengunjung blog kura-kura.
Alhamdulillah,
pengunjung blog ini yang berasal dari saluran organik dan saluran direct jumlahnya hampir
setara.
Memang sulit
sekali meyakinkan diri bahwa benar, “Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Bukit”
atau “Biar Lambat Asal Selamat”. Hal itu karena kita dihantui oleh kata “Kapan?”.
Para mastah
sering kali mengatakan untuk bersabar dalam mengembangkan blog. Saya rasa
mereka benar!. Secara tidak langsung, mereka menyarankan para blogger untuk berpegang pada filosofi
kura-kura, apalagi jika tidak mau berurusan dengan jurus-jurus algoritma
Google.
Walaupun blog kura-kura mempunyai cangkang sekuat apapun atau menjelma menjadi blog kura-kura ninja, tetap saja tidak mungkin menang melawan jurus-jurus algoritma Google.
Walaupun blog kura-kura mempunyai cangkang sekuat apapun atau menjelma menjadi blog kura-kura ninja, tetap saja tidak mungkin menang melawan jurus-jurus algoritma Google.
Sering kali
juga kita mendengar wejangan bahwa sesuatu yang dilakukan dengan terburu-buru,
hasilnya tidak akan baik dan hanya bersifat sesaat. Jadi, tidak ada salahnya jika kita berpegang
pada filosofi kura-kura!.
Fakta membuktikan bahwa sebagian besar kura-kura berumur panjang. Dengan menerapkan filosofi kura-kura pada blog diharapkan blog juga bisa berumur panjang.
Fakta membuktikan bahwa sebagian besar kura-kura berumur panjang. Dengan menerapkan filosofi kura-kura pada blog diharapkan blog juga bisa berumur panjang.
Jika para
mastah sebagai seseorang yang sudah berpengalaman berbicara seperti itu,
berarti jawaban dari pertanyaan “Bisakah blog sukses dengan berpegang pada
filosofi kura-kura?” adalah Bisa!. Asalkan cermat dalam memilih keyword.
Mungkin ada
kalanya sebuah blog membicarakan suatu yang viral untuk menjaring lebih banyak
pengunjung. Menurut saya, segala bidang atau topik selalu ada yang menjadi
suatu yang viral.
Meskipun blog hanya membahas mengenai game atau anime, pasti ada game atau anime yang pernah atau sedang menjadi viral. Jadi, bukan tidak mungkin semua tema blog bisa memiliki artikel yang viral.
Meskipun blog hanya membahas mengenai game atau anime, pasti ada game atau anime yang pernah atau sedang menjadi viral. Jadi, bukan tidak mungkin semua tema blog bisa memiliki artikel yang viral.
Saya percaya
tidak percaya (karena saya belum pernah menulis sesuatu yang viral sebab kurang
update), jika blog membahas tentang suatu yang viral hanya akan dikunjungi
sekali saja oleh pengunjung yang tiba-tiba datang.
Karena di samping itu, saya yakin bahwa jika pengunjung yang tiba-tiba datang itu menyukai tulisan blog tersebut, maka pengunjung itu akan datang kembali.
Karena di samping itu, saya yakin bahwa jika pengunjung yang tiba-tiba datang itu menyukai tulisan blog tersebut, maka pengunjung itu akan datang kembali.
Saya harap
artikel ini bisa menjadi pelita!. Terima kasih kepada pembaca yang membaca
artikel ini!.
#Susahnya Jadi Kura-Kura
#Susahnya Jadi Kura-Kura
Komentar
Posting Komentar