Sistem Koloid Ada Di Sekitar Kita

Sistem koloid adalah bentuk campuran antara larutan dan suspensi. Semua jenis zat dapat berada dalam keadaan koloid. Dalam sistem koloid terdapat fase pendispersi (zat yang didispersikan) dan media (medium)/zat pendispersi.

Sistem Koloid

Dalam sistem koloid, jumlah fase terdispersi lebih sedikit daripada medium pendispersi.

Dalam sistem dispersi (penguraian) terdapat zat terlarut dan pelarut yang mana jumlah zat terlarut lebih sedikit daripada zat pelarut.

Contoh sistem koloid dalam kehidupan sehari-hari :

- Cairan tubuh, seperti darah.
- Bahan makanan, seperti susu, keju, nasi dan roti.
- Cat.
- Berbagai jenis obat.
- Bahan kosmetik.

Berdasarkan ukuran partikelnya, campuran dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

Larutan
Suspensi
Koloid
Homogen (campuran yang berasal dari jenis yang sama)
Heterogen (campuran yang terdiri dari unsur yang berbeda sifat/berlainan jenis)
Tampak homogen, tapi tampak heterogen  jika dilihat dengan mikroskop biasa.
Stabil, tidak terpisah jika didiamkan
Tidak stabil, mudah terpisah
Stabil, tidak terpisah jika didiamkan
Terdiri atas satu fase
Terdiri atas dua fase
Terdiri atas dua fase
Tidak dapat disaring
Dapat disaring
Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa, kecuali dengan kertas saring ultra.
Ukuran partikel < 1 nm (<10-7 cm)
Ukuran partikel > 100 nm (>10-5 cm)
Ukuran partikel 1 nm-100 nm (10-7 cm-10-5 cm)
Contoh larutan garam, larutan gula, larutan urea dan lain-lain
Campuran pasir dengan air
Larutan susu dan santan

Berikut ini pengelompokkan sistem koloid :

- Apabila fase terdispersi adalah zat gas dan medium pendispersi adalah zat cair, maka sistem koloid berupa busa/buih cair.
Contoh : Buih sabun, buih soda dan krim kocok.

- Apabila fase terdispersi adalah zat gas dan medium pendispersi adalah zat padat, maka sistem koloid berupa busa/buih padat.
Contoh : Batu apung, karet busa, busa jok dan stirofoam.

Berikut sekilas tentang batu apung

Batu apung disebut juga pumis. Batu apung merupakan batuan vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung. Batu apung terbentuk dari lava panas yang bercampur dengan air dan mengeras. Batu apung memiliki permukaan yang berpori.

- Apabila fase terdispersi adalah zat cair dan medium pendispersi adalah zat gas, maka sistem koloid berupa aerosol cair.
Contoh : Kabut, awan dan obat semprot.

- Apabila fase terdispersi adalah zat padat dan medium pendispersi adalah zat gas, maka sistem koloid berupa aerosol padat.
Contoh : Asap termasuk asap knalpot dan debu.

- Apabila fase terdispersi adalah zat cair dan medium pendispersi adalah zat cair, maka sistem koloid berupa emulsi cair.
Contoh : Santan, susu, minyak ikan dan mayones.

Berikut sekilas tentang emulsi

Emulsi adalah jenis koloid dengan fase terdispersi berupa zat cair.
- Jika medium pendispersi berupa zat cair, maka menghasilkan emulsi cair.
- Jika medium pendispersi berupa zat padat, maka menghasilkan emulsi padat.
- Jika medium pendispersi berupa zat gas, maka menghasilkan emulsi gas.

Emulsi memiliki viskositas lebih tinggi daripada minyak atau air. Dalam artikel Viskositas Dan Fluida kamu dapat mempelajari mengenai viskositas.

Berikut sekilas tentang minyak ikan

Umumnya, minyak ikan dihasilkan dari jaringan lemak pada ikan paus. Minyak ikan terdapat dalam bentuk kapsul, pil dan sirup. Minyak ikan berfungsi untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Minyak ikan mengandung dua jenis omega-3, yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA). Selain ikan paus, jenis ikan lain yang mengandung omega-3, antara lain tuna, salmon, sarden dan makarel.

- Apabila fase terdispersi adalah zat cair dan medium pendispersi adalah zat padat, maka sistem koloid berupa emulsi padat.
Contoh : Keju, mentega, jeli, lateks dan mutiara.

- Apabila fase terdispersi adalah zat cair dan medium pendispersi adalah zat gas, maka sistem koloid berupa emulsi gas.
Contoh : Insektisida, kabut dan hair spray.

Berikut sekilas tentang lateks

Lateks adalah getah kental seperti susu yang dihasilkan dari pembuluh lateks pada tumbuhan dan dapat membeku jika terkena udara. Lateks mengandung protein, alkaloid, pati, gula terpena, minyak, tanin, resin dan GOM.

Semakin dalam irisan pada batang pohon, semakin banyak berkas pembuluh lateks yang terpotong. Jika semakin banyak pembuluh lateks yang terpotong, maka semakin banyak lateks yang keluar.

Keterangan :
- Alkaloid adalah golongan senyawa basa nitrogen heterosiklik yang umumnya terdapat pada tumbuhan. Contoh golongan alkaloid adalah asam amino, peptida, protein, asam nukleik dan antibiotik.

Tentang senyawa heterosiklik dapat dipelajari dalam artikel :

- Gula terpena adalah golongan hidrokarbon yang dihasilkan oleh getah dan vakuola pada tumbuhan.

Tentang vakuola dapat dipelajari dalam artikel Macam-Macam Organel Sel Pada Makhluk Hidup

- Tanin adalah senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat.

- Resin adalah eksudat (getah) yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Resin digunakan sebagai bahan untuk pernis kayu (bahan untuk membuat kayu agar mengkilap), perekat, pelapis makanan agar mengilat, bahan campuran dupa dan parfum.

- GOM adalah merk dari obat sariawan. GOM mengandung boraks yang berfungsi untuk mengeringkan luka pada daerah yang basah. Dengan adanya kandungan boraks, GOM dapat digunakan untuk membuat slime.

- Apabila fase terdispersi adalah zat padat dan medium pendispersi adalah zat cair, maka sistem koloid berupa sol cair.
Contoh : Tepung kanji, cat, tinta cina, putih telur, air lumpur dan lem cair.

Berikut sekilas tentang tepung kanji

Tepung kanji adalah tepung yang terbuat dari singkong. Tepung kanji disebut juga tepung tapioka atau aci. Tepung kanjing mengandung selenium, tembaga, kalsium, mangan, zat besi, vitamin B6, asam folat dan asam pantotenat (jenis golongan vitamin B5 yang bersifat hidrofilik).

- Apabila fase terdispersi adalah zat padat dan medium pendispersi adalah zat padat, maka sistem koloid berupa sol padat.
Contoh : Batu permata, kaca, paduan logam (kuningan dan perunggu).

- Apabila fase terdispersi adalah zat padat dan medium pendispersi adalah zat gas, maka sistem koloid berupa sol gas.
Contoh : Asap dan debu.

Contoh Koloid Yang Digunakan Dalam Industri Kimia

Aerosol

Aerosol terbagi menjadi dua jenis, yaitu aerosol padat dan aerosol cair.

Aerosol padat adalah koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa padatan dan fase pendispersi berupa gas. Aerosol cair yang terbentuk di alam, antara lain kabut dan awan.

Aerosol padat adalah koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa cair dan fase pendispersi berupa gas. Aerosol padat yang terbentuk di alam, antara lain asap dan debu di udara.

Aerosol digunakan untuk membuat hair spray, obat nyamuk semprot, parfum, cat semprot/pilox dan lain-lain. Aerosol dibentuk dari bahan pendorong (propelan aerosol) berupa senyawa kloro fluoro karbon (CFC) dan karbondioksida. 

Sol

Sol adalah koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa padatan dan fase pendispersi berupa cair.

Sol jenis lain yang terbentuk, yaitu sol padat. Sol padat adalah koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa padatan dan fase pendispersi berupa padatan. Contoh sol padat, antara lain kaca berwarna, intan hitam dan aliase.

Sol banyak digunakan dalam industri air sungai (sol dari lempung dalam air), sol untuk sabun, sol untuk detergen, sol untuk tepung kanji, agar-agar, tinta tulis, selai dan cat.

Emulsi

Syarat terjadinya emulsi adalah adanya dua jenis zat cair yang tidak saling melarutkan sebagai fase terdispersi dan fase pendispersi, seperti minyak dan air. Emulsi digolongkan menjadi dua bagian, yaitu :

- Emulsi minyak dalam air
Contoh : Santan, susu dan lateks.

- Emulsi air dalam minyak
Contoh : Mayones, minyak bumi dan minyak ikan.

Jenis emulsi lainnya, yaitu emulsi padat. Emulsi padat adalah koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa cairan dan fase pendispersi berupa padatan. Contoh emulsi padat, antara lain jelly, keju dan mutiara.

Emulsi terbentuk karena pengaruh pengemulsi/emulgator.

Contoh sabun yang dapat mengemulsikan minyak ke dalam air. Jika campuran minyak dan air dikocok, maka akan terbentuk campuran yang saling memisahkan setelah didiamkan. Tetapi, jika sebelum campuran minyak dan air dikocok ditambahkan detergen, maka akan diperoleh campuran yang stabil yang disebut emulsi.

Contoh lain adalah kasein dalam susu dan kuning telur dalam mayones.

Berikut sekilas tentang kasein

Kasein adalah protein utama yang terkandung di dalam susu. Kasein sering digunakan dalam industri keju. Protein kasein memiliki daerah hidrofobik (sulit larut dalam air) dan hidrofilik (mudah larut dalam air). Agar kasein tidak mudah larut dalam air, maka dibutuhkan suhu panas di atas 120 oC.

Protein kasein merupakan suspensi, sehingga dapat dipisahkan dari campuran dengan cara sentrifugasi (proses dengan menggunakan gaya sentrifugal atau mesin sentrifuga/pemusing.

Jika komponen campuran lebih rapat, maka akan bergerak menjauh dari sumbu sentrifuga dan membentuk endapan, serta meninggalkan cairan supernatan (substansi dengan massa jenis yang rendah dan berwarna lebih jernih) yang dapat diambil dengan dekantasi.

Dekantasi adalah proses memisahkan campuran larutan dan padatan/endapan dengan menuangkan cairan secara perlahan ke dalam wadah lain, sehingga endapan tertinggal dalam wadah sebelumnya.

Protein kasein bersama dengan kalsium fosfat akan membentuk partikel koloid yang terdispersi yang disebut misel. Misel berbentuk bulat.  Lebih tepatnya, misel adalah susunan supramolekul dari molekul surfaktan yang terdispersi dalam koloid cair.

Surfaktan adalah zat yang mengandung gugus hidrofilik dan lipofilik (mudah larut dalam minyak/lemak). Surfaktan dapat menurunkan tegangan permukaan pada suatu medium/media dan menurunkan tegangan antara dua fase yang berbeda derajat polaritasnya.

Misel terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

- Misel fase normal (misel minyak dalam air) memiliki gugus kepala yang hidrofilik ketika bersentuhan dengan pelarut di sekitarnya dan daerah hidrofobik di pusat misel. Fase ini terjadi karena pengepakan ekor tunggal lipid (lemak) dalam lipid dwilapis (lapisan membran bermuatan tipis yang terdiri dari dua lapisan molekul lipid (lemak)).

- Misel invers (misel air dalam minyak) yang memiliki gugus kepala pada bagian tengan dan ekor yang membentang keluar.

Buih

Buih dapat dibentuk  dengan mengalirkan zat gas (fase terdispersi) ke dalam zat cair (fase pendispersi) yang mengandung pembuih, seperti sabun, krim kocok, detergen dan protein.

Contoh : buih sabun pada pengolahan biji logam, buih sabun pada alat pemadam kebakaran dan lain-lain.

Buih padat adalah koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa gas dan fase pendispersi berupa padatan.

Adakalanya buih tidak dikehendaki. Eter dan isoamil alkohol (CH3)2CHCH2CH2OH) dapat mencegah atau memecah terbentuknya buih.

Keterangan :
Eter adalah senyawa yang memiliki atom oksigen yang terikat oleh dua substituen/cabang berupa gugus alkil atau gugus aril. Gugus aril merupakan substituen/cabang pada cincin aromatik/cincin benzena pada hidrokarbon aromatik.

Jika kamu ingin mengetahui tentang gugus alkil, kamu bisa mempelajarinya dalam artikel Senyawa Hidrokarbon (Alifatik) + Rumus Struktur Dan Isomernya

Gel


Gel dapat terbentuk dari sol dengan zat terdispersi/fase pendispersi yang menyerap medium pendispersi.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime