Menghasilkan Keuntungan Lewat Lukisan


Mungkin banyak orang yang tidak menyadari kalau di dalam dirinya memiliki bakat di bidang seni rupa. Jika pada waktu kamu masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kamu sudah suka mencorat-coret bentuk huruf atau bentuk abstrak dalam selembar kertas, itu berarti kamu memiliki bakat di bidang seni rupa. Karena sebenarnya, coretan-coretan yang dibuat seperti abstrak itu merupakan salah satu aliran seni rupa yang disebut Doodle Art.

Sayangnya, mungkin sebagian dari kamu dengan seiring bertambahnya usia, mulai melirik hal-hal lain yang lebih menarik dan melupakan bakat seni rupa yang terpendam dalam diri kamu.

Menghasilkan Keuntungan Lewat Lukisan

Mungkin kamu berpikir mustahil bahwa kamu bisa menjual sebuah karya lukisan karena sebuah lukisan membutuhkan biaya yang besar untuk membuat banyak lukisan, menyelenggarakan pameran dan mendirikan sebuah galeri. 

Atau mungkin kamu memutuskan untuk meninggalkan bakat seni rupamu karena ketidaktahuanmu mengenai cara menghasilkan keuntungan lewat lukisan.

Jika benar itu yang kamu pikirkan, ini waktunya kamu singkirkan pikiran itu dan bulatkan tekad untuk terus berlatih, hingga kamu yakin telah menghasilkan karya seni yang unik, menarik atau indah. Karena masalah biaya nanti bisa kamu pertimbangkan belakangan. 

Kamu bisa menutupi biaya yang telah kamu keluarkan dengan harga lukisanmu. Kamu berhak menentukan harga lukisan berdasarkan jenis media yang digunakan, ide lukisan dan lama waktu kamu mengerjakan lukisan tersebut. Karena faktor-faktor inilah, sebuah lukisan bisa dihargai mahal.

Mungkin kamu perlu tahu tentang profesi seorang kurator seni agar kamu tidak mengubur bakat seni rupamu.

Kurator seni adalah seorang yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis perkembangan seni rupa di Indonesia dan seni rupa Internasional. Tidak sedikit seseorang yang berprofesi sebagai kurator seni di Indonesia. Mungkin bagi mahasiswa seni rupa, profesi kurator seni sudah tidak asing lagi.

Kurator seni dapat menjadi jembatan antara seorang seniman/karya dengan publik/kolektor. Setiap diadakan sebuah pameran, kurator seni bertugas untuk menjelaskan kepada pengunjung tentang kedalaman arti sebuah lukisan, cat/ materi dan media yang digunakan, teknik melukis yang dilakukan oleh seniman yang lukisannya dilirik tersebut dan menjelaskan mengapa sebuah lukisan dihargai sekian juta.

Bagaimana cara agar karya kita dilirik oleh kurator seni?.

Caranya tentu saja dengan membuat karya seni rupa yang benar-benar memikat. Mungkin kamu juga bisa memanfaatkan media sosial, seperti instagram dan blog untuk pamer karya seni rupamu agar kurator seni dapat mengetahui keberadaan karyamu.

Ini nih salah satu keuntungan hidup di era digital!.

Atau mungkin kamu bisa menyempatkan diri mendatangi sebuah pameran seni rupa, barangkali kamu beruntung bisa berbincang-bincang dengan kurator seni yang sedang bertugas dalam pameran tersebut untuk mempromosikan karya kamu.

Ada dua profesi kurator seni, yaitu :

- Kurator Independen adalah kurator yang tidak terikat oleh lembaga manapun. Karena berdiri sendiri, kurator independen harus mampu mencari sponsor untuk pelaksanaan sebuah pameran yang akan dilaksanakan olehnya sendiri. Kurator independen mendapat penghasilan melalui sponsor dan proyek pameran.

Terkadang ada lembaga atau seseorang yang berniat menyewa jasa seorang kurator independen untuk menyelenggarakan pameran. Dengan begitu, kurator independen akan mendapat penghasilan tambahan.

- Kurator Lembaga adalah kurator yang bekerja sebagai staf di museum atau galeri seni. Kurator lembaga mendapat penghasilan melalui proyek pameran dan tempat bekerjanya.

Di bulan Mei tahun ini ada beberapa pameran seni rupa yang diselenggarakan di Indonesia, seperti :

- Pameran Art Jog di  Yogyakarta tanggal 4 Mei – 4 Juni 2018.

- Galeri Nasional Indonesia, Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANIFESTO 6.0 tanggal 2 Mei 2018.
Alamat : Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Gambir, Jakarta Pusat.

- Galeri Semarang di Semarang, pameran lukisan empat seniman muda asal Yogyakarta yang akan menampilkan 14 lukisan pada tanggal 14 Mei 2018.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media untuk melukis adalah :

- Jenis cat

Dalam membuat sebuah lukisan, urusan pemilihan cat tidak perlu yang mahal. Kamu bisa menggunakan aquarelle atau yang biasa disebut cat air. Melukis dengan media cat air disebut teknik aquarelle.

- Kertas

Ketebalan kertas yang baik digunakan untuk melukis dengan cat air adalah 200-300 gsm. Kertas dengan ketebalan 300 gsms mampun menahan konsentrasi air yang tinggi. Selain itu, sebaiknya kamu memilih cat yang bebas asam (acid free) agar kertas kelak tidak berubah warna menjadi kekuningan.

- Kanvas


Kanvas berbahan dasar linen lebih baik daripada kanvas yang berbahan dasar katun. Tetapi, kanvas berbahan dasar linen lebih mahal daripada kanvas berbahan dasar katun. Kanvas sebaiknya diberi lapisan primer berupa lem kayu, hingga tak tembus cahaya. Hal ini dilakukan untuk melindungi kanvas dari asam (linoleic acid) yang terkandung dalam cat minyak sebab asam dari cat minyak dapat merusak kanvas. 

Selain itu, kanvas juga perlu diberi lapisan gesso. Pada lapisan gesso, cat air maupun cat minyak akan menempel. Gesso adalah lapisan kimiawi berbentuk semi liquid atau seperti pasta. Penggunaan gesso dapat menghemat pemakaian cat air.

Gesso juga dapat digunakan pada triplek, kayu dan tembok.

Selain teknik aquarelle terdapat teknik-teknik lain dalam melukis, antara lain :

- Teknik Plakat adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air, cat minyak atau cat akrilik. Teknik plakat menghasilkan lukisan dengan sapuan yang tebal dan komposisi cat yang kental.

- Teknik Spray adalah teknik melukis dengan menyemprot cat pada media lukisan.

- Teknik Tempera adalah teknik melukis dengan mencampurkan kuning telur ke dalam cat sebagai bahan perekat. Teknik tempera cocok pada media kayu.

- Teknik Pointilis adalah teknik melukis dengan menggunakan gradiasi warna gelap dan terang.

- Teknik Kering adalah teknik melukis tanpa menggunakan linseed oil atau minyak cat. Kuas yang digunakan dalam pengerjaan teknik ini haruslah kering. Sesuai dengan namanya, mengerjakan lukisan dengan teknik kering akan menghasilkan cat yang cepat kering. Kelebihan lainnya adalah kamu dapat mengubah warna dengan menumpuk warna sebelumnya.

- Teknik Basah adalah teknik melukis dengan menggunakan linseed oil untuk mengencerkan cat minyak. Kelebihan mengerjakan lukisan dengan teknik basah adalah hasil lukisan lebih terlihat bersih dan dapat menghemat penggunakan cat minyak.

- Teknik Campuran adalah teknik melukis yang diawali dengan teknik kering, lalu teknik basah.


Jadi, bagaimana nih teman-teman, masih mau lanjut untuk menggali bakat seni rupamu atau meninggalkannya?.

Jika kamu ingin karyamu bisa menembus dunia internasional, tentu saja karyamu harus berkiblat pada budaya seni rupa di dunia internasional walaupun mungkin kamu tidak akan benar-benar meninggalkan unsur-unsur kebudayaan nasional.

Jika kamu bingung untuk mencari ide sebuah karya seni apa pun bentuknya, mungkin artikel Sebagian Besar Seniman Adalah Nokturnal bisa memberikan sedikit inspirasi.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime