Pengiriman Pasukan Garuda I Untuk Perdamaian Dunia
Penyebab pembentukan dan
pengiriman pasukan PBB ke Mesir dikarenakan terjadinya pergolakan di Terusan
Suez. Terusan Suez dinasionalisasi oleh presiden Mesir, Gamal Abdul Nasser pada
tanggal 26 Juli 1956. Nasionalisasi atas Terusan Suez mengalami penolakan dari
negara Inggris dan Perancis. Pendekatan-pendekatan melalui jalan damai terhadap
kedua negara tersebut terus dilakukan, namun Mesir tetap pada pendiriannya
bahwa Terusan Suez adalah bagian dari wilayahnya.
Upaya-upaya pendekatan damai
tersebut akhirnya buyar setelah pasukan Israel melakukan penyerbuan pada
tanggal 30 Oktober 1956, hingga melewati garis perbatasan Mesir. Tujuan
penyerbuan Israel adalah menduduki daerah Gurun Sinai sampai ke Terusan Suez.
Pergolakan yang terjadi di
wilayah Terusan Suez itu mengundang perhatian PBB untuk mencarikan jalan keluar
dan mendamaikan negara-negara yang sedang bersengketa. Oleh karena itu, PBB
mengirimkan pasukan perdamaian ke Mesir. Pemerintah Indonesia menyatakan
kesediaannya untuk ikut serta dalam Pasukan PBB dengan mengirimkan Pasukan
Garuda.
Pada tanggal 31 Desember 1956, Pasukan
Garuda I di bawah pimpinan Mayor
Sudiyono mengadakan apel persiapan di Istana Merdeka. Pasukan Garuda I yang
dikirim ke Mesir selanjutnya bergabung dengan UNEF (United Nations Emergency
Force) di Abu Suweir, Mesir.
Pasukan Garuda I di bawah pimpinan
Letnan Kolonel Infantri Suyudi Sumomihardjo bertugas di daerah Gurun Sinai dan
Jalur Gaza yang berbatasan dengan Israel. Pasukan Garuda I berhasil
melaksanakan tugasnya dengan baik. Pada tanggal 12 September 1957, Pasukan
Garuda I kembali ke tanah air.
Setelah pengiriman pasukan Garuda
sebagai pasukan perdamaian. Indonesia pun senantiasa aktif mengirimkan pasukan
perdamaian ke negara-negara yang sedang mengalami krisis, seperti ke Kongo,
Vietnam, Kamboja, Bosnia-Hersegovina dan daerah-daerah lainnya. Hal ini
menunjukkan besarnya hasrat Indonesia untuk ikut serta membantu mewujudkan
perdamaian dunia.

Komentar
Posting Komentar