Vaksinasi + Jenis Penyakitnya, Serum Dan Kekebalan Alamiah


Seiring dengan pesatnya ilmu kedokteran, satu-persatu penyebab suatu penyakit mulai ditemukan dan diketahui cara penanggulangannya. Secara alami, tubuh mampu membentuk zat yang berfungsi utnuk melawan kuman penyakit dan racun yang masuk ke dalam tubuh. Zat tersebut disebut antibodi atau antitoksin.

Demam saat sakit ditimbulkan karena antibodi atau antitoksin tidak mampu melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Apabila tubuh tidak mengalami demam walaupun terserang kuman, berarti tubuh memiliki antibodi, sehingga kebal. Kekebalan tubuh terhadap kuman penyakit ada yang secara alamiah maupun buatan. Kekebalan tubuh disebut juga dengan imun.
Kekebalan Buatan Dan Kekebalan Alamiah

1. Kekebalan Buatan

Kekebalan buatan diperoleh melalui vaksinasi dan pemberian serum.

a. Vaksinasi

Vaksinasi berarti memberikan kekebalan tubuh dengan cara memasukkan bibit penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh. Beberapa ilmuwan yang mengadakan penelitian, hingga menemukan bukti bahwa penyakit disebabkan oleh kuman bukan kekuatan gaib adalah :

- Edward Jenner (1749-1823)

Edward jenner berhasil menemukan vaksinasi cacar. Jenner mengetahui bahwa sapi dapat menderita penyakit cacar seperti yang diderita oleh manusia. Jenner menyaksikan seorang wanita yang mempunyai bekas luka cacar sedang memerah susu sapi yang menderita cacar. Ternyata wanita tersebut tidak menderita cacar. Jenner menyusun hipotesis bahwa dengan adanya bekas cacar kemungkinan wanita itu kebal terhadap cacar.

Untuk membuktikan hipotesisnya, ia melakukan penelitian dengan mula-mula menulari anaknya yang sehat dengan cacar sapi. Kulit anaknya sedikit digores lalu diolesi dengan nanah cacar sapi dan beberapa hari kemudian anaknya sakit, hingga akhirnya sembuh. Dengan cara yang sama, anaknya yang sembuh tadi ditulari cacar manusia, tetapi tidak terjadi apa-apa. Maka, Jenner meyakini bahwa anaknya telah kebal terhadap cacar.

- Pasteur

Pasteur memakai cara yang sama seperti Jenner untuk melindungi biri-biri dan sapi dari penyakit antraks. Penyakit antraks sering menyerang herbivora. Penyakit antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit antraks bersifat zoonosis, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia, tetapi tidak dapat ditularkan ke sesama manusia.

Manusia bisa terinfeksi penyakit antraks melalui daging, tulang, kulit maupun kotoran hewan yang terserang penyakit antraks. Antraks memasuki tubuh manusia melalui usus, paru-paru atau kulit yang terluka. Penderita penyakit antraks yang menyerang saluran pencernaan akan mengalami gejala seperti mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, feses berwarna hitam, sakit perut.

Penderita penyakit antraks yang menyerang kulit yang terluka akan mengalami gejala, seperti timbulnya bisul merah kecil yang nyeri. Bisul tersebut dapat pecah dan menjadi borok atau luka.

- Roux dan Emil von Behring

Roux dan Emil von Behring berhasil membuat manusia kebal terhadap penyakit difteri. Penyakit difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Umumnya, penyakit difteri menyerang anak-anak.

Gejala dari penyakit difteri adalah sakit tenggorokan, demam dan menggigil, pembengkakan kelenjar pada leher, hidung berlendir, batuk keras, terbentuknya sebuah lapisan atau selaput tebal berwarna abu-abu di amandel dan tenggorokan.

Roux mengembangbiakan kuman penyebab difteri kemudian menyaringnya, hingga diperoleh cairan bening bebas kuman, tetapi mengandung racun (toksin) dari kuman difteri. Bila cairan tersebut disuntikkan ke dalam tubuh hewan, hewan itu menjadi kebal terhadap penyakit difteri karena toksin yang masuk ke dalam tubuh hewan merangsang tubuh hewan untuk membuat zat penawar racun (antitoksin).

Selanjutnya, Behring menyuntikkan toksin difteri ke dalam tubuh kuda. Beberapa hari kemudian, ia mengambil darah kuda untuk diambil serumnya dan disuntikkan ke hewan lain dan manusia.

Beberapa vaksin yang telah ditemukan, antara lain :

- Vaksin Salk adalah vaksin pencegah penyakit polio. Penyakit polio adalah kelumpuhan pada saraf. Selain itu, penyakit polio juga menyebabkan sulit bernapas. Beberapa jenis penyakit polio, antara lain :

1. Spinal polio adalah polio yang ditandai dengan kelumpuhan asimetris yang sering menyerang kaki.
2. Bulbar polio adalah polio yang ditandai dengan kelemahan otot yang dipersyarafkan atau diinervasi oleh saraf kranial.
3. Bulbospinal polio adalah kombinasi dari bulbar polio dan kelumpuhan tulang belakang.
4. Polio non paralisis adalah polio yang tidak menyebabkan kelumpuhan.
5. Polio paralisis adalah polio yang menyebabkan kelumpuhan, bahkan dalam hitungan jam setelah terinfeksi. Kelumpuhan hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh.

- Vaksin rabies adalah vaksin pencegah penyakit anjing gila atau rabies. Penyakit rabies adalah penyakit yang dapat menginfeksi saraf pusat. Penyakit rabies ditularkan melalui gigitan hewan yang terserang rabies. Karena itu, penyakit rabies termasuk penyakit zoonosis Adapun hewan-hewan yang dapat terserang rabies adalah anjing, kucing, kelelawar, kera dan rakun.

Penyakit rabies banyak menyerang anak-anak di bawah usisa 15 tahun. Gejala timbul pada penderita rabies adalah demam, sakit kepala, kelelahan, nafsu makan menurun dan mual.

- Vaksin Otten adalah vaksin pencegah penyakit sampar atau pes atau plague. Penyakit sampar adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Penyakit sampar ditularkan melalui hewan pengerat terutama tikus.

- Vaksin BCG 9 (Bacillus Calmette Guerin) adalah vaksin pencegah penyakit TB (tuberkulosis) atau TBC. Penyakit TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit TBC menyerang paru-paru. Penderita TBC akan mengalami batuk dan mengeluarkan titik-titik air liur.

Gejala yang ditimbulkan penyakit TBC adalah batuk berdarah dan dapat berdahak, berat badan menurun, nafsu makan menurun, demam, keringat di malam hari, nyeri dada dan lesu. Batuk yang dialami penderita TBC dapat berlangsung selama lebih dari 21 hari.

- Vaksin Kotipa adalah vaksin pencegah penyakit kolera, tifus dan paratifus.

1. Penyakit kolera adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Penyakit kolera menyebabkan dehidrasi akibat diare. Penyakit kolera ditularkan melalui air yang terserang bakteri. Selain gejala diare yang dialami penderita penyakit kolera, penderita juga akan mengalami mual, muntah, mata cekung, mudah marah, tekanan darah rendah, urine yang keluar hanya sedikit, kulit kering dan berkerut, lesu dan kram perut.

2. Penyakit tifus disebut juga demam tifoid. Penyakit tifus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit tifus menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut. Gejala tifus timbul 1-3 minggu setelah tubuh terinfeksi. Adapun gejala dari penyakit tifus adalah demam tinggi, diare, sakit kepala dan sakit perut. Jika tidak segera diobati, penderita akan mengalami perdarahan internal atau pecahnya sistem saluran pencernaan, yaitu usus. Vaksin tifoid diberikan pada anak yang berusia di atas dua tahun. Vaksinasi untuk penyakit tifus dilakukan beberapa kali setiap tiga tahun.

3. Penyakit paratifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella paratyphi. Penyakit paratifus menyerang usus dan aliran darah. Penyakit paratifus ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut. Penyakit paratifus dapat menyerang penderita selama kurang lebih 4 minggu.

Gejala yang timbul pada penderita penyakit paratifus adalah demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, berat badan menurun, organ limfa dan hati membesar, denyut jantung menjadi lebih rendah, diare, mual, batuk kering, nyeri perut, muncul ruam-ruam merah, kebingungan dan infeksi darah.

- Vaksin hepatitis adalah vaksin pencegah penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati karena toksin. Penyakit hepatitis dapat juga disebabkan karena alkohol dan obat-obatan.

Beberapa jenis penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis, antara lain :

1. Hepatitis A adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A karena lingkungan yang kotor. Virus hepatitis A menyebar melalui fecal oral (anus dan mulut).

2. Hepatitis B adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Penyakit hepatitis B ditularkan melalui darah. Jika tidak segera diobati, penyakit hepatitis B dapat menimbulkan penyakit sirosis hati (penyakit hati karena hati tidak bekerja secara normal untuk membuat protein baru, melawan infeksi, mencerna makanan dan menyimpan energi) dan kanker hati.

Gejala awal dari penyakit sirosis hati adalah kelelahan, nafsu makan menurun, mual, muntah, berat badan menurun dan telapak tangan merah.

3. Hepatitis C adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Penyakit hepatitis C ditularkan melalui darah. Penyakit hepatitis C mudah menular melalui transfer cairan.

4. Hepatitis D adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis D. Penyakit hepatitis D menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat.

5. Hepatitis E adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis E yang menyerupai hepatitis A.

6. Hepatitis G adalah penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis G.

Jenis virus lain yang menyebabkan penyakit hepatitis adalah virus Mumps, Rubella, Cytomegalovirus, Epstein – Barr dan Herpes.

- Vaksin DPT adalah vaksin pencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus.

1. Penyakit pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis. Penyakit ini menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Penyakit pertusis disebut juga batuk rejan. Penyakit pertusis mudah menular. Penyakit pertusis merupakan penyakit batu keras secara terus-menerus yang diawali dengan tarikan napas yang panjang melalui mulut. Penyakit ini dapat menyebabkan darah penderita kekurangan oksigen. Penyakit pertusis umumnya menyerang lansia dan bayi yang berusia 0-6 bulan.

2. Penyakit tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri tersebut menghasilkan racun yang dapat menyebabkan gangguan saraf dan kejang otot.

b. Serum

Serum adalah bagian dari plasma darah hewan yang di dalam tubuhnya telah terbentuk antibodi dan antitoksin, sehingga dapat langsung disuntikkan pada penderita yang membutuhkan. Hewan yang biasa diambil plasma darahnya adalah kuda.

Cara pengambilan plasma darah pada kuda adalah dengan menyuntikkan toksin ke tubuh kuda yang sehat agar tubuh kuda membuat antitoksin. Kemudian darah kuda tersebut diambil, lalu plasma darahnya dipisahkan dari bagian darah yang lain. Plasma darah yang diambil tersebut telah mengandung antitoksin yang disebut serum.

Kekebalan buatan yang diperoleh dari vaksinasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

- Kekebalan Aktif
Apabila terbentuk zat kebal di dalam tubuh sebagai reaksi terhadap kuman yang masuk melalui vaksinasi atau infeksi.

- Kekebalan Pasif
Apabila serum yang disuntikkan telah mengandung antibodi tertentu.

2. Kekebalan Alamiah

Kekebalan alamiah merupakan kekebalan yang diperoleh sejak dalam kandungan. Misalnya, seorang ibu yang hamil menderita penyakit TB. Setelah sembuh, di dalam darah ibu tersebut terdapat zat kebal terhadap penyakit TB yang juga terkandung di dalam darah bayi. Setelah lahir, bayi tersebut kebal terhadap penyakit TB.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime