Penyakit Defisiensi (Kekurangan Zat)
Berbagai penyakit
gangguan gizi dan gizi buruk merupakan akibat tidak baiknya mutu makanan atau
jumlah makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
Gizi buruk menggambarkan
suatu keadaan penyakit (patologis) yang terjadi akibat tidak terpenuhinya
kebutuhan tubuh akan berbagai zat makanan dalam jangka waktu relatif lama.
Beberapa jenis penyakit
akibat kekurangan zat tertentu (defisiensi) adalah gangguan gizi akibat
kekurangan kalori dan protein, kekurangan vitamin A, kekurangan vitamin B
kompleks, kekurangan vitamin C, kekurangan vitamin D, kekurangan vitamin E,
kekurangan vitamin K, kekurangan zat besi, kekurangan iodium dan lain-lain.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Kalori Dan Protein (KKP)
Dua penyakit akibat
kekurangan KKP adalah :
a. Marasmus
Marasmus terjadi karena
menderita kelaparan. Ciri-ciri penderita marasmus, antara lain :
- Otot mengecil.
- Hampir tidak ada
lapisan lemak di bawah kulit.
- Wajah tampak menua.
- Berat badan sangat
kurang.
b. Kwashiorkor
Kwashiorkor adalah
penyakit akibat kurangnya asupan protein, sedangkan asupan kalori mencukupi.
Ciri-ciri penderita kwashiorkor, antara lain :
- Adanya bengkak
(oedema) pada kaki.
- Warna rambut pirang
dan mudah lepas.
- Otot tubuh tidak
berkembang dengan baik.
- Perubahan kejiwaan,
sehingga sering terlihat memelas.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Vitamin A
Vitamin A merupakan
vitamin yang larut dalam lemak. Tanda awal dari kekurangan vitamin A adalah
menurunnya kemampuan melihat dalam cahaya samar atau tempat yang kurang cahaya.
Penyakit ini sering disebut rabun senja. Umumnya, rabun senja diderita oleh
anak-anak. Selain itu, penderita kekurangan vitamin A memiliki kulit kasar,
mudah lelah dan peradangan pada mata.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Vitamin B Kompleks
Vitamin B kompleks,
antara laian thiamine (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin
B3), asam pantotenat (vitamin B5), pyridoxine (vitamin B6), biotin (vitamin
B7), asam folat (vitamin B9) dan cobalamins (vitamin B12). Vitamin B kompleks
termasuk vitamin yang larut dalam air.
Gejala kekurangan vitamin
B1 adalah :
- Kurang nafsu makan.
- Mudah lelah.
- Kesemutan.
- Pandangan kabur.
- Denyut jantung melemah
dan sesak napas.
- Menderita delirium
(kondisi yang menyebabkan kebingungan, kesadaran menjadi berkurang dan tidak
mampu berpikir jernih).
Dua penyakit akibat
kekurangan vitamin B1 adalah :
a. Beri-beri
Ciri-ciri penderita penyakit
beri-beri, antara lain :
- Mengalami gangguan
pernapasan.
- Mengalami gangguan
gerakan mata.
- Mengalami gangguan
fungsi jantung.
- Berkurangnya tingkat
kewaspadaan.
b. Sindrom Wernicke-Korsakoff
Ciri-ciri penderita penyakit
sindrom Wernicke-Korsakoff, antara lain :
- Mengalami gangguan
penglihatan.
- Berkurangnya
koordinasi otot.
- Penurunan mental.
Gejala kekurangan vitamin
B2 adalah :
- Anemia.
- Mata merah.
- Bibir pecah-pecah.
- Infeksi pada mulut.
- Sensitif terhadap
cahaya.
Kekurangan vitamin B2
menyebabkan mata katarak, luka di sekitar mulut, peradangan pada kulit dan
peradangan pada kornea mata.
Gejala kekurangan vitamin
B3 adalah :
- Gangguan pencernaan.
- Sariawan.
- Kelelahan.
- Muntah.
- Depresi.
Salah satu penyakit kekurangan
vitamin B3 adalah penyakit pellagra. Pellagra adalah peradangan pada kulit saat
terkena sinar matahari.
Ciri-ciri penderita pellagra, antara lain :
Ciri-ciri penderita pellagra, antara lain :
- Dermatitis (peradangan
pada kulit yang ditandai dengan ruam bengkak kemerahan dan terasa gatal).
- Demensia (penurunan
fungsi otak, hingga menyebabkan mudah lupa, keliru, perubahan kepribadian dan
emosi menjadi labil).
- Diare.
Gejala kekurangan vitamin
B5 adalah :
- Sakit kepala.
- Kelelahan.
- Mudah marah.
- Berkurangnya
koordinasi otot.
- Rambut kekurangan
nutrisi.
- Gangguan pencernaan.
- Depresi.
- Dehidrasi.
- Pembengkakan pada
bagian tangan, kaki dan wajah.
- Peradangan pada kulit.
Gejala kekurangan vitamin
B6 adalah :
- Anemia.
- Kulit ruam.
- Bibir pecah-pecah.
- Depresi.
- Kebingungan.
- Mual.
- Rentan terkena infeksi.
Salah satu penyakit
kekurangan vitamin B6 adalah kanker usus besar.
Gejala kekurangan vitamin
B7 adalah :
- Rambut rontok.
- Kulit kering.
- Kulit kemerahan.
- Insomnia.
- Ruam dan bersisik pada
kulit di sekitar mata dan mulut.
- Mata kering.
- Kelelahan.
- Depresi.
- Mengalami sensasi
terbakar atau menusuk pada bagian tangan dan kaki.
Salah satu penyakit kekurangan
vitamin B7 dapat menderita alopecia, yaitu kebotakan pada kulit kepala karena
rambut yang cepat rapuh dan rontok.
Gejala kekurangan vitamin
B9 adalah :
- Kelelahan.
- Rambut beruban.
- Sariawan.
- Pertumbuhan tubuh yang
buruk.
- Lidah membengkak.
Kekurangan vitamin B9 akan
menyebabkan penurunan jumlah sel dan sel darah merah pada janin.
Gejala kekurangan vitamin
B12 adalah :
- Anemia.
- Berkurangnya nafsu
makan.
- Susah buang air besar.
- Detak jantung tidak
teratur.
- Napas sesak
Kekurangan vitamin B12 akan
menyebabkan stroke, penyakit jantung, kesulitan bergerak, kehilangan memori,
delusi (gangguan mental di mana seseorang meyakini sesuatu yang tidak nyata
atau tidak sesuai dengan kenyataan), depresi, hingga demensia.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Vitamin C
Vitamin C termasuk
vitamin yang larut dalam air. Vitamin C disebut juga asam askorbat.
Gejala kekurangan vitamin
C adalah :
- Perdarahan pada gusi
(skorbut).
- Perdarahan pada kulit.
- Nyeri pada persendian.
- Melambatnya
penyembuhan luka.
- Perubahan tekstur
rambut dan kulit.
Penyakit kekurangan
vitamin C, antara lain :
a. Penyakit asma
(gangguan pernapasan).
b. Menurunnya sistem
kekebalan tubuh.
c. Penyakit kardiovaskular
(gangguan pada jantung dan pembuluh darah).
d. Penyakit anemia
(kekurangan hemoglobin dan sel darah merah).
e. Sariawan.
f. Kanker kulit.
g. Kanker serviks atau
kanker leher rahim. Kanker serviks disebabkan sel-sel pada leher rahim yang
tidak normal dan terus berkembang.
h. Kanker payudara.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Vitamin D
Vitamin D termasuk
vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin D disebut juga ergosterol atau
kalsiferol.
Gejala kekurangan vitamin
D adalah :
- Pembengkakan pada persendian,
tulang rusuk dan kaki.
- Tulang menjadi rapuh
mudah retak dan bergeser.
- Otot kejang.
Penyakit kekurangan
vitamin D, antara lain :
- Pertumbuhan tulang
yang abnormal.
- Rakitis dan
osteomalasia. Rakitis adalah pelunakan tulang, sehingga tulang mudah patah dan
terjadi kelainan bentuk pada tulang. Osteomalasia memiliki pengertian yang sama
dengan penyakit rakitis. Hanya saja osteomalasia menyerang orang dewasa,
sedangkan rakitis menyerang anak-anak.
- Tetani (penyakit
gangguan pada otot yang ditandai dengan kram otot, kejang otot atau tremor).
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Vitamin E
Vitamin E termasuk
vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin E disebut juga tokoferol.
Gejala kekurangan vitamin
E adalah :
- Pecahnya sel darah
merah.
- Penimbunan lemak pada
otot.
- Keguguran janin.
- Distrofi otot (penyakit
kehilangan massa otot secara progresif, sehingga tubuh mudah lelah, hingga sulit
bergerak).
- Ukuran jantung
membesar.
- Perubahan warna
jaringan lemak menjadi kuning-kelabu.
Penyakit kekurangan
vitamin E, antara lain :
a. Ulkus lambung atau
tukak lambung (luka pada dinding lambung karena terkikis).
b. Distrofi otot.
c. Penyakit jantung
murbei (MHD atau mullbery heart disease) dan Hepatosi dietica (kematian
sel-sel hati) pada babi.
d. Pecahnya sel darah
merah.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Vitamin K
Vitamin K termasuk
vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin K disebut juga menadione.
Gejala kekurangan vitamin
K adalah :
- Melambatnya pembekuan
darah, sehingga memperlambat penyembuhan luka.
- Perdarahan pada gusi.
- Mimisan.
- Mudah memar.
- Meningkatnya volume darah
yang keluar saat menstruasi.
- Pengerasan pembuluh
darah.
Penyakit kekurangan
vitamin K, antara lain :
a. Penumpukkan kalsium
pada jaringan lunak, seperti pembuluh darah, saluran empedu dan paru-paru.
b. Penyakit sirosis pada
hati. Sirosis adalah penyakit yang disebabkan karena terjadinya penggantian
jaringan normal dengan jaringan fibrous (jaringan serabut/serat), sehingga
sel-sel hati kehilangan fungsinya.
c. Penyakit Gaucher (penumpukan
zat berlemak pada limfa dan hati).
d. Penyakit celiac (reaksi
sistem imun saat tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung dalam gluten
(protein yang terkandung dalam biji-bijian atau gandum) sebagai ancaman). Penyakit
ini dapat diatasi dengan diet gluten.
e. Penyakit askariasis
(penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang atau Ascaris lumbricoides).
Penyakit askariasis dikenal juga dengan nama penyakit cacingan.
f. Penyakit pankreatitis
(peradangan pada kelenjar pankreas yang ditandai dengan sakit perut, mual dan
muntah).
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Zat Besi
Penyakit anemia terjadi
karena rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dan kurangnya zat besi (Fe).
Gejala rendahnya kadar hemoglobin adalah bagian kelopak mata bawah terlihat
pucat.
Gejala kekurangan zat
besi adalah :
- Anemia.
- Lesu.
- Pusing.
- Berat badan menurun.
- Kulit pucat.
Gangguan Gizi Akibat
Kekurangan Iodium
Kekurangan iodium
menyebabkan kelenjar gondok membesar. Rendahnya kadar iodium juga dapat
disebabkan karena air minum yang tercemar dan kadar zat kapur dalam air yang
terlalu tinggi.
Penyakit gondok dapat
menyebabkan kretinisme (manusia kerdil) dan gangguan perkembangan otak pada
anak.

Komentar
Posting Komentar