Pemancar Radio, Penerima Radio, Gelombang AM dan Gelombang FM
Radio yang biasa kita sebut sehari-hari
sebenarnya adalah pesawat penerima radio. Pemancar radio berfungsi untuk
memancarkan gelombang radio. Penerima radio berfungsi menerima gelombang radio
AM atau FM yang dipancarkan oleh pemancar radio, sampai akhirnya suara yang
disiarkan dapat didengar oleh pendengar.
Berikut ini diagram blok dari pemancar
radio :
a. Mikropon
Getaran pita suara seseorang yang
berbicara di depan mikropon merupakan getaran mekanik. Bentuk gelombang dari
getaran mekanik adalah sebagai berikut :
Berdasarkan gambar tersebut tampak bahwa
getaran mekanik memiliki amplitudo yang semakin lama semakin kecil dan akhirnya
nol. Jadi, getaran mekanik tidak dapat mencapai jarak jauh. Setelah menempuh
jarak 10 meter, getara mekanik sudah hilang. Untuk dapat mencapai jarak yang
lebih jauh, getaran mekanik harus diubah menjadi getaran listrik karena getaran
listrik lebih mudah diangkut untuk menempuh jarak jauh.
Alat yang berfungsi untuk mengubah
getaran mekanik menjadi getaran listrik adalah mikropon. Terdapat berbagai
macam mikropon, seperti mikropon elektromagnetik, mikropon elektrodinamik,
mikropon kapasitor, mikropon karbon, mikropon kristal dan mikropon pita.
b. Penguat Frekuensi Audio (Penguat af)
Getaran listrik suara yang dihasilkan
oleh mikropon adalah getaran dengan frekuensi rendah atau frekuensi audio.
Frekuensi audio adalah frekuensi yang dapat didengar oleh telinga manusia,
yaitu antara 20 Hz – 20 kHz. Getaran listrik suara yang dihasilkan oleh
mikropon adalah di bawah 20 kHz.
Intensitas (keadaan tingkatan) getaran
listrik suara (berhubungan dengan amplitudo) yang berasal dari mikropon tidak
terlalu kuat. Penguat frekuensi audio berfungsi menguatkan intensitas getaran
listrik suara af yang datang dari mikropon.
c. Osilator rf (Osilator radio frequency)
Getaran listrik suara af memiliki
frekuensi rendah, sehingga tidak dapat mencapai jarak jauh. Agar getaran listrik
suara dapat mencapai jarak jauh, getaran ini memerlukan pengangkut yang juga
berupa getaran karena getaran hanya dapat diangkut oleh getaran. Getaran yang
dapat mengangkut getaran listrik suara adalah getaran dengan frekuensi yang
sangat tinggi, yaitu di atas 20 kHz (termasuk frekuensi radio atau rf).
Getaran pengangkut getaran listrik suara
disebut getaran gelombang pembawa rf (carrier). Getaran ini dihasilkan oleh
osilator rf. Osilator adalah rangkaian yang menghasilkan keluaran berupa
berbagai macam gelombang dengan amplitudo yang berubah-ubah secara periodik
dengan waktu.
d. Penguat frekuensi rf carrier
Penguat frekuensi rf carrier berfungsi
menguatkan intensitas getaran gelombang pembawa rf dengan cara memperbesar
amplitudonya.
e. Modulator
Di dalam modulator terjadi penggabungan
antara getaran listrik suara af yang berasal dari penguat frekuensi audio dan
getaran gelombang pembawa rf yang berasal dari penguat frekuensi rf carrier,
hingga menghasilkan gelombang radio termodulasi. Proses penggabungan ini
disebut proses modulasi.
Jika yang diproses dalam modulator adalah
amplitudo dari getaran-getaran gelombang pembawa dan getaran listrik suara,
gelombang radio yang dihasilkan disebut gelombang AM (Amplitudo Modulasi).
Gelombang Amplitudo Modulasi memiliki amplitudo yang berubah-ubah sesuai dengan
amplitudo getaran listrik suara, sedangkan frekuensinya tetap.
Jika yang diproses dalam modulator adalah
frekuensi dari getaran-getaran gelombang pembawa dan getaran listrik suara,
gelombang radio yang dihasilkan disebut gelombang FM (Frekuensi Modulasi).
Gelombang Frekuensi Modulasi memiliki frekuensi yang berubah-ubah sesuai dengan
amplitudo getaran listrik suara, sedangkan amplitudonya tetap.
Pemancar gelombang AM digunakan dalam
penyiaran dengan gelombang medium dan gelombang panjang. Suara yang dibawa oleh
gelombang medium dalam bentuk gelombang AM dpaat mencapai jarak yang jauh
karena gelombang medium dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer bumi.
Pemancar gelombang FM digunakan dalam
penyiaran dengan gelombang VHF (very high frequency). Suara yang dibawa oleh
gelombang VHF tidak dapat dipantulkan oleh lapisan ionosfer bumi.
Keunggulan gelombang AM adalah
dapat mencapai tempat yang jauh, sedangkan keunggulan gelombang FM adalah dapat
menghasilkan suara musik yang lebih merdu atau kualitas suara di bawahnya
terdengar lebih jelas karena terbebas dari interferensi listrik.
f. Antena pemancar
Gelombang radio hasil proses modulator
(gelombang AM atau FM) disalurkan ke antena pemancar. Antena pemancar berfungsi
memancarkan gelombang AM atau gelombang FM ke segala penjuru dunia. Seperti
yang telah diketahui bahwa gelombang radio merambat dengan kelajuan 300.000.000
m/s atau 300.000 km/s.
Berikut ini diagram blok dari pesawat
penerima radio :
a. Antena penerima
Antena penerima berfungsi menangkap
gelombang radio termodulasi (AM atau FM) yang dipancarkan oleh pesawat
pemancar.
b. Rangkaian penala
Rangkaian penala berfungsi memilih satu
gelombang radio termodulasi dari sekian banyak gelombang radio yang mendekat
pada antena. Dalam suatu ruangan terdapat ratusan gelombang radio yang berasal
dari berbagai pesawat pemancar radio. Rangkaian penala terdiri dari sebuah
kumparan L yang dirangkai secara paralel dengan sebuah kapasitor variabel C.
Jika rangkaian penala disetel pada sebuah
pemancar tertentu, rangkaian penala ini membangkitkan frekuensi tinggi yang
sama dengan frekuensi tinggi dari pemancar tersebut. Dapat dikatakan bahwa
penerima radio beresonansi dengan pemancar tersebut. Jadi, setiap saat hanya sebuah
gelombang radio termodulasi dari satu pemancar yang bisa diterima.
Untuk dapat menerima gelombang radio
termodulasi dari pemancar lain yang memiliki frekuensi berbeda, maka kapasitor
variabel pada rangkaian penala tersebut harus disetel dengan cara memutarnya.
Hal ini merupakan tindakan mengubah besar kapasitas dari kapasitornya.
c. Rangkaian detektor
Getaran listrik yang keluar dari
rangkaian penala masih tercampur antara getaran listrik suara (frekuensi audio
di bawah 20 kHz) dan getaran listrik gelombang pembawa (frekuensi radio di atas
20 kHz). Rangkaian detektor berfungsi memisahkan kedua getaran ini. Getaran
listrik suara diteruskan oleh detektor, sedangkan getaran gelombang pembawa
dihilangkan. Karena cara kerja rangkaian detektor berlawanan dengan cara kerja
modulator, maka rangkaian detektor disebut demodulator.
Rangkaian detektor terdiri atas sebuah
diode (D) dan sebuah kapasitor (C1). Diode berfungsi menyearahkan
sinyal termodulasi rf dari rangkaian penala dengan menghilangkan setengah siklus
negatif dari sinyal. Pulsa penyearahan sekarang mengandung frekuensi audio yang
tidak diinginkan.
Kapasitor kecil (C1) yang dirangkai
secara paralel dengan earphone berfungsi melewatkan getaran listrik suara
(frekuensi audio) yang memiliki frekuensi rendah dan menghilangkan getaran
gelombang pembawa (frekuensi radio) yang memiliki frekuensi tinggi menuju ke
tanah.
Getaran listrik suara yang keluar dari
detektor memiliki intensitas lemah (amplitudo kecil), sehingga belum dapat
didengar melalui pengeras suara (loudspeaker). Sebagai gantinya dapat digunakan
earphone.
d. Penguat getaran af
Getaran listrik suara yang datang dari
rangkaian detektor belum bisa didengar karena intensitasnya lemah (amplitudo
kecil). Rangkaian penguat getaran af berfungsi memperkuat intensitas getaran
listrik suara sampai pada batas tingkat penguatan yang dibutuhkan.
e. Pengeras suara
Pengeras suara berfungsi mengubah getaran
listrik suara yang datang dari rangkaian penguat getaran af menjadi getaran
mekanik (suara) yang dapat didengar. Fungsi pengeras suara berlawanan dengan
fungsi mikropon.
Penerima Radio Superheterodin
Penerima radio straight, yaitu penerima
radio dengan sistem penerimaan secara langsung. Radio penerima straight
memiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut :
a. Tidak dapat menangkap siaran radio
dari pemancar yang letaknya sangat jauh.
b. Sangat sukar menerima gelombang pendek
(short wave).
c. Antena penerima harus dipasang sangat
tinggi.
d. Mengganggu penerimaan radio lain yang
terdapat dalam daerah dengan jari-jari 500 m. Hal ini dikarenakan penerima
dapat bekerja sebagai pemancar kecil.
e. Daya selektivitasnya sangat kecil.
f. Mempunyai lebar gelombang yang sangat
besar.
Pada penerima radio straight, gelombang
radio yang ditangkap antena langsung dideteksi untuk memisahkan antara
gelombang pembawa dengan getaran suara. Getaran pembawa dihilangkan dan getaran
suaranya didengar.
Dalam penerima radio superheterodin,
gelombang radio yang ditangkap antena tidak langsung dideteksi, tetapi diubah
menjadi getaran frekuensi menengah. Di sini cacat-cacat akibat perjalanan
gelombang diperbaiki dan intensitasnya diperkuat, barulah dilakukan proses
deteksi.
Pada penerima radio superheterodin,
bagian pencampur berfungsi mengubah getaran rf gelombang pembawa menjadi
getaran IF (frekuensi antara) yang kemudian hasilnya disalurkan ke bagian
penguat frekuensi antara (penguat IF).
Osilator lokal berfungsi menghasilkan
getaran yang frekuensinya lebih besar daripada getaran rf gelombang pembawa.
Jadi, frekuensi hasil bagian pencampur, yaitu frekuensi getaran IF (400 – 500
kHz) adalah frekuensi osilator dikurangi dengan frekuensi getaran gelombang
pembawa.
Misalnya frekuensi getaran gelombang
pembawa yang diterima bagian pencampur adalah 4000 kHz sedang frekuensi antara
haruslah 400 kHz, maka getaran osilator lokal haruslah 4000 kHz + 400 kHz =
4.400 kHz.






Komentar
Posting Komentar