Stasiun Relai : Proses Pengiriman Siaran Televisi Ke Rumah Penduduk
Pemancar pada stasiun TV memancarkan
gelombang elektromagnetik yang merambat menurut garis lurus. Gelombang
elektromagnetik dapat diterima oleh antena televisi penerima jika tidak ada
penghalang. Penghalang tersebut, seperti gunung-gunung atau lengkungan
permukaan bumi akibat jarak yang sangat jauh antara pemancar dan penerima.
Gelombang televisi tidak dapat
mengikuti lengkungan permukaan bumi.
Siaran televisi dari TVRI Jakarta tidak
dapat diterima langsung oleh televisi penerima di Bandung dan sekitarnya. Hal
ini dikarenakan rambatan lurus gelombang televisi dari Jakarta ke Bandung
dihalangi oleh gunung-gunung.
Agar siaran televisi Jakarta dapat
diterima oleh penduduk di Bandung dan sekitarnya, maka dipasang sebuah stasiun
relai di atas gunung Tangkuban Perahu. Stasiun relai menerima gelombang
elektromagnetik dari Jakarta dan kemudian memancarkannya ke daerah Bandung dan
sekitarnya.
Selain dengan cara membangun stasiun
relai, siaran televisi Jakarta dapat diterima oleh penduduk di tempat yang
sangat jauh adalah dengan mengirim gelombang elektromagnetik dalam siaran
televisi dengan menggunakan satelit buatan khusus untuk komunikasi jarak jauh.
Karena pembangunan stasiun relai dalam jumlah banyak memerlukan biaya yang sanga
besar.
Satelit buatan untuk komunikasi jarak
jauh ini disebut satelit komunikasi. Satelit ini selalu mengelilingi bumi,
sehingga dapat difungsikan sebagai stasiun relai. Satelit ini akan menerima
gelombang elektromagnetik dari pemancar dan memancarkannya ke tempat yang
sangat jauh.
Satelit komunikasi juga dapat difungsikan
dalam siaran radio dan telepon. Negara pertama yang memanfaatkan satelit adalah
Amerika Serikat, sedangkan Indonesia merupakan negara keempat yang memanfaatkan
satelit. Satelit komunikasi milik Indonesia disebut Palapa.
Awalnya, satelit Palapa digunakan hanya
untuk memenuhi kepentingan dalam negeri (domestik) dengan jarak jangkauan
seluruh wilayah Indonesia, serta sebagian kecil daerah di sekitar Indonesia.
Karena itu, satelit Palapa disebut juga Sistem Komunikasi Satelit Domestik
(SKSD) Palapa.
Sebuah satelit bernama SYNCOM
4 diluncurkan ke dalam orbit geostasioner dari pesawat Discovery. Satelit ini
melayani hubungan informasi digital untuk keperluan televisi, radio, fax,
telepon dan data-data digital lain.
Satelit Palapa C yang diluncurkan pada
tahun 1996 memiliki daya jangkau meliputi wilayah Asia Pasifik. Satelit ini
mampu menjangkau Republik Rakyat Cina (RRC) ke arah utara, Jepang ke arah
timur, Iran dan Vladivostok ke arah barat dan Australia dan Selandia Baru ke
arah selatan.
Pada Agustus 1999, Indonesia
meluncurkan satelit Telkom-1.
Untuk menangkap gelombang elektromagnetik
yang dipancarkan satelit Palapa, di beberapa tempat dibangun stasiun bumi.
Berikut ini diagram pengiriman siaran
televisi (TVRI Jakarta) ke rumah penduduk :
Untuk komunikasi antarnegara yang
letaknya berjauhan digunakan satelit internasional. Satelit internasional
membantu menyiarkan siaran televisi internasional (di luar negara Indonesia).
Artikel Terkait :
Pemancar Dan Penerima Televisi (CRT Hitam Putih Dan CRT Berwarna)
Artikel Terkait :
Pemancar Dan Penerima Televisi (CRT Hitam Putih Dan CRT Berwarna)

Komentar
Posting Komentar