Pemancar Dan Penerima Televisi (CRT Hitam Putih Dan CRT Berwarna)

Televisi adalah penyiaran gambar dan suara oleh gelombang radio atau kabel listrik. Televisi ditemukan oleh John Logie Baird pada tahun 1926.

Pemancar televisi terdiri atas dua bagian, yaitu pemancar gambar dan pemancar suara. Pemancar gambar mengubah getaran listrik gambar menjadi sinyal radio AM. Pada saat yang sama, pemancar suara mengubah getaran listrik suara menjadi sinyal radio FM yang menghasilkan suara datang bersama-sama dalam suatu alat yang disebut diplekser.

Diplekser menggabungkan sinyal radio AM dan sinyal radio FM, lalu mengirimkannya ke antena pemancar.

Berikut ini diagram blok pemancar televisi :
Diagram Blok Pemancar Televisi

a. Kamera televisi

Bayangan dari benda yang akan disiarkan difokuskan pada suatu permukaan sasaran ternetu dari suatu tabung petik (pick up) yang terdapat di dalam kamera. Permukaan ini dibagi menjadi kira-kira 367.000 elemen-elemen gambar mikroskopik (sangat kecil).

Cahaya dari bayangan benda memberikan tiap elemen gambar suatu muatan listrik yang bervariasi sesuai dengan jumlah cahaya yang jatuh pada tiap elemen. Pola dari elemen-elemen gambar ini di-scan (diperiksa secara terperinci) oleh berkas elektron yang tebalnya kira-kira sama dengan diameter sebuah kepala peniti.

Berkas elektron bergerak dari kiri ke kanan melintasi keseluruhan permukaan sasaaran 525 kali untuk setiap gambar. Setiap sekon terdapat 30 gambar yang di-scan. Elektron-elektron lewat melalui permukaan sasaran elektron ini menumbuk keping sinyal, suatu arus listrik dibangkitkan. Ini adalah sinyal listrik gambar (video) yang akan dipancarkan.

Untuk menyiarkan gambar berwarna harus menggunakan kamera yang lebih kompleks. Televisi berwarna didasarkan pada prinsip bahwa campuran dengan komposisi berbeda antara warna primer, yaitu sinar merah, hijau dan biru dapat menghasilkan setiap warna yang terdapat di alam.

Cahaya yang lewat melalui lensa kamera mengenai tiga buah cermin datar. Setiap cahaya yang dipantulkan cermin diarahkan ke tabung petik yang berbeda. Di depan setiap tabung petik terdapat sebuah filter cahaya yang hanya meneruskan suatu warna. Tabung-tabung petik kemudian memproses bayangan.

Kamera hitam dan putih hanya memiliki satu tabung petik dan tidak memerlukan cermin untuk mengarahkan cahaya. Akan tetapi, kedua kamera ini memproses bayangan dengan cara yang sama.

b. Rangkaian sweep

Rangkaian sweep digunakan untuk membentuk scanning. Scanning berfungsi membagi-bagi gambar menjadi elemen-elemen gambar yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik oleh tabung kamera.

c. Rangkaian sinkronisasi

Rangkaian sinkronisasi menghasilkan pulsa-pulsa sinkronisasi yang akan menjamin gambar dan suara yang dipancarkan tetap sinkron.

d. Osilator rf

Osilator rf digunakan untuk membangkitkan getaran gelombang pembawa dengan frekuensi sangat tinggi (VHF (Very High Frequency) atau UHF (Ultra High Frequency)).
e. Penguat rf

Penguat rf digunakan untuk memperkuat getaran gelombang pembawa sebelum masuk ke modulator.

f. Penguat video

Penguat video digunakan untuk memperkuat getaran listrik gambar sebelum masuk ke modulator.

g. Modulator

Di dalam modulator, getaran gelombang pembawa dimodulasi oleh sinyal video, sehingga dihasilkan sinyal radio AM.

Berikut ini diagram blok penerima televisi :
Diagram Blok Penerima Televisi

Bagian awal dari diagram blok penerima televisi mirip dengan bagian awal diagram blok penerima radio superheterodin. Yang membedakan antara kedua diagram adalah lebar frekuensi dan frekuensi antara (IF) pada penerima radio superheterodin adalah sekitar 400 kHz, sedangkan IF untuk penerima televisi adalah sekitar 34,5 MHz.

Setelah bagian tersebut adalah bagian yang berfungsi memisahkan sinyal-sinyal gambar (video) dan audio, serta memisahkan kedua sinyal ini dari pulsa-pulsa sinkronisasi dan pulsa-pulsa garis.

Pemisahan terjadi pada keluaran detektor video. Sinyal gambar tanpa modulasi AM diperkuat dahulu oleh penguat video dan kemudian melalui saluran video, sinyal ini diberikan ke CRT (tabung sinar katoda) untuk mengontrol berkas elektron. Sinyal suara FM yang masih termodulasi masih dicampur dengan sinyal gambar dalam detektor video.

Sinyal yang masih bercampur ini, melalui saluran suara diperkuat oleh penguat suara IF, kemudian detektor suara meneruskan sinyal suara dan menghilangkan sinyal video. Sinyal suara af keluaran detektor suara diperkuat dahulu oleh penguat af, barulah sinyal suara ini digunakan untuk menjalankan pengeras suara.

Pulsa-pulsa sinkronisasi yang tercampur diproses dalam saluran dasar waktu oleh pemisah sinkronisasi. Pemisah sinkronisasi menghasilkan dua buah pulsa segiempat.

Pulsa segiempat pertama diperoleh dari pulsa-pulsa garis dan bertugas menjalankan osilator garis. Osilator garis menghasilkan gelombang gigi gergaji untuk diumpankan ke kumparan scan. Sinyal hasil osilator garis digunakan untuk mengatur scanning ke arah horizontal (pembengkokan ke arah horizontal). Osilator garis juga menghasilkan tegangan ekstra tinggi  (e.h.v), yaitu 15 kV yang diperlukan untuk menjalankan CRT.

Pulsa segiempat kedua diperoleh dari pulsa-pulsa medan dan bertugas menjalankan osilator medan. Osilator medan juga menghasilkan gelombang gigi gergaji untuk diumpankan ke kumparan scan. Sinyal hasil osilator medan digunakan untuk mengatur scanning ke arah vertikal (pembengkokan ke arah vertikal).

CRT Hitam Putih

Setiap penerima televisi memiliki sebuah CRT (tabung sinar katoda). Tabung CRT ini memiliki sebuah sumber elektron yang menembakkan elektron dan sebuah layar yang dapat berpendar. Di sini, berkas elektron disimpangkan oleh kumparan magnetik.

CRT ini memiliki dua pengaturan waktu. Waktu horizontal menggerakkan bintik-bintik melintang layar (dari ujung kiri ke ujung kanan). Waktu vertikal menggerakkan bintik-bintik ke bawah layar (dari atas ke bawah) dengan kecepatan yang lebih rendah.

Hal ini menghasilkan sederetan garis-garis sejajar yang menyusun daerah gambar. Waktu hitam, putih dan abu-abu dari daerah gembar dihasilkan dengan mengubah terang bintik sewaktu bintik melalui layar. Bintik yang bergerak menghasilkan 25 gambar diam secara terpisah setiap sekon, tetapi mata manusia melihat ini sebagai sebuah gambar yang bergerak continue (bersambung).

CRT Berwarna

CRT berwarna memiliki tiga sumber elektron, merah, hijau dan biru. Sebuah layar kaca dilapisi oleh beribu bintik fosfor merah, hijau dan biru yang disusun dalam segitiga-segitiga. Tiap segitiga memiliki tiga bintik dengan tiap bintik untuk setiap warna.

Antara sumber dan layar dipasang masker (topeng) bayang berupa selembar logam. Pada lembar logam, untuk CRT TV 26 inchi terdapat kira-kira setengah juta lubang. Masker bayang berfungsi menjaga agar setiap berkas elektron hanya menumbuk satu bintik fosfor pada layar kaca. Misalnya, berkas elektron dari sumber merah hanya menumbuk bintik fosfor merah.

Setelah ketiga berkas elektron ditembakkan oleh ketiga sumber elektron, maka ketiga berkas ini akan dibelokkan oleh kumparan-kumparan magnetik menuju ke layar kaca.

Ketika sebuah segitiga tertentu ditabrak oleh ketiga berkas elektron, bisa saja berkas merah dan hijau adalah berkas yang kuat, sedangkan berkas bieru adalah berkas lemah. Dalam peristiwa ini, segitiga tersebut akan memancarkan cahaya merah dan hijau dengan kuat dan oleh penonton televisi tampak berwarna kekuning-kuningan sesuai dengan warna gambar yang ditangkap oleh kamera warna.

Artikel Terkait :

Stasiun Relai : Proses Pengiriman Siaran Televisi Ke Rumah Penduduk 

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime